• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DINAS PENDIDIKIAN

3.2 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja

3.2.1 Sasaran Meningkatnya Kualitas dan Aksesibilitas

Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan merupakan sasaran strategis dengan arah kebijakan tersedianya layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau untuk semua jenis, jalur dan jenjang pendidikan serta pembebasan biaya sampai jenjang SMA untuk negeri dan memberikan subsidi untuk sekolah swasta. Memperluas akses bagi anak usia 7 – 18 tahun untuk mendapatkan pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah, baik melalui pembangunan RKB maupun rehab ruangan yang tak layak pakai untuk pembangunan USB. Untuk melihat tingkat ketercapaian sasaran strategis ini dilihat melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut:

Tabel 3.3

Rencana dan Realisasi Capaian Sasaran

Meningkatnya Kualitas dan Aksesibilitas Pendidikan

NO INDIKATOR CAPAIAN TAHUN 2016 2017 TARGET AKHIR RPJMD (2018) CAPAIAN s.d 2017 TERHADAP 2018 TARGET REALISASI REALISASI

(%)

1 Angka Rata-rata lama

sekolah 10,55 Thn 10,96Thn 10,78 Thn 98,36% 11 Thn 98%

LAKIP Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tahun 2017 28 3 APM SMP/Mts/ Paket B 112,4 93,18 79,42 85,23% 93,68 84,78% 4 APM SMA/MA/SMK/Paket C 90,17 - - - 75,28 -

Berdasarkan data di atas dapat dijelaskan bahwa:

1. Indikator Kinerja Utama Angka Rata-rata Lama Sekolah, adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang dijalankan.

Angka Rata-rata Lama Sekolah akan menjadi salah satu komponen pembentuk indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) yaitu pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. Namun untuk mengetahui capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) ini merupakan kewenangan dari Badan Pusat Statistik Kota Bekasi.

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) tahun 2017 masih sama dengan capaian tahun 2016 mengingat sampai laporan ini dibuat capaian RLS dari BPS belum kami terima. Capaian RLS tahun 2016/2017 sebesar 10,78 masih dibawah target yang ditetapkan yaitu sebesar 10,96, masih ada kesenjangan sebesar 0,18 point. Pencapaian tersebut berarti rata-rata lama sekolah penduduk Kota Bekasi sampai dengan SMA kelas 2. Dengan harapan apabila data

LAKIP Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tahun 2017

29

capaian RLS tshun 2017 telah diteriam dari BPS mudah-mudahan bisa lebih tinggi dari capaian tahun 2016. Ada banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan angka rata-rata sekolah bagi penduduk Kota Bekasi, antara lain dengan menggulirkan sekolah bebas biaya dengan mengalokasikan dana BOSDA untuk seluruh siswa SD/MI dan SMP/MTs baik negeri maupun swasta sebagai pendamping dana BOS yang bersumber dari dana APBN, dengan harapan semua penduduk usia 7-12 tahun dapat bersekolah dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menekan angka putus sekolah baik di tingkat SD /MI maupun SMP/MTs. Disamping dana BOSDA, juga dialokasikan dana Bantuan Siswa Miskin bagi penduduk tidak mampu yang tidak diterima di sekolah negeri dan terpaksa bersekolah di sekolah swasta. Kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan angka rata-rata lama sekolah di Kota Bekasi salah satunya adalah banyaknya warga diluar Kota Bekasi yang bersekolah di Kota Bekasi serta banyak pendatang dari luar Kota Bekasi yang mencari nafkah di Kota Bekasi dan tidak memiliki KTP Bekasi serta bertempat tinggal yang tidak tetap/ berpindah-pindah.

2. Indikator Kinerja Utama Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI, jika dibandingkan dengan target kinerja yang ditetapkan, pada tahun 2017 Indikator Kinerja ini telah berhasil mencapai

LAKIP Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tahun 2017

30

target, bahkan melebihi dari target yang ditetapkan. Dari target yang ditetapkan sebesar 100 berhasil terealisasi sebesar 104.54 dengan persentase capaian kinerja sebesar 104.54%. Jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun mencapai 237.720, sedangkan jumlah siswa usia 7-12 tahun mencapai 248.368.

Peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI dapat dicapai jika terjadi peningkatan persentase jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun yang mendapatkan pelayanan pendidikan jenjang SD/MI. Pada tahun 2017 jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun sebanyak 237.720 orang, sedangkan jumlah siswa usia 7-12 tahun yang bersekolah di jenjang SD/MI sebanyak 248.368siswa.

Dibandingkan dengan capaian APM SD/MI tahun 2016 sebesar 106,63%, terdapat penurunan sebesar 2,09%. Penurunan ini disebabkan antara lain oleh adanya penurunan jumlah penduduk usia 7-12 tahun, sementara jumlah siswa usia tersebut meningkat.

3. Indikator Kinerja Utama Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B, Capaian APM SMP/MTs tahun 2017 sebesar 79,42 % lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 93,18 %. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya penambahan jumlah penduduk usia 13-15 tahun yang cukup signifikan, sehingga berpengaruh terhadap capaian angka partisipasi murni siswa

LAKIP Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tahun 2017

31

SMP/MTs. Penambahan jumlah penduduk tersebut dapat terjadi akibat dari arus urbanisasi masyarakat dari luar kota bekasi masuk ke Kota Bekasi. Karena apabila dilihat dari daya tampung di sekolah baik sekolah negeri maupun swasta tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Juga apabila dilihat dari keberadaan lembaga pendidikan tidak terlalu banyak perubahan.

Beberapa intervensi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam meningkatkan APM SMP/MTs/Paket B, antara lain melalui pemberian bantuan siswa miskin (BSM-SMP), bantuan operasional sekolah (BOS) kepada sekolah SMP negeri dan swasta, rehabilitasi ruang kelas rusak sebanyak sekolah, penambahan ruang kelas baru SMP, dan penyelenggaraan Paket B setara SMP serta Bantuan Operasional Layanan Pendidikan Dasar SMP Negeri Terbuka.

4. Indikator Kinerja Utama APM SMA/MA/SMK/Paket C. Pada tahun 2017 kewenangan atas pendidikan menengah dialihkan ketingkat pemerintah provinsi Jawa Barat, karena itu capaian indikator kinerja Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2017 belum dapat diketahui.

3.2.2 Sasaran Meningkatnya Perluasan dan Pemerataan Akses

Dokumen terkait