• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV (TEMUAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN)

B. Saran

kenakalan para siswa ini tetap harus diawasi, tidak boleh diabaikan begitu saja. Karena saja hal yang kecil menjadi hal yang besar nantinya. Seperti terlambat datang ke kelas, jika hal ini terus berlanjut dilakukan oleh peserta didik sampai dewasa maka ia akan mendapat masalah ketika ia telah mendapatkan pekerjaan. Begitu juga dengan berkata-kata kasar, hal ini sangat penting untuk diperhatikan.

77

DAFTAR PUSTAKA

Al Albani, Muhammad Nashiruddin. (2012). Ringkasan Shahih Bukhari. Cet. 4. Jakarta : Pustaka Azzam.

Ali, Muhammad. (2006). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern. Jakarta : Pustaka Amani Jakarta.

Alquran, Lajnah Pentashhih. (1992). Alquran al-Karim. Jakarta : Mahkota Surabaya.

Alquran, Yayasan Penyelenggara Penterjemah. (2004). Alquran dan Terjemahnya. TK : Penerbit J-Art.

Ash-Shabuni, Syaikh Muhammad Ali. (2011). Shafwatut tafasir. Jakarta : Pustaka al-Kautsar.

Ashsiddiqi, M. Hasbi. “Kompetensi Sosial Guru Dalam Pembelajaran dan Pengembangannya”. TA’DIB : Jurnal Pendidikan Islam. Vol. XVII. No. 01. Edisi Juni 2012.

Asmara,Husna. (2015). Profesi Kependidikan. Bandung : Alfabeta.

Az-Zubaidi, Zainuddin Ahmad bin Abdul Latif. Mukhtasar Shahih Bukhari. Juz I. No. 580. Beirut : Darul Kutub Ilmiah.

Banjarmasinpost.co.id, 27 Oktober 2017 pukul 15:33

Danim,Sudarwan. (2011). Perkembangan Peserta Didik. Bandung : Alfabeta.

Darajat, Zakiah. (1976). Membina Nilai-nilai Moral di Indonesia. Jakarta : Bulan Bintang.

Echols, John M. dan Hassan Shadily. (2002). Kamus Inggris Indonesia : An

English Indonesia Dictionary. Jakarta : PT. Gramedia.

Hamka. (1983). Tafsir al-Azhar Juzu ke- 13-14. Jakarta : Pustaka Panjimas.

Hasbullah. (2012). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Umum dan Agama Islam). Edisi Revisi 10. Jakarta : Rajawali Pers.

Hurlock, Elizabeth B. (1994). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan

Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Penerbit Airlangga.

Kartono, Kartini. (1992). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Jakarta : Rajawali Pers.

78

Marzuki, Ahmad. (1981). Pembinaan Kehidupan Beragama Dalam Masyarakat

Untuk Mensukseskan Pembangunan. Jakarta : Proyek Pembinaan

Kemahasiswaan Dirjen Pembinaan Kemlembagaan Agama Islam Depag R.I.

Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman : Penerjemah Tjetjep Rohandi Rohidi. (2007). Analisis Data Kualitatif. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Moleong, Lexy J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja RosdaKarya.

Mudlofir, Ali. (2013). Pendidik Profesional : Konsep, Strategi dan Aplikasinya dalam

Meningkatkan Mutu Pendidik di Indonesia. Jakarta : PT RajaGrafindo

Raya.Muspiroh, Novianti. “Peran Kompetensi Sosial Guru Dalam Menciptakan Efektifitas Pembelajaran”. Edueksos : Jurnal Pendidikan

Sosial & Ekonomi. Vol 4. No 2 (2015).

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. (2007). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Rafiq, Mohd. “Hubungan Pola Komunikasi Interpernonal Dalam Keluarga dan Interaksi Sosial Terhadap Kenakalan Siswa SMA Swasta Di Kota Padangsidimpuan”. Tazkir : Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan

Keislaman. Vol. 9 No. 1 Januari-Juni 2014.

Rifa’i, Muhammad. (2011). Sosiologi Pendidikan. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.

Salminawati. (2015). Filsafat Pendidikan Islam : Membangun Konsep Pendidikan

yang Islami. Bandung : Ciptapustaka Media Perintis.

Sanjaya, Wina. (2013). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta : Kencana.

Sarwono, Sarlito W. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta : Rajawali Pers.

Sitorus, Masganti. (2012). Perkembangan Peserta Didik. Medan: Perdana Publising.

Sugiono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Syafaruddin, dkk. (2014). Ilmu Pendidikan Islam : melejitkan Potensi Budaya

79

Tribunnews.com, 18 November 2017 pukul 11:01 WIB Tribunnews.com, 26 Januari 2018 pukul 17:23 WIB

Tritanto. (2010). Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi

Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta : Kencana.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Yunus, Mahmud. (2010). Kamus Arab Indonesia. Jakarta : PT Mahmud Yunus Wa Dzurriyah.

No Nama Guru Jabatan Pendidikan Guru Mapel TugasTambahan

1 Musliadi, S.Pd.I. Guru S1 PAI Mulok Kepala Madrasah

2 Nur Ainun, S.Ag. Guru S1 PAI A. Akhlak

Wakamad Bid. Kurikulum

3 Karina, S.Pd. Guru S1 B. Indo B. Indosesia

Wakamad Bid. Kesiswaan 4 Saodah, S.Kom Guru/ KTU S1 Komputer TIK

Kepala Tata Usaha / Wali Kelas

5 Sulastri, S.Pd. Guru S1 PGSD SNB

Staf Tata Usaha / Wali Kelas

6 Siti Aridastati - MAN - Bendahara BOS

7 Safrudin, SH. Guru S1 Hukum B. Ing WaliKelas

8 Suriati, S. Pd. I. Guru S1 PAI Q. H WaliKelas

9 NurAini, S. Ag. Guru S1 PAI FIQH WaliKelas

10 ErlinHasibuan, S. Pd. Guru S1 MIPA Matematika WaliKelas

11 BahrumSaleh, SE. Guru S1 Ekonomi IPS WaliKelas

12 Nur Aida, S.Pd Guru

S1 Matematika

IPA WaliKelas

13

Abdi Napali Harahap, S.Pd

Guru

S1 Penjaskes

Penjaskes Wali Kelas

14 Misniar Rahman, S.Pd.I Guru S1 PAI BAR Wali Kelas

15 Ashari, SS. Guru S1 Sastra B. Indonesia -

17 Rohayati, S. Pd. Guru S1 B. Ing B. Inggris -

18 Muhammad Safii, S. pd. Guru S1 MIPA Fisika -

19 Suharti, S.Pd Guru S1 PAI SKI -

20 Sarifah Khairani, S. Pd. I Guru S1 PAI SKI -

21 Rustam Lubis, S. Pd. I Guru S1 PGSD PKN -

22 Rusneli Hasibuan, S. Pd Guru S1 B. Indo B. Indo -

23 Syawaludin, S. Pd Guru S1 B. Ing TIK -

24 Salmiah, S. Pd Guru S1 PGSD B. Indo -

1. Tata Tertib Madrasah

Adapun peraturan dan tata tertib MTs. Al-Washliyah 30 Pematang Guntung, yaitu :

1) Masuk sekolah tepat waktu pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.40 WIB. 2) Memakai seragam sekolah lengkap dengan atributnya.

3) Memakai peci warna hitam bagi laki-laki. 4) Memasukkan baju bagi laki-laki.

5) Membawa mukena pada setiap jadwal shalat.

6) Dilarang memakai baju lengan pendek kecuali baju pramuka.

7) Dilarang membubat keributan di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah.

8) Dilarang merokok di lingkungan sekolah. 9) Dilarang berjudi di lingkungan sekolah. 10) Dilarang melawan guru.

11) Dilarang bolos sekolah.

12) Dilarang memakai sendal ke sekolah. 13) Dilarang berambut panjang bagi laki-laki. 14) Dilarang berkuku panjang.

15) Dilarang memakai aksesoris bagi laki-laki di sekolah. 16) Dilarang pacaran di sekolah.

17) Dilarang memakai baju jaket ke dalam kelas. 18) Dilarang membawa makanan ringan di dalam kelas.

19) Dilarang mengkonsumsi narkoba, ganja, heroin, sabu-sabu dan sejenis lainnya.

20) Dilarang berhias dan memakai perhhiasan yang mencolok di sekolah. 21) Tidak dibenarkan membawa Handphone ke sekolah.

22) Tidak dibenarkan duduk-duduk/bermain di lingkungan masjjid.

23) Dilarang menampakkan sebagian rambut depan (poni) dan rambut belakang siswa perempuan.

24) Dilarang berambut pirang.

1. Reduksi Data

Lembar Observasi

Hari/Tanggal : Sabtu/17 Maret 2018

Jam : 12.10 WIB

Tempat : Luar Kelas Observasi : I

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Peneliti sudah hadir di sekolah sebelum jam istirahat. Ketika jam istirahat, peneliti melihat Ibu Nur Aini sedang menegur sekelompok siswa yang sedang duduk-duduk dan berkata kasar. Ibu tersebut juga menegur siswi yang memakai baju kemeja yang ketat dan pendek. Ibu Nur Aini memberi peringatan dan pemahaman kepada siswa/i agar tidak melakukan hal tersebut lagi.

✓ Jam Istirahat

✓ Siswa berkata kasar

✓ Siswi memakai baju kemeja yang ketat dan pendek ✓ Menegur

✓ Memberi peringatan dan pemahaman JI KK BKKP T PP

Menegur siswa berkata kasar

Menegur siswi yang berpakaian ketat dan pendek

Memberi peringatan dan pemahaman

Hari/Tanggal : Sabtu/17 Maret 2018

Jam : 12.15-12.20 WIB

Tempat : Luar Kelas Observasi : II

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Bel berbunyi, menandakan waktu istirahat telah selesai, Ibu Nur Aini berjalan menuju kelas dan mendapati siswa yang berpakaian tidak rapi (baju dikeluarkan). Ibu Nur Aini memanggil anak tersebut dan menasehatinya.

Setelah para siswa sudah masuk ke dalam kelas, peneliti melihat guru bidang studi Akidah Akhlak, Ibu Nur Ainun, memanggil siswa yang masih duduk-duduk di kantin. Setelah memanggilnya, Ibu Ainun menasehati anak tersebut. Kemudian, Ibu Ainun masuk ke dalam kelas yang ribut, kebetulan guru pengajarnya tidak hadir. Ibu Ainun memberi mereka tugas sesuai dengan mata pelajaran saat itu.

✓ Bel berbunyi

✓ Siswa berpakaian tidak rapi ✓ Memanggil siswa

✓ Menasehati siswa ✓ Memanggil siswa yang

duduk di kantin ✓ Menasehati siswa ✓ Kelas ribut ✓ Memberi tugas BB PTR P N P N KR BT Memanggil dan

menasehati siswa yang berpakaian tidak rapi Memanggil siswa di kantin

Hari/Tanggal : Sabtu/24 April 2018

Jam : 12.00 WIB

Tempat : Luar Kelas Observasi : III

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Bel Istirahat berbunyi. Seperti sebelumnya, peneliti duduk di depan kelas untuk mengamati segala kejadian yang terjadi di sekolah.

Pada hari itu, peneliti melihat siswa yang saling ejek-ejekan danberadu mulut. Tidak lama kemudian Ibu Suriati, guru bidang studi Quran Hadist, melihat dua siswa tersebut. Ibu Suriati memperhatikan mereka berdua. Sadar akan kehadiran Ibu Suriati, dua siswa ini melihat ke arah Ibu Suriati. Selanjutnya Ibu Suriati memberi isyarat seperti mencubit pada tangannya. Setelah melihat hal itu, dua siswa tersebut diam dan pergi.

✓ Duduk depan kelas

✓ Saling mengejek dan beradu mulut

✓ Memperhatikan siswa

✓ Memberi isyarat seperti mencubit

✓ Siswa diam dan pergi

DDK SEBM PS BIM SDP Memperhatikan siswa Memberi isyarat

Hari/Tanggal : Sabtu/24 Maret 2018

Jam : 12.05 WIB

Tempat : Luar Kelas Observasi : IV

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Peneliti masih duduk di tempat yang sama. Peneliti melihat siswa yang berkata kasar dan tidak sopan kepada temannya. Ibu Suharti yang melihat kejadian itu memanggil siswa dan menyuruh siswa tersebut untuk beristighfar dan meminta maaf kepada temannya.

✓ Duduk di depan kelas ✓ Siswa berkata kasar ✓ Istighfar ✓ Meminta maaf DDK BK I MM Menyuruh siswa

beristighfar dan meminta maaf

Hari/Tanggal : Sabtu/24 Maret 2018

Jam : 12.10 WIB

Tempat : Depan Kantor Guru Observasi : V

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Peneliti berjalan menuju kantor guru. Peneliti melihat Ibu Nur Ainun memarahi siswa yang keluar masuk kantor guru dan tidak memakai sepatu.

✓ Berjalan menuju kantor guru

✓ Memarahi siswa ✓ Tidak memakai sepatu

BKG

MS TPS

Hari/Tanggal : Senin/16 April 2018

Jam : 11.30 WIB

Tempat : Dalam Kelas Observasi : VI

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Peneliti berjalan di koridor kelas sambil memperhatikan keadaan di dalam kelas. Ketika melewati kelas VIII, kelas tersebut sedang belajar Quran Hadist dengan guru Ibu Suriati. Peneliti melihat ada siswa yang sedang menulis catatan di meja guru.

✓ Berjalan di koridor

✓ Kelas VIII

✓ Siswa menulis di meja guru

BK KVIII

STMJ

Siswa menulis di meja guru

Hari/Tanggal : Senin/16 April 2018

Jam : 12.15 WIB

Tempat : Luar Kelas Observasi : VII

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Peneliti duduk-duduk di depan kelas sambil mengamati segala yang terjadi di sekolah. Pada saat itu, terdapat kelas yang ribut dan siswanya keluar-keluar kelas, padahal pada saat itu jam pelajaran masih berlangsung. Setelah peneliti lihat ke dalam kelas ternyata guru tidak hadir. Tidak lama kemudian, Ibu Suharti, guru bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam, masuk ke dalam kelas dan marah kepada siswa karena sangat ribut dan banyak siswa yang keluar kelas. Ibu tersebut menasehati para siswa. Peneliti berada di luar kelas sambil mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ibu Suharti. Awalnya Ibu Suharti marah-marah dan membandingkan mereka dengan adik kelas mereka yang bisa diam dan tidak kelur kelas. Selanjutnya, Ibu Suharti menasehati mereka dengan nasehat yang menyentuh hati, Ibu

✓ Duduk di depan kelas

✓ Kelas ribut

✓ Siswa keluar kelas

✓ Jam pelajaran berlangsung

✓ Guru tidak hadir

✓ Memarahi siswa

✓ Membandingkan siswa ✓ Menasehati siswa dengan

DDK KR SKK JPB GTH MR MB NSNMH Memarahi siswa Membandingkan siswa Menasehati dengan nasehat menyentuh hati Menceritakan kisah-kisah terdahulu

Suharti mengingatkan mereka pada kerja keras orang tua untuk menyekolahkan mereka, kemudian Ibu Suharti juga menceritakan sedikit kisah-kisah terdahulu yang dapat diambil i’tibarnya.

nasehat menyentuh hati ✓ Menceritakan kisah-kisah

terdahulu

Hari/Tanggal : Sabtu/12 Mei 2018

Jam : 12.05 WIB

Tempat : Depan Kantor Guru Observasi : VIII

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Peneliti tiba di sekolah saat jam istirahat. Peneliti melihat Ibu Nur Aini duduk-duduk di depan kelas dengan beberapa siswa. Ibu Aini mendengarkan cerita siswa dan menasehati siswa.

✓ Duduk di depan kelas ✓ Mendengarkan cerita siswa ✓ Menasehati siswa DDK DCS N Mendengarkan cerita siswa. Menasehati siswa

Hari/Tanggal : Sabtu/12 Mei 2018 Jam : 12.05-12.35 WIB Tempat : Depan Kantor Guru Observasi : IX

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Saat duduk di kantor guru peneliti melihat para guru sedang membahas perilaku salah seorang siswa di kantor guru. Dari pembahasan para guru ini terlihat bahwa komunikasi yang baik sesama guru itu penting untuk bekerja sama mengatasi kenakalan siswa yang terjadi.

✓ Duduk di kantor guru ✓ Membahas perilaku siswa ✓ Komunikasi ✓ Bekerja sama DKG BPS K BK Membahas perilaku siswa sebagai bentuk komunikasi guru.

Lembar Wawancara

Hari/Tanggal : Sabtu/17 Maret 2018

Jam : 12.20 WIB

Tempat : Ruang Kepala Sekolah Wawancara : I

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Tepat pada pukul peneliti telah tiba di sekolah dan menemui bapak Musliadi, M.Pd., selaku Kepala Sekolah MTs. Al-Washliyah 30 Pematang Guntung. Pada saat itu peneliti datang untuk mengantar surat izin penelitian, peneliti juga melakukan wawancara dengan bapak Musliadi, M.Pd., mengenai kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru PAI untuk mengatasi kenakalan siswa. Peneliti bertanya :

(T) Kenakalan apa saja yang sering dilakukan oleh siswa ?

(J) Kenakalannya ya seperti kenakalan pada umumnya. Biasanya kenakalan anak-anak ini ya suka melanggar tata tertib sekolah. Tapi sih kebanyakan kenakalannya itu tidak berpakaian dengan benar, seperti tidak berpakaian lengkap, tidak memakai dasi, baju di keluarin, tidak memakai peci, terlambat

✓ Kantor Kepala Sekolah

✓ Melanggar tata tertib ✓ Tidak berpakaian

lengkap

✓ Tidak memakai dasi ✓ Tidak memakai peci ✓ Tidak berpakaian rapi ✓ Baju dikeluarkan ✓ Terlambat masuk kelas KKS MTT TPL TD TP TPR BK TMK Kenakalan yang terjadi kenakalan pada umumnya Ditegur, dinasehati dan diberi hukuman yang wajar

Sadar akan

kenakalannya

sehingga tidak mengulanginya dan

masuk kelas, ya seperti itu lah

Kemudian peneliti juga bertanya :

(T) Dari yang bapak amati, bagaimana kompetensi sosial guru PAI dalam mengatasi kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh siswa?

(J) Ya kalau guru ya pastinya ditegur. Ketika nampak siswa berbuat nakal ya sebagai guru harus menegurnya. Teguran sebagai peringatan kepada siswa. Kemudian dinasehati, jika tidak bisa juga ya diberi hukuman atau sanksi. Tapi hukuman yang sewajarnyalah, kita kan tidak bisa menghukum dengan kekerasan atau hukuman fisik. Bila masih nakal juga bisa kita panggil orang tuanya

(T) Hukumannya biasanya apa ya pak ?

(J) Ya beragam ya. Yang penting hukuman itu sesuai dengan kenakalan siswa, seimbang dia. Jangan kenakalannya kecil, trus hukumannya berat kali. Hukuman ini kan diberi agar siswa tadi jera, tidak mengulangi kenakalan itu lagi di esok hari. Agar dia juga sadar bahwa setiap perbuatan kan pasti ada

✓ Ditegur ✓ Dinasehati ✓ Diberi hukuman yang wajar ✓ Jera ✓ Tidak mengulangi kenakalan ✓ Sadar ✓ Bertanggung jawab atas perbuatannya ✓ Panggil orang tua ✓ membimbing ✓ Dikeluarkan dari sekolah T N HW J TUK S BJP POT BB KS belajar bertanggung jawab atas perbuatannya

pertanggungjawabannya. Bertanggung jawab lah atas perbuatannya.

(T) bila sudah dipanggil orang tuanya dan anak tersebut masih melakukan kenakalan juga, apa yang dilakukan oleh guru PAI pak?

(J) kalo guru PAI sih ya menasehati, membimbing dan memberi peringatan anak tersebut untuk mencegah terulangnya kenakalan dan mengajarkan untuk pembiasaan berbuat baik. Jika sudah fatal sekali ya bisa saja dikeluarkan dari sekolah. Namun kalo masalah dikeluarkan dari sekolah ini bukan wewenang guru PAI lagi.

Hari/Tanggal : Sabtu/24 Maret 2018

Jam : 13.20 WIB

Tempat : Depan Kelas Wawancara : II

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Setelah sekolah selesai, peneliti mewawancarai salah seorang siswi dari kelas VIII bernama Siti wardani. Peneliti bertanya :

(T) Menurut Siti ibu Aini dan Ainun gimana sih orangnya ? (J) Gimana ya kak.. baik lah kak.

(T) Siti pernah gak dihukum sama buk Aini atau buk Ainun ?

(J) Pernah. Sama buk Ainun berdiri di depan kelas karna gak ngerjakan PR.

(T) Kalau buk Aini ?

(J) Kalo buk Aini gak ngerjakan PR masih boleh dikumpul minggu depannya kak. Kalo sama buk Aini kak kalo terlambat masuk kelas disuruh skotjam. Tapi Siti gak pernah kenak sama buk Aini.

(T) Skotjam ? Kenapa disuruh skotjam?

✓ Tidak mengerjakan PR ✓ Berdiri di depan kelas ✓ PR dikumpul minggu depan ✓ Terlambat masuk kelas ✓ Skotjam

✓ Tidak terlambat lagi

TPR BDK PRMD TMK SJ TTL Berdiri di depan kelas bagi siswa

yang tidak

mengerjakan PR

Skotjam bagi siswa yang terlambat

Membuat perjanjian sebelum memulai pembelajaran

(J) Ya, biar besok-besok gak terlambat lagi kak. Udah perjanjian dari awal sama

Hari/Tanggal : Senin/16 April 2018

Jam : 14.30 WIB

Tempat : Rumah Ibu Aini Wawancara : V

Deskripsi Catatan Pinggir Cooding Kesimpulan

Pada saat itu, Ibu Aini tidak datang ke sekolah karena tidak ada jadwal mengajar di sekolah, sehingga peneliti datang ke rumah beliau untuk melakukan wawancara. Peneliti bertanya mengenai siswa yang suka berpakaian tidak rapi dan tidak sesuai dengan tata tertib sekolah. Hal ini sesuai dengan hasil observasi pada tanggal 24 Maret 2018. Peneliti bertanya :

(T) Pada tanggal 24 Maret yang lalu buk, saya melihat ibuk menegur siswa yang berpakaian tidak rapi. Menurut ibu gimana siswa yang seperti itu?

(J) Namanya kita madrasah kan disuruh bajunya kurung, tapi ya masih ada aja yang pake kemeja. Udah pake baju kemeja dikecilin lagi, dipendekin lagi. Kalo ibuk tu ibuk tegur “eh kau macem janda!, kalo zaman ibuk sekolah dulu ya nak, kalo ada anak sekolah pake baju kancing di muka (depan) itu bilang janda”. Udah gitu nanti roknya setengah tianglah. Ada yang ditegur, disuruh pake sarung

✓ Memakai baju kemeja dikecilin dan dipendekin

✓ Menegur siswa ✓ Rok setengah tiang ✓ Memakai sarung

shalat

✓ Tidak memakai peci ✓ Disuruh memakai jilbab ✓ Sadar ✓ Malu ✓ Jera PBKKP T RST PSS TPP PJ S M

Menegur siswa agar siswa sadar atas kesalahannya dan menghukum siswa agar ia merasa malu dan jera.

shalat. Laki-laki yang gak berpeci dijilbabin. Ibuk tegur, ibuk nasehati supaya dia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak benar. Ibuk suruh pake sarung shalat biar malu dia, agar ada efek jera sama dia. Namanya sekolah madrasah maka ia harus bersikap dan berpakaian yang sesuai dengan madrasah.

(T) Kalo anak yang suka berkata kasar itu buk?

(J) Kalo berkata kasar biasanya ditegur langsung, ada yang dipanggil, ada juga yang dicubit, ditabok mulutnya. Tapi ya cubitnya gak keras ya kak. Biar dia jera. Tidak ngomong gitu lagi. Jadi setiap mau ngomong gitu teringat dia sama ibuk kan terus gak jadi ngomong. Hal ini dilakukan agar menghilangkan kebiasaan dia berkata seperti itu.

Ada yang masih-masih bisa dibilangin, kalo dibilang “ha... apa tu?” yaudah, diam. Atau dilihatin saja udah diam dia. Tapi, kalo bangsa yang enggak, semakin ditegur semakin parah. Apalagi kalo kawannya yang mengingatkan “heyy mulut kau heyy!!” langsung lah semakin ramai bekicaunya.

✓ Berkata kasar ✓ Ditegur langsung ✓ Dipanggil ✓ Dicubit ✓ Ditabok mulutnya ✓ Jera ✓ Menghilangkan kebiasaan berkata kasar ✓ Dilihatin ✓ Teman mengingatkan J BK TL P C TM J HKKK L TI Ditegur langsung, dipanggil dan dicubit/ditabok mulutnya agar ia jera dan menghilangkan kebiasaan buruknya Diberi isyarat non-verbal dan meminta temannya untuk mengingatkan.

Kemudian peneliti bertanya mengenai siswa yang tidak mengerjakan PR. Peneliti bertanya :

(T) Minggu lalu saya wawancara dengan siswa buk, katanya kalo gak ngerjakan PR sama ibuk masih diterima minggu depanya ya buk? Itu kenapa ?

(J) Gak negrajakan PR. Ibuk gak menghukum yang gak mengerjakan PR.

model ibuk ya, kalo dia gak ngerjakan minggu ini masih boleh dikumpul minggu depannya. Misal minggu depannya dikumpul dia, hanya 50 persen yang ibuk masukkan. Misal, nilainya 100, dibuku dia ibuk buat 100 dibagi 2 jadi nilainya 50. Di buku catatan ibuk ibuk buat 50. Atau terkadang ibuk cagil, di buku orang itu ibuk buat catatan “lain kali jangan gak ngerjakan pr ya neng..!!” atau yang laki-laki “abang udah tiga kali tugas abang belum pernah ngumpul..!!” kadang dijawab juga “iya buk”. Kadang kan mau ibuk buka-buka catatan yang lalu, yang ada catatan ibuk.

(T) Minggu lalu juga saya ada wawancara sedikitlah sama siswa buk, katanya kalo terlambat ibuk suruh skotjam ya buk, mengapa disuruh skotjam buk? Kenapa tidak yang lain ?

✓ Tidak menghukum ✓ Mengumpul di

minggu depan ✓ Nilai 50% ✓ Memberi catatan

atau nasehat di buku ✓ Catatan dibalas siswa ✓ Terlambat ✓ Perjanjian TH KMD N50% CB CDB T P Mengumpul di minggu depan namun nilai menjadi 50% dan memberi catatan di buku

Menegur siswa dan memberikan

(J) Iya. Terlambat satu menit skot jam 5 kali pokoknya setiap satu menit kali lima. Itu udah perjanjian. Kalo masih sekali-dua kali terlambat masih ibu tegur saja. Kalo dah lebih baru ibu hukum.

Ada mamaknya yang datang katanya anaknya sakit perut sampek turun. Apa gak turun orang skot jam sampek 150 kali. Cobalah, berarti berapa menit dia terlambat ? dimana ada orang terlambat sampek setengah jam, kalo yang namanya terlambat itu 5 menit. Skotjam itu kan capek kak. maksud ibuk biar jera dia, biar dia merasakan penderitaan lah istilahnya, dan mengarah kepada perbaikan. Supaya dia berpikir terlambat itu gak enak, jadi besok jangan

Dokumen terkait