• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENEMUAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penemuan dan Pembahasan 1.Analisis Kualitatif 1.Analisis Kualitatif

2) Uji Secara Simultan (F)

ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 163.157 3 54.386 24.961 .000a

Residual 165.593 76 2.179

Total 328.750 79

a.Predictors: (Constant), Reputasi (X3), Etiket (X1), Komunikasi (X2) b.Dependent Variable: Kepercayaan (Y1)

(Sumber : Data primer 2010 yang telah diolah)

Pada tabel diatas diketahui hasil uji F dapat digunakan untuk menguji model regresi jalur apakah variabel etiket, komunikasi, dan reputasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan. Pengujian dilakukan uji F, hipotesis yang diajukan adalah :

H0 : Etiket, komunikasi, dan reputasi tidak berpengaruh secara

simultan terhadap kepercayaan.

H1 : Etiket, komunikasi, dan reputasi berpengaruh secara simultan

terhadap kepercayaan.

Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai Fhitung

dengan Ftabel :

Jika Fhitung >Ftabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika Fhitung <Ftabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

(Jonathan Sarwono,2007:31)

atau 6 – 1 = 5 dan denumerator : jumlah kasus – 4 atau 80 –4 = 76. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka Ftabel sebesar 2.33.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai Fhitung

24.961 >nilai Ftabel 2.33 dan nilai signifikansi sebesar Sig. 0.000 < 0.05. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya etiket,

komunikasi, dan reputasi secara simultan mempengaruhi kepercayaan.Besarnya pengaruh adalah 49.6% dan (100% - 49.6% = 50.4%) dipengaruhi oleh varibel-variabel lain di luar model ini. 3) Uji Secara Parsial (t)

Tabel 4.57 Uji Parsial (t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 7.820 2.197 3.559 .001 Etiket (X1) .207 .099 .219 2.080 .041 Komunikasi (X2) .228 .113 .227 2.027 .046 Reputasi (X3) .369 .105 .379 3.527 .001

a. Dependent Variable: Kepercayaan (Y1) (Sumber: data primer 2010 diolah)

a) Pengaruh etiket terhadap kepercayaan.

Untuk melihat apakah ada pengaruh antara etiket terhadap kepercayaan pertama dilakukan analisis hipotesis sebagai berikut :

H0 = Etiket tidak berpengaruh terhadap kepercayaan.

Kedua : Membandingkan nilai t hitung dengan nilait tabel.

Jika t hitung >t tabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika t hitung <t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

Dari perhitungan didapat nilai t hitung adalah 2.080. t tabel dengan berdasarkan taraf signifikansi sebesar 0.05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2 atau 80 – 2 = 78. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka ttabel sebesar

1.99.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai thitung -2.080 >nilai ttabel 1.99 dan nilai signifikansi sebesar Sig. 0.041

< 0.05. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya etiket

berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan nasabah, dan besar pengaruhnya dapat dilihat pada nilai Beta yaitu 0.219 atau 21.9 %.

Dari data diatas maka dapat dikatakan bahwa variabel etiket ini berpengaruh dengan baik terhadap kepercayaan nasabah bank perkreditan rakyat. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Nila Nurmala (2008) dengan menggunakan metode (SEM) Structural Equation Modeling dan bantuan program LISREL 8.8, bahwa variabel etiket secara parsial menunjukkan pengaruh secara signifikan terhadap

b) Pengaruhkomunikasi terhadap kepercayaan.

Untuk melihat apakah ada pengaruh antara komunikasi terhadap kepercayaan dilakukan analisis hipotesis sebagai berikut :

H0 = Komunikasi tidak berpengaruh terhadap kepercayaan.

H1 = Komunikasi produk berpengaruh terhadap kepercayaan.

Kedua : Membandingkan nilai t hitung dengan nilait tabel.

Jika t hitung >t tabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika t hitung <t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak Dari perhitungan didapat nilai t hitung adalah 2.027. dan

dengan ttabel dengan berdasarkan taraf signifikansi sebesar 0.05

dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2 atau 80 – 2 = 78. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka ttabel sebesar 1.99.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai t hitung

2.027 >nilai t tabel 1.99 dan nilai signifikansi sebesar Sig. 0.046

< 0.05. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya

komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, dan besar pengaruhnya dapat dilihat pada nilai Beta yaitu 0.227 atau 22.7%.

Dapat diketahui bahwa variabel komunikasi ini berpengaruh dengan baik terhadap kepercayaan nasabah bank perkreditan rakyat (BPR). Komunikasi sangat penting

dilakukan, terutama untuk pelayanan dan informasi nasabah pada suatu bank, hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sri Maharsi dan Fenny (2006) dengan penelitiannya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan dan pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas pengguna internet banking di Surabaya. Dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kepercayaan pengguna terhadap internet banking dipengaruhi sebesar 25% oleh factor komunikasi yang terjalin antara pengguna dengan internet banking. Sehingga dengan adanya komunikasi yang baik maka pengguna dapat dengan mudah memperoleh informasi yang mereka inginkan.

Akan tetapi, hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nila Nurmala (2008) dimana variabel komunikasi tidak berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah bank. Kemungkinan yang mendasari perbedaan ini adalah adanya perbedaan objek penelitian, jumlah sampel serta sampel respondennya. Objek penelitian pada penelitian Nila Nurmala dilakukan pada Bank BNI, dengan sampel respondennya adalah nasabah pengguna tabungan.

Untuk melihat apakah ada pengaruh antara reputasi terhadap kepercayaan maka akan ditentukan hipotesis nya sebagai berikut :

H0 = Reputasi tidak berpengaruh terhadap kepercayaan. H1 = Reputasi berpengaruh terhadap kepercayaan.

Kedua : Membandingkan nilai t hitung dengan nilait tabel.

Jika t hitung >t tabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika t hitung <t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

Dari perhitungan didapat nilai t hitung adalah 3.527 dan ttabel dengan berdasarkan taraf signifikansi sebesar 0.05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2 atau 80 – 2 = 78. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka ttabel sebesar

1.99.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai thitung 3.527 > nilai ttabel 1.99 dan nilai signifikansi sebesar Sig. 0.001

< 0.05. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya reputasi

berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, dan besar pengaruhnya dapat dilihat pada nilai Beta yaitu 0.379 atau 37.9%.

Dapat diketahui bahwa variabel reputasi berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah bank perkreditan rakyat (BPR). Maka dapat dikatakan bahwa reputasi yang dimiliki oleh bank

perkreditan rakyat (BPR) Parungpanjang dapat membentuk dan membangun kepercayaan yang positif dimata nasabah. Berdasarkan analisis diatas maka hasilnya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Moh. Harsono (2006), yang menunjukkan bahwa reputasi berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan nasabah kredit komersial. Dengan judul penelitian nya adalah pengaruh relationship marketing terhadap loyalitas melalui kepercayaan dan komitmen nasabah BRI "Pahlawan" Surabaya. Dimana variabel eksogen dalam penelitian ini terdiri dari: switching cost, manfaat relationship, ikatan sosial, komunikasi dan reputasi bank, sedangkan variabel endogennya adalah: kepercayaan, komitmen relasional dan loyalitas.

c. UJi Hipotesis Struktur II 1) Koefisien Determinasi (R2) Tabel. 4.58 Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .679a .462 .440 1.53994

a. Predictors: (Constant), Reputasi (X3), Etiket (X1), Komunikasi (X2)

Dapat dilihat besarnya R square adalah 0.462. angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh etiket ,

menghitung koefisien determinasi (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

KD = r² x 100 % KD = 0.462 x 100 % KD = 46.2 %

Angka tersebut menjelaskan bahwa pengaruh etiket, komunikasi, dan reputasi terhadap komitmen adalah 46.2%. Sedangkan sisanya sebesar (1 - 0.462 = 0.538) atau sebesar 53.8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar model ini.

2) Uji Secara Simultan (F)

Tabel. 4.59 ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 154.459 3 51.486 21.711 .000a Residual 180.228 76 2.371 Total 334.688 79

a. Predictors: (Constant), Reputasi (X3), Etiket (X1), Komunikasi (X2) b. Dependent Variable: Komitmen (Y2)

(Sumber : Data primer 2010 yang telah diolah)

Pada tabel diatas diketahui hasil uji F dapat digunakan untuk menguji model regresi jalur apakah variabel etiket, komunikasi, dan reputasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap komitmen. Pengujian dilakukan uji F, hipotesis yang diajukan adalah :

H1 : Etiket, komunikasi, dan reputasi berpengaruh secara simultan

terhadap komitmen.

Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai Fhitung

dengan Ftabel :

Jika Fhitung >Ftabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika Fhitung <Ftabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

Dari perhitungan didapat nilai Fhitung adalah 21.711 Ftabel

dengan berdasarkan taraf signifikan sebesar 0.05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan numerator : jumlah variabel – 1 atau 6 – 1 = 5 dan denumerator : jumlah kasus – 4 atau 80 – 4 = 76. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka Ftabel sebesar 2.33.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai Fhitung

21.711>nilai Ftabel 2.33 dan nilai signifikansi sebesar Sig. 0.000 <

0.05. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara etiket, komunikasi, dan reputasi berpengaruh secara simultan terhadap komitmen. Dengan demikian, model regresi di atas sudah layak dan benar. Kesimpulannya, etiket, komunikasi, dan reputasi secara simultan mempengaruhi kepercayaan.Besarnya pengaruh adalah 46.2% dan (100% - 46.2% = 53.8%) dipengaruhi oleh varibel-variabel lain di luar model ini.

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 8.548 2.292 3.729 .000 Etiket (X1) .230 .104 .242 2.221 .029 Komunikasi (X2) .238 .118 .234 2.026 .046 Reputasi (X3) .318 .109 .323 2.907 .005

a. Dependent Variable: Komitmen (Y2)

(Sumber: data primer 2010 diolah) a) Pengaruh etiket terhadap komitmen.

Untuk melihat apakah ada pengaruh antara etiket terhadap komitmen pertama dilakukan analisis hipotesis sebagai berikut :

H0 = Etiket tidak berpengaruh terhadap komitmen.

H1 = Etiket berpengaruh terhadap komitmen.

Kedua : Membandingkan nilai t hitung dengan nilait tabel.

Jika t hitung >t tabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika t hitung <t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

Dari perhitungan didapat nilai t hitung adalah 2.221. t tabel

dengan berdasarkan taraf signifikansi sebesar 0.05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2 atau 80 – 2 = 78. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka Ttabel sebesar

1.99.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai t hitung

< 0.05. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya etiket

berpengaruh signifikan terhadap komitmen nasabah, dan besar pengaruhnya dapat dilihat pada nilai Beta yaitu 0.242 atau 24.2%.

Dari data diatas maka dapat dikatakan bahwa variabel etiket ini berpengaruh dengan baik terhadap komitmen nasabah bank perkreditan rakyat.

Dimana etiket yang dilakukan karyawan bank mampu membangun dan membentuk komitmen nasabah nya. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Kasmir (2004:188), bahwa khususnya untuk nasabah yang lama tidak akan berpindah kepada bank lain karena sudah merasa puas atas etiket karyawan bank dalam bentuk pelayanannya.

b) Pengaruhkomunikasi terhadap komitmen.

Untuk melihat apakah ada pengaruh antara komunikasi terhadap komitmen dilakukan analisis hipotesis sebagai berikut :

H0 = Komunikasi tidak berpengaruh terhadap komitmen.

H1 = Komunikasi produk berpengaruh terhadap komitmen.

Kedua : Membandingkan nilai t hitung dengan nilait tabel.

Dari perhitungan didapat nilai t hitung adalah 2.026. dan

dengan ttabel dengan berdasarkan taraf signifikansi sebesar 0.05

dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2 atau 80 – 2 = 78. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka ttabel sebesar 1.99.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai t hitung

2.026 >nilai t tabel 1.99 dan nilai signifikansi sebesar Sig. 0.046

< 0.05. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya

komunikasi berpengaruh signifikan terhadap komitmen, dan besar pengaruhnya dapat dilihat pada nilai Beta yaitu 0.234 atau 23.4%.

Dapat diketahui bahwa variabel komunikasi ini berpengaruh dengan baik terhadap komitmen nasabah bank perkreditan rakyat (BPR). Komunikasi sangat penting dilakukan, terutama untuk meyakinkan dan mempertahankan nasabah pada suatu bank.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Daru Asih (2006) yang berjudul pengaruh keefektifak komunikasi, kualitas jasa, kepercayaan, dan komitmen keterhubungan pada efek keterhubungan dalam jasa professional. Dimana secara langsung keefektifan komunikasi tidak mempengaruhi komitmen keterhubungan maupun efek keterhubungan. Kemungkinan yang mendasari perbedaan ini

adalah adanya perbedaan objek penelitian, jumlah sampel serta sampel respondennya. Objek penelitian pada penelitian Daru Asih dilakukan pada perusahaan jasa perencanaan financial yang ada di wilayah Jakarta, meliputi perusahaan sekuritas dan perusahaan asuransi dengan jumlah sampel sebanyak 127 orang responden, dan sampel respondennya adalah para investor yang menggunakan jasa perencanaan financial.

c) Pengaruhreputasi terhadap komitmen.

Untuk melihat apakah ada pengaruh antara reputasi terhadap komitmen maka akan ditentukan hipotesis nya sebagai berikut :

H0 = Reputasi tidak berpengaruh terhadap komitmen.

H1 = Reputasi berpengaruh terhadap komitmen.

Kedua : Membandingkan nilai t hitung dengan nilait tabel. Jika t hitung >t tabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika t hitung <t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

Dari perhitungan didapat nilai t hitung adalah 2.907 dan t tabel

dengan berdasarkan taraf signifikansi sebesar 0.05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan : DK = n – 2 atau 80 – 2 = 78. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka Ttabel sebesar

< 0.05. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya reputasi

berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, dan besar pengaruhnya dapat dilihat pada nilai Beta yaitu 0.323 atau 32.3%.

Dapat diketahui bahwa variabel reputasi berpengaruh terhadap komitmen nasabah bank perkreditan rakyat (BPR). Maka dapat dikatakan bahwa reputasi yang dimiliki oleh bank perkreditan rakyat (BPR) Parungpanjang dapat membentuk dan membangun komitmen yang kuat dengan nasabah.

Berdasarkan analisis diatas maka hasilnya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Moh. Harsono (2006), yang menunjukkan bahwa reputasi berpengaruh signifikan terhadap komitmen nasabah kredit komersial. Dengan judul penelitian nya adalah pengaruh relationship marketing terhadap loyalitas melalui kepercayaan dan komitmen nasabah BRI "Pahlawan" Surabaya. Dimana variabel eksogen dalam penelitian ini terdiri dari: switching cost, manfaat relationship, ikatan sosial, komunikasi dan reputasi bank, sedangkan variabel endogennya adalah: kepercayaan, komitmen relasional dan loyalitas.

d. Hasil UJi Hipotesis Struktur III 1) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .826a .683 .661 1.51858

a. Predictors: (Constant), Komitmen (Y2), Etiket (X1), Reputasi (X3), Komunikasi (X2), Kepercayaan (Y1)

(Sumber : Data primer 2010 yang telah diolah)

Diperoleh besarnya R square adalah 0.683. angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh etiket, komunikasi, reputasi, kepercayaan dan komitmen terhadap kerelasian nasabah dengan cara menghitung koefisien determinasi (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

KD = r² x 100 % KD = 0.683 x 100 % KD = 68.3 %

Angka tersebut menjelaskan bahwa pengaruh etiket, komunikasi, reputasi, kepercayaan dan komitmen terhadap kerelasian nasabah adalah 68.3%. Sedangkan sisanya sebesar (100% - 68.3% = 31.7%) dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar model ini.

2) Uji Secara Simultan (F)

Tabel 4.62

Analisis varian (Annova)

Residual 170.650 74 2.306

Total 538.188 79

a. Predictors: (Constant), Komitmen (Y2), Etiket (X1), Reputasi (X3), Komunikasi (X2), Kepercayaan (Y1)

b. Dependent Variable: Kerelasian (Z)

(Sumber : Data primer 2010 yang telah diolah)

Pada tabel diatas diketahui hasil uji F dapat digunakan untuk menguji model regresi jalur apakah variabel etiket, komunikasi, reputasi, kepercayaan dan komitmen berpengaruh signifikan terhadap kerelasian nasabah. Pengujian dilakukan uji F, hipotesis yang diajukan adalah :

H0 : Etiket, komunikasi, reputasi, kepercayaan dan komitmen tidak

berpengaruh secara simultan terhadap kerelasian nasabah. H1 :Etiket, komunikasi, reputasi, kepercayaan dan komitmen

berpengaruh secara simultan terhadap kerelasian nasabah. Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai Fhitung

dengan Ftabel :

Jika Fhitung >Ftabel,maka H0 ditolak dan H1 diterima

Dari perhitungan didapat nilai Fhitung adalah 31.875. Ftabel

dengan berdasarkan taraf signifikan sebesar 0.05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan numerator : jumlah variabel – 1 atau 6 – 1 = 5 dan denumerator : jumlah kasus – 4 atau 80 – 4 = 76. Dengan ketentuan tersebut diperoleh angka Ftabel 2.33.

Maka, dari hasil diatas dapat dibandingkan bahwa nilai Fhitung

0.05. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh

yang signifikan antara etiket, komunikasi, reputasi, kepercayaan dan komitmen berpengaruh secara simultan terhadap kerelasian nasabah. Kesimpulannya, etiket, komunikasi, reputasi, kepercayaan dan komitmen secara simultan mempengaruhi kerelasian nasabah bank perkreditan rakyat (BPR). Besarnya pengaruh adalah 68.3%. Sedangkan sisanya sebesar 31.7% dipengaruhi oleh varibel-variabel lain diluar model ini.

Dokumen terkait