• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI..................................................... 9-41

B. Tinjauan Pustaka

7. Strategi

Strategi secara etimologi berasal dari kata “starategic” dalam manajemen sebuah organisasai, dapat diartikan sebagai kiat, cara, dan taktik utama yang dirancang secara sistematik dalam melaksanakan fungsi manajemen yang terarah pada tujuan organisasi. Kemudian, strategi dalam perspektif Islam dapat diartikan sebagai rangkain proses aktivitas manajemen Islam yang mencakup tahapan formulasi, implementasi, dan evaluasi keputusan-keputusan strategi organisasi yang memungkinkan pencapaian tujuannya di masa yang akan datang.63 Tidak hanya itu, strategi juga merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam

62BAZNAS, “Zakat dan Penanganan COVID-19”, Situs Resmi BAZNAS, https://baznas.go.id/pendistribusian/kolom/direktur-pp/2511-zakat-dan-penanganan-COVID-19 2020/05/28/ zakat-dan-penanganan-COVID-19/ (Diakses 12 Desember 2020).

63Dewi, “Strategi Pendayagunaan Zakat Produktif untuk Pemberdayaan KeSejahteraan Mustahiq (Studi Kasus pada LAZIS NU Kabupaten Banyumas)”, Jurnal Institut Agama Islam Negeri Purwokerto 18, no. 2 (2017): h. 259.

kaitannya dengan tujuan jangka panjang, serta prioritas alokasi sumber daya.

Adapun definisi lainnya, strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing.64 Sedangkan, strategi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pada poin ke-3 yaitu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.65

Berdasarkan beberapa pengertian sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa strategi adalah alat atau rencana yang cermat untuk mencapai sebuah tujuan atau sasaran dengan tepat.

b. Unsur-Unsur Strategi

Adapun unsur-unsur strategi adalah sebagai berikut:

1) Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (output) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang membutuhkan.

2) Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling efektif untuk mencapai sasaran.

3) Mempertimbangkan dan menetapkan langkah (step) yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.

4) Mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur (kriteria) dan pokok ukuran (standar) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha.66

64Aswin Fahmi D, “Strategi Penghimpunan dan Penyaluran Zakat, Infaq, Shadaqah Pada Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMUH) Kota Medan”, Jurnal At-Tawassuth 4, no. 1 (2019): h. 4.

65“Strategi”, Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/strategi (Diakses 16 Desember 2020).

66 Dewi, “Strategi Pendayagunaan Zakat Produktif untuk Pemberdayaan KeSejahteraan Mustahiq (Studi Kasus Pada LAZIS NU Kabupaten Banyumas)”, h. 260.

c. Strategi dan Kontribusi ZISWAF

Salah satu solusi yang ditawarkan sektor keuangan sosial Islam menghadapi krisis adalah melalui Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).

Khususnya zakat untuk meningkatkan stimulan konsumsi dan produksi mustahiq yang akan menghasilkan permintaan (demand) yang secara pararel akan menghasilkan permintaan (supply) yang lambat laun akan mengembalikan keseimbangan transaksi ekonomi di masyarakat.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, sektor Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) harus memainkan peran yang signifikan. Secara konseptual zakat memang dapat membantu mustahiq untuk meningkatkan konsumsi dan produksi yang secara agregat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di era pandemi. Namun demikian, besaran jumlah dana yang dimiliki sektor ZISWAF relatif masih kecil. Oleh karenanya dibutuhkan langkah-langkah strategis dan taktis yang dapat dilakukan.

Pertama, pada level mikro, BAZNAS dan lembaga zakat di Indonesia dapat mengimplementasikan program bantuan sosial (social safety net) melalui program cash for work (CFW) yaitu memberikan uang tunai untuk sebuah pekerjaan kepada para pekerja rentan untuk dilatih membantu penanganan COVID-19 seperti menjadi relawan penyemprotan disinfektan di ruang publik.

Kedua, pada level messo, BAZNAS dapat memberikan imbauan kepada seluruh organisasi pengelola zakat di Indonesia untuk merealokasi rencana kerja dan anggaran tahun untuk penanganan dampak COVID-19 terhadap mustahiq.

Dengan aktivitas work from home, dana operasional dapat dialihkan untuk membantu mustahiq.

Ketiga, pada level makro, BAZNAS mendapat mandat dalam UU. No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Nasional yang bertujuan salah satunya adalah meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan keSejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Sementara wabah COVID-19 ini baik langsung maupun tidak langsung menyebabkan kemiskinan. Oleh karena itu, BAZNAS, LAZNAS, dan BWI dapat terlibat aktif dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.67

67Farid Septian, “ZISWAF dan Resesi Ekonomi di Era Pandemi”, Situs Resmi BAZNAS, https://baznas.go.id/pendistribusian/baznaz/2072-ziswaf-dan-resesi-ekonomi-di-era-pandemi (Diakses 29 Desember 2020).

42 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya.68 Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan uraian secara mendalam tantang ucapan, tulisan atau prilaku yang dapat diamati dari individu, kelompok, masyarakat maupun organisasi tertentu. Penggunaan desain penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendayagunaan ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19.

B. Lokasi Penelitian

Adapun lokasi penelitian ini adalah kantor BAZNAS Kabupaten Enrekang yang terletak di Jalan Buttu Juppandang No. 77, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

68Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2013), h. 18.

C. Populasi dan Sampel

Populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel.69 Populasi dalam penelitian ini adalah para karyawan BAZNAS Kabupaten Enrekang. Sedangkan, sampel merupakan dari populasi yang ingin diteliti.70 Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga dalam menentukan sampel, diperlukan kriteria atau pertimbangan tertentu. Adapun kriteria yang digunakan adalah individu yang menjabat di kantor BAZNAS Kabupaten Enrekang pada Maret 2020 hingga sekarang dan kumpulan data pendayagunaan ZIS di era pandemi COVID-19.

D. Metode Pengumpulan Data

Adapun metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data adalah wawancara dan dokumentasi.

1. Interview

Interview adalah metode dalam bentuk komunikasi langsung antar peneliti dengan responden, komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab.71 Metode wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan jalan wawancara.

Adapun metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara bebas terpimpin. Wawancara bebas terpimpin adalah wawancara yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara bebas namun masih tetap berada

69Mardalis, Metode Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 53.

70Bambang Prasetyo, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Aplikasi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010), h. 119.

71W. Gulo, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Grasindo, 2005), h. 119.

pada pedoman wawancara yang sudah dibuat. Pertanyaan akan berkembang pada saat melakukan wawancara.72 Peneliti menggunakan metode ini untuk memperoleh data tentang pendayagunaan ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19 dengan narasumbernya adalah ketua dan karyawan BAZNAS Kabupaten Enrekang yang menjabat dari periode Maret 2019 hingga sekarang.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian.73 Peneliti menggunakan metode ini untuk memperoleh informasi tentang data pendayagunaan ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti ketika mengumpul data untuk membuat tugasnya lebih mudah dan mendapatkan hasil yang lebih baik, sempurna dan sistematis sehingga data tersebut mudah untuk diproses. Instrumen ini dapat berbentuk dalam angket, daftar observasi, tes, dan lain-lain.74 Adapun, instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara (interview) bebas terpimpin yang berisi tentang panduan

72Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), h. 199.

73Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods), (Bandung: Alfabeta, 2015), h.

329.

74Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, h. 203.

wawancara untuk mengetahui kondisi pendayagunaan ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19 (Lihat LAMPIRAN I) dan dokumentasi berupa kumpulan data pendayagunaan ZIS di BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19.

Di dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan alat perekam suara untuk mengumpulkan data. Adapun panduan wawancara sebagai berikut:

1. Wawancara kepada ketua dan karyawan BAZNAS Kabupaten Enrekang terkait pelaksanaan program ZIS di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19.

2. Wawancara kepada ketua dan karyawan BAZNAS Kabupaten Enrekang terkait bentuk pendayagunaan ZIS di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19.

3. Wawancara kepada ketua dan karyawan BAZNAS Kabupaten Enrekang terkait strategi pendayagunaan ZIS di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19.

F. Teknik Analisis Data

Adapun teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini berupa penelitian kualitatif meliputi:

1. Pengumpulan Data

Mengelola dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Langkah ini melibatkan transkip wawancara, men-scanning materi, mengetik data lapangan

atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis-jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi.

2. Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tak perlu dan mengorganisasikan data-data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan menjadi tema.

3. Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data merupakan analisis dalam bentuk matrik, network, cart atau grafis. Pada penelitian kualitatif, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, tabel, bagan, dan hubungan antar kategori. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, dan tersusun sehingga akan semakin mudah untuk dipahami.

4. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verification)

Kesimpulan merupakan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah apabila ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung tahap pengumpulan berikutnya.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab rumusan masalah yang dilakukan sejak awal.75

75M. B. Miles, A. Michael Huberman, dan J. Saldana, Qualitative Data Analysis; A Methods Sourcebook, Edition 3. terj. Tjetjep Rohindi Rohidi (Jakarta: UI-Press, 2014), h. 17.

Secara skematis proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dapat digambarkan sebagai berikut,

Gambar I: Model Interaktif menurut Miles & Huberman76

76“Miles and Huberman Model Image”, https://www.researchgate.net/figure/Gambar-31-Langkah-Langkah-Analisis-Miles-Dan-Huberman_fig1_332091884 (Diakses 18 Desember 2020).

Pengumpulan Data

Verifikasi/Penarikan Kesimpulan Reduksi Data

Penyajian Data

48 BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Pelaksanaan Program pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di Era Pandemi COVID-19 1. Program dan Pelaksanaan Program BAZNAS Kabupaten Enrekang

di Era Pandemi

Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Enrekang menyatakan bahwa,

“BAZNAS Enrekang ini memiliki 5 (lima) program utama yaitu Program Enrekang Cerdas, Religius, Peduli, Sehat, dan Sejahtera. Adapun pelaksanaan program BAZNAS Kabupaten Enrekang di era pandemi COVID-19 ini berjalan dengan baik walaupun tidak senormal sebelum adanya pandemi karena memang tidak bisa dipungkiri dengan adanya beberapa peraturan pemerintah baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat terkait pencegahan atau pemutusan mata rantai pandemi COVID-19, dan kalau sesuai judul yang diajukan terkait pendayagunaan dana ZIS ini, maka masuk pada bagian program Enrekang Sejahtera yaitu memberikan bantuan modal usaha kepada mustahiq, diutamakan pada fakir miskin”.77

Ketua BAZNAS Kabupaten Enrekang menyatakan bahwa,

“BAZNAS Enrekang ini memiliki beberapa program yaitu program Enrekang Cerdas, Enrekang Peduli, Enrekang Religius, Enrekang Sehat, dan Enrekang Sejahtera. BAZNAS Enrekang di era pandemi ini dalam menjalankan programnya tidak begitu lancar apalagi berkaitan dengan judul peneliti terkait pendayagunaan dana ZIS. Pendayagunaan itu sendiri yaitu memberikan modal usaha kepada fuqara dengan memanfaatkan skill-skill yang mereka miliki. Di era pandemi ini, pendayagunaan agak kurang karena akan sia-sia diberikan modal usaha yang banyak sedangkan ruang gerak mereka dibatasi yang pada akhirnya kita tidak mendapatkan hasil yang maksimal sesuai rencana”.78

77Baharuddin, Ketua Bidang Pengumpulan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang, Wawancara, Enrekang, 18 Februari 2021.

78 Ilham Kadir, Ketua BAZNAS Kabupaten Enrekang, Wawancara, Enrekang, 18 Februari 2021.

Dari hasil wawancara, mereka hampir memberikan jawaban yang sama.

Dengan demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa BAZNAS Kabupaten Enrekang memiliki beberapa program dalam mendistribusikan dan mendayagunakan dana ZIS yang terkumpul oleh BAZNAS Kabupaten Enrekang yaitu melalui:

a. Program Enrekang Cerdas, b. Program Enrekang Peduli, c. Program Enrekang Religius, d. Program Enrekang Sehat, dan e. Program Enrekang Sejahtera.

Sedangkan pelaksanaan program BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di era pandemi ini meskipun program-program tersebut tidak berjalan begitu baik karena memang ruang gerak kami (BAZNAS Kabupaten Enrekang) pada saat ini dibatasi. Namun program-program tersebut tetap berjalan sehingga dengan adanya pandemi COVID-19 ini tidak serta-merta menghalangi BAZNAS Kabupaten Enrekang untuk menjalankan program-programnya.

Pada Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Enrekang tetap mendistribusikan dana ZIS melalui program-program BAZNAS Kabupaten Enrekang dan tentunya dengan cara-cara yang tidak melanggar peraturan pemerintah dengan selalu menjaga protokol kesehatan. Misalnya pada program Enrekang Cerdas, BAZNAS Kabupaten Enrekang tetap memberikan bantuan kepada para penuntut ilmu yang tidak mampu dan pada program

Enrekang Peduli, BAZNAS Kabupaten Enrekang tetap memberikan santunan kepada orang-orang yang ditimpa musibah seperti musibah gempa yang terjadi di Mamuju Sulawesi Barat. BAZNAS Kabupaten Enrekang bukan saja sekedar memberikan bantuan materi tetapi juga langsung terjun ke lapangan atau tempat kejadian bersama tim BTP (BAZNAS Tanggap Bencana) untuk membantu para korban bencana tersebut, begitupun dengan program-program yang lainnya.

Sedangkan pada Bidang Pengumpulan ZIS, menurut Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Enrekang Bapak Baharuddin, S.E., MM menuturkan bahwa pelaksanaan pengumpulan di saat pandemi ini malah meningkat dan itu sesuai dengan data yang ada pada bidang pengumpulan.79 Sebagaimana data pengumpulan di era pandemi tahun 2020 berikut ini:

Tabel I: Rekap Laporan Pengumpulan ZIS Tahun 2020 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang80

NO BULAN ZAKAT INFAK PENDAPATAN

LAIN JUMLAH

1 Januari 581.876.565 98.856.915 15.060.853 695.794.333

2 Februari 462.870.754 94.375.568 13.155.558 570.401.880

3 Maret 456.168.105 90.569.067 14.246.082 560.983.254

4 April 471.223.074 91.452.544 12.302.533 574.978.151

5 Mei 50.019.947 520.144.242 12.760.745 582.924.934

6 Juni 5.897.298.300 1.416.970.146 11.701.203 7.325.969.649

79Baharuddin, Ketua Bidang Pengumpulan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang, Wawancara, Enrekang, 18 Februari 2021.

80Arsip BAZNAS Kabupaten Enrekang

7 Juli 157.128.358 506.801.772 11.864.347 675.794.477

8 Agustus 188.429.079 430.748.945 1.973.675 621.151.699

9 September 148.594.983 418.876.349 2.503.496 569.974.828

10 Oktober 73.566.560 512.406.957 1.574.073 587.547.590

11 November 73.350.311 523.457.578 636.072 597.443.961

12 Desember 229.911.379 517.972.988 4.271.260 752.155.627

Total Penerimaan

Komulatif 8.790.437.415 5.222.633.071 102.049.897 14.115.120.383

Dari data di atas, kita dapat lihat bahwa pengumpulan dana ZIS di era pandemi dibandingkan pada sebelumnya itu jauh lebih meningkat yang dimana pengumpulan pada tahun 2019 hanya mencapai Rp.8.160.474.221 (lihat pada lampiran III) sedangkan pada tahun 2020 mencapai hingga Rp.14.115.120.383 ini menunjukkan kesadaran masyarakat Kecamatan Enrekang dalam menjalankan kewajibannya kepada Allah SWT dan membantu antar sesama di era pandemi ini lebih meningkat.

2. Sasaran Pendayagunaan Dana ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di Era Pandemi

Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang menyatakan bahwa,

“Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa BAZNAS Kabupaten Enrekang memiliki program-program yaitu Program Enrekang Cerdas, Peduli, Religius, Sehat dan Sejahtera. Namun dengan adanya pandemi ini, hal tersebut membuat BAZNAS Kabupaten Enrekang pada khususnya mendapatkan sedikit kendala dalam mensosialisasikan program dan

mendayagunakan dana ZIS di era pandemi ini karena ruang gerak kita dibatasi oleh peraturan pemerintah. Berbicara tentang pendayagunaan berarti berbicara tentang program Enrekang Sejahtera yaitu memberikan bantuan modal usaha kepada fakir miskin”.81

Dari hasil wawancara, dapat kita ketahui bahwa pendayagunaan dana ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang dikhususkan pada program BAZNAS Enrekang Sejahtera di mana sasaran utamanya kepada fakir miskin terlebih dahulu baru kepada ashnaf yang lainnya, dan ini sejalan sebagaimana perintah Allah SWT dalam surah at-Taubah ayat 60 sebagai berikut:

اَهْ يَلَع َيِلِماَعْلاَو ِيِكاَسَمْلاَو ِءاَرَقُفْلِل ُتاَقَدَّصلا اََّنَِّإ ِليِبَس ِفَِو َيِمِراَغْلاَو ِباَقِِرلا ِفَِو ْمُُبّوُلُ ق ِةَفَّلَؤُمْلاَو

ميِكَح ميِلَع َُّللَّاَو ۗ َِّللَّا َنِم ًةَضيِرَف ۖ ِليِبَّسلا ِنْباَو َِّللَّا

82

Terjemahnya:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60).

Begitupun juga dengan sabda Nabi SAW saat mengutus Muadz ke Yaman sebagaimana berikut ini,

81Kadir Lesang, Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang, Wawancara, Enrekang, 18 Februari 2021.

82Kementerian Agama RI, Mushaf Al-Qur’an Terjemahan, h. 196.

اَوَلَص َسْم َخ

“Engkau akan mendatangi kaum ahli kitab maka jadikanlah materi dakwa yang pertama engkau lakukan adalah mentauhidkan Allah, jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka beritahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam, jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka beritahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka sedekah yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka, lalu dikembaliakn kepada orang-orang-orang-orang fakir diantara merek, dan jika mereka telah menaatimu tentang hal itu, maka jagalah harta dan kesemua kehormatan mereka, dan takutlah terhadap doa-doa orang-orang yang dizolimi karena diantara mereka dengan Allah tidak ada pembatasnya”. (HR. Bukhari, dan Muslim).

3. Hambatan dalam pendayagunaan ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang di era pandemi COVID-19

Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang menyatakan bahwa,

“Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa BAZNAS Kabupaten Enrekang memiliki program-program yaitu Program Enrekang Cerdas, Peduli, Religius, Sehat dan Sejahtera. Namun dengan adanya pandemi ini, hal tersebut membuat BAZNAS Kabupaten Enrekang pada khususnya mendapatkan sedikit kendala dalam mensosialisasikan program dan mendayagunakan dana ZIS di era pandemi ini karena ruang gerak kita dibatasi oleh peraturan pemerintah. Berbicara tentang pendayagunaan berarti berbicara tentang program Enrekang Sejahtera yaitu memberikan bantuan modal usaha kepada fakir miskin”.84

83Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 1395, h. 272., dan Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, no. 19, h. 39.

84Kadir Lesang, Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang, Wawancara, Enrekang, 18 Februari 2021.

Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Enrekang menyatakan bahwa,

“Adapun pelaksanaan program BAZNAS Kabupaten Enrekang di era pandemi COVID-19 ini berjalan dengan baik walaupun tidak senormal sebelum adanya pandemi karena memang tidak bisa dipungkiri dengan adanya beberapa peraturan pemerintah baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat terkait pencegahan atau pemutusan mata rantai pandemi COVID-19, dan kalau sesuai judul yang diajukan terkait pendayagunaan dana ZIS ini, maka masuk pada bagian program Enrekang Sejahtera yaitu memberikan bantuan modal usaha kepada mustahiq, diutamakan pada fakir miskin”.85

Dari hasil wawancara, kita ketahui bahwa program-program BAZNAS Kabupaten Enrekang dalam mendayagunakan ZIS tetap berjalan walaupun sedikit terhambat oleh pandemi itu sendiri sehingga membuat mustahiq yang diberikan bantuan modal usaha itu ruang geraknya dibatasi oleh peraturan pemerintah terkait pemutusan mata rantai penyebaran pandeimi COVID-19 ini sebagaimana yang dikatakan oleh ketua BAZNAS Kabupaten Enrekang di atas bahwa pendayagunakan ZIS dengan memberikan modal usaha kepada mustahiq yang berhak menerimanya di era pandemi ini kurang maksimal, sedangkan ruang gerak mereka dibatasi.

85Baharuddin, Ketua Bidang Pengumpulan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang, Wawancara, Enrekang, 18 Februari 2021.

B. Bentuk Pendayagunaan ZIS pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di Era Pandemi COVID-19

1. Bentuk Pendayagunaan ZIS di BAZNAS Enrekang

Ketua Bidang Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Enrekang yaitu Bapak Kadir Lesang, S.Ag, beliau menyatakan bahwa,

“Di BAZNAS ini ada istilah pendistribusian dan pendayagunaan.

Pendistribusian memiliki makna yang berbeda dengan pendayagunaan.

Pendistribusian yaitu hanya sekedar memberikan atau menyalurkan dana ZIS kepada para mustahiq yang bersifat konsumtif (memakai tanpa menghasilkan) dan ini hanya bersifat jangka pendek. Sedangkan, pendayagunaan yaitu menyalurkan dana ZIS kepada mustahiq bukan semata-mata bersifat konsumtif tetapi juga produktif untuk meningkatkan kesejahteraan mustahiq dalam jangka panjang. Dengan harapan suatu saat nanti, mustahiq ini minimal bisa menjadi muzakki, dan BAZNAS Kabupaten Enrekang dalam mendayagunakan ZIS itu masuk pada program Enrekang Sejahtera dan ini khusus untuk pendayagunaan dana ZIS. Jadi, kalau berbicara tentang pendayagunaan berarti kita sedang berbicara tentang program Enrekang Sejahtera”.86

Begitupun dengan dengan peraturan pemerintah tentang zakat, infak dan sedekah pada bagian ketiga tentang pendayagunaan pasal 27 ayat 1 yaitu zakat dapat didayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat.87

Jadi, kita dapat simpulkan bahwa bentuk pendayagunaan ZIS pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di era pandemi COVID-19 yaitu berupa bantuan langsung tunai terhadap para mustahiq untuk keperluan modal usaha, dan hal itu bisa kita lihat pada sebagian

86Kadir Lesang, Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang, Wawancara, Enrekang, 18 Februari 2021.

87Ilham Kadir dkk, BAZNAS Kabupaten Enrekang Peraturan Pemerintah Tentang Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Makassar: LSQ Makassar), 2019/2020), h. 9.

data pada tabel pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang pada tahun anggaran 2020 di era pandemi COVID-19 berikut ini,

Tabel II: Pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang pada Tahun Anggaran 2020 di Era Pandemi COVID-19 No Bulan Uraian Jumlah

Orang

Jumlah Dana Ashnaf Program 1 Januari Bantua

Berdasarkan data pada tabel pendayagunaan ZIS BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang di Era pandemi COVID-19 di atas dapat kita lihat bersama bahwa bentuk pendayagunaan ZIS pada BAZNAS Kabupaten Enrekang di Kecamatan Enrekang hanya dikhususkan pada bentuk pendayagunaan berupa bantuan modal usaha kepada warga miskin yang ada di berbagai daerah di Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.

Begitupun dengan hasil wawancara peneliti dengan Dr. Ilham Kadir, MA (Ketua BAZNAS Enrekang) bahwa,

Begitupun dengan hasil wawancara peneliti dengan Dr. Ilham Kadir, MA (Ketua BAZNAS Enrekang) bahwa,

Dokumen terkait