Untuk membantu menjadi seorang penyelenggara program pendidikan kecakapan keorangtuaan yang profesional, patut dicoba untuk membuat ‘Jurnal Refleksi Pembelajaran. Alasannya:
Sebuah dokumen yang dinamis dan dapat terus berkembang, yang harus ditulis untuk mengetahui jejak kemajuan pembelajaran Anda.
Anda dapat membuat jurnal pembelajaran untuk pelatihan apapun yang Anda ikuti dan untuk pekerjaan Anda sehari-hari sebagai pendidik atau tenaga kependidikan.
3. Menyiapkan Peserta Didik Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan
C. Penjelasan mengenai ‘seberapa baik’ (penilaian) untuk mengukur keberhasilan kegiatan pelatihan dapat dilihat pada Modul 3 yang berisi:
1. Pemantauan Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan 2. Penilaian Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan 3. Pembinaan Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan
D. Sementara itu, ketiga besaran proses tersebut, secara gamblang akan terdeskripsikan dalam bentuk bentuk laporan, baik tenis maupun administrasi yang dapat dilihat pada Modul 4 yang berisi: 1. Pelaporan Teknis Penyelenggaraan Program Pendidikan
Kecakapan Keorangtuaan
2. Pelaporan Keuangan Penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan
Sebaiknya, Ada ‘Jurnal Refleksi Pembelajaran’
Untuk membantu menjadi seorang penyelenggara program pendidikan kecakapan keorangtuaan yang profesional, patut dicoba untuk membuat ‘Jurnal Refleksi Pembelajaran. Alasannya:
Sebuah dokumen yang dinamis dan dapat terus berkembang, yang harus ditulis untuk mengetahui jejak kemajuan pembelajaran Anda.
Anda dapat membuat jurnal pembelajaran untuk pelatihan apapun yang Anda ikuti dan untuk pekerjaan Anda sehari-hari sebagai pendidik atau tenaga kependidikan.
3. Menyiapkan Peserta Didik Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan
C. Penjelasan mengenai ‘seberapa baik’ (penilaian) untuk mengukur keberhasilan kegiatan pelatihan dapat dilihat pada Modul 3 yang berisi:
1. Pemantauan Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan 2. Penilaian Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan 3. Pembinaan Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan
D. Sementara itu, ketiga besaran proses tersebut, secara gamblang akan terdeskripsikan dalam bentuk bentuk laporan, baik tenis maupun administrasi yang dapat dilihat pada Modul 4 yang berisi: 1. Pelaporan Teknis Penyelenggaraan Program Pendidikan
Kecakapan Keorangtuaan
2. Pelaporan Keuangan Penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan
Sebaiknya, Ada ‘Jurnal Refleksi Pembelajaran’
Untuk membantu menjadi seorang penyelenggara program pendidikan kecakapan keorangtuaan yang profesional, patut dicoba untuk membuat ‘Jurnal Refleksi Pembelajaran. Alasannya:
Sebuah dokumen yang dinamis dan dapat terus berkembang, yang harus ditulis untuk mengetahui jejak kemajuan pembelajaran Anda.
Anda dapat membuat jurnal pembelajaran untuk pelatihan apapun yang Anda ikuti dan untuk pekerjaan Anda sehari-hari sebagai pendidik atau tenaga kependidikan.
(c) P
P-PA
UD
& D
IKM
AS J
ABAR
Apa saja yang Anda dapat tuliskan?
Hal-hal yang bisa Anda tuliskan dalam jurnal pembelajaran antara lain:
Hal yang menarik Anda secara khusus dalam pembelajaran dan ingin Anda tindak lanjuti secara lebih detil.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran Anda terkait materi yang Anda pelajari. Hal utama yang kita pelajari.
Apa pendapat Anda mengenai program ini dan bagaimana dapat memenuhi kebutuhan Anda.
Bagaimana pembelajaran Anda dikaitkan dengan apa yang sedang Anda pelajari dengan cara lain dan apa yang harus Anda lakukan dalam profesi Anda sebagai pendidik atau tenaga kependidikan.
Perasaan Anda mengenai sesi dan kemajuan di dalamnya, dan teori-teori yang sedang berkembang dalam benak Anda.
Berapa Lama Kita Gunakan Waktu Untuk Mengerjakannya? Bagaimana Saya Harus Menulisnya?
Anda harus mencoba untuk menulis pada setiap akhir sesi dalam program pelatihan dan pada akhir program pelatihan. Lamanya waktu untuk melakukan kegiatan ini tergantung pada seberapa banyak yang ingin Anda tulis. Semuanya terserah Anda.
Bagaimana Menggunakan Jurnal Pembelajaran?
Tujuan dari jurnal pembelajaran ini adalah agar Anda mendapatkan manfaatnya. Menuliskan pemikiran Anda akan membantu memperjelasnya. Refleksi diri adalah bagian penting dari proses pembelajaran, keterampilan, dan informasi baru dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat dari Jurnal Refleksi Pembelajaran membantu menuliskan pengalaman, perasaan dan
Apa saja yang Anda dapat tuliskan?
Hal-hal yang bisa Anda tuliskan dalam jurnal pembelajaran antara lain:
Hal yang menarik Anda secara khusus dalam pembelajaran dan ingin Anda tindak lanjuti secara lebih detil.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran Anda terkait materi yang Anda pelajari. Hal utama yang kita pelajari.
Apa pendapat Anda mengenai program ini dan bagaimana dapat memenuhi kebutuhan Anda.
Bagaimana pembelajaran Anda dikaitkan dengan apa yang sedang Anda pelajari dengan cara lain dan apa yang harus Anda lakukan dalam profesi Anda sebagai pendidik atau tenaga kependidikan.
Perasaan Anda mengenai sesi dan kemajuan di dalamnya, dan teori-teori yang sedang berkembang dalam benak Anda.
Berapa Lama Kita Gunakan Waktu Untuk Mengerjakannya? Bagaimana Saya Harus Menulisnya?
Anda harus mencoba untuk menulis pada setiap akhir sesi dalam program pelatihan dan pada akhir program pelatihan. Lamanya waktu untuk melakukan kegiatan ini tergantung pada seberapa banyak yang ingin Anda tulis. Semuanya terserah Anda.
Bagaimana Menggunakan Jurnal Pembelajaran?
Tujuan dari jurnal pembelajaran ini adalah agar Anda mendapatkan manfaatnya. Menuliskan pemikiran Anda akan membantu memperjelasnya. Refleksi diri adalah bagian penting dari proses pembelajaran, keterampilan, dan informasi baru dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat dari Jurnal Refleksi Pembelajaran membantu menuliskan pengalaman, perasaan dan
Apa saja yang Anda dapat tuliskan?
Hal-hal yang bisa Anda tuliskan dalam jurnal pembelajaran antara lain:
Hal yang menarik Anda secara khusus dalam pembelajaran dan ingin Anda tindak lanjuti secara lebih detil.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran Anda terkait materi yang Anda pelajari. Hal utama yang kita pelajari.
Apa pendapat Anda mengenai program ini dan bagaimana dapat memenuhi kebutuhan Anda.
Bagaimana pembelajaran Anda dikaitkan dengan apa yang sedang Anda pelajari dengan cara lain dan apa yang harus Anda lakukan dalam profesi Anda sebagai pendidik atau tenaga kependidikan.
Perasaan Anda mengenai sesi dan kemajuan di dalamnya, dan teori-teori yang sedang berkembang dalam benak Anda.
Berapa Lama Kita Gunakan Waktu Untuk Mengerjakannya? Bagaimana Saya Harus Menulisnya?
Anda harus mencoba untuk menulis pada setiap akhir sesi dalam program pelatihan dan pada akhir program pelatihan. Lamanya waktu untuk melakukan kegiatan ini tergantung pada seberapa banyak yang ingin Anda tulis. Semuanya terserah Anda.
Bagaimana Menggunakan Jurnal Pembelajaran?
Tujuan dari jurnal pembelajaran ini adalah agar Anda mendapatkan manfaatnya. Menuliskan pemikiran Anda akan membantu memperjelasnya. Refleksi diri adalah bagian penting dari proses pembelajaran, keterampilan, dan informasi baru dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat dari Jurnal Refleksi Pembelajaran membantu menuliskan pengalaman, perasaan dan
(c) P
P-PA
UD
& D
IKM
AS J
ABAR
bagaimana informasi yang dipelajari membantu proses ini.
Format apa yang dapat digunakan?
Terdapat banyak kemungkinan, tetapi berikut bentuk yang dapat Anda gunakan:
Anda harus menulis sekitar satu halaman untuk setiap sesi dalam program, yang sudah Anda buat dalam sesi ini. Lengkapi informasi setiap waktu setelah Anda mengerjakan program. Anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut, tetapi jawab hanya pertanyaan yang sesuai:
Apa yang telah Anda pelajari hari ini?
Apa yang menurut Anda menarik?
Apa yang menurut Anda membingungkan?
Apakah saya menemui masalah atau isu yang tidak saya harapkan? Manfaat pembelajaran apa yang saya peroleh?
Apakah saya mendapatkan efek negatif dari
pembelajaran?
Apa yang saya rasakan mengenai cara pendekatan saya terhadap masalah, mata pelajaran atau topik? Bagaimana saya dapat mengembangkan teknik pembelajaran saya? Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut? Sumber materi apa yang menarik dan memberikan inspirasi (foto, website, dll.)
bagaimana informasi yang dipelajari membantu proses ini.
Format apa yang dapat digunakan?
Terdapat banyak kemungkinan, tetapi berikut bentuk yang dapat Anda gunakan:
Anda harus menulis sekitar satu halaman untuk setiap sesi dalam program, yang sudah Anda buat dalam sesi ini. Lengkapi informasi setiap waktu setelah Anda mengerjakan program. Anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut, tetapi jawab hanya pertanyaan yang sesuai:
Apa yang telah Anda pelajari hari ini?
Apa yang menurut Anda menarik?
Apa yang menurut Anda membingungkan?
Apakah saya menemui masalah atau isu yang tidak saya harapkan? Manfaat pembelajaran apa yang saya peroleh?
Apakah saya mendapatkan efek negatif dari
pembelajaran?
Apa yang saya rasakan mengenai cara pendekatan saya terhadap masalah, mata pelajaran atau topik? Bagaimana saya dapat mengembangkan teknik pembelajaran saya? Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut? Sumber materi apa yang menarik dan memberikan inspirasi (foto, website, dll.)
bagaimana informasi yang dipelajari membantu proses ini.
Format apa yang dapat digunakan?
Terdapat banyak kemungkinan, tetapi berikut bentuk yang dapat Anda gunakan:
Anda harus menulis sekitar satu halaman untuk setiap sesi dalam program, yang sudah Anda buat dalam sesi ini. Lengkapi informasi setiap waktu setelah Anda mengerjakan program. Anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut, tetapi jawab hanya pertanyaan yang sesuai:
Apa yang telah Anda pelajari hari ini?
Apa yang menurut Anda menarik?
Apa yang menurut Anda membingungkan?
Apakah saya menemui masalah atau isu yang tidak saya harapkan? Manfaat pembelajaran apa yang saya peroleh?
Apakah saya mendapatkan efek negatif dari
pembelajaran?
Apa yang saya rasakan mengenai cara pendekatan saya terhadap masalah, mata pelajaran atau topik? Bagaimana saya dapat mengembangkan teknik pembelajaran saya? Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut? Sumber materi apa yang menarik dan memberikan inspirasi (foto, website, dll.)
(c) P
P-PA
UD
& D
IKM
AS J
ABAR
D
DDaaaffftttaaarrr PPPuuussstttaaakkkaaa
Baron, RA., Donn Byrne. 2004. Psikologi Sosial (Edisi Indonesia) Jilid 1 dan 2.
Jakarta: Penerbit Erlangga.
Direktorat Pendidikan Masyarakat. 2006. Membaca Jadikan Kualitas Hidup Lebih Baik. Brosur Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat, Kompas, 26 Mei 2006, halaman 12.
Direktorat Pendidikan Masyarakat. 2006. Pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional. Hernowo. 2003.Andai Buku Itu Sepotong Pizza. Bandung: Kaifa.
Irkham, Agus M. 2012.Meretas Literasi, Menyemai Karakter. Koran Tempo, 19 Oktober 2012.
Mounder, A. 1972.Agricultural Extension, a Reference Mannual.Rome: FAO. Mustofa Kamil. 2007. Kompetensi Tenaga Pendidik Pendidikan Nonformal
dalam Membangun Kemandirian Warga Belajar, dalam Jurnal Ilmiah Visi Vol 2, No. 2-2007.
Publik dan buku: Jajak pendapat Kompas – Perpustakaan Miskin Peminat. Kompas, 19 Maret 2005, halaman 52.
Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Soebagio Atmodiwirio. 2002.Manajemen Pelatihan.Jakarta: Ardadirya Jaya. Tilaar H.A.R. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka
Cipta.
Yulaelawati, Ella. 2010. Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan Dalam Membanggun Karakter Bangsa. Makalah Dalam Workshop Penyusunan KIE Instrumen Monev Program Dikmas, Bandung 13 April 2010, halaman 3.
D
DDaaaffftttaaarrr PPPuuussstttaaakkkaaa
Baron, RA., Donn Byrne. 2004. Psikologi Sosial (Edisi Indonesia) Jilid 1 dan 2.
Jakarta: Penerbit Erlangga.
Direktorat Pendidikan Masyarakat. 2006. Membaca Jadikan Kualitas Hidup Lebih Baik. Brosur Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat, Kompas, 26 Mei 2006, halaman 12.
Direktorat Pendidikan Masyarakat. 2006. Pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional. Hernowo. 2003.Andai Buku Itu Sepotong Pizza. Bandung: Kaifa.
Irkham, Agus M. 2012.Meretas Literasi, Menyemai Karakter. Koran Tempo, 19 Oktober 2012.
Mounder, A. 1972.Agricultural Extension, a Reference Mannual.Rome: FAO. Mustofa Kamil. 2007. Kompetensi Tenaga Pendidik Pendidikan Nonformal
dalam Membangun Kemandirian Warga Belajar, dalam Jurnal Ilmiah Visi Vol 2, No. 2-2007.
Publik dan buku: Jajak pendapat Kompas – Perpustakaan Miskin Peminat. Kompas, 19 Maret 2005, halaman 52.
Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Soebagio Atmodiwirio. 2002.Manajemen Pelatihan.Jakarta: Ardadirya Jaya. Tilaar H.A.R. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka
Cipta.
Yulaelawati, Ella. 2010. Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan Dalam Membanggun Karakter Bangsa. Makalah Dalam Workshop Penyusunan KIE Instrumen Monev Program Dikmas, Bandung 13 April 2010, halaman 3.
D
DDaaaffftttaaarrr PPPuuussstttaaakkkaaa
Baron, RA., Donn Byrne. 2004. Psikologi Sosial (Edisi Indonesia) Jilid 1 dan 2.
Jakarta: Penerbit Erlangga.
Direktorat Pendidikan Masyarakat. 2006. Membaca Jadikan Kualitas Hidup Lebih Baik. Brosur Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat, Kompas, 26 Mei 2006, halaman 12.
Direktorat Pendidikan Masyarakat. 2006. Pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional. Hernowo. 2003.Andai Buku Itu Sepotong Pizza. Bandung: Kaifa.
Irkham, Agus M. 2012.Meretas Literasi, Menyemai Karakter. Koran Tempo, 19 Oktober 2012.
Mounder, A. 1972.Agricultural Extension, a Reference Mannual. Rome: FAO. Mustofa Kamil. 2007. Kompetensi Tenaga Pendidik Pendidikan Nonformal
dalam Membangun Kemandirian Warga Belajar, dalam Jurnal Ilmiah Visi Vol 2, No. 2-2007.
Publik dan buku: Jajak pendapat Kompas – Perpustakaan Miskin Peminat. Kompas, 19 Maret 2005, halaman 52.
Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Soebagio Atmodiwirio. 2002.Manajemen Pelatihan.Jakarta: Ardadirya Jaya. Tilaar H.A.R. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka
Cipta.
Yulaelawati, Ella. 2010. Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan Dalam Membanggun Karakter Bangsa. Makalah Dalam Workshop Penyusunan KIE Instrumen Monev Program Dikmas, Bandung 13 April 2010, halaman 3.