• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran untuk Penelitian Selanjutnya

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. SARAN

2. Saran untuk Penelitian Selanjutnya

Beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk penelitian lanjutan yaitu:

a. Proses kognitif dengan mengubah pandangan terhadap tindakan kekerasan emosi yang dialami hingga memiliki makna positif merupakan salah satu pendukung dalam proses penerimaan diri korban kekerasan emosi dapat menjadi masukan untuk melihat perbedaan strategi kognitif dalam memberikan makna positif pada individu yang berbeda latar belakang budaya dan pendidikan.

b. Dari fenomena pada penelitian terlihat bahwa kekerasan emosi sering terjadi pada lingkungan yang menerapkan budaya yang memiliki sistem hirarki, maka penelitian selanjutnya dapat menelaah tentang penerapan sistem budaya hirarki terhadap terjadinya kekerasan emosi

c. Dampak dan dinamika penerimaan diri pada individu yang mengalami kekerasan emosi dari berbagai usia dan jenis kelamin dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya agar dapat melihat perbandingan pada individu yang mengalami kekerasan emosi dengan jenis kelamin yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. (2002). Analisis Eksistensial Untuk Psikologi dan Psikiatri. Bandung: Refika Aditama.

Bastaman, H. (1996). Meraih Hidup Bermakna Kisah Pribadi dengan Pengalaman Tragis. Jakarta: Paramadina.

Calhoun, J. F., & Acocella, J. R. (1995). Psychology of Adjustment and Human Relationships. (R. S. Satmoko, Trans.) Semarang: IKIP Semarang Press.

Candra, N., & Ibung, D. (2008). Dari Balik Dinding (bernama) Luka . Depok: Lingkar Pena Kreativa.

Collins, J. (2008). Detoksifikasi Hidup Anda. Jakarta: Erlangga.

Daniels-Lake, H. (2010). What Is Emotional Abuse and How To Help Yourself. United Kingdom: Ezine Publisher.

Einarsen, S., Hoel, H., Zapf, D., & Cooper, C. (2003). Bullying and Emotional Abuse in Workplace. London: Taylor and Francis.

Engel, B. (2002). The Emotionally Abusive Relationship. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc.

Germer, C. K. (2009). Mindful Path to Self-Compassion. New York: Guilford Press.

Gimpel, G. A., & Holland, M. L. (2003). Emotional and Behavioral Problems of Young Children. New York: The Guilford Press.

Gunawan, A. W. (2009). Quitters Can Win. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Henslin, J. M. (2007). Sosiologi Dengan Pendekatan Membumi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hunt, J. (2013). Verbal & Emotional Abuse. California: Aspire Press.

Hurlock, E. B. (1974). Personality Development. New Delhi: McGraw-Hill.

___________. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup (5th Edition ed.). (Istiwidayanti, & Soedjarwo, Trans.) Jakarta: Erlangga.

Hutchinson, L. (2014). Study Guide for The NCE Exam DSM-5 sixth edition. USA: Licensure Exams, Inc.

Jantz, G. L., & McMurray, A. (2009). Healing The Scars of Emotional Abuse. Grand Rapids: Revell.

________________________. (2013). Hope and Healing From Emotional Abuse. Grand Rapids: Revell.

Jewkes, R. (2010, September 10). Emotional Abuse: A Neglected Dimension of Partner Violence. www.thelancet.com vol.376 , p. 851.

Krumins, G. I. (2011). The Detrimental Effects of Emotional Abuse: Emotional Abuse is The Foundation of Other Abuses, The Worst Being Elder Abuse. Bloomington: Author House.

Lachkar, J. (2004). The Many Faces of Abuse. United State of America: Rowman & Littlefield Publishers, Inc.

Laurens, J. M. (2005). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: PT Grasindo.

May, R. (1996). Manusia Mencari Dirinya. Jakarta: Mitra Utama.

McCluskey, U., & Hooper, C.-A. (2000). Psychodinamic Perspectives On Abuse: The Cost Of Fear. London: Jessica Kingsley Publisher.

Peterson, C., Maier, S. F., & Seligman, M. E. (1993). Learned Helplessness: A Theory for the Age of Personal Control. New York: Oxford University Press.

Petranto, I. (2005). It Takes Only One to Stop the Tango. Tangerang: PT Kawan Pustaka.

Poerwandari, E. K. (2007). Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi.

Prihadhi, E. K. (2008). My Potency. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Rahayu, I. T., & Ardani, T. A. (2004). Observasi dan Wawancara. Malang: Bayumedia Publishing.

Rallis, B. A., Deming, C. A., Glenn, J. J., & Nock, M. K. (2012). What Is The Role of Dissociation and Emptiness in The Occurance of Nonsuicidal Self-Injury? Journal of Cognitive Psychotherapy: An International Quarterly , 287-298.

Sari, E. P., & Nuryoto, S. (2002). Penerimaan Diri pada Lanjut Usia Ditinjau dari Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi , 73-88.

Schultz, D. P., & Schultz, S. E. (2009). Theories of Personality (9th Edition ed.). Wadsword, USA: Cengage Learning.

Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 1 . Yogyakarta: Kanisius.

________. (2010). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.

Setiawati, Y. (2008, November 13). Ternyata OrangTua juga Perlu Sekolah Lho. Retrieved Agustus 26, 2015, from Blogspot: http://yusisetiawati.blogspot.com/2008/11/ternyata-orang-tua-juga- perlu-sekolah.html

Setyono, A. (2007). Rahasia Mendidik dan Membesarkan Anak dengan Tersenyum dan Bebas Stres. www.SekolahOrangTua.com.

Sturge-Apple, M. L., Skibo, M. A., & Davies, P. T. (2012). Impact of Parental Conflict and Emotional Abuse on Children and Family. Partner Abuse , 379-400.

Supratiknya, A. (1995). Komunikasi Antarpribadi. Yogyakarta: Kanisius.

____________. (1995). Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Kanisius.

Susilowati, P. (2008, Agustus 12). Kekerasan Terhadap Perempuan pada Masa Pacaran. Retrieved Agustus 22, 2015, from e-psikologi: http://www.e-psikologi.com/epsMindividual

Syarief, R. M. (2005). Life Excellent Menuju Hidup Lebih Baik. Jakarta: Prestasi.

Tracy, B. (2003). Change Your Thinking, Change Your Life. (A. Lastiati, Trans.) New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Vujicic, N. (2010). Life Without Limit: Inspiration for a Ridiculously Good Life. Colorado: WaterBrook Press.

Widyarini, M. M. (2009). Kunci Pengembangan Diri. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

______________. (2009). Relasi Orang Tua dan Anak. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Wright, M. O. (Ed.). (2012). Childhood Emotional Abuse: Mediating dan Moderating Process Affecting Long-Term Impact. New York: Routledge.

Lampiran I Pedoman Wawancara 1. Pembukaan

a. Identitas diri b. Tujuan penelitian

c. Pernah mengalami kekerasan emosi (ya/tidak)

d. Kesediaan menjadi subjek dan menjamin kerahasiaan data 2. Garis besar wawancara

a. Pengalaman kekerasan emosi

i. Bentuk kekerasan emosi yang dialami ii. Pelaku kekerasan emosi

iii. Penyebab munculnya kekerasan emosi iv. Durasi munculnya kekerasan emosi

v. Dampak kekerasan emosi

pandangan terhadap diri sendiri terhadap hubungan dengan orang lain terhadap kegiatan sehari-hari

vi. Respon yang diberikan selama terjadi kekerasan emosi vii. Dampak dari respon yang diberikan

b. Tahap penerimaan diri

i. Perasaan tidak menyenangkan yang muncul ii. Bentuk penghindaran yang dilakukan

iii. Pengetahuan terkait dengan kekerasan emosi yang dialami iv. Hal yang dilakukan dalam mencari informasi mengenai

kekerasan emosi

v. Hal yang dilakukan ketika perasaan tidak menyenangkan muncul

vi. Harapan yang muncul

vii. Hal yang menyebabkan ndividu membiarkan perasaan tidak menyenangkan mengalir begitu saja

x. Hal-hal yang berpengaruh terhadap munculnya penilaian tersebut

xi. Manfaat yang diterima dari situasi tersebut 3. Penutup

Lampiran II Inform Consent

Lembar Pernyataan Persetujuan oleh Subjek Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

NAMA :

ALAMAT :

UMUR :

PEKERJAAN :

Dengan secara sukarela dan tidak ada unsur paksaan dari siapapun bersedia untuk diwawancarai sebagai partisipan dan berperan serta dari awal hingga selesai dalam penelitian saudara :

NAMA : Clara Clearesta

ALAMAT : Jalan Terompet no 4 Padang Bulan UMUR : 21 tahun

JUDUL : Penerimaan Diri pada Individu yang Mengalami Kekerasan Emosi

Dengan persyaratan :

1. Peneliti menjelaskan tentang penelitian ini beserta tujuan dan manfaat penelitiannya.

2. Menjaga kerahasian dari identitas diri dan informasi yang diberikan dan hanya untuk tujuan penelitian saja.

Demikianlah surat pernyataan persetujuan saya setujui dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan dan paksaan dari pihak manapun. Semoga surat ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya.

Medan,

Subjek, Peneliti,

Dokumen terkait