b~rlang6UnB aebagaimuna lazlmnya komunikasi kelompok ini dalam maeyarakat pemakai bahasa Aceh umum. Artinya, bahasa yang mereka pergunakan dalam berkomunikaei dengan orang tua, kakak, adik, den Baudara dekat ialah bahasa ragam halu8. Pemakaian lfin. drQen. den gobnyan
21
4.1 Sistem Komunikasi ~erbal Intern KelompQk/Etnik
Sistem komun1kasl verbal intern etnik dlmakaudkan eebagai 8ietem komunikasi kebahasaan yang terpakai di dalam kehldupan soelal masyarakat Daya secara khuBU8.
Analieis siBtem komunikasi intern etnik inl dapat di-tinjau dari berbagai 8udut pendang, seperti pelaku komunikasi. bahaea yang digunakan. dan unda-u8uk
ke-b~hasaan dalam proses komunikasi tersebut. Pelaku komu-nikesi dalam penelltlan inl dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok bangs8wan, ulama. IDasyarakat terpelajar.
dan kelompok rakyat biasd. Uraian selanjutnY8 ten tang sietem komunikasl verbal intern dalam kelompok teraebut sebagai berlkut.
4.1.1 Kelompok baneaawan
Secara umum~ bahae8 Yllng dipakai dalam komunikaei verbal kelompok banga8wan adalah bahasa Aceh umum. Namun demik1an, pemaluian uneu" bahasB Aceh dialek Dalla dalam komun1kae1 ter6ebut ('ukup terasa. Rare-na ltu~ t.ingkc.t kehalusan bahaea yeng terpakai dalam komunikaai intern kelompck 1ni sediklt berbeda denean kehalusan bahasa kelompok yeng aame dalam kelompok pemakai bahas8. Ac:eh umum. Hal in! misalnya terIihat deIsm pemakaian awalan kata gantl dan proklitik yeng tldak ajeg (15nku ... ) eerta pemakaian kah atau droekah oleh seorang suami untuk menyapa isteri clan anaknya. Demikian juga halnya
aapaan yang digWlakan seorang ieu terhaciap anak-anaknya.
Sebeliknva, komunikas1 antara enak den orang tua
b~rlang6UnB aebagaimuna lazlmnya komunikasi kelompok ini dalam maeyarakat pemakai bahasa Aceh umum. Artinya, bahasa yang mereka pergunakan dalam berkomunikaei dengan orang tua, kakak, adik, den Baudara dekat ialah bahasa ragam halu8. Pemakaian lfin. drQen. den gobnyan
21
be}-'erapa keluargs masih cukup tabu d.1Bunakan kat.a ganti kee/kef' a.tau kb.h eebagaimane.. lazimnva dipakai dalam kelompok £osia1 lain.
Bila dilihat dar1 aeg! aeal-ueul keturunan. eeba-besar anggota kelompok inl merupakan pendatang, pendudllk .lieli Days. Kakek dan nenek mereka umumnya berasel dar1 daerah Pidie. Passi. Seu1imum. Indrapuri.
Lhoong. Meuleboh. dan daer'eh lain yang dominan pemak.alan bahas1i Ac~h 'Jr.'J.m. Namun demikian. pelafalan kata-kata Aceh inl ~~um yeng terpakai dalam komunikaei intern kelompok eudah bercampur dengan la.fal dialek Daya. eehingga penghl1angan bun}'! .In/ pada ekhir kata dan berbagai cir!
khae dialek Daya tetap terlihat.
4.1.2 Kelompok UlaIDll
Pe~~alan bahasa Aceh dalam komunika3i verbal intern kelompok ulema t1dak ja~h berbeda dengan kelompok bangsawB.n. Artin}ra. bahaslll yang dipakai dalam komunikasi
int~rn kelompok 1nl eecara umum adalah bahaea Aceh umum.
H~l In1 mungkln dlf:leh,c,bkan oleh lamrwY8 me'reka tlo~gal d~ rJeerah lain dJ luar VP.lyai ep:hingg~ 'bahBI!." I\c~h UlIlUh) 6udah biB.p.~ ter?Ft-Kai delanl }u;hidupan sehari-hat'i _ Pada saat ke~beli ke d~e!'ahJ bahaea "m~ulOn" inl juga terbia-813 d.:.£Unak~~~ .-Jals!rl berbtlghi kt!giatan formal kelompok in!
at.aupun cli ri..'3.1am keluut·sFt.
!'t'llmun demlkl-!:n. ads juga bf::bera""B kt:lutir,ett daL:uu kelompck in! ya~g ~etap menggunakan bah~ea Aceh dialek Days. eebe.ge.l earana komunikaal intern kelompok. Di dalA.m
}~e luer-sa 1nl. p.ell'.ak.e lan bahasa Aceh dialek Da.ya dl!!Jngsfl herbbgai konvenalnya tetap t;er:f·akal ~ meskipun orang tUB.
mereka 6ebenarn~'t:1
m-enYfldari bahwa dialek ini agak. kasar bila d!band!ngkan dengan bahasa Aceh umum. Ha} in!
mungkin b~rhubungan
dengan faktor asal-uBul keturunan anggota kelompok 1nl. Sebaglan besar anggot~ kelomprJk
be}-'erapa keluargs masih cukup tabu d.1Bunakan kat.a ganti kee/kef' a.tau kb.h eebagaimane.. lazimnva dipakai dalam kelompok £osia1 lain.
Bila dilihat dar1 aeg! aeal-ueul keturunan. eeba-besar anggota kelompok inl merupakan pendatang, pendudllk .lieli Days. Kakek dan nenek mereka umumnya berasel dar1 daerah Pidie. Passi. Seu1imum. Indrapuri.
Lhoong. Meuleboh. dan daer'eh lain yang dominan pemak.alan bahas1i Ac~h 'Jr.'J.m. Namun demikian. pelafalan kata-kata Aceh inl ~~um yeng terpakai dalam komunikaei intern kelompok eudah bercampur dengan la.fal dialek Daya. eehingga penghl1angan bun}'! .In/ pada ekhir kata dan berbagai cir!
khae dialek Daya tetap terlihat.
4.1.2 Kelompok UlaIDll
Pe~~alan bahasa Aceh dalam komunika3i verbal intern kelompok ulema t1dak ja~h berbeda dengan kelompok bangsawB.n. Artin}ra. bahaslll yang dipakai dalam komunikasi
int~rn kelompok 1nl eecara umum adalah bahaea Aceh umum.
H~l In1 mungkln dlf:leh,c,bkan oleh lamrwY8 me'reka tlo~gal d~ rJeerah lain dJ luar VP.lyai ep:hingg~ 'bahBI!." I\c~h UlIlUh) 6udah biB.p.~ ter?Ft-Kai delanl }u;hidupan sehari-hat'i _ Pada saat ke~beli ke d~e!'ahJ bahaea "m~ulOn" inl juga terbia-813 d.:.£Unak~~~ .-Jals!rl berbtlghi kt!giatan formal kelompok in!
at.aupun cli ri..'3.1am keluut·sFt.
!'t'llmun demlkl-!:n. ads juga bf::bera""B kt:lutir,ett daL:uu kelompck in! ya~g ~etap menggunakan bah~ea Aceh dialek Days. eebe.ge.l earana komunikaal intern kelompok. Di dalA.m
}~e luer-sa 1nl. p.ell'.ak.e lan bahasa Aceh dialek Da.ya dl!!Jngsfl herbbgai konvenalnya tetap t;er:f·akal ~ meskipun orang tUB.
mereka 6ebenarn~'t:1
m-enYfldari bahwa dialek ini agak. kasar bila d!band!ngkan dengan bahasa Aceh umum. Ha} in!
mungkin b~rhubungan
dengan faktor asal-uBul keturunan anggota kelompok 1nl. Sebaglan besar anggot~ kelomprJk
ulama inl merupakan penduduk asli Deva. Mereke l&hlr d.a::
mempero!eh pendldikan dassr di dee8 kelahlren dan Beki-tarnya. Faktor ini eecara hipotetle menyebabkan ~n2gu
naan dialek Daya 'f.'ada eebagian 6nBgot.a ke!ompok 1n!
cukup balk, apal.!3.gi merek.s. um\,L"ll.nya bar"iBal dari daerah pemakaian dialek Daya eebagai sarana komunikaei 80s1al.
Bile ada sebagle.n anegot~ kelc:mpck 1nl yeng beralih ke bahaa6 Aceh umum gebag~i bahae6 komunikee1 d! dalam keluarga/kelompok, make hel itu ~entu dilakukan berda-sarkan pertimbangan tertentu.
4.1.3 Kelompok Maayarakat Terpelajar
Pemakaian bahead sebagai ear ana komunlkael verbal dalam kelompok inl cukup beragam. Komunikasi in£ormal dalam kelompok inl lazimnya ber!angsuns dengan bahae8 Indonesia, bahaea Aceh umum~ d.a.n bahe.86. Aceh dialek Daya. TampaknYA. pemilihan bahasl3. sebagai serane.
nikesi dalam kelompok ini sanget bergantung pacta
komu-bahaea apa yang digunFlkan oleh kOlnuntk~t»r 'Pf"mbic8roJi). Sill:!
komWllkator memhuk3. komtm 1 ka6i dp-f1{!an baho'ls~ IntJon~slu
make komunlkan pun ak~n berue~ha wenggunakan bar.6R~
Indonesia sebagai sarunFl kOIllun!kl':ei.
halnya bila dlg-.jl1akan bah.o;pa Aceh u,'!lum
Demikiftt!. juge.
.~T:auT'un dialek ])aya. Kadl3.ng-kad~:.nE, t.w.hase Ind()nesi6- Acer umum. den dlalek DFtya cHgunak(J1l 8t"'cara bers8Jlt(jE:ll1.. Be.ll.o\sa yans, digunakan oleh pembicara dan lawan bicara berHa~tl
genti, meskipun faktor-faktor koreunikaei tidas ~~ngha
ruskan terjadinya hal itu.
Komunlkael formal do.lam kelompok ini berlangsung dengen b~~d6a Indcneeia dan Aceh umum. Hal in! tampaknya l.erjad1 k.·,r"na beragemnyD. latt;.l" beV;kang daer.s.h o.sa1 tjan baheea ihu ~nsgot~ kelompok inio P~rcampuran bahasa Aceh nialek De-ya dl;l,lem ko~unlka61 formal kelompok ini memang ads. tetapi bukan fenomr::na yang sanga t menoujol.
ulama inl merupakan penduduk asli Deva. Mereke l&hlr d.a::
mempero!eh pendldikan dassr di dee8 kelahlren dan Beki-tarnya. Faktor ini eecara hipotetle menyebabkan ~n2gu
naan dialek Daya 'f.'ada eebagian 6nBgot.a ke!ompok 1n!
cukup balk, apal.!3.gi merek.s. um\,L"ll.nya bar"iBal dari daerah pemakaian dialek Daya eebagai sarana komunikaei 80s1al.
Bile ada sebagle.n anegot~ kelc:mpck 1nl yeng beralih ke bahaa6 Aceh umum gebag~i bahae6 komunikee1 d! dalam keluarga/kelompok, make hel itu ~entu dilakukan berda-sarkan pertimbangan tertentu.
4.1.3 Kelompok Maayarakat Terpelajar
Pemakaian bahead sebagai ear ana komunlkael verbal dalam kelompok inl cukup beragam. Komunikasi in£ormal dalam kelompok inl lazimnya ber!angsuns dengan bahae8 Indonesia, bahaea Aceh umum~ d.a.n bahe.86. Aceh dialek Daya. TampaknYA. pemilihan bahasl3. sebagai serane.
nikesi dalam kelompok ini sanget bergantung pacta
komu-bahaea apa yang digunFlkan oleh kOlnuntk~t»r 'Pf"mbic8roJi). Sill:!
komWllkator memhuk3. komtm 1 ka6i dp-f1{!an baho'ls~ IntJon~slu
make komunlkan pun ak~n berue~ha wenggunakan bar.6R~
Indonesia sebagai sarunFl kOIllun!kl':ei.
halnya bila dlg-.jl1akan bah.o;pa Aceh u,'!lum
Demikiftt!. juge.
.~T:auT'un dialek ])aya. Kadl3.ng-kad~:.nE, t.w.hase Ind()nesi6- Acer umum. den dlalek DFtya cHgunak(J1l 8t"'cara bers8Jlt(jE:ll1.. Be.ll.o\sa yans, digunakan oleh pembicara dan lawan bicara berHa~tl
genti, meskipun faktor-faktor koreunikaei tidas ~~ngha
ruskan terjadinya hal itu.
Komunlkael formal do.lam kelompok ini berlangsung dengen b~~d6a Indcneeia dan Aceh umum. Hal in! tampaknya l.erjad1 k.·,r"na beragemnyD. latt;.l" beV;kang daer.s.h o.sa1 tjan baheea ihu ~nsgot~ kelompok inio P~rcampuran bahasa Aceh nialek De-ya dl;l,lem ko~unlka61 formal kelompok ini memang ads. tetapi bukan fenomr::na yang sanga t menoujol.
4.1.4 Kelompok P~kyat Biaea
KomlJnikaai formal den informal dalam kelompok
raky~t bi~sa ini umumnya berlangsung deng~n bahesa Aceh dl&.lek Dh.YB.. Subdlalek mana yang d1piikai sangat terge.n-tuns pede. komun1kator, komunikan, tempat, dan situasi.
Penge.mete.n di le.];'·e.n,Fan menunjukkan bahwa meaklpun ada perbedaan keell delam bidang lata1. dikei. dan unda-usuk
kebah6.8aan dalam tV1P-tlap subdialek> namun hampir aemuB.
pendukung Bubdialek tertentu bieB. memahami maksud komu-nlkJi8i yang dieampalkan dengan subdialek lain. Karena
itu, bila penutur Bubdialek Lamno/Lamme berbicara dengan penutur Bubdialek Lambeueoi/Kuala Daya. make. pembicaraan tetap berlangeung dengen Bubdialek masing-me.sing.
4.2 Sietem KQwunikaei Verbal AntarkeLQropokLEtnik
Komun1kasl verbal 61ltaranggota kelcmpok bangeawan, ulams." ma.3yarekF.:t terpelajar. dan rakyat biase. berlang-Bung eebagai berikut. Komunikaei enters anggota kelompok be.ngs6.w'&.n deniY'-11 kelon~pok ulama den kelompok masyarak",t terpelajar. at~upun eebaliknva berlanseung dengan b.e..he.ea f..r::eh ;)C":ur.1 {base meulcn) . Namu .... l demlkian. dalam kelorr.;?Ok mBsy.e.:.. .. e.k.~t terpelnjar kadang ter'lihat adanya peTcampUran uneur b~h6ea tndonesia ataupun tH~ing.
Se lanjutny8.. kom'lnik6.e1 ~ntara ke lomJ:.'Ok bangsB.w&.n,
ula.me.~ de.n mbsya.rakat terpelejar dengan kelompok rakyat biase. bt:I·V.1ngt:-ung deng8.n b'lnaaa Aoeh umum~ kecuali l;,.wan blcare (~neBota kelompok ra~yat biasa) benar-benar tidak bie.'J. meffiahwni bahaa& Aceh umum. Dalam kasus seperti 1ni,
btth&.Sd ~'ane: dl.Q"unakan adalan bahasa Aceh dialek DaY£i.
De:mi}~ilin juga h~ln~r.a b11a ansgota kelompok r.ak":,'s.t biaBa
ber~ak6ud mengadakan komunikaei dengan anggota kelompok
bange.~.wan, ulF.1llv.!, ataupun -m.asyarakat tel'pelajar. t1ereka berueaha membuka kC'munikaei dengar; b9.hasa Aceh umum den berusah& berbleare dengan eeha l'13-halusnya~ meskipun percampuran dialek Daya teta.p terlihat secara menyolok.
Tampeknya ada e.nggapan da-r-i anggota. ke loropok inl bahwa 4.1.4 Kelompok P~kyat Biaea
KomlJnikaai formal den informal dalam kelompok
raky~t bi~sa ini umumnya berlangsung deng~n bahesa Aceh dl&.lek Dh.YB.. Subdlalek mana yang d1piikai sangat terge.n-tuns pede. komun1kator, komunikan, tempat, dan situasi.
Penge.mete.n di le.];'·e.n,Fan menunjukkan bahwa meaklpun ada perbedaan keell delam bidang lata1. dikei. dan unda-usuk
kebah6.8aan dalam tV1P-tlap subdialek> namun hampir aemuB.
pendukung Bubdialek tertentu bieB. memahami maksud komu-nlkJi8i yang dieampalkan dengan subdialek lain. Karena
itu, bila penutur Bubdialek Lamno/Lamme berbicara dengan penutur Bubdialek Lambeueoi/Kuala Daya. make. pembicaraan tetap berlangeung dengen Bubdialek masing-me.sing.
4.2 Sietem KQwunikaei Verbal AntarkeLQropokLEtnik
Komun1kasl verbal 61ltaranggota kelcmpok bangeawan, ulams." ma.3yarekF.:t terpelajar. dan rakyat biase. berlang-Bung eebagai berikut. Komunikaei enters anggota kelompok be.ngs6.w'&.n deniY'-11 kelon~pok ulama den kelompok masyarak",t terpelajar. at~upun eebaliknva berlanseung dengan b.e..he.ea f..r::eh ;)C":ur.1 {base meulcn) . Namu .... l demlkian. dalam kelorr.;?Ok mBsy.e.:.. .. e.k.~t terpelnjar kadang ter'lihat adanya peTcampUran uneur b~h6ea tndonesia ataupun tH~ing.
Se lanjutny8.. kom'lnik6.e1 ~ntara ke lomJ:.'Ok bangsB.w&.n,
ula.me.~ de.n mbsya.rakat terpelejar dengan kelompok rakyat biase. bt:I·V.1ngt:-ung deng8.n b'lnaaa Aoeh umum~ kecuali l;,.wan blcare (~neBota kelompok ra~yat biasa) benar-benar tidak bie.'J. meffiahwni bahaa& Aceh umum. Dalam kasus seperti 1ni,
btth&.Sd ~'ane: dl.Q"unakan adalan bahasa Aceh dialek DaY£i.
De:mi}~ilin juga h~ln~r.a b11a ansgota kelompok r.ak":,'s.t biaBa
ber~ak6ud mengadakan komunikaei dengan anggota kelompok
bange.~.wan, ulF.1llv.!, ataupun -m.asyarakat tel'pelajar. t1ereka berueaha membuka kC'munikaei dengar; b9.hasa Aceh umum den berusah& berbleare dengan eeha l'13-halusnya~ meskipun percampuran dialek Daya teta.p terlihat secara menyolok.
Tampeknya ada e.nggapan da-r-i anggota. ke loropok inl bahwa
komunikaei densan bahae5 Aceh umum (baBe meulcn) jauh lebih terhormat dan mulla darlpade dengan menggunakan bahasa Aceh dialek [Iaye.
Bahasd yang dlgunakan sebs.gai sarana komunikasi e06181 ant~ra ar.ggot6 ma.Bya~akat Daye dengan para penda-tang ad8.1ah baha88. Aceh umum dan bahas8. Indones la.
Pe~~kaidn bahae8 Aceh dialek Daya untuk keperluan komu-nikaei antarkelompok tld.a.k terlihat sama sekali. Hal inl dapat
t1d"k
ter·jad! karens. lIVl.ayarakat di Iuar Days dlanggap memahaml adma eekali haheas Aceh dialek Days dengan berbage! keu!11kann~ra.
Pengamatan d! lapangan menunjukkan bahwa ape.bila pada sue.tu we.ktu ada beberapa penutur "base Daye"
sedans berkc·munikasl denE!;an bahass ibunya lalu datang orang lain yang dlanggap asing. make. komunikasi tereebut
~kan terhenti untuk beberapa saat. Bi1a orang yang datang itu dianggep tidak berkepentingan dengan mereka.
maka komunikaei tersebut dilanjutkan seperti sediakala.
Seb6.1iknya. bile. pendet8.ng bertanya stau membicarakan eeeuatu :Pl'ide p.sl."!.h 6ec-rane. anggata keh')mpok~ maka pada 81!11')t itlJ. jusa terjaul 811h~n kode. Pcmilihao bBh~e;~ Aceh steu Indonesia eebagBi B!u:·ar.a kl)munikaei ini aang&t te!:'B:antung .f'l.::I.da bp. hJ'lB.9. ape. y~ng digunekan oleh p09ndatang pb.d'l ea.et rr-..embuka komunlka.si deng'-iln anggot09. kelompok ltu. T.a..'np~knya. mereka beruB8M mengimbangi bahas6 YBng dleuna.kan Qleh pf::ndatl."lng. meski];:,un pengual:JtHm merekF:l terhadap hahaas tersebut maeih sangat ~e~batas. Hal ini kariang-kadang men:tebabkan terjadinyf:!. komunikas1 dengan
bah6.s~ Aceh ateu Indonesia yftng kedaya-dayaan.
4.3 MaeYerak,t ~ Seb~gai ~arakU~ DigloBlk
Beranjdk dari ber~€amnye p~makaian bahasa sebagai earan& komunlkasi 60els.1 dalam maeyarakat Daya~ maayara kat 1ni merupakan salah setu contoh masyarakat dlg10sik dalam kelo:1lpok pemak"-l bahaea Aceh. Hal lni terjadi karena bahaea Aceh (Ae:eh umum). bahaea Aceh dialek Daya~
komunikaei densan bahae5 Aceh umum (baBe meulcn) jauh lebih terhormat dan mulla darlpade dengan menggunakan bahasa Aceh dialek [Iaye.
Bahasd yang dlgunakan sebs.gai sarana komunikasi e06181 ant~ra ar.ggot6 ma.Bya~akat Daye dengan para penda-tang ad8.1ah baha88. Aceh umum dan bahas8. Indones la.
Pe~~kaidn bahae8 Aceh dialek Daya untuk keperluan komu-nikaei antarkelompok tld.a.k terlihat sama sekali. Hal inl dapat
t1d"k
ter·jad! karens. lIVl.ayarakat di Iuar Days dlanggap memahaml adma eekali haheas Aceh dialek Days dengan berbage! keu!11kann~ra.
Pengamatan d! lapangan menunjukkan bahwa ape.bila pada sue.tu we.ktu ada beberapa penutur "base Daye"
sedans berkc·munikasl denE!;an bahass ibunya lalu datang orang lain yang dlanggap asing. make. komunikasi tereebut
~kan terhenti untuk beberapa saat. Bi1a orang yang datang itu dianggep tidak berkepentingan dengan mereka.
maka komunikaei tersebut dilanjutkan seperti sediakala.
Seb6.1iknya. bile. pendet8.ng bertanya stau membicarakan eeeuatu :Pl'ide p.sl."!.h 6ec-rane. anggata keh')mpok~ maka pada 81!11')t itlJ. jusa terjaul 811h~n kode. Pcmilihao bBh~e;~ Aceh steu Indonesia eebagBi B!u:·ar.a kl)munikaei ini aang&t te!:'B:antung .f'l.::I.da bp. hJ'lB.9. ape. y~ng digunekan oleh p09ndatang pb.d'l ea.et rr-..embuka komunlka.si deng'-iln anggot09. kelompok ltu. T.a..'np~knya. mereka beruB8M mengimbangi bahas6 YBng dleuna.kan Qleh pf::ndatl."lng. meski];:,un pengual:JtHm merekF:l terhadap hahaas tersebut maeih sangat ~e~batas. Hal ini kariang-kadang men:tebabkan terjadinyf:!. komunikas1 dengan
bah6.s~ Aceh ateu Indonesia yftng kedaya-dayaan.
4.3 MaeYerak,t ~ Seb~gai ~arakU~ DigloBlk
Beranjdk dari ber~€amnye p~makaian bahasa sebagai earan& komunlkasi 60els.1 dalam maeyarakat Daya~ maayara kat 1ni merupakan salah setu contoh masyarakat dlg10sik dalam kelo:1lpok pemak"-l bahaea Aceh. Hal lni terjadi karena bahaea Aceh (Ae:eh umum). bahaea Aceh dialek Daya~
dan baha6d Indonesia dlgunakan seGara bergantl-gan~i
untuk mendukung fungal tertentu.
Dalam hal in1, bahasa Indoneeia lebih dominan dipakai eebagai earana ko~unikasi. adaptBsi. integrasi.
dan kontrol soaial e.nt8.ra tr.8.eyarakat da:l~ dengJi!l anggota maeyaraks.t lain di luer etnlk mereko!l. yang
tidak menguasai bahasa Aceh umum apalagi
benar-benar
bahae8 Aceh dialek Daye. SaheBa inl juga digunak~ Bebegai earana komunikasi dalam acarS-Beere. reami kenegaraan. b~aBa
pengantar di lembaga pendidlkan. ataupun deerS-dcare.
reami lainnya di dalam maeyarakat. Bahae8 Aceh umum (base meulbn) digunakan sebagai Barana komunikasl.
adapt8Bi~ dan integrasi antara penutur 8s11 beheaa Aceh dialek De.lIa dengan warga maeyar"akat Days. ~'ang berba~e.6a
ibu bahas8 Aceh umum ataupun pendatans yang berl~tar bahasa ibu bahas~ Aceh. Bahasa ini juga dipakai sebagai Bar ana kontrol 80aia1 dalam kehidupan sehari-hari anggo-ta masyarakat kelompok bangsdwan. ulama. dan kaum terpe-laj ar. Se lanjutnya. bahas6 Aceh dialek Deya ham{e. dlJilu-ndkan sebagai 9srana korflunika6i., adaptasi. integ{,dsi den kontrol sc)sial dalllm kehidup8n B~harl hart a.nli!scta maoyarakat dart keIoftlpok_ l'6.kY8!;. biaBa.
B1Ia rtiamati lehih lanjut, kerag~.6n bahd5a vans deIsm ma8ysrakat. 1ni beraKibat p.ull:l pacta
perisLlwa elih kode dan campur kcde dalam
ClW1-terpakai culnY8
nlkaei verbal. Perietiwa a11h da~ campur kode antara d~
bahasa clan dua subdialek dalam maayaraka't ter.3ebut termasuk periatiw8. yens unik dalam bahasa Aceh. KetL~ikan
inl t;.erjadi kaI·em~. alih dan campur kode dalem mseyaraka.t inl dapat berlangsung enters Bubdialek de~gan BUbdi&lek~
dialek d~ngan b~hasa. ataupun bahas8 dengan b~hasa.
Dalam masyaraket penutur bahasa Aceh lain~ perietiwa alih dan campur kode ini hanya terjad1 pada tataran behaad dengan bahasa. Itupun terbatas antara bahasa Indonesia dan bl;l.haea Aceh ataupu.~ eeba11k.nya. Dalam masyarakat Daya? bahaea Indonesia. b8haB~ Aceh umum.
dan baha6d Indonesia dlgunakan seGara bergantl-gan~i
untuk mendukung fungal tertentu.
Dalam hal in1, bahasa Indoneeia lebih dominan dipakai eebagai earana ko~unikasi. adaptBsi. integrasi.
dan kontrol soaial e.nt8.ra tr.8.eyarakat da:l~ dengJi!l anggota maeyaraks.t lain di luer etnlk mereko!l. yang
tidak menguasai bahasa Aceh umum apalagi
benar-benar
bahae8 Aceh dialek Daye. SaheBa inl juga digunak~ Bebegai earana komunikasi dalam acarS-Beere. reami kenegaraan. b~aBa
pengantar di lembaga pendidlkan. ataupun deerS-dcare.
reami lainnya di dalam maeyarakat. Bahae8 Aceh umum (base meulbn) digunakan sebagai Barana komunikasl.
adapt8Bi~ dan integrasi antara penutur 8s11 beheaa Aceh dialek De.lIa dengan warga maeyar"akat Days. ~'ang berba~e.6a
ibu bahas8 Aceh umum ataupun pendatans yang berl~tar bahasa ibu bahas~ Aceh. Bahasa ini juga dipakai sebagai Bar ana kontrol 80aia1 dalam kehidupan sehari-hari anggo-ta masyarakat kelompok bangsdwan. ulama. dan kaum terpe-laj ar. Se lanjutnya. bahas6 Aceh dialek Deya ham{e. dlJilu-ndkan sebagai 9srana korflunika6i., adaptasi. integ{,dsi den kontrol sc)sial dalllm kehidup8n B~harl hart a.nli!scta maoyarakat dart keIoftlpok_ l'6.kY8!;. biaBa.
B1Ia rtiamati lehih lanjut, kerag~.6n bahd5a vans deIsm ma8ysrakat. 1ni beraKibat p.ull:l pacta
perisLlwa elih kode dan campur kcde dalam
ClW1-terpakai culnY8
nlkaei verbal. Perietiwa a11h da~ campur kode antara d~
bahasa clan dua subdialek dalam maayaraka't ter.3ebut termasuk periatiw8. yens unik dalam bahasa Aceh. KetL~ikan
inl t;.erjadi kaI·em~. alih dan campur kode dalem mseyaraka.t inl dapat berlangsung enters Bubdialek de~gan BUbdi&lek~
dialek d~ngan b~hasa. ataupun bahas8 dengan b~hasa.
dialek d~ngan b~hasa. ataupun bahas8 dengan b~hasa.