BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
B. Sasaran Jangka Menengah
4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar
A. Tujuan
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi Bupati Takalar yang di jabarkan dalam Dinas Pendidikan sebagai hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu tertentu jangka waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun. Adapun tujuan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, sebagai berikut :
- Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan yang Merata dan Berdaya Saing
- Meningkatkan Keterpenuhan Dukungan Penyelenggaraan Fungsi Pemerintahan
B. Sasaran Jangka Menengah
Adapun sasaran jangka menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar adalah : 1. Meningkatknya Akses Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan
Masyarakat dan Pendidikan Dasar yang Merata dan Berkualitas
2. Meningkatnya Kualitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Dasar..
3. Terpenuhinya Dukungan Administrasi Perkantoran, sarana dan Prasarana Perkantor, pelaporan Capaian Kinerja, Kedisilinan Aparatur dan kapasitas SDM Aparatur Pada Urusan Pendidikan.
Secara singkat, tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar
NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR
TUJUAN/SASARAN
Ting
kat Data Awal
TARGET KINERJA TUJUAN/SASARAN PADA TAHUN KE-
2018 2019 2020
Meningkatkan akses
pendidikan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat
Meningkatnya ketersediaan sarana prasarana layanan
Pendidikan
Rasio ketersediaan
sekolah/penduduk usia sekolah pendidikan dasar
149 150 151 152
% Bangunan Sekolah dalam
kondisi Baik SD 25,79 50% 60% 70%
% Bangunan Sekolah dalam
kondisi Baik SMP 25,59 35% 40% 45%
% Sekolah terpenuhi sarana
standar (Lab IPA; R Kepsek; R Guru; R Staf + Meja&Kursi)
28,39% 35% 40% 45%
Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki yaitu maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km untuk SMP/MTs dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil
SD
100% 100% 100% 100%
100% 100% 100%
SMP 100%
Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD/MI tidak melebihi 32 orang, dan untuk
SMP/MTs tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap
rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk peserta didik dan guru, serta papan tulis.
SD 94.49% 96% 100% 96%
SMP 90,69% 95% 100% 100%
Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau Di setiap SMP dan MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 siswa dan minimal 1 (satu) set peralatan praltek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik.
SMP 13,95% 15% 20% 25%
Di setiap SD/MI dan SMP/MTs tersedia satu ruang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan lainnya; dan di setiap SMP dan MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru.
SD 93.64% 95% 97% 100%
SMP 83,72% 85% 87% 89%
Di setiap SD dan MI tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan, dan untuk daerah khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan.
SD 95,31% 96% 97% 98%
Di setiap SMP dan MTs tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran, dan untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran.
SD 74,41% 75% 77% 80%
Di setiap SD dan MI tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.
SD 91.53% 93% 95% 97%
Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1
SMP 90.70% 93% 95% 97%
atau D-IV sebanyak 70%
dan separuh diantaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifikat pendidik, untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%.
Di setiap SMP dan MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah
memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
SMP 81.39% 83% 85% 90%
Di setiap Kabupaten/Kota semua kepala SD dan MI berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah
memiliki sertifikat pendidik. SD 98,30% 100% 100% 100%
Di setiap Kabupaten/Kota
semua kepala SMP dan MTs berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah
memiliki sertifikat pendidik.
SMP 100% 100% 100% 100%
Di setiap Kabupaten/Kota semua pengawas sekolah dan madrasah memiliki kualifikasi akademik S-1
100% 100% 100% 100%
atau D-IV dan telah
memiliki sertifikat pendidik.
Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam
mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif.
100% 100% 100% 100%
Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk
melakukan supervisi dan pembinaan.
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Setiap SD dan MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh
Pemerintah mencakup mata pelajaran Bhs. Indonesia, IPA, IPS dan Pkn dengan perbandingan 1 (satu) set untuk setiap perserta didik.
SD 91.10% 93% 95% 97%
Setiap SMP dan MTS menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan 1 (satu) set untuk setiap
SMP 93,02% 95% 97% 100%
peserta didik.
Setiap SD dan MI
menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari model kerangka manusia, model tubuh manusia, bola dunia (globe), contoh peralatan optik, KIT IPA untuk eksperimen dasar dan poster/carta IPA
SD 29.66% 30% 35% 40%
Setiap SD dan MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi, dan setiap SMP dan MTs
SD 47.46% 50% 55% 60%
memiliki 200 jud ul buku
pengayaan dan 20 buku referensi.
SMP 23.26% 25% 30% 35%
Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk merencanakan
pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik dan melaksanakan tugas tambahan.
SD 75.84% 77% 80% 85%
SMP 88,37% 90% 93% 95%
Satuan pendidikan
menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut : Kelas 1-2 : 18 Jam per minggu Kelas 3 : 24 Jam per minggu Kelas 4-6 : 27 Jam per minggu Kelas 7-9 : 27 Jam per minggu
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Satuan pendidikan menerapkan Kurikulum sesuai dengan peraturan yang berlaku
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Setiap guru menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya.
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Setiap guru
mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan
memberikan umpan balik kepada guru dua kali setiap
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
semester
Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil
penilaian setiap peserta didik kepada Kepala
Sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil belajar
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Kepala Sekolah atau Madrasah menyampaikan laporan hasil UAS, UKK serta Ujian Akhir (US/UN).
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
SD 100% 100% 100% 100%
SMP 100% 100% 100% 100%
Meningkatnya
akses pendidikan anak usia dini formal maupun non formal
Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) 50,43 55% 60% 70%
Angka Partisipasi Kasar
(APK) PAUD 25,22% 50% 65% 75%
Angka Partisipasi Murni
50,48% 55% 60% 70%
(APM) PAUD
Angka Pendidikan Yang
Ditamatkan 25,22% 50% 65% 75%
NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR
TUJUAN/SASARAN
Data Awal (2017)
TARGET KINERJA TUJUAN/SASARAN PADA TAHUN KE-
2018 2019 2020
Meningkatnya akses
pendidikan dasar Rasio Guru : Siswa 46,08 48 50 52
Angka Partisipasi Murni
(APM) SD/MI/Paket A 98,85 % 98,85 % 99% 100%
Angka Partisipasi Murni
(APM) SMP/MTs/Paket B 70,56 % 70,56 % 85% 90%
Angka Partisipasi Kasar
(APK) SD/MI/Paket A 93,28 % 93,28 % 95% 100%
Angka Partisipasi Kasar
(APK) SMP/MTs/Paket B 79,45 % 79,45 % 85% 90%
Angka Partisipasi Sekolah
(APS) SD/MI/Paket A 932.81%
935,
80% 937,80% 940,80%
Angka Partisipasi Sekolah
(APS) SMP/MTs/ Paket B 833,91% 835,91% 840,91% 845,91%
Angka Putus Sekolah :
Angka Putus Sekolah
SD/MI 0,70 0,50 % 0,25 % 0,05%
Angka Putus Sekolah
SMP/MTs 0,08 0,05 % 0,03% 0%
Angka Kelulusan :
Angka Kelulusan SD/MI 100 100 100 100
Angka Kelulusan
SMP/MTs
Angka Melanjutkan :
99,23 100 100 100
Angka Melanjutkan (AM)
dari SD/MI ke SMP/MTs 99,75 100 100 100 Angka Melanjutkan (AM)
dari SMP/MTs ke SMA/MA
124,33 100 100 100
Meningkatkan kualitas Mutu Layanan pendidikan
Meningkatnya kualitas
Layanan Pendidikan Guru memenuhi
kualifikasi S1/D-IV 74,65 80% 85% 90%
Meningkatnya Mutu
Pendidikan dasar
Guru bersertifikasi
pendidik 74,65 80% 85% 90%
Fasilitas Pendidikan :
Sekolah Pendidikan SD/MI Kondisi Bangunan Baik
25,79 50% 60% 70%
Sekolah Pendidikan SMP/MTs Kondisi Bangunan Baik
25,59 35% 40% 45%
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia
149 150 151 152
sekolah pendidikan dasar Rasio guru/murid sekolah
pendidikan dasar 19 20 20 20
Rasio guru/murid perkelas
rata-rata sekolah dasar 46,08 28 28 28
Proporsi murid kelas 1
yang berhasil menamatkan
sekolah dasar 95,69 96% 97% 98%
Angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun, perempuan dan laki-laki
N/A N/A N/A N/A
Penduduk yang berusia >
15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)
N/A N/A N/A N/A
Angka Rata-Rata Lama
Sekolah 6,77% 15% 25% 35%
Proporsi anak-anak dan Remaja : (a) pada kelas 4, (b) tingkat akhir SD/Kelas 6, (C) tingkat akhir SMP/kelas 9 yang mencapai standar kemampuan minimun dalam : (i) membaca, (ii) matematika
N/A N/A N/A N/A
Persentase SD/MI
berakreditasi minimal B N/A N/A N/A N/A Persentase SMP/MTs
berakreditasi minimal B N/A N/A N/A N/A
Persentase SMA/MTs
berakreditasi minimal B N/A N/A N/A N/A Angka Partisipasi Kasar
(APK) SD/MI/Sederajat 93,28 % 95% 100% 100%
Angka Partisipasi Kasar (APK)
SMP/MTs/Sederajat
79,45 % 85% 90% 95%
NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR
TUJUAN/SASARAN
Data Awal
TARGET KINERJA TUJUAN/SASARAN PADA TAHUN KE-
2018 2019 2020
Angka Partisipasi Kasar
(APK)
SMA/MA/Sederajat
81,10 85% 90% 95%
Angka Partisipasi Kasar
(APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
30,49% 50% 65% 75%
Angka Partisipasi Kasar
(APK) Perguruan tinggi N/A N/A N/A N/A Rata-rata lama sekolah
penduduk umur ≥15 tahun N/A N/A N/A N/A Proporsi remaja dan
dewasa dengn
keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
N/A N/A N/A N/A
Rasio Angka Partisipasi Murni (APM)
perempuan/laki-laki di (1) SD/MI/sederajat; (2) SMP/MTs/sederajat; (3) SMA/SMK/MA/sederajat:
dan rasio angka
partisispasi kasar (APK) perempuan/laki-laki di (4) perguruan tinggi
N/A N/A N/A N/A
NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR
TUJUAN/SASARAN
Data Awal
TARGET KINERJA TUJUAN/SASARAN PADA TAHUN
KE-2018 2019 2020
Persentase angka melek aksara penduduk umur ≥ 15 tahun
N/A N/A N/A N/A
Persentase angka melek aksara penduduk umur 15-24 tahun dan umur 15-59 tahun
N/A N/A N/A N/A
Proporsi sekolah dengan akses ke : (a) listrik (b) internet untuk tujuan pengajaran, (c) komputer untuk tujuan pengajaran, (d) infrastruktur dan meteri memadai bagi siswa disibilitas, (e) air minum layak, (f) fasilitas sanitasi dasar per jenis kelamin, (g) fasilitas cuci tangan (terdiri dari air, sanitasi dan higienis bagi semua (WASH)
N/A N/A N/A N/A
Jumlah bantuan resmi
pemerintah kepada
N/A N/A N/A N/A
mahasiswa asing penerima beasiswa kemitraan negera berkembang
NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR
TUJUAN/SASARAN
Data Awal
TARGET KINERJA TUJUAN/SASARAN PADA TAHUN KE-
2018 2019 2020
T4:
Meningkatkan akuntabilitas OPD
S4.1: Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan OPD
Nilai SAKIP OPD
59
(CC) 59 (CC) 60 (B) 70 (BB)
% Temuan BPK dan APIP
ditindaklanjuti 100% 100% 100% 100%
Serapan Anggaran OPD 95% 95% 95% 95%
% Pelaporan tepat waktu
(LK, LKJ, SPJ) 100% 100% 100% 100%
BAB V