14 Sasaran kegiatan dukungan pengujian dan pengawasan mutu benih serta penyiapan teknologi proteksi tanaman perkebunan (BBPPTP) Ambon adalah terlaksananya pengawasan dan pengujian mutu benih tanaman perkebunan dan penyiapan teknologi proteksi tanaman perkebunan dengan fokus kegiatan pengembangan tahun 2015 – 2019 adalah :
a. Sertifikasi dan pengujian mutu benih;
b. Pembangunan kebun contoh, uji demplot dan uji koleksi;
c. Rakitan teknologi spesifik lokasi proteksi tanaman perkebunan;
d. Eksplorasi, pemanfaatan, pengembangan, pengujian agensia pengendalian hayati;
e. Koordinasi pembinaan dan monev perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan.
Indikator kinerja kegiatan (IKK) untuk dukungan pengujian dan pengawasan mutu benih serta penyiapan teknologi proteksi tanaman perkebunan (BBPPTP) Ambon tahun 2017 disajikan pada table 1 sebagai berikut :
Tabel 1. Kegiatan BBPPTP Ambon tahun 2017 untuk dukungan pengujiandan pengawasan mutu benih dan pengembangan teknologi proteksi
15
N
o Kode Nama Kegiatan Output
1779 Dukungan Perlindungan Perkebunan 1 1779.003Pengembangan Desa
Pertanian Organik berbasis Komoditi Perkebunan
6 Desa
1781 Dukungan Pengujian dan Pengawasan Mutu Benih Serta Penerapan Teknologi Proteksi Tanaman Perkebunan
1 1781.001Pengawasan dan
Pengujian Mutu Benih Tanaman Perkebunan
250.000 batang
2 1781.002Pengembangan Teknologi Proteksi Tanaman Perkebunan
12 paket
3 1781.003Fasilitasi Teknis Dukungan Pengujian dan Pengawasan Mutu Benih serta Penyiapan Teknologi proteksi Tanaman Perkebunan 12 Paket 4 1781.950 Layanan Dukungan Manajelen Eselon I 12 Layanan 5 1781.951 Layanan Internal (Overhead) 1 Layanan
16 Tabel 2. Perjanjian Kinerja
e r P e n j a b a r a n s Strategi N o
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja
Kegiatan
Target 1
.
Terlaksananya Pemberian
Pelayanan teknik, pengelolaan
data dan informasi, dan
pemberian bimbingan teknis penerapan sistem manajemen mutu dan laboratorium, serta pengembangan jaringan dan kerjasama laboratorium uji mutu benih dan proteksi tanaman perkebunan
1. Pengujian dan
sertifikasi mutu benih tanaman perkebunan
250.000 batang
2. Pengawasan kebun
benih atau penangkar dan peredaran benih tanaman perkebunan
3 Kegiatan
3. Koordinasi pelaksanaan dukungan pengawasan dan pengujian mutu
benih tanaman perkebunan 6 Kegiatan 4. Pengamatan dan pemantauan OPT Tanaman Perkebunan 3 Kegiatan 5. Pengembangan dan pemanfaatan agens pengendali hayati tanaman perkebunan 3 Jenis 6. Rakitan Teknologi
spesifik lokasi proteksi tanaman perkebunan
6 Paket
teknologi 7. Pengujian dan Analisa
residu dan Pestisida atau Agens Pengendali
Hayati Tanaman
Perkebunan
8 Kegiatan
8. Pengembangan jaringan dan kerjasama laboratorium proteksi dan pengujian mutu benih
2 Kegiatan
2 .
Menurunnya luas areal yang
terserang OPT dan
terfasilitasinya pencegahan kebakaran lahan dan kebun,
bencana alam, dampak
perubahan iklim dan
gangguan/konflik usaha perkebunan 3. Pembinaan dan serifikasi desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan 6 Desa
17 Dengan memperhatikan kondisi dan keterbatasan yang ada maka strategi yang ditempuh adalah :
1) Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) balai antara lain melalui pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.
2) Meningkatkan kualitas SDM khususnya yang ada pada Laboratorium BBPPTP Ambon dengan memberikan/mengikuti pelatihan, magang dan rekruitmen tenaga teknis sesuai kebutuhan.
3) Melengkapi sarana dan prasarana pendukung seperti perpustakaan, asrama dan media audio visual.
4) Melengkapi sarana laboratorium sebagai penunjang untuk keamanan dan kenyamanan yang terjamin.
5) Meningkatkan unjuk kerja Laboratorium dengan memberikan informasi kepada masyarakat guna untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
6) Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait dalam pengawasan dan pengembangan mutu benih, mutu produk perkebunan serta pengendalian OPT.
7) Mengoptimalkan petugas fungsional POPT, PBT, PMHP dan PPNS perkebunan.
8) Pengembangan dan pemantapan informasi perbenihan dan perlindungan tanaman perkebunan.
9) Pengembangan jaringan dan kerjasama antar laboratorium pengujian mutu benih dan proteksi.
C. Kebijakan, Program, dan Kegiatan Utama 1. Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan rencana kegiatan balai dengan berpedoman pada visi, misi dan strategi pembangunan perkebunan yang
18 telah ditetapkan maka Kebijakan Umum BBPPTP Ambon adalah : “Meningkatkan kemampuan SDM, peranan laboratorium perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan, pengembangan kelembagaan dan sistem informasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan”.
Kebijaksanaan dasar tersebut dijabarkan dalam kebijakan teknis yaitu: a. Kebijakan peningkatan kemampuan sumber daya manusia
perkebunan.
Peningkatan sumber daya manusia menjadi lebih profesional sehingga mampu melaksanakan pengembangan dan pengawasan mutu benih serta pengembangan analisis proteksi tanaman perkebunan dan pemanfaatan agensia hayati dalam penerapan PHT yang berwawasan lingkungan, pengujian mutu pestisida, kandungan aflatoksin, residu pestisida dan logam berat. Kebijakan ini dilaksanakan melalui peningkatan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, pelatihan, magang bagi petugas serta pendampingan bagi petani.
b. Kebijakan Pengembangan Kelembagaan.
Kebijakan ini dalam rangka mewujudkan kelembagaan balai besar yang profesional dalam pengawasan, pengembangan perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan melalui pengembangan jejaring dan kerjasama dengan pihak terkait serta penguatan sarana dan prasarana balai besar.
c. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, untuk pelestarian dan kekayaan sumber daya genetik, pengembangan dan pengawasan mutu benih serta pengembangan teknologi perlindungan tanaman perkebunan dan pemanfaatan agensia
19 hayati dalam penerapan PHT dapat dilaksanakan secara berkelanjutan yang ditempuh dengan cara:
- Meningkatkan kesadaran petani pekebun dan pihak terkait terhadap pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan pada kegiatan PHT.
- Meningkatkan kesadaran konsumen, produsen/pengedar benih dan pihak terkait terhadap pentingnya penggunaan benih bermutu.
- Meningkatkan mutu bahan pengendali dalam bentuk agens pengendali hayati, pestisida kimia, peningkatan mutu produk perkebunan dari kandungan aflatoksin, residu pestisida dan logam berat.
d. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi.
Menyediakan pelayanan informasi perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan yang akurat, tepat dan cepat bagi semua pihak yang membutuhkan. Dalam rangka pengembangan sistem informasi ini upaya yang ditempuh adalah sebagai berikut :
- Peningkatan kemampuan SDM dibidang pengelolaan sistem informasi.
- Pengembangan dan pemantapan data base perbenihan dan proteksi.
- Pengembangan sarana informasi kantor untuk pengelolaan dan penyebaran informasi.
- Pengelolaan dan penyebaran informasi dalam bentuk bulletin, leaflet, brosur, pamflet, artikel, film pendek, siaran pedesaan dan keikutsertaan dalam pameran.
20 Program Utama BBPPTP Ambon mengacu kepada program Ditjen Perkebunan, yaitu Peningkatan Produksi dan Produktifitas Tanaman Perkebunan Berkelanjutan.