• Tidak ada hasil yang ditemukan

sendiri, berbasis aset alam dan kearifan lokal setiap daerah. Kemandirian yang dimaksud di sini adalah kemandirian yang mengenal adanya hubungan kerjasama, yang saling menguntungkan dengan semua pihak untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Papua demi kemajuan masyarakat asli Papua berdasarkan nilai-nilai adat dan nilai-nilai universal. Pencapaian kondisi kemandirian sebagaimana dimaksud sangat memungkinkan karena dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua mengamanatkan dan memberikan peluang kepada masyarakat Papua untuk merancang masa depannya berdasarkan nilai adat istiadat dan memberikan kewenangan untuk menentukan arah pembangunannya sendiri yang luas serta keberpihakan yang sebesar-besarnya terhadap masyarakat asli Papua. Oleh karena itu perbaikan kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang kondusif akan memberikan peluang bagi masyarakat Papua dalam mewujudkan kemandiriannyadalam kerangka NKRI.

Kemandirian sosial tercermin pada peningkatan kualitas Manusia Papua serta modal sosial masyarakat asli Papua sehingga mampu berperan dalam pembangunan daerah termasuk meningkatkan kualitas hidup berbasis aset alam lokal yang memperhitungkan aspek-aspek keberlanjutan. Kualitas Manusia Papua tercermin dari meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, angka harapan hidup yang lebih tinggi dan kesetaraan gender, meningkatnya kualitas intelektual, dan meningkatnya profesionalisme dan daya inovasi masyarakat Papua yang tinggi. Modal sosial masyarakat tercermin dari rasa saling percaya dan kemampuan untuk memecahkan masalah bersama.

Kemandirian budaya ditujukan untuk mengaktualisasikan jati diri, identitas dan karakter masyarakat asli Papua berdasarkan nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan tatanan aturan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dengan tetap memperhatikan tatanan nasional. Kemandirian budaya juga berkaitan dengan pengakuan terhadap berbagai kekayaan adat istiadat serta pemahaman keragamannya sebagai suatu kekayaan untuk dijadikan inspirasi pembangunan untuk menjaga eksistensinya.

Kemandirian ekonomi adalah suatu kondisi tercapainya peningkatan dan pemerataan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara simultan dan berkelanjutan serta mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka peningkatan kualitas hidup mereka, melalui peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan aset alam secara mandiri, berkelanjutan dan bertanggung jawab, penguatan kecukupan pemenuhan kebutuhan lokal, penciptaan sumber-sumber pemenuhan kebutuhan alternatif;

peningkatan akses terhadap kebutuhan hidup; peningkatan kesempatan

mengaktualisasikan diri sesuai bakat dan minatnya; pembangunan yang tersebar dan setara melalui keterpaduan antar sektor pembangunan dan investasi berbasis kampung.

Kemandirian politik dicapai melalui terwujudnya sistem dan kelembagaan politik serta hukum yang berkeadilan. Kemandirian politik tercermin melalui lembaga politik dan kemasyarakatan didasarkan oleh aturan hukum dan aturan adat. Kapasitas pendidikan politik tercermin melalui peningkatan partisipasi dan peran masyarakat secara nyata dan efektif dalam sistem pengambilan keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai budaya masyarakat dengan menganut etika demokrasi, sehingga terjamin hak-hak masyarakat berdasarkan nilai adat dan nilai universal serta ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat Papua termasuk aspek gender.

4.2. MISI

Misi pada dasarnya merupakan upaya yang harus dilakukan agar visi yang telah ditetapkan dapat dicapai pada kurun waktu tertentu. Misi juga menjadi alasan mengapa suatu entitas organisasi lahir dan dibutuhkan serta dengan komitmen apa untuk jangka pajang dibuat kepada stakeholders. Dengan demikian, misi pembangunan jangka panjang adalah komitmen untuk menyelenggarakan serangkaian pembangunan yang memenuhi perspektif pemangku kepentingan pembangunan Provinsi Papua guna menjamin tercapainya visi pembangunan jangka panjang daerah.

Dalam mewujudkan visi pembangunan Provinsi Papua, ditempuh melalui 5 (lima) misi pembangunan daerah sebagai berikut:

Lima misi di atas dicetuskan sebagai panduan utama pengembangan arah kebijakan pembangunan jangka panjang untuk menjamin tercapainya visi daerah sebagaimana telah dijelaskan di sub-bab sebelumnya.

1. Mewujudkan Kemandirian Sosial adalah meningkatkan kualitas hidup Masyarakat Papua yang sehat, cerdas, berbahagia, dan berinovasi tinggi untuk penguasaan, pemanfaatan, pengembangan, dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta

1. Mewujudkan Kemandirian Sosial;

2. Mewujudkan Kemandirian Budaya;

3. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dan Pengembangan Wilayah;

4. Mewujudkan Kemandirian Politik;

5. Mewujudkan Kemandirian Masyarakat Asli Papua.

pembangunan yang adil dan merata . Tujuan penguasaan, pemanfaatan, dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah agar semua orang dapat mengembangkan diri dan berkontribusi sesuai minat dan bakatnya masing-masing, untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

2. Mewujudkan Kemandirian Budaya adalah pengembangan kelembagaan adat, agama, dan perempuan, terintegrasi ke dalam sistem formal; pengembangan jati diri masyarakat dan kebanggaan menjadi orang Papua; serta peningkatan budaya berprestasi dan inovatif.

3. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi adalah peningkatan pemenuhan kecukupan kebutuhan dan kualitas hidup masyarakat Papua yang berbasis pada kekuatan lokal;

peningkatan pembangunan infrastruktur yang membantu memenuhi kecukupan kebutuhan secara lokal; pemenuhan kebutuhan berbasis aset alam lokal secara berkelanjutan pengelolaan dan penataan ruang dan wilayah yang dirancang berdasarkan daya dukung serta peruntukan ruang yang telah disepakati bersama;

tercapainya peningkatan dan pemerataan akses dan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat; pengelolaan aset alam secara mandiri, berkelanjutan dan bertanggungjawab.

4. Mewujudkan Kemandirian Politik adalah peningkatan peran masyarakat yang demokratis; Peningkatan kualitas aparatur sebagai fasilitator/ mediator pembangunan; Peningkatan kesadaran dan komitmen masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa berdasarkan hukum; implementasi kelembagaan dan hukum adat ke dalam sistem formal.

5. Mewujudkan Kemandirian Masyarakat Asli Papua adalah suatu kondisi di mana masyarakat asli Papua berperan utama dalam kepemimpinan dan pelaksanaan pembangunan di Papua, hingga pembangunan di Papua berjalan berdasarkan jati diri masyarakat asli Papua. Kemandirian ini terwujud secara merata di semua kampung dan di tingkat provinsi melalui kerjasama yang harmonis dan demokratis di antara seluruh masyarakat adat dari semua kampung. Kemandirian masyarakat asli Papua tercermin dari kemampuan masyarakat asli Papua untuk menentukan sendiri arah pembangunan Papua dan berperan utama pada berbagai sektor pembangunan.

Kemandirian Masyarakat Asli Papua diwujudkan melalui pengakuan terhadap nilai serta hak adat masyarakat asli Papua serta berbagai aktivitas percepatan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat asli Papua dalam peningkatan kualitas hidup dan kemampuan mengambil peran dalam pembangunan,

berbagai inovasi affirmative action bagi masyarakat asli Papua, pengembangan IPTEK berbasis budaya asli Papua dan sumberdaya lokal, sehingga mudah diterapkan oleh masyarakat asli Papua di kampung-kampung, serta merealisasikan kewenangan, peran dan tanggung jawab orang asli Papua dalam pengambilan keputusan untuk mengatur dan mengurus diri sendiri dalam kerangka NKRI.

Tujuan perencanaan pembangunan adalah memberikan arah kegiatan pembangunan yang diprogramkan untuk dilaksanakan berdasarkan kajian mendalam atas biaya dan manfaat yang menjadi konsekuensi apabila suatu kegiatan pembangunan dilaksanakan. Biaya yang ditimbulkan adalah biaya sosial secara total dalam arti biaya ekonomi maupun biaya non ekonomi yang harus ditanggung oleh seluruh masyarakat.

Demikian pula dengan manfaat yang diterima atau diharapkan merupakan manfaat sosial yaitu manfaat ekonomi dan non ekonomi yang akan diterima oleh seluruh masyarakat.

Sasaran pembangunan jangka panjang adalah kuantifikasi pencapaian visi dan misi RPJPD Provinsi Papua yang merupakan komitmen bersama untuk diwujudkan dalam 20 tahun ke depan. Sasaran juga disusun berdasarkan kajian atas “cost-benefit”

dan kinerja pembangunan existing serta potensi manfaat sosial yang akan diperoleh masyarakat di masa datang. Untuk merasionalkan kemampuan sumber daya daerah dalam mencapai berbagai sasaran pembangunan tersebut maka disusunlah tahapan-tahapan pencapaian melalui arah kebijakan. Arah kebijakan pembangunan menunjukkan agenda atau tema yang merupakan fokus pembangunan 5 (lima) tahunan selama 20 (dua puluh) tahun. Arah kebijakan jangka panjang daerah dibuat di setiap tahapan yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam sasaran pokok. Dengan demikian, pencapaian sasaran pokok dilakukan secara bertahap dalam 4 (empat) periode lima tahunan pembangunan sesuai arah kebijakan.

5.1. SASARAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG

Sasaran pembangunan jangka panjang pada dasarnya adalah kuantifikasi visi dan misi pada akhir periode perencanaan. Sasaran menjelaskan target dari capaian pembangunan jangka panjang Provinsi Papua pada akhir tahun 2025. Sasaran juga mencerminkan apa yang ingin diselesaikan dan diantisipasi dimasa datang atas permasalahan pembangunan dan isu strategis daerah dalam jangka panjang.

Atas dasar itu, sasaran pembangunan jangka panjang Provinsi Papua adalah sebagai berikut :

BAB V

Dokumen terkait