• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran Meningkatnya Kesejahteraan Masyarakat Miskin

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Gambar III.27 Peranan Sektor Ekonomi Penyusun PDRB

10. Sasaran Meningkatnya Kesejahteraan Masyarakat Miskin

Amanat konstitusi yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pada alinea keempat menyatakan bahwa pemerintahan negara Republik Indonesia ini dibentuk untuk: 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; 2) memajukan kesejahteraan umum; 3) mencerdaskan kehidupan bangsa; dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Implementasi dari ”memajukan kesejahteraan umum ”rakyat Bantul” dilaksanakan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan fokus pengentasan kemiskinan, ketenagakerjaan, meningkatkan daya saing berbasis pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan sarana dan prasarana publik.

Pengentasan kemiskinan merupakan prioritas pembangunan sebagai pelaksanaan dari Misi 3, “Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan berbasis pengembangan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat yang responsive gender”.

Tabel III.20 Rencana dan Realisasi Capaian Sasaran Meningkatnya Kesejahteraan Masyarakat Miskin

No Indikator Kinerja Utama

Capaian 2013

2014

Target Akhir RPJMD

(2015)

Capaian s/d 2014 terhadap 2015 (%) Target Realisasi %

Realisasi 1. Persentase jumlah

penduduk miskin

13,48 12 12,41 96,58 12 96,58

Sumber : BKKPPKB, 2015, data diolah

[72]

Sasaran meningkatnya kesejahteraan masyarakat miskin menunjukkan kinerja Sangat Baik. Hal ini dilihat dari pencapaian indikator persentase jumlah penduduk miskin yang mengalami capaian 96,58% dari target yang ditetapkan. Tahun 2014 realisasi persentase jumlah penduduk miskin sebesar 12,41% dari target sebesar 12%. Capaian ini menyumbangkan sebesar 96,58% dari target RPJD tahun 2015, persentase jumlah penduduk miskin sebesar 12%.

Gambar III.37 Trend Persentase Penduduk Miskin Tahun 2010 – 2014

Data tahunan persentase jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan, bahkan pada tahun 2014 jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 12,41% mendekati target yang ditetapkan. Jumlah penduduk miskin tahun 2014 sebesar 113.863 jiwa, menurun sebesar 8.158 jiwa atau 1,07% dari tahun 2013 sebesar 122.021 jiwa.

Sedangkan berdasarkan jumlah keluarga miskin dan orang miskin, jumlah keluarga miskin tahun 2010 sebanyak 41.480 KK, menurun menjadi 38.056 KK pada tahun 2014, sementara jumlah orang miskin pada tahun 2010 sebanyak 129.614 jiwa, menurun menjadi 113.965 jiwa pada tahun 2014.

Gambar III.38 Perkembangan Jumlah Keluarga Miskin dan Orang Miskin Kabupaten Bantul Tahun 2010 -2014

15,37 15,02 14,27 13,48

12,41

2010 2011 2012 2013 2014

Persentase Penduduk Miskin

41.480 40.321 40.551 39.424 38.058

129.614 127.479 126.980 122.021

113.965

2010 2011 2012 2013 2014

Keluarga Miskin (KK) Orang Miskin (Jiwa)

[73]

Di lihat dari sebarannya, persentase penduduk miskin di kawasan perkotaan lebih rendah dibandingkan dengan persentase penduduk miskin di kawasan pedesaan.

Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi penduduk miskin masih berada di wilayah perdesaan. Hal ini bisa dipahami karena penduduk perdesaan memiliki akses layanan publik yang lebih rendah, seperti rendahnya tingkat pendidikan dan mayoritas penduduk yang bekerja di sektor pertanian di mana nilai produk pertanian telah semakin menurun. Karenanya, penduduk perdesaan memiliki pendapatan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan penduduk perkotaan

Sumber : TN2PK, 2015

Gambar III.39 Persentase Jiwa Miskin Kabupaten Bantul Tahun 2014

Program kegiatan penanganan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dari tahun ke tahun telah menunjukan hasil yang cukup baik, hal ini tercermin dari semakin berkurangnya jumlah jiwa miskin. Sejak tahun 2013, telah dikembangkan program dalam penanganan kemiskinan yaitu One Village One Product (OVOP) atau satu wilayah menghasilkan satu macam produk kerajinan andalan. Dari berkembangnya potensi wilayah tersebut, masyarakat dapat mengoptimalkan hasil kerajinannya selain sebagai ciri khas produk dari wilayahnya, hasil kerajinan ini juga dapat meningkatkan kesejahteraannya serta mengentaskan kemiskinan. Program OVOP ini di Bantul dinamakan Produk Andalan Setempat (PAS).

Dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul, angka kemiskinan tertinggi ada pada kecamatan Banguntapan, Kasihan, Sewon dan Imogiri. Berdasarkan data dari TNP2K, kecamatan yang mempunyai angka kemiskinan tertinggi yaitu kecamatan Sedayu, Pundong dan Dlingo. Adanya perbedaan ini dikarenakan perbedaan indikator yang berbeda dalam penentuan kriteria miskin.

11,6011,0212,72 14,09

11,62 17,29

12,85 17,08

11,17 9,55

12,03 17,66

13,0713,53 11,96

10,90 8,42

[74]

Permasalahan :

1. Masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensinya untuk meningkatkan pendapatan dan mengatasi masalah kemiskinannya.

2. Kualitas dan kuantitas sarana prasarana produksi usaha ekonomi masyarakat miskin yang kurang memadai.

Solusi :

1. Meningkatkan program pemberdayaan masyarakat melalui program-program yang bertujuan untuk mengembangkan potensi yang berbasis wilayah dan ekonomi lokal.

2. Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan memanfaatkan potensi lokal.

3. Pembangunan infrastruktur untuk mendorong akses terhadap layanan publik dan pasar yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan pedesaan.

Dengan cara ini, upaya menjawab tingginya persentase penduduk miskin di kawasan pedesaan bisa di lakukan dengan lebih efektif dengan manfaat berupa peningkatan pendapatan masyarakat

Guna mengatasi kemiskinan di Kabupaten Bantul, terus diupayakan kebijakan yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat, membangun perilaku, serta pengorganisasian masyarakat sebagai berikut :

Gambar III.40 Aktivitas Masyarakat

[75]

a. Penggalakan berbagai program dan kegiatan dalam rangka penurunan kemiskinan di Kabupaten Bantul.

b. Meningkatkan kinerja lembaga TKPKD (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah) sampai ditingkat kecamatan, desa dan pedukuhan, program pemberdayaan masyarakat, pengurangan beban KK Miskin, penguatan kelembagaan, serta validasi data keluarga miskin.

c. Mendorong pertumbuhan ekonomi pada kelompok masyarakat yang berpendapatan rendah dan menyerap banyak tenaga kerja.

Capaian kinerja di atas merupakan hasil dari program yang dilakukan terkait meningkatnya kesejahteraan masyarakat miskin. Pada tahun 2014, program yang dilaksanakan untuk sasaran strategis ini terdiri dari :

1. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 2. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

3. Program Pengembangan Perumahan

4. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan

5. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

6. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

7. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

8. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah

9. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 10. Program Penyiapan Tenaga Pedamping Kelompok Bina Keluarga 11. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa 12. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

13. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 14. Program Peningkatan Peran Perempuan Di Perdesaan

15. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 16. Program Perencanaan Sosial dan Budaya

11. Sasaran Meningkatnya Kesiapsiagaan Masyarakat