• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

E. Arahan Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

1. Faktor Internal

Terkait dengan pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo maka perlu dilakukan analisis faktor internal terminal yang meliputi kekuatan dan kelemahan. Adapun yang dimaksud sebagai faktor internal adalah faktor-faktor yang menjadi dasar atau tumpuan dalam pemanfaatan terminal yang berasal dari lingkungan dalam dan terkait langsung dengan keberadaan terminal itu sendiri, sehingga mempengaruhi

103 bahkan menjadi penentu dalam pemanfaatannya. Ada beberapa kekuatan yang dimiliki oleh Terminal Induk Tipalayo diantaranya:

a. Lokasi terminal terhubung langsung dengan jalan utama.

b. Ruas jalan depan terminal merupakan jalur utama AKAP dan AKDP.

c. Adanya penarikan uang retribusi.

d. Bangunan terminal yang sudah ada.

Selain kekuatan-kekuatan ada juga kelemahan-kelemahan, tentunya kelemahan tersebut berpotensi menghambat perkembangan terminal. Adapun kelemahan-kelemahan yang dimaksud antara lain:

a. Lokasi terminal yang jauh dari ibukota.

b. Kondisi fasilitas terminal yang kurang memadai.

c. Kondisi fasilitas penunjang terminal yang sudah rusak.

2. Faktor Eksternal

Dalam menganalisis faktor eksternal berkaitan dengan pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo, maka dilakukan identifikasi elemen peluang (opportunity) yang sifatnya mendukung kelangsungan pemanfaatan, serta identifikasi faktor-faktor ancaman (treatment) yang dapat menghambat pemanfaatan fungsi terminal. Dari identifikasi yang dilakukan maka dapat diperoleh faktor-faktor eksternal pemanfaatan fungsi Terminal Induk Tipalayo. Adapun yang merupakan peluang

104 (opportunity) yang sifatnya mendukung kelangsungan pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo yakni;

a. Meningkatnya pendapat asli daerah (PAD).

b. Masih banyak lahan kosong di sekitar terminal yang bisa dimanfaatkan.

c. Posisi Kabupaten Polewali Mandar yang cukup strategis.

Adapun hal-hal yang termasuk sebagai ancaman (treatment) yang sifatnya tidak mendukung kelangsungan pemanfaatan terminal yakni:

a. Kondisi sistem aktivitas yang cenderung di ibukota.

b. Karena jarak Terminal Induk Tipalayo yang cukup jauh dari ibukota, maka biaya atau ongkos yang dikelurkan untuk dapat mengakses terminal juga cukup besar.

c. Kemacetan biasa terjadi di ibukota akibat adanya terminal bayangan.

d. Meningkatnya jumlah kendaraan pribadi.

e. Adanya kendaraan beplat hitam yang memuat penumpang.

f. Pelaksanaan peraturan pemerintah.

g. Respon pemerintah terhadap pelanggaran peraturan.

Kelemahan yang semuanya langsung terkait dengan Terminal Induk Tipalayo. Selai itu, arahan pemanfaatan terminal juga harus mampu memanfaatkan semua peluang yang ada serta mengantisipasi

105 segala ancaman yang datang dari luar. Berikut tabel yang menunjukkan matriks SWOT.

Tabel Matrik Analisis SWOT

FAKTOR INTERNAL

FAKTOR EKSTERNAL

Strenght (S) Kekuatan

 Lokasi terminal terhubung langsung dengan jalan utama

 Ruas jalan depan terminal merupakan jalur utama AKAP dan AKDP

 Adanya penarikan uang retribusi.

 Bangunan terminal yang sudah ada

Weakness (W) Kelemahan

 Lokasi terminal yang jauh dari ibukota

 Kondisi fasilitas terminal yang kurang memadai

 Kondisi fasilitas

penunjang terminal yang sudah rusak

Oppurtunite (O) Peluang

 Meningkatnya pendapat asli daerah (PAD)

 Masih banyak lahan kosong di sekitar terminal yang bisa dimanfaatkan

 Posisi Kabupaten Polewali Mandar yang cukup strategis

Strategi SO

Memanfaatkan letaknya yang strategis untuk meningkatkan pemanfaatannya secara maksimal dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah.

Strategi WO

 Mendorong terjadinya percepatan pembangunan pusat-pusat kegiatan penduduk di disekitar lokasi terminal.

 Memperbaiki fasilitas-fasilitas terminal yang sudah rusak.

106 Treats (T)

Ancaman

 Kondisi sistem aktivitas yang cenderung di ibukota

 Karena jarak Terminal Induk Tipalayo yang cukup jauh dari ibukota, maka biaya atau ongkos yang dikelurkan untuk dapat mengakses

terminal juga cukup besar

 Kemacetan biasa terjadi di ibukota akibat adanya terminal bayangan

 Meningkatnya jumlah kendaraan pribadi

Adanya kendaraan beplat hitam yang memuat penumpang

Pelaksanaan peraturan pemerintah

Respon pemerintah terhadap pelanggaran peraturan

Strategi ST

 Peningkatan sistem

manajemen lalu lintas salah satunya yaitu; memisahkan jalur Angkutan Kota dengan jalur AKAP dan AKDP

 Peningkatan penegakan hukum dengan memberi sanksi tegas bagi pengemudi angkutan umum yang

menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal

 Membagun dan menata pusat-pusat kegiatan baru disekitar terminal secara efektif dan

berkesinambungan.

 Melakukan pembinaan dan sosialisasi fungsi terminal kepada masyarakat

Memaksimalkan sistem pengawasan internal dan kemampuan personil di lapangan.

Strategi WT

 Perbaikan kondisi fisik terminal termasuk tata letak ruang-ruang dalam terminal harus ditata sedemikian rupa agar tercipta rasa aman dan nyaman bagi para pengguna

 Penegakan peraturan yang baik, objektif dan transparan

 Membuka ruang bagi para ahli guna membantu pemerintah mempercepat menyelesaikan masalah terminal.

107 3. Analisis Faktor-Faktor Internal dan Eksternal (IFAS-EFAS)

Tabel IFAS Strengths(S)

Kekuatan

Skala Prioritas (SP)

Konstanta

(K) SP x K Bobot

Lokasi terminal terhubung langsung dengan jalan utama

9 4 36 0,28

Ruas jalan depan terminal merupakan jalur utama AKAP dan AKDP

9 4 36 0,28

Adanya penarikan uang

retribusi 7 4 28 0,22

Bangunan terminal yang

sudah ada 7 4 28 0,22

Total 128

Weaknesses (W) Kelemahan

Skala Prioritas (SP)

Konstanta

(K) SP x K Bobot

Lokasi terminal yang jauh

dari ibukota 5 3 15 0,38

Kondisi fasilitas terminal

yang kurang memadai 4 3 12 0,31

Kondisi fasilitas penunjang

terminal yang sudah rusak 4 3 12 0,31

Total 39

108 Tabel EFAS

Oppurtunite (O) Peluang

Skala Prioritas (SP)

Konstanta

(K) SP x K Bobot

Meningkatnya pendapat

asli daerah (PAD) 7 3 21 0,30

Masih banyak lahan kosong di sekitar terminal yang bisa dimanfaatkan

8 3 24 0,35

Posisi Kabupaten Polewali Mandar yang cukup strategis

8 3 24 0,35

Total 69

Treats (T) Ancaman

Skala Prioritas (SP)

Konstanta

(K) SP x K Bobot

Kondisi sistem aktivitas

yang cenderung di ibukota 5 7 35 0,15

Karena jarak Terminal Induk Tipalayo yang cukup jauh dari ibukota, maka biaya atau ongkos yang dikelurkan untuk dapat mengakses terminal juga cukup besar

5 7 35 0,15

Kemacetan biasa terjadi di ibukota akibat adanya terminal bayangan

4 7 28 0,12

Meningkatnya jumlah

kendaraan pribadi 4 7 28 0,12

Adanya kendaraan beplat hitam yang memuat penumpang

4 7 28 0,12

Pelaksanaan peraturan

pemerintah 5 7 35 0,15

Respon pemerintah terhadap pelanggaran peraturan

5 7 35 0,15

Total 231

109 4. Analisis Nilai Skor Faktor-Faktor Internal dan Eksternal

(IFAS-EFAS)

Tabel Nilai Skor IFAS Strengths(S)

Kekuatan Bobot Rating Skor

Lokasi terminal terhubung langsung dengan jalan utama

0,28 4 1,12

Ruas jalan depan terminal merupakan jalur utama AKAP dan AKDP

0,28 4 1,22

Adanya penarikan uang

retribusi 0,22 3 0,66

Bangunan terminal yang

sudah ada 0,22 3 0,66

Total 1,00 3,56

Weaknesses (W)

Kelemahan Bobot Rating Skor

Lokasi terminal yang

jauh dari ibukota 0,38 3 1,14

Kondisi fasilitas terminal

yang kurang memadai 0,31 3 0,93

Kondisi fasilitas penunjang terminal yang sudah rusak

0,31 4 1,24

Total 1,00 3,31

110 Tabel Nilai Skor EFAS

Oppurtunite (O)

Peluang Bobot Rating Skor

Meningkatnya pendapat

asli daerah (PAD) 0,30 3 0,90

Masih banyak lahan kosong di sekitar terminal yang bisa dimanfaatkan

0,35 4 1,40

Posisi Kabupaten Polewali Mandar yang cukup strategis

0,35 4 1,40

Total 1,00 3,70

Treats (T)

Ancaman Bobot Rating Skor

Kondisi sistem aktivitas yang cenderung di ibukota

0,15 4 0,60

Karena jarak Terminal Induk Tipalayo yang cukup jauh dari ibukota, maka biaya atau ongkos yang dikelurkan untuk dapat mengakses terminal juga cukup besar

0,15 4 0,60

Kemacetan biasa terjadi di ibukota akibat adanya terminal bayangan

0,12 3 0,36

Meningkatnya jumlah

kendaraan pribadi 0,12 4 0,48

Adanya kendaraan beplat hitam yang memuat penumpang

0,12 4 0,48

Pelaksanaan peraturan

pemerintah 0,15 4 0,60

Respon pemerintah terhadap pelanggaran peraturan

0,15 4 0,60

Total 1,00 3,72

111 Dengan demikian, untuk mengetahui strategi apa yang cocok untuk digunakan dalam pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo digunakan rumus;

a. IFAS Nilai masing-masing skor Strengths (S) Kekuatan –Weaknesses (W) Kelemahan (3,56 – 3,31 = 0,25).

b. EFAS Nilai masing-masing skor Opportunities (O) Peluang –Threats (T) Ancaman (3,70 – 3,72 = -0,02).

Gambar 4.4

Analisis Kuadran Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

O (OPPORTUNITY)

W (WEAKNES) S (STRENGTHS)

T (THREATS)

Kuadran II Stabil Kuadran I Bertumbuh

Kuadran IV Diversifikasi Kuadran III Bertahan Hidup

0,1 0,3 0,5 0,7 0,9 -0,1

-0,2 -0,3 -0,4 -0,5 -0,6 -0,7 -0,8 -0,9

0,25

-0,02

112 Hasil analisis kuadran di atas memperlihatkan permasalah Terminal Induk Tipalayo berada pada kuadran IV (diversifikasi kegiatan) artinya; penganekaragaman bentuk berbagai kegiatan dalam mendukung pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo. Dengan demikian maka strategi yang digunakan pada penelitian ini adalah strategi ST yang terdiri dari:

a. Peningkatan sistem manajemen lalu lintas salah satunya yaitu; memisahkan jalur Angkutan Kota dengan jalur AKAP dan AKDP.

b. Peningkatan penegakan hukum dengan memberi sanksi tegas bagi pengemudi angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal.

c. Membangun dan menata pusat-pusat kegiatan baru disekitar terminal secara efektif dan berkesinambungan.

d. Melakukan pembinaan dan sosialisasi fungsi terminal kepada masyarakat.

e. Memaksimalkan sistem pengawasan internal dan kemampuan personil di lapangan.

113

BAB V PENUTUP

F. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka peneliti berkesimpulan sebagai berikut;

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurang optimalnya pemanfaatan Terminal Tipalayo antara lain; lokasi terminal, jarak tempuh, waktu perjalanan, biaya perjalanan, kemudahan mencapai lokasi terminal, ketersediaan fasilitas terminal, pengelolaan transportasi dan kebijakan pemerintah. Hasil perhitungan koefisien kontingensi menyatakan hubungan yang sedang pada faktor lokasi terminal, jarak tempuh, biaya perjalanan, kemudahan mencapai lokasi terminal, ketersediaan fasilitas terminal, pengelolaan transportasi. Sedangkan hubungan yang lemah terdapat pada faktor waktu perjalana dan kebijakan pemerintah.

2. Adapun arahan pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo adalah:

a. Peningkatan sistem manajemen lalu lintas salah satunya yaitu;

memisahkan jalur Angkutan Kota dengan jalur AKAP dan AKDP.

b. Peningkatan penegakan hukum dengan memberi sanksi tegas bagi pengemudi angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal.

114 c. Membangun dan menata pusat-pusat kegiatan baru disekitar

terminal secara efektif dan berkesinambungan.

d. Melakukan sosialisasi terhadap fungsi terminal kepada masyarakat.

e. Memaksimalkan sistem pengawasan internal dan kemampuan personil di lapangan.

G. Saran

Adapun saran yang peneliti tawarkan sebagai bahan pertimbangan dan masukan, khususnya pemerintah Kabupaten Polewali Mandar adalah sebagai berikut:

3. Untuk menciptakan sebuah tatanan sistem transportasi di Kabupaten Polewali Mandar yang baik maka perlu penataan yang melibatkan semua sub sistem yang ada, salah satunya adalah Terminal Induk Tipalayo.

4. Pemerintah dan semua masyarakat Kabupaten Polewali Mandar selayaknya memberikan dukungan terhadap semua bentuk studi atau penelitian yang dilakukan oleh pihak-pihak lain untuk meningkatkan fungsi pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo.

5. Untuk Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan pengelola terminal sebaiknya memberitahukan kepada masyarakat bahwa pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo mampu mendorong meningkatnya perekonomian dan pembangunan daerah.

115 6. Untuk pengemudi angkutan penumpang, sebaiknya tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal serta mangkal di luar terminal.

7. Untuk penumpang sebaiknya tidak lagi melakukan pergantian moda di luar terminal.

DAFTAR PUSTAKA

Fauzi, A. 2013. “Fungsi Terminal”. Online:

(https://perencanaankota.blogspot.co.id). Diakses 27 Oktober 2016.

Kamus Tata Ruang. Dirjen Cipta Karya, Dep.PU dan IAP, Jakarta. 1977 Handayani, W. 2007. “Analisis Optimalisasi Pemanfaatan Terminal Induk

Lumpue Kota Parepare”. Skripsi: Universitas 45 Makassar.

Rangkuti, F. 2005. “Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis”.

Jakarta: PT. Gramedia.

Raharjo, M. 2006. “Analisis Variabel Yang Mempengaruhi Kinerja Terminal Terboyo”. Tesis: Universitas Diponegoro Semarang.

Rencana Umum Tata Ruang Wilayah. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar 2012.

Sugiyono, 2006. “Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. alfabeta.

Bandung.

Sihono. 2006. “Pengaruh Lokasi Terhadap Aktivitas Terminal, Studi Kasus: Terminal Induk Giri Adi Pura dan Sub Terminal Krisak.

Tesis: Universitas Diponegoro Semarang.

Sindonews. 2012. “Jalan Di Terminal Tipalayo Rusak Parah”. Online:

(http://daerah.sindonews.com). Diakses 5 September 2016.

LAMPIRAN

66

67

68

69

70

71

72

73

74

75

76

FASILITAS UTAMA DAN FASILITAS PENUNJANG TERMINAL INDUK TIPALAYO

1. Fasilitas Utama Terminal

Terlihat kondisi ruangan loket pengambilan dan pembayaran karcis

Gedung pengujian kendaraan

Jalur kedatangan

Jalur keberangkatan

Kantor terminal dan gedung pengelola

Pos jaga

Parkir bus

Parkir non bus

2. Fasilitas Penunjang Terminal

Ruang tunggu penumpang

Mushollah

Kios

FOTO UDARA TERMINAL TIPALAYO

KONDISI TERMINAL BAYANGAN DI IBUKOTA KABUPATEN POLEWALI MANDAR

1. Di Jalan H.A.Deppu

2.

3.

2. Di SD 28 Polewali

3. Di Kawasan Pasar Pekkabata

4. Di Jalan Ahmad Yani

Tabel A.1.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel lokasi terminal dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X

Ʃ fh X2

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3 Ʃ

Y Y1 27 24 2 53 25.97 20.67 6.36 0.04 0.54 2.99 3.57 Koofisien Kontigensi

Y2 15 11 2 28 13.72 10.92 3.36 0.12 0.00 0.55 0.67

Y3 7 4 8 19 9.31 7.41 2.28 0.57 1.57 14.35 16.49 C =

Ʃ 49 39 12 100

X2 20.73 C = 0.41

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

Tabel A.2.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel jarak tempuh dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X

Ʃ fh X2

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3 Ʃ Koofisien Kontigensi

Y Y1 33 15 2 50 29.50 13.50 7.00 0.42 0.17 3.57 4.15

Y2 18 9 2 29 17.11 7.83 4.06 0.05 0.17 1.05 1.27 C =

Y3 8 3 10 21 12.39 5.67 2.94 1.56 1.26 16.95 19.77

Ʃ 59 27 14 100 C = 0.45

X2 25.19

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

Tabel A.3.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel waktu perjalanan dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X

Ʃ fh X2

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3 Ʃ Koofisien Kontigensi

Y Y1 40 12 2 54 37.26 11.34 5.40 0.20 0.04 2.14 2.38

Y2 21 7 3 31 21.39 6.51 3.10 0.01 0.04 0.00 0.05 C =

Y3 8 2 5 15 10.35 3.15 1.50 0.53 0.42 8.17 9.12

Ʃ 69 21 10 100 C = 0.32

X2 11.55

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

Tabel A.4.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel biaya perjalanan dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X

Ʃ fh X2

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3 Ʃ Koofisien Kontigensi

Y Y1 40 12 2 54 36.18 11.34 6.48 0.40 0.04 3.10 3.54

Y2 19 7 2 28 18.76 5.88 3.36 0.00 0.21 0.55 0.77 C =

Y3 8 2 8 18 12.06 3.78 2.16 1.37 0.84 15.79 17.99

Ʃ 67 21 12 100 C = 0.42

X2 22.30

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

Tabel A.5.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel kemudahan mencapai lokasi terminal dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X Ʃ fh X2 Ʃ

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3

Y Y1 21 12 0 33 13.53 12.21 7.26 4.12 0.00 7.26 11.39 Koofisien Kontigensi

Y2 14 16 7 37 15.17 13.69 8.14 0.09 0.39 0.16 0.64

Y3 6 9 15 30 12.30 11.10 6.60 3.23 0.40 10.69 14.32 C =

Ʃ 41 37 22 100

X2 26.34 C = 0.46

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

Tabel A.6.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel ketersediaan fasilitas terminal dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X

Ʃ fh X2

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3 Ʃ Koofisien Kontigensi

Y Y1 8 2 6 16 2.08 5.44 8.48 16.85 2.18 0.73 19.75

Y2 3 19 14 36 4.68 12.24 19.08 0.60 3.73 1.35 5.69 C =

Y3 2 13 33 48 6.24 16.32 25.44 2.88 0.68 2.25 5.80

Ʃ 13 34 53 100 C = 0.49

X2 31.24

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

Tabel A.7.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel pengelolaan transportasi dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X

Ʃ fh X2

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3 Ʃ Koofisien Kontigensi

Y Y1 10 3 2 15 2.25 6.15 6.60 26.69 1.61 3.21 31.51

Y2 3 12 11 26 3.90 10.66 11.44 0.21 0.17 0.02 0.39 C =

Y3 2 26 31 59 8.85 24.19 25.96 5.30 0.14 0.98 6.42

Ʃ 15 41 44 100 C = 0.53

X2 38.32

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

Tabel A.8.

Perhitungan Chi-Kuadrat variabel kebijakan pemerintah dengan Tingkat Pemanfaatan Terminal Induk Tipalayo

X X

Ʃ fh X2

Y X1 X2 X3 1 2 3 1 2 3 Ʃ Koofisien Kontigensi

Y Y1 2 2 8 12 1.56 2.40 8.04 0.12 0.07 0.00 0.19

Y2 3 12 16 31 4.03 6.20 20.77 0.26 5.43 1.10 6.78 C =

Y3 8 6 43 57 7.41 11.40 38.19 0.05 2.56 0.61 3.21

Ʃ 13 20 67 100 C = 0.3

X2 10.19

db 4

X2 tab

ɑ = 0,05 9.49

Kesimpulan Ho di Tolak

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

𝑋2 𝑁 + 𝑋2

KUISIONER

Nama : ...

Alamat : ...

Usia : ...

Jenis kelamin

a. Laki – laki Perempuan Setatus tingkat pendidikan

SD SLTP SLTA SARJANA LAINNYA Pekerjaan Anda saat ini

Petani Pegawai sewasta Pegawai negri wiraswasta

1. Menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) sebaiknya lokasi berada di?

a. Dalam ibukota b. Dekat dari ibukota c. Jauh dari ibukota

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 1 (satu):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila lokasi Terminal Tipalayo berada

di dalam ibukota, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana dengan tingkat pemanfaatannya?

Apabila lokasi Terminal Tipalayo berada dekat dari ibukota, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana dengan tingkat pemanfaatannya?

Apabila lokasi Terminal Tipalayo berada jauh dari ibukota, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana dengan tingkat pemanfaatannya?

2. Berapa jarak antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo?

a. Kurang dari 3 km b. 3 km sampai 5 km c. Lebih dari 5 km

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 2 (dua):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila jarak antara tempat tinggal

Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo kurang dari 3 km, menurut Bapak/Ibu, Saudara (i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila jarak antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo 3 km sampai 5 km, menurut Bapak/Ibu, Saudara (i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila jarak antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo lebih dari 5 km, menurut Bapak/Ibu, Saudara (i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

3. berapa waktu tempuh antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo?

a. Kurang dari 15 menit b. 15 menit sampai 30 menit c. Lebih dari 30 menit

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 3 (tiga):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila waktu tempuh antara tempat

tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo kurang dari 15 menit, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila waktu tempuh antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo 15 menit sampai 30 menit, menurut Bapak/Ibu, Saudara (i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila waktu tempuh antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo lebih dari 30 menit, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

4. Berapa biaya perjalanan yang harus dikeluarkan untuk pergi pulang antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo?

a. Kurang dari Rp.10.000

b. Rp.10.000 sampai Rp.15.000 c. Lebih dari Rp.15.000

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 4 (empat):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila biaya perjalanan pergi pulang

antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo kurang dari Rp.10.000, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila biaya perjalanan pergi pulang antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo Rp.10.000 sampai Rp.15000, menurut Bapak/Ibu, Saudara (i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila biaya perjalanan pergi pulang antara tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) dengan Terminal Tipalayo lebih dari Rp.15.000, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

5. Berapa kali pergantian angkutan dari tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) ke Terminal Tipalayo?

a. satu kali

b. satu sampai dua kali c. lebih dari dua kali

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 5 (lima):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila pergantian angkutan dari tempat

tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) ke Terminal Tipalayo hanya satu kali, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila pergantian angkutan dari tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) ke Terminal Tipalayo satu sampai dua kali, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila pergantian angkutan dari tempat tinggal Bapak/Ibu, Saudara(i) ke Terminal Tipalayo lebih dari dua kali, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

6. Menurut Bapak/Ibu, Saudara(i), bagaimana ketersediaan fasilitas Terminal Tipalayo saat ini?

a. Lengkap dan kondisinya baik

b. Cukup lengkap tetapi kondisinya kurang baik c. Kurang lengkap dan kondisinya buruk

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 6 (enam):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila fasilitas Terminal Tipalayo

lengkap dan kondisinya baik, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila fasilitas Terminal Tipalayo cukup lengkap tetapi kondisinya kurang baik, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

Apabila fasilitas Terminal Tipalayo kurang lengkap dan kondisinya buruk, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatannya?

7. Menurut Bapak/Ibu, Saudara (i), bagaimana pengelolaan sistem transportasi dan terminal induk di Kabupaten Polewali Mandar?

a. Baik

b. Kurang Baik c. Tidak Baik

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 7 (tujuh):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila pengelolaan sistem transportasi

dan terminal induk baik, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatan Terminal Tipalayo?

Apabila pengelolaan sistem transportasi dan terminal induk kurang baik, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatan Terminal Tipalayo?

Apabila pengelolaan sistem transportasi dan terminal induk tidak baik, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana tingkat pemanfaatan Terminal Tipalayo?

8. Menurut Bapak/Ibu, Saudara(i), bagaimana kebijakan pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam menyelesaikan masalah?

a. Cepat dan tegas b. Lambat tetapi tegas c. Lambat dan tidak tegas

Pilihlah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan jawaban pertanyaan nomor 8 (delapan):

Berilah tanda (√ ) untuk pilihan jawaban di bawah ini:

Pertanyaan

Tingkat Pemanfaatan Terminal

Tinggi Sedang Rendah Apabila pemerintah cepat dan tegas

dalam menyelesaikan masalah, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana dengan tingkat pemanfaatan Terminal Tipalayo?

Apabila pemerintah lambat tetapi tegas dalam menyelesaikan masalah, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana dengan tingkat pemanfaatan Terminal Tipalayo?

Apabila pemerintah lambat dan tidak tegas dalam menyelesaikan masalah, menurut Bapak/Ibu, Saudara(i) bagaimana dengan tingkat pemanfaatan Terminal Tipalayo?

TERIMAH KASIH

Dokumen terkait