AKUNTABILITAS KINERJA
SASARAN STRATEGIS A.3
TARGE T REALISAS I CAPAIAN
A.3.1. Indeks RB Kota Bontang Skor B B 100% A.3.2. Jumlah Perangkat Daerah
pelayanan publik yang telah berpredikat ZI menuju WBK/WBBM
PD 2 0 0%
Nilai Sasaran Strategis 50%
Penjelasan capaian masing-masing indikator kinerja sasaran strategis A.3. tersebut adalah sebagai berikut:
A.3.1. Indeks RB Kota Bontang
Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya untuk melakukan penataan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efesien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan profesional. Formula perhitungan indikator kinerja sasaran adalah hasil evaluasi penilaian mandiri reformasi pelaksanaan reformasi birokrasi (PMPRB) online Kementerian PANRB sebanyak 3 (tiga) tahapan untuk periode tahun berjalan. PMPRB merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan secara mandiri (self assessement) oleh pemerintah daerah yang bersangkutan.
SASARAN STRATEGIS A.3.
Meningkatnya efektivitas pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah Kota Bontang
47 Berdasarkan hasil PMPRB online tahap ketiga atau dalam proses penilaian Kementerian PANRB diketahui indeks RB Kota Bontang tahap ketiga tahun penilaian 2020 memperoleh skor berkategori Baik (B) atau telah mencapai target kinerja yang diperjanjikan.
Tabel 3.22
Capaian Indikator Kinerja A.3.1 Tahun 2020 Terhadap Target Tahun Terakhir Renstra Tahun 2016-2021
NO. INDIKATOR KINERJA REALISASI
TAHUN 2018 TARGET AKHIR RENSTRA CAPAIAN 1 2 3 4 5 = (3/4)
1. Indeks RB Kota Bontang B B 100%
Tabel 3.23
Capaian Indikator Kinerja A.3.1 Tahun 2020 Terhadap Target Tahun Terakhir Renstra Tahun 2016-2021
NO. INDIKATOR KINERJA REALISASI
KENAIKAN/ PENURUNAN
2019 2020
1 2 3 4 5 = (4 -3)/3
1. Indeks RB Kota Bontang B B -
Tabel 3.24
Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja A.3.1 Tahun 2020 Terhadap Target Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Nasional
NO. INDIKATOR KINERJA
REALISAS I KOTA BONTANG TARGET PEMERINTAH PROVINSI KALTIM TARGET NASIONAL 1 2 3 4 5
1. Indeks RB Kota Bontang B - B
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran antara lain:
1. Komitmen Walikota Bontang melaksanakan reformasi birokrasi sebagai upaya mewujudkan smart governance pada pemerintah Kota Bontang. 2. Pemerintah Kota Bontang telah menetapkan kebijakan penanganan
gratifikasi, penanganan pengaduan masyarakat dan wishtle blowing
system.
3. Kegiatan pemantauan atas implementasi reformasi birokrasi telah dilaksanakan secara berkala.
Target kinerja telah tercapai, pencapaian RB tahun 2020 sebesar 66,41% mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar 64,72%. Kendala atau permasalahan yang dihadapi antara lain adalah:
48 1. Pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan masih berfokus pada pemenuhan dokumen sebagai hasil dari pelaksanaan kegiatan di masing-masing kelompok kerja (pokja) yang telah dibentuk. Belum disusun rencana aksi pelaksanaan reformasi birokrasi yang menggambarkan dan memuat sasaran perubahan yang akan diwujudkan, ukuran keberhasilan dan target yang jelas serta terukur.
2. Internalisasi terkait penerapan reformasi birokrasi Pemerintah Kota Bontang belum efektif dan merata kepada seluruh pegawai agar memahami pentingnya penerapan reformasi birokrasi.
3. Belum seluruh unit pelayanan publik menerapkan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi secara terintegrasi untuk mempercepat proses pelayanan dan meminimalisir kontak antara petugas dan pengguna layanan.
4. Masih ditemukan beberapa produk hukum daerah yang belum harmonis/sinkron dan sesuai kebutuhan stakeholder, sehingga perlu dilakukan pemetaan dan identifikasi terhadap produk hukum daerah secara menyuluruh.
5. Pembangunan zona integritas pada tahun 2019 belum dapat mewujudkan unit kerja yang memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Upaya pemecahan masalah adalah menyusun dan melaksanakan rencana aksi 8 (delapan) area perubahan reformasi birokrasi yang memuat antara lain:
1. Melakukan reviu atas road map Reformasi Birokrasi Kota Bontang untuk memperjelas arah dan sasaran yang akan diwujudkan dan ukuran keberhasilan dan targetnya.
2. Secara berjenjang menginternalisasi rencana aksi reformasi birokrasi dan hasil perubahan yang akan diwujudkan di Kota Bontang kepada seluruh pegawai di seluruh Perangkat Daerah agar memahami arah perubahan tersebut dan dilibatkan dalam proses perubahan tatakelola di lingkungan Kota Bontang.
3. Melakukan koordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik untuk pengembangan e-government di lingkungan internal dalam rangka mendukung proses birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat belum dilaksanakan secara optimal.
4. Melakukan pemetaan, identifikasi dan pengendalian penyusunan produk hukum daerah secara berkala untuk mewujudkan harmonisasi produk hukum yang efektif, sehingga mengurangi produk hukum daerah yang tidak harmonis.
5. Meningkatkan pelaksanaan pembangunan zona integritas melalui berbagai inovasi terkait penerapan manajemen internal, system pengawasan dan system integritas di tingkat unit kerja.
A.3.2. Jumlah Perangkat Daerah pelayanan publik yang telah berpredikat ZI menuju WBK/WBBM
Pencapaian indikator kinerja sasaran tersebut mempunyai arti penting karena akan meningkatkan kredibilitas pemerintah daerah Kota Bontang dan meningkatkan kepercayaan masyarakat Kota Bontang bahwa
49 penyelenggaraan pemerintah daerah Kota Bontang telah mengalami transformasi ke arah yang lebih baik, telah berorientasi pada pelayanan publik yang cerdas dan praktik KKN dapat dieliminasi sedikit mungkin.
Sesuai Surat Keputusan Walikota Bontang Nomor 228 Tahun 2017 tentang Penetapan Road Map Reformasi Birokrasi di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang Tahun 2017 – 2021, Pemerintah Kota Bontang telah menetapkan 2 (dua) Perangkat Daerah yang akan dicanangkan menjadi Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wlayah Birokrasi bersih dan Melayani (WBBM), yakni:
1. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
2. Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP)
Hasil penilaian kembali ZI menuju WBK/WBBM terhadap Perangkat Daerah pelayanan publik langsung kepada masyarakat termasuk DPMPTSP diketahui bahwa Perangkat Daerah tersebut belum mencapai nilai minimal 75 sehingga tidak dapat memenuhi persyaratan ditetapkan menjadi ZI menuju WBK/WBBM atau capaian 0%.
Hasil penilaian ke-2 Perangkat Daerah yang dicanangkan menjadi ZI menuju WBK/WBBM adalah sebagai berikut:
1. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mencapai nilai 43,70.
2. Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) mencapai nilai 69,72.
Tabel 3.25
Capaian Indikator Kinerja A.3.2 Tahun 2020 Terhadap Target Tahun Terakhir
Renstra Tahun 2016-2021
NO. INDIKATOR KINERJA REALISASI
TAHUN 2020 TARGET AKHIR RENSTRA CAPAIAN 1 2 3 4 5 = (3/4)
1. Jumlah Perangkat Daerah pelayanan publik yang telah berpredikat ZI menuju WBK/WBBM
0 2 PD 0%
Tabel 3.26
Capaian Indikator Kinerja A.3.2 Tahun 2020 Terhadap Target Tahun Terakhir Renstra Tahun 2016-2021
Indikator kinerja sasaran ini untuk mengukur kinerja Inspektorat Daerah dalam rangka mendorong penerapan sistem integritas Perangkat Daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik
50
NO. INDIKATOR KINERJA REALISASI
TAHUN 2020 TARGET AKHIR RENSTRA CAPAIAN 1 2 3 4 5 = (3/4)
1. Jumlah Perangkat Daerah pelayanan publik yang telah berpredikat ZI menuju WBK/WBBM
0 2 PD 0
Tabel 3.27
Capaian Indikator Kinerja A.3.2 Tahun 2020 Terhadap Target Tahun Terakhir Renstra Tahun 2016-2021
NO. INDIKATOR KINERJA REALISASI
KENAIKAN/ PENURUNAN
2019 2020
1 2 3 4 5 = (4 -3)/3
1. Jumlah Perangkat Daerah pelayanan publik yang telah berpredikat ZI menuju WBK/WBBM
0 0 -
Tabel 3.28
Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja A.3.2 Tahun 2020 Terhadap Target Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Nasional
NO. INDIKATOR KINERJA
REALISASI KOTA BONTANG TARGET PEMERINTAH PROVINSI KALTIM TARGET NASIONAL 1 2 3 4 5 1. Jumlah Perangkat Daerah pelayanan publik yang telah berpredikat ZI menuju WBK/WBBM
0 Ada Ada
Kendala atau permasalahan yang dihadapi adalah rencana kerja pembangunan ZI menuju WBK/WBBM oleh Perangkat Daerah terkait belum ditindaklanjuti dengan perincian antara lain:
1. Kepala Perangkat Daerah terkait belum menetapkan agen perubahan dan menjadi role model pembangunan ZI menuju WBK/WBBM.
2. Kepala Perangkat Daerah terkait belum melakukan analisa kebutuhan diklat (training need analysis) untuk pengembangan kompetensi pegawai yang mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai.
3. Kepala Perangkat Daerah belum menerapkan kebijakan terkait pengendalian gratifikasi, penanganan pengaduan masyarakat, dan
wishtle blowing system serta penanganan benturan kepentingan.
4. Standar pelayanan publik belum sepenuhnya diterapkan Perangkat Daerah terkait.
5. Rekomendasi hasil pemeriksaan APIP dan pemeriksa eksternal belum seluruhnya ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah terkait.
51 Upaya pemecahan masalah adalah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana kerja pembangunan ZI menuju WBK/WBBM oleh Perangkat Daerah terkait secara berkala.
Pencapaian sasaran strategis A.4 diukur 1 (satu) indikator kinerja sebagai berikut: Tabel 3.29
Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis A.4
NO. INDIKATOR KINERJA SAT.
TAHUN 2020 STATU