• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN KHUSUS

4.6 Satelit Farmasi Pusat

Satelit Farmasi Pusat melaksanakan pelayanan kefarmasian selama 24 jam pada hari Senin hingga Minggu yang masing-masing terbagi ke dalam tiga shift kerja. Shift pertama dilakukan pada pukul 08.00 – 14.30 WIB, shift kedua

73

Universitas Indonesia dilakukan pada pukul 14.00 – 21.00 WIB dan shift ketiga dilakukan pada pukul 21.00 – 08.00 WIB. Sumber daya manusia di Satelit Farmasi Pusat terdiri dari 1 Apoteker, 9 AA, dan 2 juru resep dengan pembagian dalam satu shift adalah 2 AA dan 1 juru resep untuk shift pagi dan sore. Sementara untuk shift malam, terdapat 2 AA yang bertugas.

Satelit ini melayani resep pasien rawat inap yang tidak memiliki satelit farmasi ataupun satelit farmasi yang tidak buka 24 jam dan juga resep pasien rawat jalan dari beberapa poliklinik. Resep rawat inap yang dilayani berasal dari rawat inap Bedah Anak (BCH), Paviliun Tumbuh Kembang (PTK), Perinatalogi (PICU dan NICU), Unit Luka Bakar (ULB), Psikiatri (PKL, PKW, PKA) dan Pelayanan Jantung Terpadu (pada shift kedua dan ketiga). Resep pasien rawat jalan yang dilayani berasal dari Poliklinik Hemodialisa (pasien HD yang menggunakan cairan dianeal), semua poliklinik yang meresepkan obat kemoterapi (poliklinik kebidanan, bedah tumor, hematologi-onkologi, bedah toraks, dan bedah digestif), dan poliklinik talasemi. Pasien yang diterima di sini adalah pasien umum dan jaminan, yang dapat berupa Jamkesmas, Jamkesda, KJS Dinkes DKI Jakarta, Jampeltas, Jampersal, ASKES, dan jaminan perusahaan.

Pengelolaan perbekalan farmasi pada Satelit Farmasi Pusat dilakukan mulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, serta pencatatan yang dilakukan pada setiap tahap pengelolaan perbekalan farmasi. Perencanaan perbekalan farmasi Satelit Farmasi Pusat ke Gudang Perbekalan Farmasi Pusat dilakukan berdasarkan konsumsi rata-rata obat yang digunakan selama 3-4 hari ditambah dengan buffer stock sebanyak 10%. Pada proses pengadaan, dilakukan defekta 2 kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Setelah barang siap, penerimaan oleh pihak satelit dilakukan setiap hari Selasa dan Jumat oleh AA. Jumlah stok yang diterima langsung dimasukkan ke dalam sistem IT di Satelit Farmasi Pusat.

Selain melaksanakan defekta secara rutin, Satelit Farmasi Pusat juga melaksanakan defekta cito saat stok kosong atau terdapat permintaan perbekalan farmasi yang tidak terduga. Petugas akan datang langsung ke gudang mengambil obat atau alat kesehatan yang dibutuhkan dan menulisnya pada buku cito. Permintaan obat atau alat kesehatan cito selama satu hari diakumulasi dan dibuat

menjadi kumpulan defekta cito. Kumpulan defekta cito selanjutnya diserahkan ke Gudang Perbekalan Farmasi Pusat. Buku cito dimiliki oleh Satelit Farmasi Pusat dan Gudang Perbekalan Farmasi Pusat. Setelah kumpulan defekta cito diserahkan ke Gudang Perbekalan Farmasi Pusat, petugas gudang memeriksa kesesuaian kumpulan defekta cito dari Satelit Farmasi Pusat dengan buku cito yang dimiliki gudang.

Penyimpanan perbekalan farmasi di satelit pusat disusun dengan sistem

First Expired First Out (FEFO) atau First In First Out (FIFO). Perbekalan

farmasi disusun menurut jenisnya, yaitu obat, alat kesehatan dan B3. Penyimpanan obat disusun sesuai kriteria berikut :

a. Disusun secara alfabetis.

b. Berdasarkan bentuk sediaan: oral, injeksi, cairan infus, sirup/drop, obat luar. c. Obat generik atau merk dagang.

d. Obat dengan penyimpanan khusus :

1) Termolabil, disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 2°-8° C. 2) Obat sitostatika, ditempeli stiker ungu untuk obat kanker.

3) High Alert, di lemari berbeda yang dibatasi dengan lakban merah dan ditempeli stiker High Alert hingga kemasan primer obat.

4) Narkotika, di dalam lemari kayu khusus dengan kunci ganda. 5) Psikotropika, di dalam lemari kayu khusus.

e. Obat mahal.

f. Obat dengan penyimpanan terpisah : sediaan nutrisi dan obat ASKES.

Berbeda dengan obat, penyimpanan alat kesehatan dilakukan berdasarkan jenis dan fungsinya. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan proses penyiapan alat kesehatan. Penyimpanan B3 dilakukan dalam lemari tahan api. Kegiatan SO untuk semua perbekalan farmasi di Satelit Farmasi Pusat dilakukan setiap enam bulan sekali. Kualitas perbekalan farmasi yang disimpan harus selalu dijaga melalui pengecekan suhu penyimpanan satu kali sehari untuk ruangan dan tiga kali sehari untuk lemari pendingin, pengecekan perbekalan farmasi yang mendekati kedaluwarsa dalam jangka waktu 6 bulan dan penempelan stiker kuning pada sediaan farmasi dengan masa kedaluwarsa kurang dari 3 bulan.

75

Universitas Indonesia Pendistribusian perbekalan farmasi yang dilakukan di Satelit Farmasi Pusat untuk pasien rawat inap adalah dengan sistem peresepan individu. Perbekalan farmasi yang telah disiapkan akan diambil oleh petugas dari masing-masing unit kerja. Khusus obat kemoterapi yang telah disiapkan akan didistribusikan oleh petugas dari Satelit Farmasi Pusat ke unit produksi tempat dilakukannya dispensing obat kemoterapi. Pasien hemodialisa yang menggunakan cairan dianeal diberikan injeksi untuk kebutuhan satu bulan, sedangkan pasien yang tidak menggunakan cairan dianeal cukup diberikan obat untuk keperluan satu minggu dan tergantung pada keperluan pemakaian. Pasien rawat jalan diberikan jumlah obat sesuai dengan jumlah yang tertulis pada resep dan biasanya untuk pemakaian obat selama satu minggu.

Resep yang diterima Satelit Farmasi Pusat rata-rata 250 lembar per hari. Resep yang dilayani berupa resep manual dan resep elektronik (EHR). Unit kerja yang memberikan resep berbentuk EHR adalah BCH, ULB dan PJT. Resep yang datang, terutama untuk pasien jaminan, akan diverifikasi terlebih dahulu. Verifikasi resep meliputi verifikasi administratif, farmasetik, dan kelengkapan lainnya, seperti syarat jaminan khusus untuk pasien jaminan pemerintah, kuitansi untuk semua pasien, protokol dan jadwal terapi khusus untuk pasien kemoterapi, dan hasil lab khusus untuk pasien pengguna obat mahal dan antibiotik lini 2 dan 3. Setelah verifikasi, jumlah obat dan jenis obat dimasukkan melalui sistem IT. Setelah dimasukkan dan diberi harga, resep diberikan kepada petugas satelit lainnya untuk di-dispense. Bagi pasien yang membayar secara tunai, dapat langsung membayar kepada petugas satelit, sedangkan pasien jaminan wajib menyerahkan resep asli dan kelengkapan jaminan lainnya kepada petugas satelit.

Petugas satelit yang melakukan dispensing mengambil obat dengan jenis dan jumlah yang sesuai dan mencatatnya pada kartu stok. Selain dispensing obat, Satelit Farmasi Pusat juga menerima resep racikan. Obat racikan diracik di ruang racik secara manual dengan kertas perkamen khusus. Obat diberi label dan dikemas. Kemudian obat diberikan oleh petugas setelah dilakukan pengecekan terhadap kesesuaian jenis dan jumlah obat terhadap resep. Obat diberikan kepada pasien disertai pemberian informasi tentang penggunaan obat.

Kendala yang dihadapi di Satelit Farmasi Pusat salah satunya adalah penyusunan obat di rak penyimpanan yang masih bertumpuk ke belakang sehingga kotak obat seringkali saling menghalangi. Hal ini dapat menyulitkan petugas dalam mencari obat. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan penyusunan kotak obat secara bertingkat sehingga kotak obat tidak saling menghalangi satu sama lain. Selain itu, kendala yang ditemukan adalah proses verifikasi resep untuk aspek kesesuaian klinis yang pelaksanaannya masih terbatas karena hanya terdapat 1 Apoteker di satelit ini yang tugasnya masih terfokus pada pelaksanaan manajemen. Verifikasi resep dan pemberian informasi obat sebagian besar dilakukan oleh AA. Dalam hal ini, Apoteker klinis akan diperlukan untuk pelaksanaan verifikasi resep dan pemberian informasi obat kepada pasien yang lebih komprehensif.

Beberapa unit kerja masih menggunakan resep manual dalam peresepan ke Satelit Farmasi Pusat. Penggunaan resep manual ini memiliki kekurangan, yaitu memungkinkan terjadinya kesalahan pembacaan resep oleh petugas satelit dan memperlambat proses pelayanan resep. Oleh karena itu, penggunaan resep elektronik (EHR) diharapkan dapat segera diaplikasikan di seluruh unit kerja sehingga dapat mengatasi masalah tersebut.