• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : PENUTUP

B. Saran

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberikan

beberapa saran, yakni :

1. Pihak penerbit kartu (issuer card) Bank Danamon Syariah harus lebih giat menyosialisasikan Dirham Card, khususnya kepada orang Islam yang telah

menjadi nasabah Kartu Kredit konvensional agar terlepas dari transaksi

ribawi yang diterapkan oleh penerbit kartu kredit konvensional.

2. Bank Danamon Syariah seyogyanya mengedukasi para card Holder Dirham Card secara intensif agar senantiasa dapat mengontrol diri dari tindakan

konsumerisme.

3. Bank Danamon Syariah selaku penerbit Dirham Card tidak harus

menyaratkan calon card holder mempunyai kartu kredit konvensional terlebih

dahulu, sebagai solusinya Bank Danamon Syariah dapat menyaratkan calon

card holder Dorham Card memiliki tabungan dengan nominal tertentu,

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Abu Sulaiman, Abdul Wahab Ibrahim. BANKING CARDS SYARIAH Kartu

Kredit dan Debit dalam Perspektif Fiqih. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Antonio, Muhammad Syafi’I. BANK SYARIAH Dari Teori ke Praktik. Jakarta : Gema Insani, 2001

Asqalani, Ibnu Hajar. Bulughul Manam., Beirut: Dar Ihya, 773 H

Baalbaki, Munir dan Rohi Baalbaki, Kamus AlMaurid, Surabaya: Halim Jaya, 2006

Bukhari Al Ja’fi, Muhammad bin Ismail Abu Abdillah. Shahih Bukhari,Juz 11.

Beirut: Daar Ibnu Katsir, 1987

DSN – MUI dan Bank Indonesia. Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional –

edisi ketiga. Ciputat : CV. Gaung Persada , 2006

Fayūmi, Ahmad. al-Mishbāh al-Munīr fi Garīb al-Syarh al-Kabīr li al-Rafi’I, cet. Keenam, Cairo: Al-Amiriah, 1926

Haytsami. Majma’az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid, Juz IV. Dar al –Kitab al-Arabi: Beirut, 1973

Ibrahim, Johannes. Kartu Kredit:Dilematis Antara Kontrak dan Kejahatan.

Bandung: Refika Aditama, 2004

Karim, Adiwarman Azwar. BANK ISLAM Analisis Fiqih dan Keuangan –Edisi

Ketiga. Jakarta : PT Raja Grafindo Persadam, 2006 Keraf, Gorys, Komposisi, cet. XII. Semarang: Bina Putera, 2001

Lathif, Ah. Azharudin, Fiqh Muamalat . Jakarta: UIN Jakarta Press,2005

Muhammad. Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta : UPP AMP

Muhammad, Imam Hafiz Abi Abdillah. Sunan Ibnu Majah. Juz 2, Beirut: Dar Al Fiqr, 1995

Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunnah Jilid 4. Jakarta: Penapundi Aksara, 2006.

Subagyo, dkk. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya - edisi kedua. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 2002

Suryohadibroto, Imam Prayogo dan Djoko Prakoso. Surat Berharga : Alat

Pembayaran Dalam Masyarakat Modern. Jakarta : PT Rineka Cipta, 1995

Syawkani. Nayl al-Awthar, Juz V. Dar al-Jil: Beirut, 1973

Tim Penulis Fakultas Syariah dan Hukum. Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum, 2007

Tunggal, Amin Widjaja. Kamus Manajemen Keuangan dan Akuntansi

Perbankan. Jakarta : PT Rineka Cipta, 1997

B. Majalah

Kontan. No. 43, Tahun XI, Minggu IV Juli 2007

Majalah Modal, No. 8/1 juni 2003

Sharing – Majalah Ekonomi Plus. Edisi 10 thn I – Agustus 2007

C. Artikel/berita

Dinisari, Mia Chitra.”Kartu Muslim Loyalis dan Rasional”. Artikel diakses pada 15 Maret 2008 dari http://www.bisnis.co.id

“Dirham Card – Kartu Syariah Pertama di Indonesia”. Artikel diakses pada 19 Juli 2007 dari http://www.vibiznews.com.

Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 54 / DSN – MUI / X / 2006 tentang Syariah Card.

Febrian, Ahmad dan Zeiky J. Fanwa. “Lepas Dari Si Bunga, Ketemu Sama Ta’widh : Menelisik Kelayakan Kartu Kredit Dirham Card Terbitan Bank Danamon Syariah.” Kontan, No. 43, Tahun XI (Minggu IV JUli 2007). Indrajaya, Bagus.”Re: (ekonomi-syariah) KONTROVERSI KARTU KREDIT

SYARIAH: Kok …aneh…?” Artikel diakses pada 20 Februari 2008 dari http:wordpress.com

Karimuddin, Amir. “Kartu Kredit Syariah vs Konvensional”. Artikel diakses pada 20 Januari 2008 dari http://amir.karimuddin.com/kartu-kredit-syariah-vs konvensional.html

Siaran Pers/Press Release, No. 13/VII/Humas-BDI/2007. Jakarta, 18 Juli 2007.

Siaran Press/press release, No. 21/VIII/Humas-BDI/2007, Jakarta, 15 Agustus 2007. D. Sumber Internet http://amir.karimuddin.com/kartu-kredit-syariah-vs konvensional.html http://www.bisnis.co.id http://www.danamon.co.id http://Kapanlagi.com http://Kontan Online.com http://www.vibiznews.com http://www. wordpress.com

E. Skripsi

Nurfaidah. “Analisis Persepsi Bankers (Danamon & DKI Syariah) dan

Masyarakat Terhadap Penerbitan Kartu Kredit Syariah.” Skripsi S1 Fakultas

HASIL WAWANCARA DI BANK DANAMON SYARIAH

Tanggal 9 April 2008

1. Apakah yang dimaksud dengan Dirham Card?

• Dirham Card adalah kartu bayar (payment card) yang dapat digunakan untuk pembayaran atas pembelian dengan merchant (pihak ketiga) baik barang atau jasa yang halal dan tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

2. Apakah Dirham Card sama dengan kartu kredit?

• Benar, secara fungsinya, Dirham Card adalah kartu yang sama dengan kartu kredit yang telah anda kenal selama ini – namun yang pasti, Dirham Card

berfungsimsesuai dengan syariah compliance, halal. 3. Ada berapa jenis Dirham Card?

• Ada 3 (tiga) jenis kartu yaitu:

1. Green (klasik) – limit Rp 5.000.000,-

2. Gold (emas) yang terdiri dari :

a. Gold 1 – limit Rp 10.000.000,-

b. Gold 2 – limit Rp 20.000.000,-

c. Gold 3 – limit Rp 30.000.000,-

3. Platinum dengan limit Rp 40.000.000,-

4. Apakah akad yang digunakan oleh Dirham Card dengan para pihak terkait?

Dalam akad ini penerbit kartu adalah penyedia jasa system pembayaran dan

pelayanan terhadap pemegang kartu. Atas ijarah ini, pemegang kartu

dikenakan membership fee.

• Akad kedua : Kafalah

Dalam hal ini penerbit kartu adalah penjamin (kafiil) bagi pemegang kartu terhadap merchant atas semua kewajiban bayar (dayn) yang timbul dari transaksi antara pemegang kartu dengan merchant, dan atau penarikan tunai

dari selain bank atau ATM bank penerbit. Atas pemberian kafalah, penerbit

kartu dapat menerima fee (ujrah kafalah).

• Akad ketiga : Qardh

Dalam hal ini penerbit kartu adalah pemberi pinjaman (muqridh) kepada pemegang kartu (muqtaridh) melalui penarikan tunai dari bank atau ATM bank penerbit kartu.

5. Apakah landasan hukum beroperasinya Dirham Card di Indonesia?

• Dasar hukum beroperasinya dirham card antara lain fatwa Dewan Syariah

Nasional No. 54/DSN-MUI/X/2006 tentang Syariah Card dan Surat Bank

Indonesia No. 9/183/DPbS tentang persetujuan Danamon Syariah Card.

6. Apakah syarat untuk dapat mengajukan aplikasi kartu Dirham Card?

• Persyaratan Umum

1. Usia pemegang kartu utama 21 s/d 65 tahun, sedangkan pemegang kartu

2. Penghasilan minimum/bulan a. Green : Rp 2.500.000,- b. Gold 1 : Rp 5.000.000,- c. Gold 2 : Rp 10.000.000,- d. Gold 3 : Rp 15.000.000,- e. Platinum : Rp 20.000.000,-

7. Apakah memang benar Dirham Card tidak mengenakan bunga?

• Tidak ada konsep bunga (interest rate) yang diterapkan dalam operasional

dirham card, kami mengenakan biaya keanggotaan bulanan (monthly

membership fee) khusus untuk pemegang kartu utama. 8. Apakah ada biaya yang dikenakan jika terlambat membayar?

• Biaya keterlambatan akan dikenakan jika card holder terlambat membayar tagihan Dirham Card, dengan perincian sebagai berikut :

a. Ganti rugi (ta’widh) upaya penagihan berlaku sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama

Indonesia Nomor 43/DSN - MUI/VIII/2004 tanggal 11 agustus 2004 yaitu memperhitungkan kerugian riil

yang secara nyata dialami bank dan besarnya akan diberitahukan kemudian secara tertulis oleh bank kepada

nasabah. Jumlah biaya ganti rugi telah diterangkan oleh bank dan dipahami oleh nasabah.

b. Denda dana kebajikan sebesar 3% dari jumlah pembayaran minimum yang tertunggak. Berlaku sesuai fatwa

DSN – MUI Nomor 17/DSN – MUI/IX/2000 tanggal 16 September 2000 yaitu sanksi berupa denda yang

diakui seluruhnya sebagai dana sosial dan besarannya ditentukan atas dasar kesepakatan antara bank dan

nasabah.

9. Apakah yang dapat membuat Dirham Card ditolak?

Aplikasi dirham card dari calon card holder dapat ditolak jika ternyata memiliki catatan sejarah kredit yang

unfavorable tercermin dari daftar black-list baik yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia maupun AKKI (Asosiasi

Dokumen terkait