• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

SASARAN4 : MENINGKATNYA PREVELENSIPESERTA KB AKTIV

Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam paradigma baru program Keluarga Berencana (KB) ini, misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Keluarga adalah salah satu diantara kelima matra kependudukan yang sangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang berkualitas. Ada 6 misi dalam mewujudkan Program KB, yaitu: 1) memberdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas, 2) menggalang kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan, kemandirian, dan ketahanan keluarga, 3) meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, 4) meningkatkan promosi, perlindungan dan upaya mewujudkan hak-hak reproduksi, 5) meningkatkan upaya pemberdayaan wanita untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui program KB, dan 6) mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai dengan lanjut usia.

Sasaran peningkatan Prevelensi Peserta KB aktivDinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatandiukur melalui 5

Laporan Kinerja (LKj) 2019

53 (lima)indikator sasaran, yaitu :1). Angka Kelahiran remaja (perempuan usia 19 tahun) per 1.000 perempuan usia 19 tahun (ASFR 15-19), 2). Angka Pemakaian Kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah 15-49, 3).Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmet need), 4).Persentase penggunaan kontrasepsi jangka panjang (MKJP), 5).Rasio Akseptor KB.

Pencapaian indikator kinerja Sasaran peningkatan Prevelensi Peserta KB aktiv dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 25. Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 4. Peningkatan Prevelensi Peserta KB aktiv

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Tahun 2019 Target Realisasi %

4 Meningkatnya prevalensi peserta KB aktif di Provinsi Sulawesi Selatan

Angka kelahiran remaja (perempuan usia 15–19) per 1.000 perempuan usia 15–19 tahun (ASFR 15–19)

22 31 70.96

Angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15 - 49

66.54 70.28 105.62

Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmet need)

13.97 13.30 105.04

Persentase Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

24.29 % 23.60 97.16

Rasio Akseptor KB 66.54% 52.97 79.61

Berdasarkan hasil pengukuran indikator Sasaran 4. Meningkatnya Prevelensi Peserta KB aktiv,dapat disimpulkan bahwa sasaran kinerja 4. Telah mencapai target Karena dari 5 indikator kinerja ada 4 Indikator Kinerja yang bernilai sangat tinggi dengan nilai ≥ 91 %, dan 1 Indikator Kinerja dengan nilai 76 ≤ 90 %.

Indikator Kinerja 1. Angka Kelahiran Remaja (Perempuan Usia 15-19) Per-1.000 Perempuan usia 15-19 tahun (ASFR 15-19)

Angka Kelahiran Remaja (Perempuan Usia 15-19) per-1000 perempuan Usia 15-19 Tahun (ASFR 15-19)banyak dipengaruhi oleh

Laporan Kinerja (LKj) 2019

54 Masih adanya perempuan usia 15-19 tahun yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) dan melahirkan merupakan dampak dari adanya perilaku seksual berisiko dalam status pernikahan ataupun di luar pernikahan, sebagian besar remaja perempuan muda belum menikah yang mengalami KTD akan memilih untuk : (1) Menikah, (2) Kabur dari Rumah dan (3) Aborsi.

ASFR di negara lain terutama negara maju lebih rendah dibanding Indonesia, karena remajanya diperbolehkan mengakses alat kontrasepsi, macam kondom, sehingga kelahiran bisa ditekan. Di Indonesia, kebijakan seperti ini ditentang karena dinilai bertentangan dengan moral dan karakter bangsa.

Karena tidak ada kebijakan akses kontrasepsi kepada remaja, penanganannya lebih fokus pada upaya pencegahan.Memperluas informasi, edukasi dan konseling kepada remaja di sekolah, perguruan tinggi maupun komunitas. Kemudian mengajak remaja untuk tidak putus sekolah, berprestasi, berpendidikan tinggi minimal S1, bekerja, baru memutuskan untuk berkeluarga dan memiliki anak di usia yang ideal.

Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan berusaha menggandeng semua stakeholder yang terlibat untuk dapat menekan angka ASFR di Sulawesi Selatan, walaupun sampai saat ini angka yang ditunjukkan masih pada angka 31 %.

Berikut ini adalah tabel realisasi capaian Angka Kelahiran Remaja (Perempuan Usia 15-19) per-1000 perempuan Usia 15-19 Tahun (ASFR 15-19) KelahiranDinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019.

Laporan Kinerja (LKj) 2019

55 Tabel 26. Realisasi Capaian Angka Kelahiran Remaja (Perempuan Usia 15-19)

per-1000 perempuan Usia 15-19 Tahun (ASFR 15-19)

N

o Sasaran Indikator Target

Target Akhir Renstra (%) Realisasi 2019 Realisasi (%) (%) Akhir Renstra 4. Meningkatnya prevelensi peserta KB aktiv di Provinsi Sulawesi Selatan Angka Capaian Angka Kelahiran Remaja (Perempuan Usia 15-19) Per-1000 perempuan usia 15-19 Tahun (ASFR 15-19) 22 14 31 70.96 45.16

Realisasi capaian Angka Kelahiran Remaja (Perempuan Usia 15-19) per-1000 perempuan Usia 15-19 Tahun (ASFR 15-15-19) Kelahiran Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019sebesar31 % dari target yang ditetapkan sebesar 22 % sehingga Realisasi Kinerja menjadi sebesar 70.96 %. Sedangkan jika dibandingkan dengan target akhir renstra Tahun 2023 yang menargetkan sebesar 14 %, realisasi capaian Penerbitan Akta Kelahiran Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatantelah mencapai 45.16 %.

Indikator 2.Angka Pemakaian Kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-49

Angka pemakaian kontrasepsi yang lazim disebut Contraceptive Prevalence Rate (CPR) adalah persentase perempuan usia reproduktif

(usia 15-46) yang menggunakan (atau yang pasangannya

menggunakan) suatu metode kontrasepsi pada suatu waktu tertentu. CPR hampir selalu dilaporkan untuk wanita kawin atau wanita yang memiliki pasangan seksual.CPR dapat digunakan untuk mengukur pemakaian semua metode kontrasepsi, baik yang tradisional maupun modern, atau untuk mengukur pemakaian metode kontrasepsi modern saja.

Laporan Kinerja (LKj) 2019

56 Berikut ini adalah tabel realisasi capaian Angka pemakaian kontrasepsi Contraceptive Prevalence Rate (CPR) bagi perempuan menikah usiausia 15-46Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019.

Tabel 27. Realisasi Capaian Angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-46

N

o Sasaran Indikator Target

Target Akhir Renstra (%) Realisasi 2019 Realisasi (%) (%) Akhir Renstra 4. Meningkatnya prevelensi peserta KB aktiv di Provinsi Sulawesi Selatan Angka Pemakaian Kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-49 66.54 67.34 70.28 105.62 105.62

Realisasi capaian realisasi capaian Angka pemakaian kontrasepsi Contraceptive Prevalence Rate (CPR) bagi perempuan menikah usia usia 15-46Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 sebesar70.28 % dari target yang ditetapkan sebesar 66.54 % sehingga Realisasi Kinerja menjadi sebesar 105.62 %. Sedangkan jika berdasarkan target akhir renstra tahun 2023 sebesar 100 %, maka realisasi capaian realisasi capaian Angka pemakaian kontrasepsi Contraceptive Prevalence Rate (CPR) bagi perempuan menikah usia usia 15-46 Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 telah mencapai 105.62 %.

Indikator 3. Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet need)

Pemerintah telah mensosialisasikan program KB pada masyarakat, namun kenyataannya masih banyak Pasangan Usia Subur (PUS) atau yang belum menggunakan kontrasepsi padahal mereka

Laporan Kinerja (LKj) 2019

57 masih memerlukan kontrasepsi tersebut yang disebut dengan unmet need KB.

unmet need KB merupakan suatu kebutuhan akan alat kontrasepsi yang tidak terpenuhi. PUS dikatakan unmet need KB jika yang tidak menginginkan anak, menginginkan anak dengan jarak 2 tahun atau lebih tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. Kelompok unmet need KB merupakan sasaran yang perlu menjadi perhatian dalam pelayanan program KB.

Apabila unmet need KB tidak segera ditangani, maka angka ini akan semakin tinggi. Wanita usia reproduksi yang tidak menggunakan KB berpeluang besar untuk hamil dan mengalami komplikasi dalam masa kehamilan, persalinan dan nifas seperti aborsi karena unwanted pregnancy, jarak terlalu dekat, melahirkan terlalu banyak maupun komplikasi penyakit selama kehamilan, penyulit saat persalinan dan komplikasi masa nifas.

Berikut ini adalah tabel realisasi capaian Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet Need)Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019.

Tabel 28.Realisasi Capaian Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet Need).

N

o Sasaran Indikator Target

Target Akhir Renstra (%) Realisasi Bertambah/ (Berkurang) (%) Realisasi (%) (%) Akhir Renst ra 2018 2019 4. Meningkatnya prevelensi peserta KB aktiv di Provinsi Sulawesi Selatan Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet Need) 13.97 13.29 14.19 13.30 (0.89) 95.20 100

Laporan Kinerja (LKj) 2019

58 Realisasi capaian Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet Need) Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 sebesar13.30 % dari target yang ditetapkan sebesar 13.97 %. Jika dibandingkan dengan Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet Need) di tahun 2018 sebesar 14.19, mengalami Pengurangan sebesar 0.89 %.Sedangkan jika berdasarkan target akhir renstra tahun 2023 sebesar 13.29 %, maka realisasi capaian cakupan Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet Need) Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 telah mencapai 100%.

Indikator 4.Persentase Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

Pencapaian persentase prevalensi penggunaan

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Sulawesi Selatan masih

sulit mencapai target karena alat kontrasepsi yang digunakan masih

sangat di dominasi suntik dan pil,penggunaan

Metode Kontrasepsi JangkaPanjang (MKJP) seperti IUD, implant serta

metode operasi wanita dan metode operasi pria masih dianggap terlalu beresiko bagi kesehatan yang mengakibatkan efek jangka panjang.

Berikut ini adalah realisasi capaian persentase prevalensi

penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dapat di lihat

Laporan Kinerja (LKj) 2019

59 Tabel 29.Realisasi Capaian persentase prevalensi penggunaan

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

N

o Sasaran Indikator Target

Target Akhir Renstra (%) Realisasi Bertambah/ (Berkurang) (%) Realisasi (%) (%) Akhir Renst ra 2018 2019 4. Meningkatnya prevelensi peserta KB aktiv di Provinsi Sulawesi Selatan Persentase Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 24.29 28.71 21.34 23.60 2.26 97.16 82.20

Realisasi capaian realisasi capaian persentase prevalensi

penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Dinas

Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 sebesar23.60 % dari target yang ditetapkan sebesar 24.29 %, sehingga realisasi Kinerja menjadi 97.16 %. Jika dibandingkan dengan realisasi capaian persentase prevalensi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka

Panjang (MKJP) di tahun 2018 sebesar 21.34, mengalami Penambahan

sebesar 2.26 %.Sedangkan jika berdasarkan target akhir renstra tahun 2023 sebesar 28.71 %, maka realisasi capaian cakupan Perekaman KTP-el Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 telah mencapai 82.20%.

Indikator 5.Rasio Akseptor KB

Menekan laju pertumbuhan penduduk salah satu caranya adalah melalui program KB. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dicanangkan untuk mengetahui tingkat Partisipasi Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap KB. Besarnya angka partisipasi KB (akseptor) menunjukkan adanya pengendalian jumlah penduduk. Rasio akseptor KB adalah jumlah akseptor KB dalam periode 1 (satu) tahun per 1000 pasangan usia subur pada tahun yang sama.Besarnya angka

Laporan Kinerja (LKj) 2019

60 partisipasi KB (akseptor) menunjukkan adanya pengendalian jumlah penduduk.

Berikut ini adalah realisasi capaian Rasio akseptor KBDinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatandapat di lihat pada tabel berikut :

Tabel 30. Realisasi Capaian Rasio akseptor KBT Tahun 2019

N

o Sasaran Indikator Target

Target Akhir Renstra (%) Realisasi 2019 Realisasi (%) (%) Akhir Renstra 4. Meningkatnya prevelensi

peserta KB aktiv di Provinsi Sulawesi Selatan

Rasio Akseptor KB 66.54 67.34 52.97 79.60 78.66

Realisasi capaian Rasio akseptor KBDinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 sebesar52.97 % dari target yang ditetapkan sebesar 66.54 %, sehingga realisasi Kinerja menjadi 79.60 %.Sedangkan jika berdasarkan target akhir renstra tahun 2023 sebesar 67.34 %, maka realisasi capaian cakupan Perekaman KTP-el Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 telah mencapai 78.66%.

Langkah yang telah dilakukan dalam upaya meningkatkan prevelensi peserta KB aktiv di Provinsi Sulawesi Selatanoleh Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatanterangkum dalam program dan kegiatan sebagai berikut :

Laporan Kinerja (LKj) 2019

61

4. Program Peningkatan Keluarga Berencana (KB)

4.1. Rapat Koordinasi Monitoring dan evaluasi pelaksanaan

pengelolaan pelayanan KB di Prov.Sul-Sel

4.2. Pertemuan Stakeholder dalam upaya peningkatan

program KB

4.3. Penyusunan Model KIE Keluarga Berencana berbasis

kearifan Lokal

Dokumen terkait