• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran Strategis Politeknik Negeri Samarinda 2015-2019

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA 2015-2019

5) Terwujudnya penyelenggaraan kerja sama kelembagaan

2.4 Sasaran Strategis Politeknik Negeri Samarinda 2015-2019

Untuk mewujudkan misi yang telah ditetapkan, misi tersebut perlu dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk tujuan. Tujuan ini kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk sasaran strategis. Sasaran strategis merupakan penjabaran dari misi dan tujuan, yang merupakan gambaran sesuatu yang akan dihasilkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Indikator sasaran strategis ini diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan kegiatan dan alokasi sumber daya Politeknik Negeri Samarinda dalam kegiatan atau operasional organisasi tiap-tiap tahun untuk kurun waktu lima tahun. Kriteria dari sasaran, meliputi: spesifik, terukur dan dapat dinilai, berorientasi pada hasil (result oriented), dan dapat dicapai pada kurun waktu tertentu. Sasaran stratgeis diusahakan untuk dapat dicapai dalam kurun waku tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan.

Untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapian tujuan dan sasaran strategis diperlukan Indikator Kinerja Utama. Indikator Kinerja Utama disertai dengan rencana tingkat capaian/targetnya per tahun selama kurun waktu lima tahun berupa hasil (outcomes). Indikator Kinerja Utama ini harus mendukung pencapaian tujuan. Dengan demikian, apabila seluruh Indikator Kinerja

30 Utama yang ditetapkan telah dicapai, diharapkan tujuan juga telah dapat dicapai.

Kelima tujuan yang akan diwujudkan pada tahun 2019 tersebut selanjutnya dirinci pada pencapaian sasaran strategis setiap tahunnya. Hal ini juga sekaligus merupakan kerangka acuan untuk penetapan Indikator Kinerja Utama sebagai ukuran keberhasilan pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Adapun tujuan, sasaran strategis, dan Indikaator Kinerja Utama serta target capaian per tahun selama lima tahun ke depan, diuraikan pada bagian berikut ini.

Tujuan 1 : 1) Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan vokasi yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan Polnes yang berdaya saing tinggi, dengan penetapan Sasaran Strategis (1):

a. Meningkatkan Kualitas Proses Belajar-Mengajar (PBM).

b. Meningkatan Kualitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan.

c. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sebagai pendukung utama dalam penyelenggaraan pendidikan vokasional.

d. Meningkatkan Kualitas Lulusan Polnes

e. Meningkatkan kategori nilai Akreditasi seluruh prodi dari BAN PT

Tujuan 2 : 2) Terwujudnya pemerataan akses pendidikan POLNES yang lebih luas, dengan penetapan Sasaran Strategis (2):

Meningkatkan pemerataan akses pendidikan Polnes

31 Tujuan 3 : 3) Terwujudnya sistem tata kelola yang sehat, transparan, dan akuntabel untuk menjamin terselenggaranya pelayanan prima, dengan penetapan Sasaran Strategis (3):

Meningkatkan sistem tata kelola yang sehat, transparan, berkualitas, dan akuntabel sebagai penjaminan penyelenggaraan pelayanan prima

Tujuan 4 : 4) Terwujudnya kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat, dengan penatapan Sasaran Strategis (4):

Meningkatkan kualitas Penelitian dan pengabdian pada Masyarakat Tenaga Pendidik di bidang vokasi Tujuan 5 : 5) Terwujudnya penyediaan layanan kerja sama

kelembagaan , dengan penetapan Sasaran Strategis (6):

Memperluas akses penyelenggaraan penyediaan layanan kerja sama kelembagaan

Tabel berikut ini mengenai uraian Tujuan dan Sasaran Strategis terkait dengan Indikator Kinerja Utama serta target capaian selama lima tahun (2015 – 2019).

32 Tabel 5: Tujuan dan Sasaran Strategis terkait dengan Indikator Kinerja Utama serta target capaian selama lima tahun (2015 – 2019).

No. Tujuan Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Utama Inggris struktural dan tenaga pendidik (dosen)

33 Tenaga Pendidikan dan Kependidikan mahasiswa di seluruh jurusan/prodi untuk mahasiswa di seluruh jurusan/prodi untuk mahasiswa D4

4 – 5 th 4 –5 th 4 – 5 th 4 – 5 th 4 – 5 th 4 – 5 th

34 Penguatan kompetensi

tenaga pendidik yang dilakukan oleh lembaga tersertifikasi nasional

25 25 25 25 25 25

Penguatan kompetensi tenaga kependidikan di bidang sistem informasi belajar yang representatif di seluruh program studi sebagai Pendukung utama dalam penelenggaraan dilakukan oleh Tenaga Pendidik di seluruh jurusan/prodi

200 unit 20 unit 20 unit 20 unit 20 unit 20 unit

35 Tersedianya peralatan

lab/bengkel kerja ber standar komptensi kerja industri di seluruh jurusan/prodi

4 prodi 4 prodi 4 prodi 4 prodi 4 prodi 3 prodi

Kualitas layanan perpustakaan melalui Sistem Perpustakaan On-Line di seluruh program studi

- - - 2 2 2

Tersedianya peralatan pendukung pada Unit Pelaksana Teknis

1 UPT 1 UPT 1 UPT I UPT 1 UPT 1 UPT

Meningkatkan kualitas

lulusan Polnes

Lulusan memperoleh pekerjaan pertama dengan waktu tunggu 6 – 12 bulan

50% 60% 70% 70% 70% 70%

Tersedianya Tempat Uji Kompetesi (TUK) sebagai penguatan lulusan mahasiswa

4 4 5 5 5 5

Sertifkat Kompetensi Mahasiswa sesuai dengan bidang keahliannya pada semester 6

0 210 210 210 210 210

36 Terselenggaranya sistem

pembelajaran Problem Base Learning (PBL)

Meningkatkan kategori nilai Akreditasi seluruh prodi dari BAN PT magang/praktik di dunia usaha-indsutri akses pendidikan Polnes yang lebih luas

37 Terbentuknya PS setara

S1 (Terapan) pada seluruh program studi di Polnes

8 PS 1 PS 1 PS 1 PS 1 PS 1 PS

Terbentuknya PS dengan jenjang S2 Terapan di dan akuntabel sebagai penjaminan

38 dan kualitas Penelitian dan

pengabdian pada

Penelitian Dosen Senior yang bersifat vokasi

20 jdl 20 jdl 30 jdl 40 jdl 50 jdl 60 jdl

Tenaga Pendidik mampu melakukan dan menyusun hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat

3 jdl 25 jdl 35 jdl 45 jdl 55 jdl 65 jdl

Terpublikasinya hasil-hasil penelitian Tenaga Pendidik pada jurnal terakreditasi nasional

Terpublikasinya hasil-hasil penelitian Tenaga Pendidik pada jurnal internasional

- 2 3 4 5 6

Pengakuan karya intelektual dosen (HAKI) menyusun hasil kegiatan

pengabdian pada

masyarakat baik melalui dana hibah maupun non-hibah

- 2 2 2 2 2

39

Terbentuknya jaringan kerja sama (networking) pada bidang pendidikan dan penelitian yang lebih luas dengan pemerintah daerah atau industri dalam negeri melalui MoU.

10 10 10 10 10 10

Terbentuknya jaringan kerja sama (networking) pada bidang Pendidikan dan Penelitian yang lebih luas dengan pemerintah daerah atau industri luar negeri melalui MoA.

- 1 2 2 2 2

Penelitian yang mendapatkan pendanaan dari pemerintah daerah atau industri baik dalam negeri maupun luar negeri melalui kerja sama

1 8 10 12 14 16

Tersedianya Data base informasi dan peluang kajian penelitian-penelitian yang bersifat vokasi

0 1 0 0 0 0

40 Tersedianya Iklan Layanan

tentang POLNES di media TV

0 0 1 1 1 1

Kegiatan PORSENI Politeknik Se Indonesia yang disponsori oleh pemerintah daerah atau industri

1 1 1 1 1 1

Event Pertandingan Olah Raga Mahasiswa Nasional yang disponsori pemerintah daerah/industri

1 1 1 1 1 1

Olympiade Bahasa Inggris yang diikuti oleh Mahasiswa dari seluruh prodi/jurusan

25 30 35 40 45 50

Penyelenggaraan Kegiatan Olahraga dan Seni tingkat Lokal yang mendapatkan sponsor dari

pemerintah/industri

1 1 1 1 1 1

Mahasiswa yang mengikuti Kompetisi Alat berat Politeknik Se Indonesia

3 4 5 6 7 8

Mahasiswa yang mengikuti Kompetisi PLC Politeknik Se Indonesia

3 4 5 6 7 8

41 Peningkatan kualitas

mahasiswa melalui

penyelenggaraan Kompetisi Robotic Tingkat Kalimantan Timur

1 1 1 1 1 1

Mahasiswa mengikuti Kompetisi Robotic Politeknik Se- Indonesia

9 10 10 12 12 14

Peningkatan kualitas mutu pendidikan melalaui penyelenggaraan kegiatan pameran pendidikan tingkat Lokal wilayah Prov. Kaltim

1 1 1 1 1 1

42 2.5 Kebijakan, Strategi, dan Kegiatan untuk Mencapai Tujuan

Berikut ini uraian mengenai kebijakan, strategi, dan kegiatan untuk mencapai tujuan:

1. Terwujudnya kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan Polnes yang berdaya saing tinggi;

2. Terwujudnya Peningkatan pemerataan akses pendidikan POLNES yang lebih luas;

3. Terwujudnya sistem tata kelola yang sehat, transparans, dan akuntabel untuk menjamin terselenggaranya pelayanan prima;

4. Terwujudnya kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; dan 5. Terwujudnya penyediaan layanan kerja sama kelembagaan.

Tabel 3. Kebijakan, Strategi, dan Kegiatan yang Diusulkan untuk Mencapai Tujuan

Arah Kebijakan Strategi

Kegiatan yang diusulkan dilaksanakan per target tahun (2015 – 2019)

1. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan Polnes yang berdaya saing tinggi

1. Peningkatan sarana dan prasarana PBM sebagai bentuk kualitas layanan pendidikan

2. Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan

3. Peningkatan kapasitas institusi Polnes 4. Peningkatan sistem jaminan mutu

5. Peningkatan kualitas mahasiswa melalui program kreativitas mahasiswa

6. Peningkatan kualitas mahasiswa melalui kegiatan mahasiswa berprestasi unggul

1. Workshop Pembuatan Modul Ajar

2. Pembuatan bahan pengajaran/modul ajar yang bersifat vokasi

3. Pelatihan Multimedia Pengajaran bersifat vokasi

4. Kajian Studi Pengembangan Kurikulum Bersama Asosiasi dan Industri

5. Pengadaan Alat Laboratorium dan Bengkel Pendukung Pembelajaran

6. Pemeliharaan sarana dan prasarana Lab/Bengkel dan Perkantoran

7. Pengadaan peralatan penunjang Sistem Perpustakaan

43

Arah Kebijakan Strategi

Kegiatan yang diusulkan dilaksanakan per target tahun (2015 – 2019)

dalam minat dan bakat

7. Peningkatan kualitas mahasiswa melalui kegiatan mahasiswa berprestasi unggul dalam bidang Akademik

8. Pengembangan Mutu Pendidikan Politeknik

9. Pengembangan Sistem Pangkalan Data

On-line pada program studi

8. Peningkatan kompetensi pustakawan bidang sistem informasi perpustakaan On-line

9. Menambah buku-buku terbaru di perpustakaan prodi 10. Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana

laboratorium bahasa

11. Dosen Ikut Program Pengembangan SDM Swadana 12. Pengembangan Staf non-gelar

13. Kreativitas Mahasiswa di bidang Agama/MTQ 14. Mengikuti kompetesi Las Nasional

15. Mengikuti kompetisi Alat Berat Politeknik se-Indonesia 16. Mengikuti kompetisi PLC Nasional

17. Mengikuti kompetisi Robotic Nasional

18. Mengikuti Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Indonesia

19. Mengikuti perlombaan Robotic tingkat Perguruan Tinggi se-Kalimantan Timur

20. Mengadakan kegiatan PORSENI Politeknik Negeri Samarinda

21. Olimpiade Bahasa Inggris Politeknik Negeri Samarinda 22. Soft Skill Pelatihan Pengembangan Karakter Mahasiswa 23. Pengembangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 24. Mahasiswa Penerima Beasiswa PPA/BBM

25. Pengadaan Politechnic Education Development Projectt 26. Pengembangan & Implementasi Sistem Informasi 27. Pengembangan & Pembentukan TUK (Tempat Uji

Kompetensi)

28. Kajian Studi Pengembangan Tempat Uji Kompetensi &

Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi

29. Kajian Studi Pembentukan Sistem Advokasi Mahasiswa

& Trasier Study

30. Akreditasi jurusan dan institusi

31. Pelatihan Computer Aided Three Dimensional Interactive Application (CATIA)

44

Arah Kebijakan Strategi

Kegiatan yang diusulkan dilaksanakan per target tahun (2015 – 2019)

32. Pelatihan kewirausahaan bagi Mahasiswa 33. Pelatihan Dasar Kepemimpinan bagi Mahasiswa 34. Bimbingan/Pelatihan Test TOEFL

35. Test TOEFL

36. Pelatihan Sertifkasi Profesi (BNSP)

37. Pelatihan Instruktur Sertifikasi Internasional Dosen 38. Pelatihan Instruktur Sertifikasi Internasional Teknisi &

Staf

39. Sertifikasi Kompetensi BNSP 40. Workshop Kurikulum D-III dan D-IV 41. Workshop Panduan Penulisan Tugas Akhir

42. Sertifikasi Keahlian Bid. Keteknikan bagi Mahasiswa 43. Sertifikasi Keahlian Bid. Ketataniagaan bagi Mahasiswa 44. Sertifikat Internasional Microsoft Office atau yang setara

untuk penggunaan Teknologi Informasi bagi Mahasiswa 45. Studi Banding Jurusan/Prodi/Dosen ke dalam negeri

dan/atau ke luar negeri

46. Seminar Nasional dan Internasional Bidang Keilmuan 47. Pelatihan bahasa Inggris bagi struktural dan tenaga

pendidik (dosen)

48. Work-shop peningkatan kompetensi bagi tenaga kependidikan dalam bidang sistem informasi

2. Peningkatan pemerataan akses pendidikan POLNES yang lebih luas

1. Peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru diploma

2. Peningkatan kualitas layanan informasi penerimaan mahasiswa baru

3. Peningkatan dan Pengembangan PS baru dan Strata Pendidikan lebih lanjut

1. Promosi dan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2. Pengadaan Buku Panduan Ujian Masuk UMPTN 3. Seleksi Mahasiswa Baru

4. Pembuatan Profil Polnes berbasis Multimedia 5. Penerbitan POLINEWS

6. Pelaksanaan Tracer Study

7. Pembukaan PS Baru sesuai dengan kebutuhan Industri 8. Kajian Akademis untuk pembukaan S1 Sain Terapan 9. Kajian Akademis untuk pembukaan S2 Magister Sain

Terapan 3. Peningkatan sistem tata kelola yang 1. Peningkatan kualitas pengendalian

internal

1. Pemberian layanan administrasi akademik/jurusan 2. Penambahan Kapasitas Jaringan Internet

45

Arah Kebijakan Strategi

Kegiatan yang diusulkan dilaksanakan per target tahun (2015 – 2019)

sehat, transparan, dan akuntabel untuk menjamin terselenggaranya pelayanan prima

2. Peningkatan kualitas layanan administrasi pendidikan

3. Pemutahiran Sistem Jaringan Internet 4. Peningkatan layanan perpustakaan 5. Peningkatan layanan organisasi

kemahasiswaan

6. Peningkatan sistem perencanaan terpadu (terintegrasi)

3. Perawatan dan Perbaikan gedung-gedung perkuliahan atau perkantoran

4. Pembangunan fisik gedung perkuliahan atau perkantoran

5. Pemeliharaan buku-buku perpustakaan 6. Pelatihan Otomasi Perpustakaan (GLISH) 7. Pembaharuan Sistem Perpustakaan Polnes 8. Sertifikasi Pengadaan Barang & Jasa 9. Revisi Statuta dan OTK Polnes 10. Penyusunan SOP

11. Penyusunan pelaporan (LAKIP)

12. Monitoring dan Evaluasi melalui Rapat Kerja

13. Pelatihan Penguatan Tenaga Kependidikan UPT/Pusat 14. Pelatihan peningkatan Kuallifikasi Staf Administrasi 15. Pelatihan Penatausahaan & Kearsipan

16. Pelatihan Manajemen Kemahasiswaan 17. Studi Banding Perpustakaan

18. Studi Banding Sistem Perencanaan Berbasis BLU 19. Pengadaan Laptop

20. Pembinaan Kemahasiswaan melalui bantuan pembinaan kegiatan kemahasiswaan

21. Pelatihan Pemutakhiran sistem perencanaan terpadu 22. Perancangan sistem perencanaan terpadu yang lebih

berkualitas

23. Studi Banding Sistem Informasi Akademik 4. Peningkatan kualitas penelitian dan

pengabdian kepada masyarakat

1. Peningkatan kemampuan SDM dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

2. Peningkatan sarana publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

1. Penelitian terapan dosen muda 4. Penelitian terapan dosen senior 5. Pengabdian Masyarakat dosen

6. Penerbitan hasil-hasil penelitian ke jurnal ilmiah non-akreditasi nasional

7. Penerbitan hasil-hasil penelitian ke jurnal ilmiah akreditasi nasional

8. Penerbitan hasil-hasil penelitian ke jurnal ilmiah internasional

46

Arah Kebijakan Strategi

Kegiatan yang diusulkan dilaksanakan per target tahun (2015 – 2019)

9. Pengusulan hasil-hasil Karya Dosen (HAKI)

10. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tenaga pendidik

5. Peningkatan penyediaan layanan kerja sama kelembagaan

1. Peningkatan Penyelenggaraan Prodi Diluar Domilisi (PDD) Rintisan Akademi Komunitas dengan Pemda Kota Bontang 2. Peningkatan Penyelenggaraan Prodi

Diluar Domilisi (PDD) Rintisan Akademi Komunitas dengan Pemda Kab. Paser 3. Peningkatan Layanan Pendidikan dan

Penelitian melalui kerja sama dengan Pemda atau industri dalam negeri

4. Peningkatan Layanan Pendidikan dan Penelitian melalui kerja sama dengan Pemda atau industri luar negeri

1. Pelatihan keteknikan untuk PDD AK-Bontang 2. Sertifikasi bidang keahlian untuk PDD AK-Bontang 3. Pelatihan Keteknikan untuk PDD AK-Paser

4. Magang Industri PS Perawatan dan Perbaikan Mesin PDD AK-Paser

5. Sertfikasi bidang keteknikan untuk PDD AK-Paser 6. Perjanjian kerja sama dengan pemda atau industri

dalam negeri melalui Mou dalam bidang pendidikan dan Penelitian

7. Perjanjian kerja sama dengan pemda atau industri luar negeri melalui MoA dalam bidang pendidikan dan Penelitian

8. Polnes Job Fair (pameran)

9. Konsorsium Triple Helic (Industri, Akademik, Pemerintah)

19. Penguatan Kerjasama Luar Negeri (Komunitas ASEAN) 20. Workshop SEA EDU NET 2.0

21. Seminar Nasional dan Internasional dalam bidang Pendidikan dan Penelitian.

22. Pertukaran Mahasiswa antar-negara

47

47

BAB III

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

DALAM PENYELENGGARAN PENDIDIKAN VOKASI

3.1 Arah Kebijakan Pengembangan Politeknik Negeri Samarinda

Pemaknaan Visi Politeknik Negeri Samarinda 2015-2019 sebagaimana dijelaskan yakni bertumpu pada arah pengembangan pendidikan tinggi vokasi yang akan terwujud apabila didahului oleh kemampuan menjadi penyelenggara pendidikan vokasi yang unggul berkarakteristik profesional di bidang Rekayasa dan Tata Niaga. Termasuk juga membangun kerja sama serta diharapakan Politeknik Negeri Samairnda bukan hanya sebagai penyelenggara pendidikan saja namun dapat juga sebagai penyelenggara training magement system baik pada skala daerah maupun skala nasional.

Politeknik Negeri Samarinda dalam pelaksanaan sebagai penyelenggara pendidikan vokasi yaitu melalui tataran penguasaan pengetahuan mulai dari transfer pengetahuan (Transfer of knowledge) hingga aplikasi pengetahuan (Applied of knowledge) baik jenjang diploma 3 maupun jenjang Sarjana/S1 Terapan. Hal ini, sebagai satu-kesatuan konsep visi, misi, dan tujuan Politeknik Negeri Samarinda selama lima tahun ke depan sebagai penyelenggara pendidikan tinggi vokasi yang tetap pada jalur penerapan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi. Oleh karena itu, keberadaan Politeknik Negeri Samarinda diharapkan mampu membantu percepatan pembangunan daerah Kalimantan Timur.

48

Di sisi lain, Politeknik Negeri Samarinda diharapkan dapat juga berkontribusi untuk kemajuan industri di Kalimantan Timur khususnya, agar memiliki kemandirian teknologi (Rekayasa) dan bisnis (Tata Niaga) terkait dalam pergaulan nasional bahkan tidak menutupkemungkiann hingga ke internasional.

Dengan demikian, keberadaan Politeknik Negeri Samarinda tentunya dapat dimaknai konstribusinya dalam memungsikan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi, utamanya ke sistem yang ada di industri, sebagai bentuk implementasi teoretis ke dalam bentuk simulasi pembelajaran praktik (practical-based learning). Untuk penyelenggaran proses pembelajaran yang dimaksud tersebut

tentunya dilakukan secara bertahap. Sehingga, nantinya proses pembelajaran yang dilakukan dapat menuju realisasi proses produksi baik production-based education maupun industry-based education. Artinya, Politeknik Negeri

Samarinda, dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi akan mengarah pada terwujudnya integrasi antara pendidikan dengan dunia industri sebagai bentuk implementasi industry based education. Pada prinsinya nanti, Politeknik Negeri Samarinda sebagai penyelenggara pendidikan vokasi, bahwa seluruh pembelajaran yang diterapkan kepada mahasiswa selain menerapkan teori ke dalam bentuk praktik/terapan namum, mahasiswa dalam pembelajaran pun dapat membuat atau menghasilkan sesuatu dari apa yang dipelajarinya dalam bentuk barang hasil olahan/produksi.

Pada prinsipnya, seluruh proses pengembangan pendidikan tinggi vokasi yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Samarinda tetap mendasarkan diri pada landasan filosofis Pancasila dan UUD 1945 dengan paradigma pendidikan yang berlaku universal, yaitu: (1) pemberdayaan manusia seutuhnya; (2) pembelajaran sepanjang hayat berpusat pada peserta didik; (3) pendidikan untuk

49

semua; dan (4) pendidikan untuk perkembangan, pengembangan, dan/atau pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, lulusan Politeknik Negeri Samarinda memiliki karakter, keahlian vokasi yang unggul pada bidang rekayasa dan tata niaga terutama pada tingkat nasional dan tidak menutupkemungkinan pada skala internasional.

Arah kebijakan pengembangan Politeknik Negeri Samarinda sebagai pendidikan tinggi vokasi didasarkan pada kajian-kajian ilmiah multidisiplin ilmu pengetahuan. Di samping itu, keberhasilan Politeknik Negeri Samarinda sebagai penyelenggara pendidikan tinggi vokasi yang unggul tentunya juga harus mampu membangun kerja sama antar-perguruan tinggi, lembaga pemerintahan maupun industri. Selanjutnya, untuk mewujudkan kerja sama tersebut dapat dilalui dengan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan research-based education, production-based cooperation dan learning by working-based cooperation baik di

daerah maupun nasional bahkan internasional. Khusus program research-based education, artinya dosen dan mahasiswa melakukan kerja sama penelitian

secara kelembagaan, baik lembaga pemerintah maupun dunia industri.

Sedangkan, Implementasi program production-based cooperation, berarti Politeknik Negeri Samarinda sebagai lembaga pendidikan tinggi harus terlibat kerja sama dalam proses produksi khususnya pada industri mitra. Selanjutnya, melalui learning by working-based cooperation berarti mahasiswa melakukan magang/bekerja penuh waktu untuk masa tertentu guna mendorong pengalaman aplikasi pengetahuan.

Di samping hal di atas, Politeknik Negeri Samarinda harus pula mampu merancang dan menyusun kurikulum yang berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) secara dinamis dengan mengantisipasi

50

berbagai pola/model pembelajaran yang melibatkan lembaga pemerintah dan industri baik dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, secara priodik perlu pula memperbaharui kurikulum tersebut sesuai dengan perkembangan dunia industri khususnya. Hal ini dilakukan, agar Politeknik Negeri Samarinda dalam menghasilkan lulusan akan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi pasar global.

Untuk mendukung Politeknik Negeri Samarinda dalam penyelenggaraan kerja sama pendidikan perlu manajemen dan organisasi dan tata kelola yang sehat, dinamis dan fleksibel, serta tranparans. Sebagai lembaga pendidikan, maka manajemen perguruan tinggi harus mampu mengembangkan, baik strategi, struktur, sistem maupun SDM sesuai dengan kebutuhan nyata para stakeholders terutama dengan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, terkait

dengan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ingin mewujudk pembangunan SDM yang berdaya saing tinggi. Di sisi lain, sebagai bentuk pengembangan kualitas pendidikan, Polnes telah melakukan peningkatan level pendidikan, bukan hanya menyelenggarakan program Diploma 3 saja, tetapi telah pula menyelenggarakan program Sarjana Terapan (S1) dengan beberapa program studi, di antaranya: Rekayasa Jalan dan Jembatan, Teknik Listrik, Teknologi Kimia Industri, Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, Manajemen Pemasaran, Akuntansi Manajerial, Keuangan dan Perbankan, dan Teknik Informatika Multimedia. Politeknik Negeri Samarinda pun pada tahun 2015 ini telah melakukan kajian akademis untuk penyelenggaraan program Magister Terapan (S2), yang juga sudah mendapat respon positif dari Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi untuk dapat dilaksanakan pada tahun 2015.

51

Berikut ini gambar arah kebijakan pengembangan Politeknik Negeri Samarinda sebagai penyelenggara Pendidikan Vokasi, sekaligus merupakan filosofi dan visi ke depan.

Sedang dijalankan Potensial Visi Ideal

Gambar 1. Arah Kebijakan Pengembangan Politeknik Negeri Samarinda Diploma 3

Pendidikan Tinggi Vokasi memfungsikan teknologi dalam sistem di industri

52

3.2 Strategi

Strategi pengembangan Politeknik Negeri Samarinda diarahkan dalam rumusan visi dan secara strategis dijalankannya praktical-based education melalui tahapan- teoretical-based learning dimulai tahun 1985. Praktical-based education adalah perwujudan memfungsikan praktik teknologi yang ada dalam sistem, baik di industri maupun lembaga non-industri melalui tahapan sebagai strategi pencapaiannya. Tahapan pengembangan Politeknik Negeri Samarinda sebagai sebagai bentuk starteginya adalah sebagai berikut:

1. Tahap I (1985-2014) merupakan Transisi pola pendidikan dari teoretical-based learning menjadi praktical-based education.

2. Tahap II (2015-2019) merupakan Implementasi praktical-based education.

3. Tahap III (mulai 2024) merupakan bentuk kegiatan pendidikan vokasi yang mengarah pada Industry Based Education.

Selanjutnya, sebagai upaya strategi yang akan dilakukan Politeknik Negeri Samarinda hingga terlaksananya ke tiga tahapan tersebut adalah:

1. Pembangunan komitmen manajemen dan seluruh civitas akademika serta sauan kerja yang berada di lingkungan Politeknik Negeri Samarinda dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan bersama.

2. Peningkatan kapasitas kelembagaan Politeknik Negeri Samarinda sebagai penguatan kualitas SDM yang dihasilkan/lulusan.

3. Peningkatan sarana dan prasarana sebagai penunjang keberhasilan pencapaian kualitas pendidikan vokasi bidang rekayasa dan tata niaga.

4. Pemberdayaan semua satuan kerja ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran untuk mendukung penguatan kualitas perencanaan dan penganggaran.

5. Peningkatan kualitas manajemen, sistem tata kelola institusi, sistem menajamen data dan informasi yang lebih efektif dan komunikatif serta pembudayaan layanan prima sebagai bentuk penguatan kemandirian Politeknik Negeri Samarinda, sehingga dapat mewujudkan keunggulan dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

53

6. Peningkatan etos kerja dan mendayagunakan SDM berpotensi untuk mempercepat pelaksanaan dan kualitas pencapaian program dan kegiatan.

7. Peningkatan kerja sama antar-perguruan tinggi, kelembagaan pemerintah, dan industri mulai tingkat daerah, nasional, dan internasional dalam rangka penguatan kualitas SDM Politeknik Negeri Samarinda.

8. Peningkatan kegiatan monitoring dan evaluasi serta pemantauan pelaksanaan program, anggaran dan kegiatan yang telah ditetapkan.

9. Penigkatan dan pengembangan kualitas SDM yang ditujukan pada keunggulan bidang rekayasa dan tata niaga secara multi-disiplin ilmu, mulai jenjang D-3, S1 Terapan, dan S2 Magister Terapan.

53

BAB IV PENUTUP

Hadirnya Dokumen Rencana Strategis Politeknik Negeri Samarinda 2015-2019 ini, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh jajaran Politeknik Negeri Samarinda dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kebijakan, program dan kegiatan secara sinergis serta berkesinambungan. Penyususnan Rencana Strategi yang berbasis pada harmonisasi Rencana Strategis Kemendiknas,

Hadirnya Dokumen Rencana Strategis Politeknik Negeri Samarinda 2015-2019 ini, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh jajaran Politeknik Negeri Samarinda dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kebijakan, program dan kegiatan secara sinergis serta berkesinambungan. Penyususnan Rencana Strategi yang berbasis pada harmonisasi Rencana Strategis Kemendiknas,

Dokumen terkait