Penyelesaian Perkara
SASARAN STRATEGIS 6
Terlaksananya registrasi berkas perkara dan
didistribusikan ke majelis
Keberhasilan sasaran strategis ini diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja yaitu Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis. Sasaran indikator kinerja dan realisasinya disajikan sebagai berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013
Pengadilan Agama Selayar
58
Indikator Kinerja Utama
Satuan 2012 2013
Sasaran Realisasi Persen Sasaran Realisasi Persen Persentase berkas
yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
Persen 100 100 100 95 100 105.26
Pendaftaran sampai penyelesaian perkara pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Agama selayar.
1. Pendaftaran perkara.
a) Penggugat/pemohon datang ke pengadilan agama dengan membawa surat gugatan atau permohonan.
b) Penggugat/pemohon mengahadap pada Meja I dan menunjukkan surat gugatan/permohonan
c) Petugas Meja memberikan penjelasan yang dianggap perlu berkenaan dengan perkara yang diajukan dan menaksir panjar biaya perkara yang kemudian ditulis dalam Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM). Besarnya panjar biaya perkara diperkirakan harus telah mencukupi untuk menyelesaikan perkara tersebut, sesuai dengan pasal 145 (4) RBg, Pasal 89 dan 90 Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang Undang Nomor 50 Tahun 2009.
Catatan :
Bagi yang tidak mampu dapat berperkara secara prodeo (cuma-cuma). Ketidakmampuan tersebut dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan dari lurah atau kepala desa setempat dan diketahui oleh camat.
d) Petugas Meja I mengembalikan berkas kepada penggugat/pemohon untuk diterruskan kepada Pemegang Kas.
e) Penggugat/pemohon membayar panjar biaya perkara sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam SKUM ke Bank.
f) Pemegang Kas menerima dari penggugat/pemohon bukti setor panjar biaya perkara ke Bank dan membukukannya dalam buku jurnal keuangan perkara.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013
Pengadilan Agama Selayar
59 h) Nomor urut perkara adalah nomor urut pada buku jurnal keuangan perkara. i) Pemegang Kas menyerahkan berkas perkara penggugat/pemohon untuk
didaftaarkan pada petugas Meja II.
j) .Petugas Meja II mendaftar perkara dalam buku regfister induk gugatan/permohonan sesuai dengan nomor perkara yang tercantum dalam SKUM.
k) Petugas Meja II menyerahkan satu rangkap surat gugatan/permohonan yang telah terdaftar dilampiri dengan SKUM lembar pertama (warna putih) kepada penggugat/pemohon.
l) Dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 3 hari kerja setelah proses registrasi, petugas Meja II menyampaikan berkas perkara kepada wakila panitera dilengkapi dengan formulir Penunjukan Majelis Hakim (PMH) untuk diteruskan kepada ketua pengadilan agama melalui panitera.
m) Ketua pengadilan agama selambat-lambatnya dalam waktu 3 hari kerja menetapkan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara.
n) Panitera pengadilan agama kemudian menunjuk panitera pengganti untuk membantu majelis hakim dalam menangani perkara.
o) Perkara yang telah ditetapkan majelis hakimnya segera diserahkan kepada ketua majelis hakim yang ditunjuk dilampiri dengan formulir penetapan hari sidang (PHS).
2. Persiapan Persidangan.
a) Setelah menerima berkas perkara, ketua majelis hakim dalam waktu selambat-lambatnya 7 hari kerja menetapkan hari sidang.
b) Dalam menetapkan hari sidang, katua majelis hakim harus memerhatikan jauh/dekatnya tempat tinggal para pihak yang berperkara dari tempat persidangan.
c) Berdasarkan perintah ketua majelis yang dituangkan dalam penetapan hari sidang, juru sita/juru sita pengganti menyampaikan surat panggilan sidang kepada para pihak di tempat tinggal masing-masing.
d) Apabila pihak yang berperkara tidak ditemukan di tempat tinggalnya, maka surat panggilan disampaikan kepada lurah/kepala desa untuk diteruskan kepada yang bersangkutan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013
Pengadilan Agama Selayar
60 e) Tenggang waktu antara hari pemanggilan para pihak yang berperkara dan
hari persidangan sekurang-kurangnya tiga hari kerja.
f) Apabila termpat kediaman tergugat/termohon tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang jelas di Indonesia, maka panggilan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu:
1) Perkara di bidang perkawinan, panggilan dilaksanakan melalui media massa sebanyak dua kali dengan tenggang waktu antara panggilan pertama dan panggilan kedua selama satu bulan dan tenggang waktu antara panggilan kedua (terakhir) dan persidangan sekurang-kurangnya tiga bulan;
2) Perkara yang berkenaan dengan harta kekayaan, panggilan dilaksanakan melalui bupati/walikota setempat dan surat panggilan ditempelkan pada papan pengumuman pengadilan agama;
3) Dalam hal yang dipanggil telah meninggal dunia, maka panggilan disampaikan kepada ahli warisnya. Apabila ahli warisnya tidak diketahui tempat tiggalnya, maka panggilan dilaksanakan melalui kepala desa/lurah;
4) Terhadap tergugat/termohon yang berada di luar negeri, surat panggilan dikirimkan kepadanya melalui Departemen Luar Negeri c.q. Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri dengan tembusan kepada Kedutaan Besar Indonesia di negara yang bersangkutan. Tenggang waktu antara pemanggilan dan hari persidangan sekurang-kurangnya enam bulan terhitung sejak surat panggilan dikirim.
Berikut adalah data statistik perkara yang diterima dan diputus selama tahun 2012 - 2013.
Perkara diterima tahun 2012 - 2013
No Bulan 2012 2013 1 Januari 21 14 2 Februari 16 16 3 Maret 13 10 4 April 6 21 5 Mei 13 19 6 Juni 11 10 7 Juli 16 6
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013
Pengadilan Agama Selayar
61 8 Agustus 5 13 9 September 22 38 10 Oktober 8 13 11 Nopember 19 12 12 Desember 2 6 Jumlah 152 178 Grafik
Komposisi Perkara diterima Tahun 2013 Pengadilan Agama Selayar
Perkara yang diterima oleh Pengadilan Agama Selayar adalah sebanyak Seluruh proses administrasi perkara dalam penerimaan perkara telah diselesaikan secara baik sesuai dengan Pola Bindalmin dan Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Selayar yaitu mulai dari menerima surat gugatan/permohonan membuat SKUM, memasukkan dalam buku jurnal dan induk keuangan perkara, memasukkan dalam buku register perkara. Dari keseluruhan perkara yang masuk tahun 2013 sebanyak 178 perkara telah diregistrasi dan didistribusikan ke masing masing majelis yang telah ditunjuk. Dari target 95 persen, realisasi capaian kinerja 100 persen. Dengan demikian untuk indikator telah mencapai 105.26 persen capaian kinerja 130 140 150 160 170 180 Tahun 2012 Tahun 2013