AKIDAH AKHLAK MI KELAS V 87 tempat dan cara manusia memenuhi panggilan Allah Swt telah ditentukan sejak awal ruh dimasukkan ke dalam raga calon manusia ketika masih dalam kandungan.
A. MENGENAL KALIMAT TAYYIBAH TARJI’
Gambar 6.2 Mengantar jenazah, sumber: istimewa
Untung tidak dapat diraih, musibah tidak dapat ditolak. Dari ungkapan tersebut setiap manusia bisa mendapat musibah atau sebaliknya. Bagaimana perasaanmu ketika menerima musibah? Musibah harus disikapi dengan akhlak terpuji. Sikap yang menunjukkan kualitas iman seseorang ketika menerima musibah adalah sabar. Semakin kuat kesabaran seseorang dalam menghadapi musibah yang diberikan oleh Allah Swt menunjukkan semakin kuatnya keimanan orang tersebut.
Allah Swt memberikan keberuntungan atau musibah sesuai kehendak -Nya. Tidak seorang pun di dunia ini yang menginginkan datangnya musibah. Namun atas kehendak Allah Swt seseorang dapat ditimpa musibah.
Apabila tertimpa musibah maka kita dianjurkan membaca kalimat tarji‟.
Gambar 6.3 Kalimat tarji‟. Sumber : https://www.google.com Allah Swt berfirman:
88
AKIDAH AKHLAK MI KELAS Vِلله اَّهِإ اْىل اَك تَبْي ِص ُم ْمُهْتَب اَص ُ ؤ ا َذ ِإ ًًَْ ِرَ َّلا
َن ْىُع ِجاَز ِهْيلِإ اَ َّهِإ َو
Artinya :
“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, inna lillahi wa inna ilaihi raaji‟uun.” (Q.S. al-Baqarah, [2]:156)
Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita bahwa saat menghadapi musibah baik yang berat maupun yang ringan, agar senantiasa membaca kalimat tayyibah tarji‟.
ُم ى ِف ْىِوْس ُج ؤ َّمُهَّللَا , َن ْىُع ِجاَز ِهْيَ ل ِإ اَ َّهِإَو ِلله اَّهِإ :ُل ْىُلَيَف تَبْي ِصُم ُهُبْي ِصُج ٍدْبَع ًِْم اَم
َو ى ِتَبْي ِص
َّلَِإ اَهْن ِم ارْيَخ ْىِل ْفِلْخَؤ
)ملظم هاوز( اَهْن ِم اًرْيَخ ُهَل َفَلْخ َؤ َو ِهِخَبْي ِصُم ْىِف ُالله ُهَسَج َؤ
Artinya :“ Tidaklah seorang hamba terkena musibah, kemudian ia berdoa, sesungguhnya kita kepunyaan Allah Swt dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik dari padanya. Kecuali Allah Swt akan memberikan pahala dalam musibahnya dan Allah Swt akan memberi ganti baginya yang lebih baik dari padanya.”(H.R. Muslim)
Dengan memahami kalimat tayyibah tarji‟, diharapkan muncul keyakinan bahwa segala yang terjadi pada diri kita baik yang berupa untung atau rugi, berkah atau musibah adalah kehendak Allah Swt. Semua yang ada pada kita harus diakui dengan tulus bahwa kita milik Allah Swt dan pada waktunya akan kembali menghadap Allah Swt.
Diskusikan dengan kelompokmu kemudian presentasikan!
Apa pengaruh kalimat tayyibah tarji terhadap perilaku sehari-hari‟?
Ayo Diskusi!
- ... - ... - ... - ... - ...AKIDAH AKHLAK MI KELAS V 89 B. TERBIASA MENGUCAPKAN KALIMAT TAYYIBAH TARJI’
Ucapan merupakan cerminan dari kepribadian seseorang. Pribadi yang baik akan menghasilkan perkataan yang santun dan mulia dalam segala suasana, senang atau susah, lapang atau sempit yang terucap hanya kata-kata bijak atau kalimat-kalimat tayyibah.
Gambar 6.4 Musibah. Sumber : https://www.google.com
Musibah dan bencana datang melanda. Dengan bencana dapat terdidik jiwa manusia agar memiliki kekuatan yang tegar, keteguhan sikap, terlatih, dan selalu hati-hati dan waspada.
Musibah datang secara tiba-tiba, baik musibah tersebut bersifat ringan atau berat, besar atau kecil, bisa diderita secara pribadi atau pada orang-orang yang kita cintai, misalnya orang tua, saudara, atau keluarga terdekat kita. Saat itulah, kita harus segera menyadari bahwa yang paling penting mencari perlindungan kepada Allah Swt. Tidak ada tempat berlindung kecuali naungan-Nya. Tidak ada pertolongan kecuali dari-Nya.
Kalimat tarji‟ merupakan wujud penyerahan diri manusia atas takdir Allah Swt. Manusia milik-Nya dan hanya Allah Swt yang berhak mengambilnya. Oleh sebab itu, manusia harus bisa pasrah menghadapi takdir Allah Swt. Manusia juga harus bisa sabar dan ikhlas menghadapi musibah yang datang menimpa. Barang siapa yang tertimpa musibah kemudian menghadapinya dengan sabar dan ikhlas dengan mengucap kalimat tayyibah tarji‟ “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‟un”, maka Allah Swt akan memberi pahala, mengampuni dosa-dosa orang tersebut dan memberi ganti yang lebih baik.
90
AKIDAH AKHLAK MI KELAS VGambar 6.5 musibah, Sumber: https://www.google.com
Dari gambar di atas, kalian dapat menyebutkan waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat tayyibah tarji‟.
Waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat tayyibah tarji‟ antara lain 1. Menerima musibah;
2. Mendengar kabar berita duka cita; 3. Terjadi kecelakaan;
4. Terjadi bencana alam; 5. Terpeleset atau jatuh; 6. Kehilangan barang.
Sudahkah kalian terbiasa mengucapkan kalimat tayyibah tarji‟? Nah, setelah mengerti manfaatnya, kita harus senantiasa membiasakan diri mengucapkan “ Inna lillahi wa inna ilaihi raji‟un” terutama ketika sedang menerima musibah sehingga dapat menghadapinya dengan ikhlas dan sabar.
AKIDAH AKHLAK MI KELAS V 91 Gambar 6.6 musibah, Sumber: https://www.google.com
Buatlah pertanyaan-pertanyaan sesuai gambar di atas! Mintalah temanmu atau anggota kelompokmu untuk menjawabnya! Kemudian serahkan hasil diskusi kalian kepada guru untuk dikoreksi dan untuk dasar pembelajaran selanjutnya!
C. BERSABAR DALAM MENGHADAPI MUSIBAH
Kata sabar berasal dari bahasa Arab shabara, artinya menahan dan menghalangi. Sabar mengandung makna mengekang jiwa dari menolak ketetapan takdir, menahan lisan dari keluh-kesah dan murka, serta mengendalikan anggota tubuh dari tindakan meronta-ronta dengan maksud tidak mau menerima takdir.
Musibah adalah suatu peristiwa yang menyedihkan. Musibah mendorong manusia mengakui bahwa keberadaannya milik Allah Swt, dan akan kembali kepada -Nya di akhirat kelak. Allah Swt menguji hamba--Nya dengan bencana agar menjadi jelas siapa di antara hamba-Nya yang sejati atau pendusta, yang sabar atau berkeluh kesah, ini adalah ketetapan Allah Swt atas hamba-Nya. Seandainya kaum mukminin selalu diberi kebahagiaan tidak ada musibah atau bencana, maka terjadi percampuran antara yang baik dan tidak, artinya musibah merupakan pembeda antara yang baik dan tidak.
Allah Swt tidak akan memberikan beban atau musibah kepada hamba-Nya di luar kemampuan seorang hamba itu sendiri. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang maka ujian yang diberikan semakin berat.
Nabi Ayyub As diuji oleh Allah Swt dengan hilangnya harta, anak-anak kesayangannya wafat, ditambah lagi penyakit gatal pada seluruh tubuhnya, tetapi nabi