HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
2. Sarana Air Bersih Sumur Pompa Tangan (SPT)
Lebih dari setengah (60 %) sumur pompa di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung beresiko tercemar. Hal ini dapat dilihat dari kondisi sumur pompa responden yang tidak memenuhi syarat.
Hal ini dapat dilihat dari adanya jamban, kotoran hewan ternak,sampah,dan genangan air disekitar sumur pada radius 10 m. Dan pada jarak 2 m disekitar sumur juga didapatkan genangan air.
Dan ada juga hal yang menyebabkan tidak memenuhi syarat seperti, pada radius 1 meter sumur tidak dilantai,lalu adanya keretakan pada lantai sumur lalu dudukan pompa tangan yang berbatasan dengan lantai kurang rapat/lepas sehingga memungkinkan air merembes masuk kedalam sumur pompa.
Sumur pompa ini masih cukup banyak dipergunakan oleh masyarakat, walaupun trend jumlah pemakainya cenderung menurun.Persyaratan sumur pompa tangan sebagai berikut :
a. Saringan atau pipa-pipa yang berlubang berada di dalam lapisan tanah yang mengandung air.
b. Lapisan yang kedap air antara permukaan tanah dan pipa saringan sekurang-kurang 3 m.
c. Lantai sumur yang kedap air ditinggikan 20 cm dari permukaan tanah dan lebarnya ± 1½ m sekeliling pompa.
38
d. Saluran pembuangan air limbah harus ditembok kedap air, minimal 10 m panjangnya.
e. Untuk mengambil air dapat dipergunakan pompa tangan atau pompa listrik.
Dan hasil yang didapatkan dari observasi terhadap sumur pompa tangan dikelurahan parak laweh pula air wilayah kerja puskesmas lubuk begalung sebagai berikut: dengan rincian : ada jamban pada radius 10 meter disekitar sumur 20 %, ada sumur pencemar lain pada radius 10 meter disekitar SPT 40 %, ada/sewaktu-waktu ada genangan air pada jarak 2 meter sekitar sumur pompa 80 %, saluran pembuangan air limbah rusak/tidak ada 40 %, lantai semen yang mengitari SPT mempunyai radius kurang dari 1 meter 40 %, ada/sewaktu-waktu ada genangan air diatas lantai semen sekeliling sumur 80 %, ada keretakan pada lantai semen disekeliling pompa tangan 20 %, dan dudukan pompa tangan yang berbatasan dengan lantai kurang rapat/lepas 40 %.
Dari hasil penelitian yang didapatkan persentase penyebab resiko pencemaran paling tinggi yaitu tingginya angka genangan air pada jarak 2 (dua) meter sekitar sumur dan ada genangan air diatas lantai semen sekeliling sumur, (lihat pada lampiran I).
Untuk mengatasi tingkat resiko pencemaraan sarana air bersh sumur pompa tangan peneliti merekomendasikan kepada pemilik sarana air bersih sumur pompa tangan untuk mengurangi terjadinya genangaan air disekitar sumur pompa pada radius 2 m yaitu dengan melakukan pembenahan pada lantai disekitar sumur pompa yang menyebabkan terjadinya genangan air dengan meratakan lantai / menutup lobang tempat genanggan air tersebut agar tidak ada lagi genanggan air
39
yang dapat mencemarii sumur pompa tangan tersebut. san juga untuk saluran pembuangaan juga perlu dibenahi agarn saluran pembuangannya bejalan lancar dan tidak tersumbat.
3. Sarana Air Bersih PDAM
Setengah (50 %) PDAM di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air wilayah kerja puskesmas Lubuk Begalung beresiko tercemar..
Dari penelitian didapatkan ada beberapa KK yang menggunakan air yang bukan berasal dari sambungan rumah sendiri,seperti menggunakan kran umum.Dan ada juga hal yang menyebabkan tercemar yaitu air yang dipergunakan sehari-hari diperoleh tanpa melalui sarana penyaluran sehinga adanya pencemaran saat pengangkutan. Lalu,keadaaan tendon yang tidak memenuhi syarat yang memungkinkan terjadi pencemaran.
Menurut Depkes RI (1995), salah satu upaya untuk mengetahui kualitas sarana penyediaan air bersih, diantaranya dengan cara melakukan pengawasan atau inspeksi terhadap kualitas sumber air. Tujuan inspeksi ini antara lain untuk mengidentifikasi sumber-sumber yang berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran. Menurut Depkes RI (2005), berapasumber air yang menghasilkan air bersih dan umumnya digunakan masyarakat di Indonesia diantaranya adalah sumur gali, sumur pompa tangan, perlindungan air hujan, perlindungan mata air, system perpipaan, dan terminal air:
Air bersifat universal dalam pengertian bahwa air mampu melarutkan zat-zat yang alamiah dan buatan manusia.Untuk menggarap air alam, meningkatkan mutunya sesuai tujuan, pertama kali harus diketahui dahulu
40
kotoran dan kontaminan yang terlarut di dalamnya.Pada umumnya kadar kotoran tersebut tidak begitu besar.
Dengan berlakunya baku mutu air untuk badan air, air limbah dan air bersih, maka dapat dilakukan penilaian kualitas air untuk berbagai kebutuhan. Di Indonesia ketentuan mengenai standar kualitas air bersih mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 416 tahun 1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Bersih. Berdasarkan SK Menteri Kesehatan 1990 Kriteria penentuan standar baku mutu air dibagi dalam tiga bagian yaitu:
a. Persyaratan kualitas air untuk air minum. b. Persyaratan kualitas air untuk air bersih.
c. Persyaratan kualitas air untuk limbah cair bagi kegiatan yang telah beroperasi.
Mengingat betapa pentingnya air bersih untuk kebutuhan manusia, maka kualitas air tersebut harus memenuhi persyaratan, yaitu:
a. Syarat fisik, antara lain:
1) Air harus bersih dan tidak keruh. 2) Tidak berwarna
3) Tidak berasa 4) Tidak berbau
5) Suhu antara 10o-25 o C (sejuk) 6) Syarat kimiawi, antara lain:
a) Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun.
41 c) Cukup yodium.
d) pH air antara 6,5 – 9,2.
e) Syarat bakteriologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri pathogen penyebab penyakit.
Hasil observasi yang didatkan untuk sarana air bersih PDAM di kelurahan parak laweh pulau air wilayah kerja puskesmas lbuk begalung tahun 2014 yang menyebabkan lebih dari setengah bersiko tercemar diantarany: air yang dipergunakan berasal bukan dari sambungan rumah sendiri 50 %, air yang dipergunakan dari sambungan rumah sendiri 60 %, air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari berasal dari kran umum 40 %, air diperoleh tanpa melalui sarana penyaluran 50 %, air yang diambil dari tendon yang mudah terkena pencemaran 30 %, dan tempat pencemaran air dalam keadaan tidak memenuhi syarat 30 %
Dari hasil penelitian yang didapatkan persentase penyebab resiko pencemaran paling tinggi yaitu air yang dipergunakan dari sambungan rumah sendiri, adanya kemungkinan terjadi cross-connection pada jaringan perpipaan disekitar rumah, (lihat pada lampiran J).
42