• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUB BAGIAN TATAUSAHA

2.2 SUMBER DAYA PERANGKAT DAERAH .1 Sumber Daya Manusia

2.2.2 Sarana dan Prasarana

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk, tidak terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran yang menunjang terhadap upaya pencapaian sasaran. Ditinjau dari aspek kuantitas dan kualitas sampai dengan tahun 2019 sarana prasarana dimaksud meliputi komponen : 1. Alat-alat besar sejumlah 39 unit dengan kondisi Baik 58,97 %, Rusak

Sedang 23,08 %, Rusak Berat 17,95%.

2. Alat-alat Angkutan sejumlah 32 unit dengan kondisi Baik 31,25%, Rusak Sedang 37,50%, Rusak Berat 31,25 %.

3. Alat Bengkel dan Alat Ukur sejumlah 60 buah dengan kondisi Baik 6,98%, Rusak Sedang 51,16%, Rusak Berat 41,86 %.

4. Alat Kantor dan Rumah Tangga sejumlah 1.109 bh dengan kondisi Baik 61,05%, Rusak Sedang 12,80%, Rusak Berat 26,15%.

5. Alat Studio dan Alat Komunikasi sejumlah 23 bh dengan kondisi Baik 43,48%, Rusak Sedang 4,35 %, Rusak Berat 52,17 %.

6. Alat Laboratorium sejumlah 48 unit dengan kondisi Baik 60,42%, , Rusak Sedang 22,92 %, Rusak Berat 16,67 %.

32

Secara keseluruhan, daftar aset Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk pada tahun 2018, sebagai berikut:

Tabel 2.3

Daftar Aset Tetap Sarana dan Prasarana Perkantoran Yang Menunjang Terhadap Upaya Pencapaian Sasaran s/d Tahun 2019

No. Nama Aset/Th. Perolehan Jumlah

Kondisi Eksisting (Jumlah) 15 Mesin Kompresor Udara th.

1994

1 1

16 Kompresor th. 2006 1 1

17 Sprayer th. 2006 1 1

17 Compressor th. 1995 1 1

18 Panci Pencampur Aspal Panas th. 1994

1 1

19 Panci Pencampur Aspal Panas th. 2005

No. Nama Aset/Th. Perolehan Jumlah

Kondisi Eksisting II. ALAT-ALAT ANGKUTAN

1 Carry th. 1996 2 2

2 Carry th. 2001 1 1

33

13 APV MEGACARRY EXTRA WIDE-NEW (suzuki) th. 2013

1 1

14 Truck Isuzu th. Th. 1995 1 1

15 Trailer Perkasa T 18 S th. 2005 1 1

16 Truck Kapasitas 4 m3 th. 2010 1 1

17 Truck Tangki Air Kapasitas 4 m3 th. 2010

III ALAT-ALAT BENGKEL DAN ALAT UKUR

34

No. Nama Aset/Th. Perolehan Jumlah

Kondisi Eksisting

27 Garinda Listrik Piringan Sudut (Black & Decker) th. 1995

1 1

44 Global Positioning System (GPS) th. 2011

1 1

45 Kompas/Peralatan navigasi th.

2013

7 Peralatan Cetak th.1995 (LIGHTDRUG)

1 1

35

No. Nama Aset/Th. Perolehan Jumlah

Kondisi Eksisting

33 Perlengkapan Kantor lainnya th.

1963 – 2004

22 10 5 7

34 Papan Pengumuman+Papan Nama Instansi

8 5 3

35 Alat pemadam kebakaran th.

1984-2006

V ALAT-ALAT STUDIO DAN KOMUNIKASI

36

7 Radio SSB 1 1

Jumlah 23 10 13

% kondisi peralatan 100 43,48 4,35 52,17

VI ALAT-ALAT LABORATORIUM

1 LA. Abrassion Machine th. 1995 1 1

2 Dynamic Cone Penetrometer th.

1995

Nama Aset/Th. Perolehan Jumlah

Kondisi Eksisting

20 Dutch Cone Penetrometer th.

1999

1 1

21 Compression Testing Machine th. 1995

1 1

22 Field CBR th. 1995 1 1

23 Marshall Test th. 2001 1 1

24 Centrifuge Extractor (Electric) th. 1995

1 1

25 Centrifuge Extractor (Manual) th. 2001

37

36 Termometer 400 ̊ C 1 1

37 Tap dan cetakan 1 1

38 Penetration Test set 1 1

39 Concrete Mould (1 Pk) th. 1995 – 2001

2 2

Jumlah 48 29 11 8

% kondisi peralatan 100 60,42 22,92 16,67 2.3 KINERJA PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Pembangunan Infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan bangunan pelayanan publik serta pemanfaatan lahan sesuai rencana tata ruang di Kabupaten Nganjuk merupakan bagian dari proses pembangunan daerah dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Nganjuk dan juga merupakan bagian dari proses pembangunan nasional dalam rangka mencapai cita-cita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, maju, adil dan makmur.

Infrastruktur di bidang jalan, jembatan, irigasi dan bangunan pelayanan publik serta pemanfaatan lahan sesuai rencana tata ruang merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Nganjuk dan peningkatan daya saing daerah, disamping sektor lain seperti produk unggulan pertanian, sektor perdagangan dan sektor wisata. Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan bangunan pelayanan publik serta pemanfaatan lahan sesuai rencana tata ruang yang tepat, maka hal tersebut diyakini dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan, mengatasi persoalan kesenjangan antar-kawasan maupun antar-wilayah, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi tekanan urbanisasi, meningkatan minat investor untuk membuka industri baru yang secara keseluruhan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan bangunan pelayanan publik serta pemanfaatan lahan sesuai rencana tata ruang mempunyai manfaat langsung untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan, karena semenjak tahap konstruksi telah dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor riil.

Disamping itu, Pembangunan di bidang Kebina Margaan, Pengairan Serta Kecipta Karyaan juga berperan sebagai pendukung kelancaran kegiatan sektor pembangunan lainnya antara lain sektor pertanian, industri dan wisata. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan karenanya berperan sebagai stimulan dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah yang signifikan. Oleh karenanya, upaya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan perlu direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan suatu wilayah, yang pada gilirannya akan menjadi modal penting dalam mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Nganjuk.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nganjuk pada dasarnya dimaksudkan untuk mencapai 3 (tiga) strategic goals, yaitu: a) meningkatkan pertumbuhan ekonomi; b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat; c) memberikan modal penting dalam

38

mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran pembangunan.

Sejalan dengan bergulirnya roda pemerintahan dan pembangunan di bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang dilakukan, perubahan menuju terwujudnya kemapanan tata pemerintahan telah menampakan hasil yang cukup positif. Kondisi ini terlihat dari komitmen untuk menetapkan arah dan tujuan serta target-target pembangunan yang akan dicapai dalam setiap periode perencanaan jangka pendek dan jangka menengah sebagai landasan dan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.

Mempedomani Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk periode tahun 2018 - 2023, strategi yang diterapkan dalam meningkatkan kinerja pelayanan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk adalah melalui upaya :

1. Pengembangan-pengembangan infrastruktur Jalan dan jembatan lebih lanjut, dengan prioritas pengembangan yang ditekankan pada wilayah-wilayah potensial, wilayah-wilayah yang terisolasi (infrastruktur terbatas).

2. Perbaikan jaringan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan dengan dilakukan secara berkesinambungan.

3. Peningkatan kualitas jaringan jalan dan jembatan.

4. Mengusulkan beberapa kegiatan untuk mendapatkan bantuan pendanaan dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan ke Pemerintah Pusat dan Propinsi Jawa Timur.

Perkuatan kemampuan institusi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dilandasi penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan bersihPembangunan Perindustrian dan Perdagangan sebagai motor

penggerak perekonomian, akan terus didorong peran dan kontribusinya terhadap pembangunan. Sektor industri dan perdagangan telah menunjukkan peranan yang penting dan strategis bagi perekonomian Kabupaten Nganjuk Untuk itu peran industri dalam perekonomian adalah dengan pengembangan industri kecil termasuk industri tradisional dalam penciptaan lapangan usaha

dan lapangan kerja yang luas serta pengembangan Industri pengolahan hasil pertanian dalam rangka pemanfaatan seoptimal mungkin potensi sector pertanian haruslah menjadi Prioritas sebagai kontribusi PDRB dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi.

Capaian kinerja Pelaksanaan Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk tahun 2018 – 2023 melaui : 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur 3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur 4) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 5) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 6) Program Pendataan, Perencanaan, Pengendalian Teknis Dan Pengadaan Tanah, 7) Program Pembangunan, Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan, Jembatan Dan Bangunan Pelengkapnya 8) Program Pembinaan Lingkungan Sosial (DBHCHT) 9) Program Pengelolaan Sumber Daya Air, 10) Program Pengembangan, Pengelolaan, Dan Konservasi Sungai, Danau, Bendungan Dan Sumber Daya Air Lainnya, 11) Program Tata Bangunan 12)

39

Program Tata Ruang 13)Program Peningkatan Sarana, Prasarana Dan Pembinaan Jasa Konstruksi berdasarkan pengukuran yang mengacu kepada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Indikator Kinerja menurut bidang urusan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten, dan Indikator Kinerja Lainnya yang terdapat dalam Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk tahun 2018-2023 adalah sebagai berikut :

Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Berpedoman kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 01/PRT/M/2014 tentang Standar Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, pelaksanaan SPM Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk pada tahun 2018 – 2023, meliputi 5 jenis pelayanan dasar yaitu:

a. Sumber Daya Air

Penyediaan air baku untuk kebutuhan masyarakat dengan sasaran meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan Indicator sasaran untuk mencapai sasaran tersebut adalah persentase tersedianya air irigasi untuk pertanian rakyat pada system irigasi yang sudah ada sesuai dengan kewenangannya

b. Jalan

Jenis pelayanan dasar Penyediaan jalan untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan sasaran penyediaan jalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

indikator sasaran :

1. Persentase tingkat kondisi jalan provinsi baik dan sedang.

2. Persentase terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektivitas) di wilayah provinsi.

c. Jasa Konstruksi

Jenis pelayanan dasar Pengembangan system Informasi Jasa Konstruksi dengan indikator persentase tersedianya 3 (tiga) jenis informasi Jasa Konstruksi Tingkat Kabupaten/Kota pada Sistem Informasi Pembina Jasa Konstruksi (SIPJAKI). Perizinan jasa konstruksi dengan indicator persentase tersedianya layanan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) dengan waktu penerbitan paling lama 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah Persyaratan Lengkap

d. Cipta Karya

Jenis pelayanan dasar Penataan bangunan dan lingkungan dengan sasaran meningkatnya tertib pembangunan bangunan gedung. Indicator sasaran persentase jumlah izin mendirikan bangunan (IMB) yang diterbitkan.

e. Penataan Ruang

Jenis pelayanan yang dilaksanakan adalah informasi penataan ruang dan penyediaan ruag terbuka (RTH) publik. Sasaran jenis pelayanan

40

dasar tersebut adalah meningkatnya ketersediaan informasi penataan ruang dan meningkatnya ketersediaan RTH. Dengan Indicator sasaran : 1. Persentase tersedianya informasi mengenai rencana tata ruang

(RTR) wilayah kabupaten/kota berserta rencana rincinya melalui peta analog dan peta digital.

2. Persentase tersedianya luasan RTH public sebesar 20 % dari luas wilayah kota/kawasan perkotaan

Sasaran 1 : Meningkatnya Infrastruktur Pekerjaan Umum yang Handal

Dokumen terkait