• Tidak ada hasil yang ditemukan

SARANA KESEHATAN

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN MALANG (Halaman 115-134)

pengumpulan data pada tahun 2009 dari 54 sarana kesehatan (Rumah Sakit Umum/ Khusus dan Puskesmas) sebanyak 40 sarkes (74,07%) sudah mempunyai kemampuan gawat darurat. Prosentase ini meningkat dibandingkan cakupan tahun 2008 dari 52 sarana kesehatan sebanyak 32 sarkes (61,54%), tahun 2007 sebesar 30 buah (58,82,78%) dari 51 Sarkes. Tahun 2010 meningkat sebanyak 44 sarkes (75,86%) mempunyai gadar dari 58 sarkes yang ada, tahun 2011 meningkat sebanyak 43 sarkes (95,74%) mempunyai gadar dari 48 sarkes yang ada dan tahun 2012 sebanyak 43 sarkes (89,58%) mempunyai gadar dari 47 sarkes yang ada. Sedangkan tahun 2013 sebanyak 48 sarkes (96%) mempunyai gadar dari 50 sarkes yang ada. Data selengkapnya dapat dilihat ada Lampiran Tabel 49.

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 89 4. Sarana Kesehatan dengan Laboratorium kesehatan

Sesuai standar, semua Sarana Kesehatan harus mempunyai kemampuan Laboratorium Kesehatan (100%), namun sesuai pengumpulan data pada tahun 2009 dari 54 sarana kesehatan sebanyak 35 sarkes (64,81%) mempunyai sarana Laboratorium, tahun 2010 dari 58 sarana kesehatan sebanyak 40 sarkes (68,97%) mempunyai sarana Laboratorium, tahun 2011 dari 60 sarana kesehatan sebanyak 44 sarkes (73,33%) dan tahun 2012 dari 60 sarana kesehatan sebanyak 48 sarkes (80%). Sedangkan tahun 2013 dari 62 sarana kesehatan sebanyak 62 sarkes (100%) mempunyai sarana Laboratorium yang terdiri dari: Rumah Sakit Umum sebanyak 16 buah, Rumah sakit Khusus sebanyak 7 buah, dan Puskesmas sebanyak 39 buah. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 71.

5. Rumah Sakit dengan 4 Pelayanan Kesehatan Spesialisasi Dasar

Tahun 2009 dari 9 Rumah Sakit umum yang ada, 9 Rumah Sakit (100%) yang mempunyai 4 Pelayanan Kesehatan Spesialisasi Dasar, tahun 2010 dari 13 Rumah Sakit umum yang ada, tahun 2011 dari 15 Rumah Sakit umum yang ada terdapat 15 Rumah Sakit (100%) yang mempunyai 4 Pelayanan Kesehatan Spesialisasi Dasar dan tahun 2012 dari 15 Rumah Sakit umum yang ada terdapat 15 Rumah Sakit (100%) yang mempunyai 4 Pelayanan Kesehatan Spesialisasi Dasar . Sedangkan tahun 2013 dari 16 Rumah Sakit umum yang ada terdapat 16 Rumah Sakit

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 90 (100%) yang mempunyai 4 Pelayanan Kesehatan Spesialisasi Dasar. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 71.

6. Ketersediaan Obat

Obat generik/ essensial adalah obat dengan nama sesuai dengan zat berkasiat yang dikandungnya, dan dengan harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat (sesuai SK Menkes RI tentang Pedoman Umum Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar).

Ketersediaan obat sesuai kebutuhan pelayanan ke sehatan dasar di Kabupaten Malang tahun 2009 sebanyak 34 item obat dari 35 item obat yang dibutuhkan, dengan tingkat keterse diaan 97,14%. Ketersediaan obat sesuai ke butuhan pela yanan kesehatan tahun 2010 sebanyak 35 item obat meningkat dari 35 item obat yang dibutuhkan, dengan tingkat ketersediaan 100%. Ketersediaan obat tahun 2011 sebanyak 31 item obat (91,18%) dari 34 item obat yang dibutuhkan (dengan tingkat ketersediaan 100%), dan Ketersediaan obat tahun 2012 sebanyak 30 item obat (88,23%) dari 34 item obat yang dibutuhkan (dengan tingkat ketersediaan 100%). Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan target SPM Kabupaten Malang yaitu sebesar 90%. Sedangkan tahun 2013 ketersediaan obat menurut jenis obat sebanyak 135 item obat dan 7 item obat jenis vaksin.

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 91 F. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT

1. Rumah Tangga ber PHBS

Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang semua anggota keluarganya berperilaku hidup bersih dan sehat, yaitu merupakan komposit 12 dari 16 indikator (Pertolongan persalinan oleh nakes, balita diberi ASI, Kepadatan rumah, Mendapatkan air bersih, mempunyai jamban, lantai rumah kedar air, jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok, olahraga teratur dan makanan gizi seimbang.

Berdasarkan survei PHBS yang dilakukan di Kabupaten Malang selama 5 (lima) tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah rumah tangga ber PHBS yaitu pada tahun 2009 Jumlah Rumah Tangga di periksa sebanyak 3.689 dan yang ber PBHS sebanyak 808 (21,90%), tahun 2010 Jumlah Rumah Tangga di pantau sebanyak 3.890 dan yang ber PBHS meningkat sebanyak 2.150 (55,27%), tahun 2011 Jumlah Rumah Tangga di pantau sebanyak 4.286 dan yang ber PBHS menurun sebanyak 2.225 (51,91%). Tahun 2012 Jumlah Rumah Tangga di pantau sebanyak 24.692 dan yang ber PBHS meningkat sebanyak 14.135 (57,25%), sedangkan tahun 2013 Jumlah Rumah Tangga di pantau sebanyak 39.800 dan yang ber PBHS sebanyak 22.386 (56,25%), namun prosentase ini lebih kecil bila dibandingkan dengan target nasional. Prosentase Rumah Tangga ber PHBS tertinggi di Puskesmas Dau sebesar 85,86% dan terendah di Puskesmas Kasembon sebesar 30,49%, sedangkan ada 5 puskesmas yang tidak melapor yaitu Puskesmas Wonokerto, Turen, Sumber

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 92 manjing Wetan, Ampelgading dan Puskesmas Tirtoyudo. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 61.

2. Bayi Mendapat ASI Eksklusif

Bayi mendapat ASI Eksklusif adalah bayi yang hanya mendapat ASI saja sampai mencapai usia 6 bulan. Air Susu Ibu (ASI) diyakini dan bahkan terbukti memberi manfaat bagi bayi baik dari aspek gizi, imunologik, psikolo gik, kecerdasan, neurologik, ekonomik dan aspek penundaan kehamilan serta dapat melindungi bayi dari sindrom kematian bayi secara mendadak (Suddent Infant Death Syndrome / SIDS).

Dari Hasil Survei ASI Eksklusif di 17 desa(4 kecamatan) yaitu di Kecamatan Singosari, Jabung, Ngantang dan Kecamatan Pagelaran Tahun 2006 diperoleh data jumlah bayi yang diberi ASI Eksklusif sebesar 23,53%.

Sedangkan dari laporan puskesmas cakupan ASI eksklusif tahun 2009 sebanyak 24.328 (58,46%), tahun 2010 ASI eksklusif meningkat sebanyak 15.374 bayi, tahun 2011 ASI eksklusif sebanyak 22.156 bayi (67,86%) dari 33.199 bayi yang diperiksa dan tahun 2012 ASI eksklusif sebanyak 25.689 bayi (57,90%) dari 44.367 bayi yang diperiksa. Sedangkan tahun 2013 ASI eksklusif sebanyak 25.843 bayi (64,71%) dari 39.939 bayi yang diperiksa, angka ini masih lebih rendah dari target nasional yaitu 80%. Cakupan lebih dari 80% terdapat di 5 Puskesmas yaitu, Singosari, Ardimulyo, Karangploso, Kromengan, dan Bantur sedangkan cakupan

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 93 yang dibawah 80% terdapat di 34 puskesmas. Data terinci dapat dilihat pada Gambar 4.9 dan Lampiran Tabel 41.

GAMBAR 4.9

Cakupan Bayi Mendapat ASI Eksklusif Di Kabupaten Malang tahun 2009-2013

G. KEADAAN LINGKUNGAN a. Rumah Sehat

Rumah sehat diartikan sebagai bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah.

Tahun 2009 dari 66.381 rumah yang diperiksa, terdapat 51.186 rumah (77,11%) yang memenuhi syarat (rumah sehat). Tahun 2010 dari 111.080 rumah yang diperiksa, terdapat 73.918 rumah (66,54%) yang memenuhi syarat (rumah sehat), tahun 2011 dari 113.796

2009 2010 2011 2012 2013 41612 19270 33199 44367 39939 24268 15374 22156 25689 25843

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 94 rumah yang diperiksa, meningkat sebanyak 82.281 rumah (72,30%) yang memenuhi syarat (rumah sehat) dan tahun 2012 dari 183.673 rumah yang diperiksa, meningkat sebanyak 129.575 rumah (70,55%) yang memenuhi syarat (rumah sehat). Sedangkan tahun 2013 dari 209.542 rumah yang diperiksa, meningkat sebanyak 146.693 rumah (70,01%) yang memenuhi syarat (rumah sehat). Angka ini masih lebih rendah bila dibandingkan dengan target nasional yaitu 80% rumah memenuhi syarat kesehatan. Cakupan rumah sehat tertinggi di Puskesmas Poncokusumo, Wajak dan Sitiarjo (100%), terendah di Puskesmas Karangploso (24,89%) dan sebanyak 5 Puskesmas tidak lapor. Data selengkapnya dan perkembangan jumlah rumah sehat di kabuapten Malang dapat dilihat pada gambar 4.10 dan Lampiran Tabel 62.

GAMBAR 4.10

PERKEMBANGAN JUMLAH RUMAH SEHAT DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2009-2013

77.12 66.54 72.3 70.55 70.01 60 62 64 66 68 70 72 74 76 78 2009 2010 2011 2012 2013

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 95 b. Keluarga Memiliki Akses Air bersih

Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Malang, maka secara otomatis berdampak pada kebutuhan akan air bersih yang semakin meningkat pula. Berbagai upaya telah dilakukan agar akses masyarakat terhadap air bersih dapat meningkat, salah satunya dengan pendekatan pastisipatif untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam pembangunan pipanisasi air bersih di daerahnya.

Sesuai dengan hasil pemeriksaan Sumber Air Bersih yang dilakukan di Kabupaten Malang dapat dijabarkan sebagai berikut : tahun 2009 dari 680.709 KK yang ada, jumlah KK yang memiliki SAB sebesar 205.387 (30,13%), tahun 2010 pemeriksaan Sumber Air Bersih dari 667.761 KK yang ada, yang diperiksa sebesar 144.164 (17,10%). Tahun 2011 pemeriksaan Sumber Air Bersih dari 669.980 KK yang ada, yang diperiksa sebesar 75.923 (11,33%), dan tahun 2012 pemeriksaan Sumber Air Bersih dari 702.677 KK yang ada, yang diperiksa sebesar 183.673 (26,14%). Sedangkan tahun 2013 pemeriksaan Sumber Air Bersih dari 702.677 KK yang ada, yang diperiksa sebesar 175.802 (25,02%).

Hasil pemeriksaan sumber air bersih di Kabupaten Malang tahun 2013 dapat diuraikan sebagai berikut : jenis sarana air bersih yang digunakan masyarakat di Kabupaten Malang tahun 2013 yang terbanyak menggunakan lainnya sebesar 80,39%, SGL (Sumur Gali) sebesar 10,19%, ledeng sebesar 8,94%, PAH (Penampungan Air Hujan) sebesar 0,31%, SPT (Sumur Pompa Tangan) sebesar

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 96 0,17%. Untuk lebih jelasnya hasil pemeriksaan sumber air bersih disajikan pada sambar berikut:

GAMBAR 4.11

PEMERIKSAAN AIR BERSIH DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2013

Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 64.

c. Keluarga Memiliki Sarana Sanitasi Dasar

Kepemilikan sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga meliputi persediaan air bersih (PAB), kepemilikan jamban, tempat sampah dan pengelolaan air limbah (PAL). Pembuangan kotoran baik sampah , air limbah maupun tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air dan menyebabkan timbulnya penyakit.

Tahun 2013 dari 702.677 KK yang ada, tidak semuanya dapat diperiksa karena keterbatasan sumber daya yang ada, sedangkan hasil pemeriksaan sarana sanitasi dasar dapat diperinci sebagai berikut :

1).Jamban: jumlah keluarga yang diperiksa sebanyak 185.957 KK (26,46%), keluarga yang memiliki jamban

8.94

0.17 10.19

0.31

80.39

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 97 sebanyak 185.957 KK (100%) dan keluarga dengan jamban sehat sebanyak 157.243 KK (86,53%).

2).Tempat Sampah: jumlah keluarga yang diperiksa sebanyak 175.794 KK (25,02%), keluarga yang memiliki tempat sampah sebanyak 175.794 KK (100%) dan keluarga dengan tempat sampah sehat sebanyak 126.790 KK (72,12%).

3).Pengolahan Limbah: jumlah keluarga yang diperiksa sebanyak 164.929 KK (23,47%), keluarga yang memiliki sarana pengolahan limbah sebanyak 126.776 KK (76,87%) dan keluarga dengan pengolahan limbah sehat sebanyak 124.518 KK (98,22%).

Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 66.

d. Tempat Umum (TTU) Sehat dan Tempat Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat

Tempat-tempat Umum (TTU) merupakan suatu yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit meliputi hotel, restoran/ rumah makan, pasar dan lain-lain.

Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TUPM) merupakan suatu yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit meliputi tempat makanan, depot air minum dan lain-lain.

Beberapa tempat umum (TTU) dan Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TUPM) di Kabupaten Malang yang mendapat pembinaan kesehatan lingkungan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas tahun 2011 antara lain hotel, restoran/ rumah makan, pasar dan TUPM

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 98 lainnya. Cakupan pemeriksaan tempat umum sehat adalah sebagai berikut :

1).Hotel

Hotel yang ada sebanyak 34 buah, diperiksa sebanyak 7 buah (20,59%), jumlah sehat sebanyak 7 buah (100%). 2).Restoran/ rumah makan

Restoran/ rumah makan yang ada sebanyak 559 buah, diperiksa sebanyak 223 buah (39,89%), jumlah sehat sebanyak 155 buah (27,73%).

3).Pasar

Pasar yang ada sebanyak 96 buah, diperiksa sebanyak 60 buah (62,50%), jumlah sehat sebanyak 32 buah (33,33%).

4).TUPM lainnya

TUPM lainnya yang ada sebanyak 214 buah, diperiksa sebanyak 93 buah (43,46%), jumlah sehat sebanyak 59 buah (27,57%).

Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 67.

e. Institusi Dibina Kesehatan Lingkungannya

Beberapa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya di Kabupaten Malang oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas tahun 2013 antara lain :

1).Sarana Pelayanan Kesehatan

Sarana Pelayanan Kesehatan yang ada sebanyak 32 buah, dibina sebanyak 26 buah (81,25%).

2).Instalasi Pengolahan Air Minum

Instalasi Pengolahan Air Minum yang ada sebanyak 184 buah, dibina sebanyak 0 buah.

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 99 3).Sarana Pendidikan

Sarana Pendidikan yang ada sebanyak 1.455 buah, dibina sebanyak 795 buah (54,64%).

4).Sarana Ibadah

Sarana Ibadah yang ada sebanyak 214 buah, dibina sebanyak 93 buah (43,46%).

5).Perkantoran

Perkantoran yang ada sebanyak 701 buah, dibina sebanyak 0 buah.

6).Sarana lain

Sarana lain yang ada sebanyak 1.765 buah, dibina sebanyak 0 buah.

Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 68.

f. Rumah/ Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes

Pemeriksaan Jentik Nyamuk pada rumah/ bangunan perlu dilakukan mengingat dengan makin pentingnya digalakan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3 M (Menutup, Menguras, Mengubur) dan meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk hidup bersih agar dapat menurunkan incidence rate penyakit DBD.

Pemeriksaan rumah/ bangunan bebas jentik di Kabupaten Malang 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada gambar berikut:

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 100 GAMBAR 4.12

PEMERIKSAAN RUMAH/ BANGUNAN BEBAS JENTIK DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2009-2013

Dari gambar dapat diketahui tahun 2009 Jumlah rumah/ bangunan sebanyak 586.625 buah, yang diperiksa sebanyak 83.177 buah (14,18%), dan hasil pemeriksaan rumah/ bangunan yang bebas jentik sebanyak 72.334 buah (86,96%). Tahun 2010 Jumlah rumah/ bangunan sebanyak 613.572 buah, yang diperiksa meningkat sebanyak 98.968 buah (16,13%), dan hasil pemeriksaan rumah/ bangunan yang bebas jentik meningkat sebanyak 84.587 buah (85,47%), tahun 2011 Jumlah rumah/ bangunan sebanyak 669.095 buah, yang diperiksa menurun sebanyak 25.605 buah (3,83%), dan hasil pemeriksaan rumah/ bangunan yang bebas jentik meningkat sebanyak 22.593 buah (88,24%) dan tahun 2012 Jumlah rumah/ bangunan sebanyak 702.677 buah, yang diperiksa menurun sebanyak 109.443 buah (15,58%), dan hasil pemeriksaan rumah/ bangunan yang bebas jentik meningkat sebanyak 97.125 buah (88,74%). Sedangkan tahun 2013 Jumlah rumah/ bangunan sebanyak 702.677 buah, yang diperiksa menurun

0 100000 200000 300000 400000 500000 600000 700000 800000 2009 2010 2011 2012 2013 586625 613572 669095 702677 702677 83177 98968 25605 109443 29361 72334 84587 22593 97125 25386

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 101 sebanyak 29.361 buah (15,58%), dan hasil pemeriksaan rumah/ bangunan yang bebas jentik turun sebanyak 25.386 buah (86,46%). Namun cakupan ini masih lebih rendah bila dibandingkan dengan target SPM Kabupaten Malang dan nasional yaitu sebesar >95%. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 63.

Angka Bebas Jentik (ABJ) sebagai tolok ukur upaya pemberantasan vektor melalui PSN-3M menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam mencegah DBD. Oleh karena itu pendekatan pemberantasan DBD yang berwawasan kepedulian masyarakat merupakan salah satu alternatif pendekatan baru. Surveilans vektor dilakukan melalui kegiatan pemantauan jentik oleh petugas kesehatan maupun juru / kader pemantau jentik atau Jumantik. Sejak tahun 2008 sampai dengan 2013 bahwa Angka Bebas Jentik di Kabupaten Malang berkisar antara 85,73 % sampai 86,46 %, Angka ini masih dibawah target nasional yaitu 95 %.

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 102

SAMPAI DISINI

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 102

BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN DAN

MANAJEMEN KESEHATAN

A. SARANA KESEHATAN

Melalui program bantuan pembangunan sarana kesehatan maupun program/ proyek lainnya, penyediaan sarana kesehatan makin ditingkatkan jumlah dan mutunya, sehingga makin meluas jangkauan dan pemerataannya serta semua lapisan masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan. Dengan meluasnya jangkauan dan pemerataan sarana kesehatan diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

a. Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas Keliling

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota yang berada di wilayah kecamatan untuk melaksanakan tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan. Jumlah Puskesmas di Kabupaten Malang pada tahun 2013 sebanyak 39 unit, terdiri dari 27 Puskesmas dengan perawatan (16 puskesmas perawatan dengan PONED dan 11 puskesmas perawatan Non PONED) dan 12 Puskesmas Non Perawatan.

Ratio Puskesmas terhadap 100.000 penduduk adalah 1,56 per 100.000 penduduk, ini berarti bahwa pada periode waktu tahun itu setiap 100.000 penduduk dilayani 1 – 2 unit puskesmas.

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 103

Untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas telah ditingkatkan Puskesmas menjadi Puskesmas Ideal (puskesmas standart) sebanyak 16 (enam belas) puskesmas yaitu Puskesmas Dau, Tumpang, Ampelgading, Sumberpucung, Dampit, Donomulyo, Kepanjen, Turen, Gondanglegi, Pujon, Karangploso, Sumbermanjing Kulon, Bantur, Bululawang, Sitiarjo dan Puskesmas Pakisaji. Disamping itu untuk Puskesmas Lawang ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe D.

Jumlah Puskesmas Pembantu tahun 2008 sebesar 94 buah dan tahun 2013 jumlah Puskesmas Pembantu menjadi 93 buah, berkurangnya jumlah Pustu disebabkan adanya peningkatan status menjadi puskesmas induk dan juga untuk meningkatkan mutu pelayanannya. Ratio Puskesmas Pembantu terhadap Puskesmas adalah 1 dibanding 2,47.

Sedangkan jumlah Puskesmas Keliling (roda empat) pada tahun 2006 sebanyak 54 buah, tahun 2012 meningkat menjadi 55 buah, dan tahun 2013 meningkat sebanyak 72 buah.

b. Rumah Sakit

Salah satu indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit ádalah dengan melihat perkembangan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasio rumah sakit terhadap jumlah penduduk.

Jumlah kepemilikan sarana rumah sakit di Kabupaten Malang tahun 2009 sebanyak 16 unit, tahun 2010 meningkat menjadi 19 unit, tahun 2011 dan 2012 jumlah

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 104

rumah sakit meningkat menjadi 21 unit. Sedangkan tahun 2013 jumlah rumah sakit meningkat menjadi 23 unit yang meliputi Rumah Sakit Umum Pemerintah 3 unit, Rumah Sakit Umum Swasta 14 unit, Rumah Sakit Bersalin 2 unit, Rumah Sakit Jiwa 3 unit, Rumah Sakit Bedah 1 unit. Sehingga rasio rumah sakit terhadap penduduk adalah 0,92 per 100.000 penduduk, meningkat bila dibandingkan tahun 2012 yaitu 0,84 per 100.000 penduduk.

Jumlah tempat tidur rumah sakit umum dan rumah sakit khusus baik pemerintah maupun swasta tahun 2013 sebanyak 2.151 buah, meningkat bila dibandingkan tahun 2012 sebanyak 2.036 buah dan tahun 2011 yaitu sebanyak 2.007 buah.

c. Sarana Kesehatan Lainnya

Jumlah dan kepemilikan sarana kesehatan lain di Kabupaten Malang tahun 2013 yang meliputi: Rumah Bersalin 13 buah, Balai Pengobatan / Poliklinik 42 buah, Apotek 108 buah, praktek Dokter Perorangan sebanyak 199 buah, praktek pengobatan tradisional 48 buah, Pos Obat Desa (POD) 54 buah, Toko obat 3 buah. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 70.

d. Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat

Untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diperlukan upaya memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyakat diantaranya Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin Desa), dan sebagainya.

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 105

Jumlah Posyandu di Kabupaten Malang tahun 2009 sebanyak 2.750 buah, tahun 2010 meningkat sebanyak 2.765 buah, tahun 2011 meningkat sebanyak 2.775 buah, tahun 2012 meningkat sebanyak 2.783 buah dan tahun 2013 meningkat sebanyak 2.799 buah meliputi: Posyandu Pratama sebanyak 312 buah (11,15%), Posyandu Madya sebanyak 933 buah (33,33%), Posyandu Purnama sebanyak 1.459 buah (52,13%) dan Posyandu Mandiri sebanyak 95 buah (3,39%). Sedangkan Posyandu Puri sebanyak 1.554 (55,52%), meningkat bila dibanding tahun 2012 sebanyak 1.352 (48,58%), rasio Posyandu terhadap desa/ kelurahan adalah 7,18 atau rata-rata pada tiap desa/ kelurahan terdapat 7 - 8 posyandu, dan rasio Posyandu terhadap 100 balita adalah 1,36. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 72.

GAMBAR 5.1

PERKEMBANGAN JUMLAH POSYANDU DI KABUPATEN

MALANG TAHUN 2009 – 2013

2,720

2,730

2,740

2,750

2,760

2,770

2,780

2,790

2,800

2009 2010 2011 2012

2013

2,750

2,765 2,775

2,783

2,799

Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2014 106

e. Desa Siaga dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Salah satu pendukung yang membuat masyarakat mandiri untuk hidup sehat adalah desa siaga. Desa siaga aktif adalah desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang telah berfungsi dan berada pada tahap tumbuh, kembang dan paripurna dibandingkan dengan jumlah desa siaga yang dibentuk.

Jumlah desa siaga 4 (empat) tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2007 sebanyak 293 buah, tahun 2013 sebanyak 390 buah, sedangkan cakupan desa siaga aktif tahun 2012 sebanyak 387 desa (99,54%) dan tahun 2013 sebanyak 390 desa (100%). Selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 73.

Salah satu kriteria desa siaga adalah memiliki satu poskesdes, jumlah poskesdes tahun 2013 sebanyak 390 buah yang meliputi: poskesdes pratama sebanyak 129 desa (33,08%), poskesdes madya sebanyak 166 buah (48,21%), poskesdes Purnama sebanyak 66 buah (16,92%) dan poskesdes Mandiri sebanyak 7 buah (1,79%).

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN MALANG (Halaman 115-134)

Dokumen terkait