Bab II. PERENCANAAN KINERJA
2.2 Tujuan dan Sasaran Strategis
2.2.2 Sasaran Strategis
Sasaran adalah penjabaran secara terukur dari tujuan yaitu sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan secara nyata dalam jangka waktu tertentu yaitu bulanan, semesteran dan tahunan. Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan. Fokus utama penetapan sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan atau operasional organisasi.
Sasaran operasional tahunan merupakan pernyataan tentang hal-hal yang diharapkan oleh setiap unit organisasi dalam peranannya terhadap pencapaian visi
7
13 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
dan misi. Sasaran yang dirumuskan harus bersifat spesifik, terinci, dapat diukur, dan dapat dicapai.
Adapun target jangka menengah sasaran dan indikator sasaran Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2018 dirumuskan pada Tabel 2.1 sebagai berikut :
Tabel 2.1
Tujuan, sasaran dan Indikator Sasaran
Tujuan Sasaran
Uraian Indikator Sasaran
Mengoptimalkan
pengawasan yang sesuai dengan prosedur
Meningkatnya kualitas laporan keuangan Provinsi, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Laporan Kinerja SKPD
Opini terhadap Laporan Keuangan Pemprov Sumsel meningkat dari WDP menjadi WTP
Persentase Jumlah SKPD dengan status kinerja baik hingga 85%
Persentase peningkatan nilai Laporan Penyelengggaraan Pemerintahan Daerah hingga 84%
Persentase jumlah rekomendasi hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti, pada :
1. Badan Pemeriksa Keuangan hingga 90%
2. Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri hingga 98%
3. Inspektorat Jenderal Kementerian Teknis hingga 90%
4. Inspektorat Provinsi Sumsel hingga 98%
Terlaksananya SPIP pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel mulai Tahun 2014
Persentase Jumlah SKPD yang telah menerapkan SPIP hingga 100%
7
14 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n 2.3 Strategi dan Kebijakan
2.3.1 Strategi
Cara mencapai tujuan dan sasaran merupakan strategi instansi pemerintah untuk merealisasikan tujuan dan sasaran. Strategi merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya organisasi yang meliputi penetapan kebijakan, program dan kegiatan atau aktivitas dengan memperbaiki sumber daya organisasi serta keadaan lingkungan yang dihadapi.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan diperlukan strategi yang tepat dan komprehensif yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan (potensi) dan peluang yang ada, serta mengatasi kelemahan dan hambatan yang terjadi.
Dari analisa terhadap faktor-faktor tersebut, direncanakan untuk melaksanakan strategi sebagai berikut :
1. Melaksanakan diklat mandiri
2. Mengirim peserta diklat untuk mengikuti diklat sertifikasi ke Instansi Pembina Jabatan Fungsional.
3. Mengirim peserta diklat untuk mengikuti diklat teknis pengawasan.
4. Mengirim peserta diklat untuk mengikuti bimtek/seminar/workshop/lokakarya di bidang pengawasan
5. Melaksanakan pembinaan pengawasan ke SKPD provinsi dan pemerintah kab/kota
6. Menyusun rencana kebutuhan dan pemeiharaan barang unit secara akurat 7. Menganggarkan biaya penyusunan SOP Pengawasan Tahun 2015
8. Menganggarkan biaya operasional pengawasan sesuai dengan ketentuan
7
15 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
9. Melaksanakan unsur Sistem Pengendalian Intern pada setiap SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
10. Melaksanakan koordinasi antar sesama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah dan Aparat Pengawasan Eksternal secara intensif
11. Mengoptimalkan pemeriksaan reguler dan pemeriksaan untuk tujuan tertentu ke SKPD
2.3.2 Kebijakan
Sesuai dengan Misi Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2013-2018, yaitu membangun pemerintahan yang amanah (demokratis, berkeadilan, jujur dan bertanggungjawab, serta akuntabel), yang bertujuan meningkatkan pengawasan publik untuk menjamin akuntabilitas pelayanan, maka arah kebijakan pengawasan Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013 - 2018 ditetapkan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan diklat mandiri untuk Aparat Pengawas dan Pejabat Fungsional yang belum memiliki sertifikat jenjang jabatan fungsional.
2. Keikutsertaan diklat sertifikasi diprioritaskan kepada PNS yang belum memiliki sertifikat keahlian dan pejabat yang telah menduduki jabatan fungsional untuk peningkatan jenjang jabatan.
3. Peningkatan kesejahteraan serta pengadaan sarana dan prasarana diiringi dengan peningkatan disiplin PNS.
4. Mengembangkan sistem pengumpulan data dan pelayanan yang terintegrasi.
5. Melaksanakan evaluasi hasil penilaian mandiri terhadap unsur Sistem Pengendalian Intern pada setiap SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
7
16 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
6. Melaksanakan pengawasan secara efektif dan efisien serta sesuai dengan prosedur
7. Pengembangan organisasi dilaksanakan secara terus menerus dan bersifat antisipatif terhadap perubahan dan tuntutan masyarakat.
8. Pelaksanaan pemeriksaan diarahkan guna pencegahan dan menekan serendah mungkin adanya praktek-praktek KKN, serta penyelamatan kerugian keuangan Negara/Daerah.
9. Pengembangan sumber daya manusia diarahkan guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas teknis maupun administratif fungsional pengawasan.
10. Peningkatan kesejahteraan serta pengadaan sarana dan prasarana diiringi dengan peningkatan disiplin PNS.
11. Mengembangkan sistem pengumpulan data dan pelayanan yang terintegrasi.
2.4. Sasaran, Program dan Kegiatan
Sasaran, Program dan kegiatan strategis Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2018 dapat diuraikan pada Tabel 2.2 sebagai berikut:
7
17 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n Tabel 2.2
Sasaran, Program dan Kegiatan
Sasaran Program Kegiatan
Meningkatnya Kualitas Laporan Keuangan Provinsi, Laporan Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah dan Laporan Kinerja SKPD
Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH.
1. Penyusunan Usulan Anggaran berdasarkan Analisis Beban Kerja, Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana dan Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dan Pengawas di Lingkungan Itprov.
2. Audit Khusus/ Reviu Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pemprov Sumsel
3. Reviu Laporan Keuangan Pemprov Sumsel
4. Pemeriksaan khusus aset
5. Self Assesment terhadap APBD Pemprov. Sumsel
6. Pemeriksaan Bansos dan Hibah 7. Pelaksanaan Pengawasan Internal
Secara Berkala
8. Penanganan Kasus Pengaduan di Lingkungan Pemerintah Daerah 9. Audit Khusus Dalam Rangka Serah
Terima Jabatan Bupati/ Walikota 10. Evaluasi SPJ Perjalanan Dinas.
11. Pelaksanaan Pemeriksaan Dana Dekonsentrasi dan TP pada beberapa Kementerian Teknis 12. Pemeriksaan untuk tujuan tertentu 13. Pemeriksaan khusus dana
pendidikan
14. Pelaksanaan Probity Audit atas pengadaan barang dan jasa pada SKPD Provinsi.
15. Evaluasi Kinerja Dinas/Instansi di Lingkungan Pemerintah Prov.Sumsel 16. Pelaksanaan Pengendalian
Gratifikasi
17. Inventarisasi Temuan Pengawasan 18. Tindak Lanjut Hasil Temuan
Pengawasan
19. Evaluasi berkala Temuan Hasil Pengawasan
20. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
7
18 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
Program Reformasi Birokrasi dan Pencegahan Korupsi
1. Evaluasi PMPRB.
2. Pendampingan Pelaksanaan Program Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.
3. Evaluasi PPRG 4. Evaluasi RANHAM
5. Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik
6. Evaluasi Penerapan Reformasi Birokrasi
Terlaksananya SPIP pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel mulai Tahun 2014
Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan
Workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)
Meningkatnya koordinasi
dengan Aparat
Pengawasan Internal dan Eksternal
Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian
Pelaksanaan Kebijakan KDH
Koordinasi Pengawasan ke Kabupaten/Kota se Sumsel
Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Kormonev)
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam, ke luar Daerah dan Luar Negeri
2.5. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2014
Rencana Kinerja Tahun (RKT) Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014 merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2013-2018, yang memuat sasaran dan indikator sasaran yang akan dicapai pada Tahun 2014.
Adapun RKT Tahun 2014 dapat diuraikan pada Tabel 2.3 sebagai berikut:
7
19 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n Tabel 2.3
Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2014
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1. Meningkatnya kualitas Laporan Keuangan Provinsi, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Laporan Kinerja SKPD
Persentase SKPD dengan status Laporan Kinerja baik
65%
Persentase peningkatan nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
75%
Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti pada :
1. Badan Pemeriksa Keuangan 2. Inspektorat Jenderal
Kementerian Dalam Negeri 3. Inspektorat Jenderal
Kementerian Teknis 4. Inspektorat Provinsi
85%
90%
70%
90%
Opini terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meningkat dari WDP
7
20 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n 2.6. Penetapan Kinerja Tahun 2014
Setelah APBD Provinsi Sumsel Tahun 2014 disahkan dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah, maka Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan menyusun Dokumen Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2014, yang merupakan komitmen SKPD untuk mencapai indikator sasaran dan target yang telah ditetapkan pada Tahun 2014.
Adapun Dokumen PK Tahun 2014 dapat diuraikan pada Tabel 2.4 sebagai berikut:
Tabel 2.4
Penetapan Kinerja Tahun 2014
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR TARGET
(%) PROGRAM/KEGIATAN
Meningkatnya Kualitas Laporan Keuangan Provinsi, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Laporan Kinerja SKPD
Persentase SKPD dengan Status Laporan Kinerja Baik hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti pada :
1. Badan Pemeriksa Keuangan
2. Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri
3. Inspektorat Jenderal Kementerian Teknis 4. Inspektorat Provinsi
85%
Opini terhadap Laporan Keuangan Pemerintah
1. Audit Khusus/Review Laporan 3. Penanganan Kasus
Pengaduan di
7
21 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR TARGET
(%) PROGRAM/KEGIATAN
Terlaksananya SPIP pada SKPD di Lingkungan Pemprov. Sumsel
Persentase SKPD yang telah menerapkan SPIP
20% Program
Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH
Workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)
7
22 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Secara umum Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya melakukan pembinaan dan pengawasan pada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumatera Selatan dengan mengacu kepada Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Renstra Tahun 2013-2018 serta Rencana Kerja Tahun 2014. Pelaksanaan kegiatan Tahun 2014 sebagai implementasi dari pencapaian sasaran yang ditetapkan, digambarkan dalam bentuk pengukuran kinerja. Selanjutnya dilakukan analisa dan evaluasi terhadap capaian kinerja.
3.1 Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2014
Kegiatan pengukuran kinerja mencakup penetapan indikator kinerja dan penetapan pencapaian indikator kinerja yang digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan/program/kebijakan yang telah ditetapkan dalam perencanaan strategis.
Rincian pengukuran kinerja yang berisi indikator kinerja, target dan realisasi pencapaian target masing-masing sasaran dan kegiatan, disajikan dalam bentuk Formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Formulir Pengukuran Kinerja (PK).
Penetapan indikator kinerja kegiatan didasarkan pada kelompok masukan (inputs), keluaran (outputs) dan hasil (outcomes). Sedangkan satuan pengukuran masing-masing indikator ditetapkan dalam satuan seperti : unit, paket, kelompok, ton, ha, meter, persen, orang, rupiah, buah, hari dan sebagainya.
Pencapaian sasaran sesuai dengan visi, misi dan tujuan, dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan Tahun 2014 yang dituangkan dalam bentuk Formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT).
7
23 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
Untuk memudahkan interpretasi pencapaian kinerja ditetapkan klasifikasi dan kategori keberhasilan dalam bentuk prosentase dari sasaran maupun kegiatan.
Klasifikasi Nilai Pencapaian Kinerja Sasaran
90% - 100% Berhasil
75% - < 90% Cukup Berhasil
0%> - < 75% Kurang Berhasil
0% Tidak Dilaksanakan
Tabel 3.1
Klasifikasi Nilai dan Interpretasi Nilai Pencapaian Kinerja Sasaran
Interpretasi Nilai Pencapaian Kinerja Sasaran
Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi yang tertuang dalam Rencana Strategis Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2018, pada tahun 2014 Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan menetapkan 2 (dua) sasaran strategis dengan 1 (satu) program yang diimplementasikan dalam 8 (delapan) kegiatan sebagaimana tergambar dalam Rencana Kerja Inspektorat Provinsi Tahun 2014. Capaian kinerja (performance results) selama Tahun 2014 untuk 2 (dua) sasaran dapat dilihat pada Tabel 3.2:
7
24 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n Tabel 3.2
Persentase Capaian Kinerja SasaranStrategis
(1) (2) (3) (4) (5)
4. Inspektorat Provinsi 90.00 43.60 48.44
Persentase peningkatan nilai
Sasaran Strategis Target Realisasi Capaian Kinerja
setelah dikonversi
Adapun capaian indikator kinerja tersebut diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pencapaian kinerja Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014, untuk 2 (dua) sasaran dengan 8 (delapan) indikator kinerja, rata-rata memperoleh capaian kinerja 93,30% atau dengan interpretasi nilai pencapaian kinerja sasaran Berhasil.
7
25 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
2. Persentase SKPD dengan status Laporan Kinerja Baik Tahun 2014 ditargetkan 65% dan terealisasi sebesar 62,61%, pencapaian tersebut karena dari 37 SKPD yang dinilai/evaluasi terdapat sebanyak 23 SKPD yang memperoleh kriteria nilai B (Baik) sampai dengan kriteria A (Sangat Baik) atau sebesar 62,61%.
Untuk mencapai indikator kinerja tersebut kegiatan yang dilaksanakan adalah evaluasi terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) SKPD di Lingkungan Pemerintah Proivinsi Sumatera Selatan. Evaluasi kinerja tersebut dilakukan untuk melihat dan menilai kinerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan pendekatan komprehensif atas kinerjanya yang disusun dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang merupakan satu kesatuan yang meliputi perencanaan strategis, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja dan pelaporan kinerja yang merupakan pejabaran tugas pokok dan fungsi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Melaksanakan penilaian atas indikator kinerja pada SKPD, apakah telah selaras dengan indikator kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan memberikan rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk pencapaian target yang telah ditetapkan.
Hasil rekomendasi dari Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh SKPD sebagai bahan perbaikan dokumen SAKIP dan perbaikan kinerja.
Adapun tidak tercapainya pencapaian indikator kinerja persentase SKPD dengan status Laporan Kinerja Baik Tahun 2014 tersebut disebabkan :
7
26 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
1) Sasaran dan indikator kinerja pada dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) belum memenuhi kriteria SMART (spesifik, dapat diukur, relevan, dan ada batasan waktu)
2) Belum merumuskan indikator tujuan organisasi.
3) Dokumen SAKIP (Indikator Kinerja Utama, Rencana Strategis, Rencana Kinerja dan Penetapan Kinerja) belum dimanfaatkan dan selaras dengan dokumen diatasnya.
4) Dokumen SAKIP belum direviu secara berkala.
5) Dokumen Renstra belum digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran.
6) Masih kurangnya komitmen SKPD dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi SAKIP tahun sebelumnya.
Upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan capaian indikator kinerja tersebut : 1) Melakukan evaluasi terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.
2) Melakukan bimbingan teknis Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kepada Tim Satuan Tugas Evaluasi SAKIP di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan narasumber berasal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
3) Melakukan reviu secara berkala terhadap Renstra SKPD agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Provinsi Sumatera Selatan dan RPJMD Provinsi Sumatera Selatan.
3. Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti Tahun 2014 : a. Badan Pemeriksa Keuangan ditargetkan sebesar 85,00% dan terealisasi
sebesar 80,52% pencapaian tersebut dikarenakan dari sebanyak 1.237
7
27 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
rekomendasi yang telah selesai ditindaklanjuti sebanyak 996 atau sebesar 80,52%.
b. Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri ditargetkan sebesar 90,00%
dan terealisasi sebesar 100% pencapaian tersebut dikarenakan dari sebanyak 65 rekomendasi yang telah selesai ditindaklanjuti sebanyak 65 atau sebesar 100%.
c. Inspektorat Jenderal Kementerian Teknis ditargetkan sebesar 70,00% dan terealisasi sebesar 68,47% pencapaian tersebut dikarenakan dari sebanyak 298 rekomendasi yang telah selesai ditindaklanjuti sebanyak 204 atau sebesar 68,47%.
d. Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan ditargetkan sebesar 90,00% dan terealisasi sebesar 43,60% pencapaian tersebut dikarenakan dari sebanyak 913 rekomendasi yang telah selesai ditindaklanjuti sebanyak 398 atau sebesar 43,60%.
Untuk mencapai indikator kinerja tersebut, Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan, meliputi kegiatan pelaksanaan pemantauan dan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Teknis, Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan maupun hasil pemeriksaan BPK. Masih banyaknya rekomendasi yang belum ditindaklanjuti oleh auditan dan sulitnya menangani tindak lanjut hasil pengawasan fungsional tersebut antara lain disebabkan pihak ke tiga/rekanan sudah berpindah alamat, pimpinan instansi sudah pindah/mutasi, bukti dokumen yang hilang, adanya sanggahan yang terlambat, pegawai yang bersangkutan telah pensiun/sudah meninggal, kurangnya komitmen SKPD/pihak rekanan untuk menindaklanjuti hasil pengawasan, adanya perubahan nomenklatur SKPD, serta hasil pengawasan yang kurang jelas. Selama ini pelaksanaan tindak lanjut oleh auditan kurang dilaksanakan secara optimal, baik tindak lanjut atas temuan yang
7
28 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
menyangkut kerugian Negara, maupun yang bersifat administratif. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan percepatan tindak lanjut penyelesaian atas rekomendasi hasil pemeriksaan serta untuk mewujudkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Adapun rekapitulasi tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, Inspektorat Jenderal Kementerian Teknis dan Inspektorat Provinsi Sumsel Tahun 2014 dapat dilihat pada table 3.3:
Tabel 3.3
Rekapitulasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, Inspektorat Jenderal Kementerian Teknis dan Inspektorat Provinsi Sumsel
Tahun 2014
No Pemeriksa Obyek
Pemeriksaan Temuan Rekome n- dasi
7
29 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
Upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan capaian indikator kinerja tersebut : 1) Melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Inspektorat Kabupaten/Kota se Sumsel guna membahas rencana aksi tindak lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumsel.
2) Menyusun Rencana Tindak Pengendalian (RTP) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam rangka penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan.
4. Persentase peningkatan nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2014 ditargetkan sebesar 75,00% dan terealisasi sebesar 57.40%. dengan capaian kinerja sebesar 76,53%
Untuk mencapai indikator kinerja tersebut kegiatan yang dilaksanakan adalah Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD), yang meliputi Pengukuran Kinerja Mandiri (Self Assessment) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan setiap tahunnya sebelum disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan evaluasi terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kabupaten/kota se Sumsel melalui kegiatan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Tujuan utama dilaksanakannya EKPPD, adalah untuk menilai kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam upaya peningkatan kinerja untuk mendukung pencapaian tujuan penyelenggaraan otonomi daerah berdasarkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.
7
30 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
EKPPD dilaksanakan dengan mengintegrasikan pengukuran kinerja yang dilaksanakan oleh Tim Nasional EPPD dan Tim Daerah EPPD, serta pengukuran kinerja mandiri oleh pemerintahan daerah (self assessment) yang dilaksanakan oleh Tim Penilai.
Penilaian dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kunci untuk setiap pengukuran yang secara otomatis akan menghasilkan peringkat kinerja daerah secara nasional yang dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan pengembangan kapasitas pemerintahan daerah dalam rangka mendorong kompetisi antar daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.
Hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan Presiden dalam menyusun rancangan kebijakan otonomi daerah berupa pembentukan, penghapusan, dan penggabungan suatu daerah serta untuk menilai dan menetapkan tingkat pencapaian standar kinerja yang telah ditetapkan untuk setiap urusan pemerintahan yang dilaksanakan pemerintahan daerah.
Capaian peningkatan nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) diperoleh dari perhitungan peringkat dan status kinerja penyelenggaran pemerintah daerah yang setiap tahun dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri dan disampaikan pada saat Hari Otonomi Daerah pada tanggal 25 April tahun berikutnya. Capaian indikator kinerja untuk Tahun 2014 tersebut mempergunakan peringkat dan status kinerja Tahun 2012 yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tahun 2014, dikarenakan untuk peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah Tahun 2013 baru akan dikeluarkan dan disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri pada Hari Otonomi Daerah pada tanggal 25 April 2015. Untuk peringkat dan status kinerja 2012 sesuai Keputusan Menteri
7
31 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
Dalam Negeri Nomor 120-251 Tahun 2014 tentang Penetapan dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional Tahun 2012, bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperoleh peringkat 13 dengan skor 2,2961 dan status Tinggi, dari skor tertinggi 4.0000 dengan status Sangat Tinggi.
Belum tercapainya status kinerja tersebut disebabkan :
1) Tidak tersedia/belum dibangunnya sumber data pendukung Indikator Kinerja Kunci (IKK) atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang disampaikan.
2) Pegawai/pejabat yang menangani penyusunan LPPD sering berganti-ganti akibat dari dinamika mutasi pegawai yang cukup tinggi di lingkup pemerintah daerah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan indikator kinerja tersebut :
1) Melakukan Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) pada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumsel.
2) Melakukan Asistensi/Pendampingan Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) dengan narasumber BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan dan Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan.
3) Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan Self Assesment (Pengukuran Kinerja Mandiri) terhadap LPPD Provinsi/Kabupaten/Kota sebelum disampaikan kepada Gubernur Sumatera Selatan dan Menteri Dalam Negeri.
4) Meminta kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumsel untuk membangun sumber data pendukung Indikator Kinerja Kunci (IKK) Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
7
32 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
5) Meningkatkan koordinasi, pembinaan dan pengawasan dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah guna menghindari capaian kinerja yang sangat rendah.
5. Opini terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014 ditargetkan dari Wajar dengan Pengecualian (WDP) atau 75% menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan Paragraf Penjelas (DPP) atau 100%.
Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah dan mewujudkan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan dituntut berperan aktif. Disamping melakukan reviu atas laporan keuangan Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan, juga melakukan kegiatan pemeriksaan, yaitu kegiatan pelaksanaan pengawasan internal secara berkala dan kegiatan penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai terhadap kehandalan pelaporan keuangan, penatausahaan dan pemanfaatannya serta untuk menertibkan aset dan proses pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan mempedomani ketentuan yang berlaku.
Capaian indikator Opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diperoleh dari perhitungan/diasumsikan bahwa terdapat 4 (empat) opini Laporan Keuangan Pemerintah, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diasumsikan 100%, Wajar Dengan Pengecualian (WDP) diasumsikan 75%, Tidak Wajar diasumsikan 50% dan Tidak Menyatakan Pendapat (disclaimer opinion) diasumsikan 0%. Untuk opini Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumsel Tahun 2014 mempergunakan opini Laporan Keuangan Tahun 2013, yaitu Wajar
7
33 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
Dengan Pengecualian atau 75% (Laporan Hasil Pemeriksaan Perwakilan Badan Pemeriksa Provinsi Sumsel Nomor 32.A/LHP/XVIII.PLG/06 tanggal 14 Juni 2014), dikarenakan sampai dengan saat diterbitkannya Laporan Kinerja Tahun 2014 ini, pihak Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan masih melaksanakan pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014.
Permasalahan yang dihadapi terkait belum diperolehnya opini laporan keuangan daerah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dikarenakan informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan belum sepenuhnya memenuhi kriteria kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan efektifitas Sistem Pengendalian Intern.
Upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan indikator kinerja tersebut :
1) Melakukan Reviu terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebelum disampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan. Tujuan reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa laporan keuangan pemerintah daerah telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
2) Menyusun Rencana Tindak Pengendalian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (RTP SPIP) terkait upaya percepatan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan.
3) Membentuk tim bersama dengan SKPD terkait untuk percepatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.
7
34 I n s p e k t o r a t P r o v i n s i S u m a t e r a S e l a t a n
4) Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun sistem aplikasi terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama
4) Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun sistem aplikasi terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama