AKUNTABILITAS KINERJA
B. Evaluasi dan Analisa Capaian Kinerja
1. Sasaran 1 : Meningkatnya kualitas SDM Aparatur
Dalam rangka pencapaian sasaran strategis yang pertama yakni Meningkatnya kualitas SDM Aparatur, maka kinerja ini diukur dari 8 (delapan) indikator kinerja, yaitu:
1.1. Persentase Pemenuhan Kebutuhan ASN di SKPD
Pemenuhan Kebutuhan ASN di SKPD dimulai dari tahapan Perencanaan dengan penetapan formasi sampai pelaksanaan rekrutmen dan pengisian formasi yang kosong. Setiap instansi menyampaikan peta kebutuhan pegawai ASN melalui aplikasi e-Formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan untuk Kota Pariaman Kebutuhan Formasi Tahun 2016 sebanyak 987 (sembilan ratus delapan puluh tujuh) formasi.
Disamping diisi dengan penerimaan CPNS dan atau dari Pegawai Pindahan. Pada tahun 2015 dan 2016 kebijakan formasi nasional adalah dilakukannya penataan kebutuhan ASN sehingga tidak ada tambahan formasi, namun demikian kebijakan tambahan formasi masih berlaku untuk ikatan dinas.
35
Dari total formasi yang dibutuhkan, mengingat tidak ada rekrutmen Pegawai maka formasi yang terisi sebanyak 2 (dua) formasi dari penerimaan CPNS dengan Ikatan Dinas dan 1 (satu) orang dari selisih jumlah Pegawai Pindahan. Dan Pemenuhan kebutuhan ASN di SKPD sebanyak 3 (tiga) orang, persentase capaiannya adalah sebesar 0,3 % sehingga persentase capaian dari target yang ditetapkan pada tahun 2016 sebesar 5,06 %.
1.2. Persentase ASN yang menduduki jabatan Eselon II, III dan IV yang sudah mengikuti diklat Kepemimpinan
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Pejabat Struktural berguna untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Pemberian Diklat Kepemimpinan untuk Tahun 2016 dilakukan dengan cara pengiriman ke lembaga – lembaga penyelenggara.
Pemberian Diklat Kepemimpinan untuk Pejabat Struktural Tahun 2016 direncanakan sebagai berikut :
- Pengiriman Peserta Diklat Pim untuk Eselon II sebanyak 2 (dua) Orang
- Pengiriman Peserta Diklat Pim untuk Eselon III sebanyak 6 (Enam) Orang
Karena Pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman melalui pengiriman ke lembaga – lembaga penyelenggara, dan pada tahun 2016 penyelenggaraan untuk diklat Pim II tidak ada, maka pejabat yang dapat diberikan diklat Kepemimpinan untuk Tahun 2016 hanya 1 (satu) orang pejabat eselon III dan 1 (satu) orang pejabat eselon IV dengan persentase capaian sebesar : - Untuk Eselon II yang telah mengikuti Diklat PIM sampai dengan
tahun 2016 dari target yang ditetapkan sebesar 44.70 % , realisasi 0%
- Untuk Eselon III yang telah mengikuti Diklat PIM sampai dengan tahun 2016 dari target yang ditetapkan sebesar 22 %, realisasi hanya
36
17,20 % yakni dari 93 total eselon III baru 16 orang yang telah ikut.
37
- Dan untuk Eselon IV yang telah mengikuti Diklat PIM sampai dengan Tahun 2016 dari target yang ditetapkan sebesar 11 %, realisasi 15,78 %.
1.3. Persentase ASN yang mendapat hukuman disiplin
Pemahaman terhadap berbagai peraturan perundang-undangan terkait dengan disiplin perlu diupayakan dalam rangka penegakan integritas bagi seluruh SDM Aparatur di Daerah. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi dan pembinaan terutama penegakan disiplin dan integritas SDM Aparatur bagi ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.
Tentang implikasi pemberlakuan UU ASN terhadap reformasi birokrasi yang tengah dijalankan oleh pemerintah yang bertujuan untuk menuju Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan berintegritas berdasarkan UU Nomor Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Penegakan Disiplin dan Integritas Dalam Perspektif UU ASN ini terdapat merit sistem terkait reward and Punishment. Seperti halnya ASN yang melakukan pelanggaran disiplin diberikan punishment sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Untuk Tahun 2016 hukuman disiplin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pariaman terhadap Pelanggaran yang dilakukan oleh ASN sebanyak 36 (tiga puluh enam) Surat Keputusan Penjatuhan Hukuman disiplin dengan jenis hukuman teguran lisan.
Dan untuk jumlah ASN Per Januari 2016 sebanyak 3.268 orang, ditetapkan target maksimal hukuman disiplin yang diberikan pada ASN sebanyak 2 % dari jumlah ASN. Realisasi dari target yang ditetapkan sebanyak 1.10 %.
38
1.4. Persentase ASN yang memperoleh Izin dan Tugas Belajar Jenjang Diploma
Pengembangan sumberdaya manusia pada dasarnya bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan pegawai sehingga memenuhi kualifikasi yang diprasyaratkan suatu organiasi. Dengan adanya pengembangan sumberdaya manusia diharapkan dapat merubah sikap / prilaku, pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat memberi kontribusi pada peningkatan produktivitas, efektifitas dan efisiensi organisasi. Jika merujuk pada Undang – undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, secara jelas undang – undang ini mengatur tentang pengembangan kompetensi pegawai melalui pendidikan dan pelatihan. Untuk Pemerintah Kota Pariaman pengembangan kompetensi pegawai dapat melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Peningkatan jenjang Pendidikan dan ini diberikan berupa izin belajar dan atau pemberian tugas belajar.
Tahun 2016 persentase ASN yang diberi pengembangan kompetensi melalui izin dan tugas belajar ditargetkan sebesar 4,5 % dan relaisasi dari target sebesar 4.24 % yaitu sebanyak 51 (lima puluh satu) orang dari jumlah ASN Kota Pariaman yang memiliki pendidikan Diploma III ke bawah sebanyak 1.202.
1.5. Persentase ASN yang memperoleh Izin dan Tugas Belajar jenjang S.2
Dan persentase ASN yang diberi pengembangan kompetensi melalui izin dan tugas belajar S.2 ditargetkan sebesar 0,77 % dan relaisasi dari target sebesar 0,94 % yaitu sebanyak 18 (delapan belas) orang dari jumlah ASN Kota Pariaman yang memiliki pendidikan Sarjana (S.1) sebanyak 1925.
39
1.6. Persentase ASN yang memperoleh Penghargaan Satya Lencana
PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, dan prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya dapat diberikan penghargaan hal ini dituangkan dalam Undang – undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Dan salah satu bentuk penghargaan dapat berupa tanda kehormatan. Dalam undang – undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan dijelaskan bahwa “ tanda kehormatan adalah peghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yag luar biasa terhadap bangsa dan negara” dan Satya lancana Salah satu bentuk tanda kerhormatan. Satya lancana yang diberikan kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, Unang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara terus menerus paling singkat 10 (sepuluh) tahun, 20 (dua puluh) tahun, atau 30 (tiga puluh) tahun disebut Satyalancana Karya Satya.
Untuk tahun 2016 ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman yang memenuhi syarat untuk diusulkan memperoleh penghargaan Satya Lencana Karya Satya ditargetkan sebanyak 10 % dan realisasi dari target sebanyak 12 % atau sebanyak 405 (empat ratus lima) orang dan Surat Keputusan dari Presiden beserta Lencana telah diserahkan ke daerah.
2. Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi