BAB IV TINJAUAN YURIDIS KASUS TRIAS DIAN LESTARI
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, dapat diberikan saran-saran sebagai berikut: 1. Bagi Pemerintah dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) perlu segera
menerbitkan Undang-undang Perlindungan Data Nasabah.
2. Bagi Traveloka perlu meningkatkan pelayanan dan keamanan dalam sistem jaring pengaman produk paylater Traveloka.
73
DAFTAR PUSTAKA
A. BUKU-BUKU
Aedu, Hasan, Teori dan Aplikasi Etika Bisnis Islam, Bandung: Alfabeta, 2011. Al-Jaziri, Abdurrahman, Fiqih Empat Mazhab Bagian Muamalah II, terjamahan
H. Chatibul Umam & Abu Huraira, Darul Ulum Press, 2001.
M. Ali Hasan, Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam (Fiqh Muamalat), (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada).
As-Sabatin, Yusuf, Bisnis Dan Kritik Atas Praktik Bisnis Ala Kapitalis, Bogor, Al-Azhar Press, 2009.
Badroen, Faisal et all, Etika Bisnis Islam, Jakarta: kencana 2007.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1995.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta, Pusat Bahasa 2008.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka 2005.
Dewi Shinta, Cyberlaw 1 Perlindungan Privasi Atas Informasi Pribadi Dalam E-commerce Menurut Hukum Internasional, (Bandung: Widya Padjajaran, 2002
Fuady, Munir, Hukum Tentang Pembiayaan Dalam Teori dan Praktik, Jakarta, PT. Citra Aditya Bakti, 2002.
Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset, 2000.Hamid, Abd Haris, Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Makasar: CV Sah Media, cet pertama, 2017.
Haris, Abd Hamid, Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. (Makasar: CV Sah Media, cet pertama, 2017)
Hamidi Jazim, Moch. Adi Sugiharto,dkk. Membedah Teori-Teori Hukum Kontemporer, Malang, UB Press, 2013.
Haryani, Iswi dan Cita Yustitia Serfiyani, Credit Top Secret Buku Pintar Perjanjian Kredit dan Penyelesaian P iutang Macet. Yogyakarta: ANDI Publishing 2018.
Hasan, M. Ali, Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam (Fiqh Muamalat), Jakarta, PT Raja Grafindo Persada.
Hermansyah, S.H.M. Hum, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Jakarta: Fajar Interpratama Mandiri, 2005.
Jehani, Libertus, S.H., M.H, Pedoman Praktis Menyusun Surat Perjanjian Dilengkapi Contoh-contoh, Jakarta: Visimedia, cetakan ke II 2007.
Kelsen, Hans, General Theory of Law and State, diterjemahkan oleh Rasisul Mttaqien, Bandung, Nusa Media, 2011.
Kusrianto, Aldi, Pengantar Desain Komunikasi Visual, Yogyakarta: Penerbit Andi, 2007.
Mardani, Hukum Bisnis Syariah Jakarta: Kencana Prenada Media Group Jakarta, 2014.
Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.
Marzuqi, Yahya, “Siasat Menghindari Jebakan Kartu Kredit & Hak-hak Pemilik Kartu kredit”, Yogyakarta: Pustaka Yustitia 20012.
Miru, Ahmadi, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2011. Muhammad & Alimin, Etika & Perlindungan Konsumen Dalam Ekonomi Islam,
Yogyakarta: BPFEE, 2004.
Nasution, Az., Hukum Perlindungan Konsumen Suatu Pengantar, (Jakarta: Diadit Media, 2006).
Prof Muhammad Djakfar, S.H., M.A, Etika Bisnis: Menangkap spirit Ajaran Langit dan Pesan Moral Ajaran Bumi, Jakarta: Penerbit Plus* Imprint dari penebar Swadaya, 2012.
Rosmawati, Pokok-Pokok Hukum Perlindungan Konsumen. Depok: Kencana, Cet. Pertama, 2018.
Samad, Mukhtar, Etika Bisnis Syariah: Berbisnis Sesuai Dengan Moral Islam, Yogyakarta: Sunrise, cet ke I 2016.
Samsul, Inosentius, Perlindungan Konsumen Kemungkinan Penerapan Tanggung Jawab Mutlak, Jakarta: Universitas Indonesia, 2014.
Sarwono, Jonathan dan Tuty Martadiredja, Teori E-Commerce Kunci Sukses Perdagangan di Internet, Jakarta: Grafindo Persada, 2008.
Satori Djam’an, Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfa beta, 2009.
Serfianto, R., dkk, Untung Dengan Kartu Kredit, Kartu ATM-Debit & Uang Elektronik, Jakarta: Visi Media, 2012.
Sidharta, Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia, Jakarta: PT. Grasindo, 2000. Soekanto Soerjono & Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, (Suatu Tinjauan
Singkat). Rajawali Pres, Jakarta, 2001.
Soekanto Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press, 1986. Suhendra, Wayan, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Nila cakra, 2018. Sukarmi, (Perspektif Cyber Law) Kontrak Elektronik Dalam Bayang-bayang
Pelaku Usaha Bandung: PusakaSutra, 2008.
Tim penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Muchamad Taufiq, Aspek Hukum Dalam Ekonomi, Malang: Media Nusa Creative, 2017
Veithzal, Rivai, A.P dan Idroes, F, N, Bank and Financial Institution Management, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.
Waluya Bagja, Sosiologi, Bandung: PT. Setia Purna Inves, 2007.
Wahab, Abdul Ibrahim Abu Sulaiman, “Banking Card Syari’ah kartu Debit dan Kresit dalam Perspektif Fiqih”, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006. Widjaja, Gunawan dan kartini Muljadi, Perikatan Yang Lahir Dari
Undang-Undang, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), h. 83-84. Yusuf, Muri, Metode Penelitian, Jakarta: Kencana, 2014.
Zulham, Hukum Perlindungan Konsumen. Jakarta: Kencana 2013.
Arifiyah, Ismisyatul, “perlindungan Hukum Terhadap Pengguna Pada Transaksi Bisnis Teknologi Finansial Berdasarkan Prinsip Syariah.” (Skripsi S-1 Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018).
Basrowi, “Analisis Aspek dan Upaya Perlindungan Konsumen Fintech Syariah”, (Jurnal Lex Librum, Vol.V, No. 2 Juni 2019).
Chirsmastianto, “I.A.W, Analisis SWOT Implementasi Teknologi finansial terhadap Kualitas Layanan Perbankan di Indonesia, (Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2017).
Faqih, Amir, “kajian Uang Elektronik Dalam Perspektif Undang-undang Perlindungan Konsumen dan Fqih Syafii yah (studi pada aplikasi OVO), (Skripsi S-1 Fakultas Syariah, UIN Maulana malik Ibrahim Malang, 2018). Hartono, Ernama, Budi, Hendro, Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Financial Technology (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016), Diponegoro Law Journal.
Hendriyani, Candra dan Sam un Jaja Raharha, “Strategi Agilitas Bisnis Peer to peer Lending Startup Fintech di Era Keuangan Digital di Indonesia”, (Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan kewirausahaan, Vol.4, No.1 April 2019).
Hulaimi, Ahmad, Sahri, Moh. Huzaini. “Etika Bisnis Islam dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Pedagang Sapi, (JEBI (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam)-volume 2, Nomor 1, Januari-Juni 2017).
Kiswaran, Putra Anjiar Eka. “Analisis Kualitas Layanan, Kepuasan pelanggan, kepercayaan, komitmen dan Loyalitas pelanggan pada layanan e-commers (studi pada pelanggan layanan Traveloka).” Yogyakarta: UMY, 2017. Kurniangrum, Trias Palupi, “Perlindungan Nasabah Kartu Kredit Ditinjau dari
Undang-indang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen”. (Tesis S-2 Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, 2008).
Natalya, Mishell & Irwansyah, “Aplikasi Traveloka Sebagai Bentuk Konstruksi Sosial Teknologi Media baru.” (Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Volume 2, nomor 2, oktober 2017:46-57)
Neni Sri Imanati, “Perlindungan Konsumen Salah Satu Upaya Penegakan Etika Bisnis Pada Masyarakat Islam Dalam Era Globalisasi”, (Mimbar, XVII, 4 Oktober-Desember, 2001).
Nurhalis, Perlindungan konsumen Dalam Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999, (Jurnal IUS, Vol III No 9, 2015).
Priadi, Deky, “Pengawasan E-Commerce Dalam Undang-Undang Perdagangan dan Undang-undang Perlindungan Konsumen”, (Jurnal Hukum dan pembangunan, 48, 3 Juli-September 2018).
Putra, Setia, “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi Jual-Beli Melalui E-commerce”, (jurnal Ilmu Hukum, Volume 4 No 2 2014 Pranoto. “Eksistensi Kartu Kredit Dengan Adanya Elektronik Money (E-Money)
sebagai Alat Pembayaran Yang Sah.” (Privat Law Vol:6 No:1 2018). Rahmayani, Nuzul, “Tinjauan Hukum Perlindungan Konsumen terkait Perusahaan
Berbasis finansial Technology di Indonesia”, Pagayuyung Law Journal, edisi No 1 Vol2, fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, 2018.
Santi, Ernama, Budi Hartono, Hendro, Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Financial Technology (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016), Diponegoro Law Journal.
Santoso, Budi, dan Edwin Zusrony, “Analisis Persepsi Pengguna Aplikasi Payment Berbasis Fintech Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM),” (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 11 Nomor 1 Maret 2020)
Sari, Dianita Eka, “Praktik Kredit Menggunakan Aplikasi Akulaku Pada Elektronik Commerce dalam Perspektif Hukum Islam”, (Skripsi S-1 Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Sala tiga, 2018).
Syantoso, Arie, Parman Komarudin dan Iman Setya Bdi. “Tafsir Ekonomi Islam Atas Konsep Adil Dalam Transaksi Bisnis”, Issn Elektronik:2442-2282 Volume: IV, Nomor 1, Juni 2018, Kalimantan.
Wijiarnoko, M. amfahtori & Ahmad Try Bayu Al-Haq, Tugas Analisa Proses Bisnis ‘PT Trinusa Travelindo (Traveloka.com), Universitas Trunojoyo Madura.
C. PERUNDANG-UNDANGAN
Lihat Syarat-Syarat Umum Dari Perjanjian Pinjaman Paylater Traveloka
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 324.
Peraturan Undang-undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 nomor 42, Tambahan Lembaran Negara nomor 3821.
Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 11 DASP, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No 5275.
Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/17/PBI/2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Elektronik Money), Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 179, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5925. Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6142. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik, Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1829.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 13/POJk.02/2018 Tentang Inovasi Keuangan Digital Di Sektor Jasa Keuangan, Lembaran Negara republik Indonesia tahun 2018 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6238.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 19/POJK.07/2018 Tentang Layanan Pengaduan Konsumen Di Sektor Jasa Keuangan, Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2018 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6246.
Peraturan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 58, Tambahan Lembaran Negara republik Indonesia nomor 4843.
Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia No:116/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Uang Elektronik Syariah.
Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia No:117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.
D. INTERNET
https://m.cnnindonesia.com/bijak-kenalan-dengan-paylater-beli-sekarang-bayar-belakangan, pada tanggal 07 Oktober 2019.
https://republika.co.id/berita/putc6d/traveloka-raih-predikat-aplikasi-tiket-dan-hotel-paling-diminati-milenial pada 1 Januari 2020
https://republika.co.id/berita/pvqo4f440/apa-hukum-paylater pada tanggal 27 Oktober 2019.
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tekno/read/apjii-jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-171-juta-jiwa. pada tanggal 26 september 2019.
https://www.traveloka.com/id-id/about-us pada 1 januari 2020 https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater
https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater, pada tanggal 27 Oktober 2019.
https://www.ojk.go.id/data-dan-statistik-fintech pada tanggal 16 Juni 2020.
https://republika.co.id/berita/pvqo4f440/apa-hukum-paylater, pada tanggal 22 Juli 2020.
https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater, pada tanggal 22 Juli 2020. https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater, pada tanggal 21 Juli 2020 https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater, pada tanggal 22 Juli 2020. https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater, pada tanggal 22 Juli 2020. https://m.traveloka.com/id-id/tremsandconditions, pada tanggal 07 Juli 2020. https://m.traveloka.com/id-id/how-to-pay, pada tanggal 07 Juli 2020
https://m.traveloka.com/id-id/newsletter, pada tanggal 07 Juli 2020.
Lihat Statistik Fintech Lending Periode April 2020, diakses dari https://www.ojk.go.id/data-dan-statistik-fintech pada tanggal 16 Juni 2020. Lihat Syarat-Syarat Umum Dari Perjanjian Pinjaman Paylater Traveloka, diakses di https://m.traveloka.com/id-id/tremsandconditions, pada tanggal 07 Juli 2020.
81
Lampiran 1: Transkrip Hasil Wawancara
Transkrip Hasil Wawancara dengan Korban Pengguna Paylater Traveloka Nama : Trias Dian Lestari
Hari, Tanggal : Minggu. 16 Februari 2020 Waktu : Pukul 19.05 WIB
Tempat : Voice note via WhatsApp 1. Nama dan Usia Pengguna
Nama aku Trias Dian Lestari, sekarang usia 28 Tahun. 2. Sejak kapan menggunakan paylater Traveloka?
Aku pakai Traveloka Pay Later itu sekitar tahun 2018 awal 3. Bagaimana awal mula menggunakan paylater?
itu awalnya di kasih tahu. Jadi aku tahu paylater itu dari teman ku, teman satu kantor dari kantor yang lama, jadi dia kasih tau kalo di Traveloka itu ada fitur yang bisa pesan tiket dulu baru bayarannya belakangan. Nah itu fitur itu berguna banget buat aku yang bekerja sebagai Training staf yah, jadi aku mengurusi akomodasi training orang-orang termasuk tiket. Nah kadang kan harus butuh cepat terutama untuk harga tiket yang murah, nah dengan paylater ini membatu banget jadi aku bisa mem booking in tiket dulu untuk orang-orang yang mau training terutama dari training desain di sumatra atau luar daerah untuk training di Jakarta atau pulau Jawa. Nah dari situ aku mulai menggunakan paylater 4. Tau dari mana paylater?
Dari teman satu kantor
5. Apakah sebelumnya sudah mengetahui seluk beluk paylater?
Yang aku tahu paylater itu hanya fungsinya aja sih, jadi kita pesan dulu tiketnya ada baru kita bayar belakangan. Tapi seluk beluknya emang aku ga terlalu tahu rinci, paling aku tahu cara registrasi nya gimana, dari mulai daftar terus kasih foto KTP, dll. Cuma aku memang tidak mempertimbangkan risikonya
6. Bagaimana sistem atau pengaturan paylater Traveloka ini? Atau bagaimana cara ibu melakukan transaksi itu prosesnya gimana?
Sistemnya kan kita pesan dulu tiketnya, terus masukin password Nya, password Traveloka kita, terus kita langsung dapat tagihannya. Nah tagihannya kita
tentuin mau bayar dalam waktu 1 bulan, atau 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan. Jadi semakin banyak bulannya itu maka akan semakin tinggi juga bunganya, tapi kecil. Eh tapi apa enggak ada bunganya yah, aku lupa. Pokoknya kalo ada bunga bunganya kecil, setahu ku. Jadi tidak memberatkan dari segi pembayaran 7. Produk apa saja yang sering digunakan untuk pembayaran melalui
paylater?
Aku biasanya tiket pesawat
8. Kenapa memilih menggunakan paylater?
Karena untuk memudahkan pekerjaan ku untuk mem booking tiket untuk karyawan yang mau mengadakan training ke luar kota
9. Bagaimana awal mula akun nya diretas?
Akun di retas atau di hack sekitar tahun 2019 nah itu aku udah download, jadi aku sempat off ga aktif, ga pakai Traveloka lagi. Dan ga install aplikasinya lagi di hp. Nah terus kemudian bulan Aril 2019 aku mulai install lagi di hp aku. Nah tapi ternyata ada seseorang ada yang nge hack aku dari akun Gmail nya, nah kalo di android kan akun Gmail nge link ke semua aplikasi salah satunya Traveloka. Dan yang sangat memungkinkan untuk di hack dan di curangi itu adalah paylater dan aku pun ga bisa akses hp aku. Hp ku benar-benar ngepris ga bisa masuk, nge restart sendiri pas aku mau log in awal banget yang android Mi yang bukan paylater aku gabisa, katanya password nya udah diganti, nah aku kan ga ganti, wah berarti ini di hack. Dan akhirnya aku ganti lagi, ada tuh sehari aku ga bisa ngakses hp aku tapi belum ada filling jelek sih. Tapi sudah ada ketakutan apa gitu yah yang di hack, udah akhirnya aku ganti lagi password Gmail ku dan ternyata selama jeda waktu berapa jam itu ketika aku mengganti password Gmail lama aku jadi yang baru, aku di hack paylaternya gitu.
10. Bagaimana ibu mengetahui bahwa akun ibu diretas?
Hp nya nge restart, ga bisa log in lagi. Kalo android kalo mau log in itu harus pake password Gmail kan, kadi password Gmail nya ke ganti sendiri, by hacker bukan by aku.
11. Apakah konsumen yang diretas akun nya tetap dibebankan biaya tagihan yang dilakukan?
Iya tetap dibebankan, suatu hari aku di telepon caller automatic si Traveloka, aku dibebankan sekitar Rp 3.000.000 which is itu aku ga pernah melakukan pembelian itu, tapi biayanya dibebankan ke aku, sebesar Rp3.000.000 kaget dong. Pass aku selidiki ternyata pas aku di hack dan ga bisa ganti password Gmail ku, si hacker ini ternyata dia membeli tiket untuk Jatim park itu di Malang sebanyak 6 kali dengan akun aku. Ya kaget aku aja di Jabodetabek sini, ya ngapain aku beli tiket ke Jatim park, dari situ aku sadar aku di hack aku kena penipuan.
12. Jika iya, berapa banyak kerugian yang harus ditanggung oleh pengguna? Rp 3000.000
13. Bagaimana bentuk tanggung jawab perusahaan terkait konsumen yang akun nya telah diretas
Aku email berapa kali ke cs nya karena aku merasa di rugikan dan di hack tapi dari Traveloka nya terkesan lepas tangan karena dia tidak melindungi, apa yah kalo ada pembobolan password itu bukan tanggung jawab dari mereka, pokoknya selama ada pembelian apapun dari akun email ku, itu akan selalu jadi tanggung jawab aku, mereka ga urus tuh aku di hack apa enggak. Nah aku cari cara tuh, nah akhirnya aku nemu media konsumen tuh dan itu banyak banget komplain tentang Traveloka bahkan ada yang sampai Rp 10.000.000 awalnya aku cuekin aja, tapi aku di telepon in terus dari caller otomatisnya, ya aku ga nyaman dong akhirnya aku komplain ke media konsumen, tapi dari media konsumen ga memuaskan jawabnya, nanti akan di followup-followup gitu doang. Sampai akhirnya aku bingung. Aku cari cara aku mengontak manager bagian marketing atau salles, aku cari di link in aku message dia aku ceritain, dan dari situ baru ada solusi, nah dari situ aku di telepon oleh cs traveloka dan mereka akan men cancel tagihan agar tidak membebankan biayanya ke aku, dan aku suruh ganti password paylater aku. Aku ganti dan ya udah aku ga mau pake lagi aku paylater, da ga recommend juga untuk teman-teman yang lain
14. Bagaimana upaya perlindungan traveloka dalam layanan paylater traveloka ini
Kurang banget proteksinya nya karena masih bisa ke hack dan banyak yang ke hack
15. Bagaimana pendapat saudara terhadap konsumen paylater yang akun nya telah diretas
Merasa dirugikan lah yah, marah, dan responnya lambat banget berkali-kali. Tadinya mau aku bayar, tapi ko kaya dirugikan banget yah tagihan yang enggak ku pesan dan akhirnya setelah mencoba satu cara berkali-kali lewat email gagal dipentalin terus, cara kedua lewat media konsumen ditanggapinya lama, dan cara ketiga aku ngejapri manajer traveloka bagian seller baru solusinya ada.