• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sediaan Padat

Dalam dokumen PERTEMUAN I ASPEK HUKUM DAN PERAN PERAWA (Halaman 27-42)

KONSEP BENTUK SEDIAAN OBAT A.Bentuk Sediaan Obat

1. Sediaan Padat

2. Sediaan setengah padat 3. Sediaan cair

4. Sediaan Gas

1. Sediaan Padat

a. Pulvis / pulveres / serbuk

Adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yg dihaluskan ditujukan utk obat dalam atau luar. Pulveres adl serbuk yg masing2 dibungkus dg pengemas yg cocok sekali minum. Pulvis adl bentuk jamaknya pulveres. contoh : serbuk utk obat dalam : puyer bintang toedjoe ; serbuk utk obat luar : sulfanilamide

b. Tablet

Adalah sediaan padat mengandung bahan obat dg atau tanpa bahan tambahan. Bahan tambahan berfungsi sbg pengisi, pengembang, pengikat, pelicin atau fungsi lain yg cocok. Berat tablet antara 50mg-2g, umunya sekitar 200mg-800mg.

 Tablet Salut

Adalah tablet yang disalut dengan satu atau lebih lapisan dari campuran berbagai zat seperti damar sintetik, gom, gelatin, pengisi yang tidak larut dan tidak aktif, gula, zat pewarna yang diperbolehkan oleh peraturan, dan kadang-kadang penambah rasa serta zat aktif.

 Tablet Bersalut Gula

Tujuannya untuk menutupi rasa, warna dan bau obat.

Gambar 6 : Contoh Obat Bersalut Gula

 Tablet Salut Selaput (Film Coated)

Adalah tablet yang dilapisi lapisan selaput tipis dengan zat penyalut yang dikenakan atau disemprotkan pada tablet.

Gambar 7 : Contoh Obat Selaput Tipis (Film Coated)

 Tablet Salut Enterik

Adalah Obat yang disalut dengan zat penyalut yang relative tidak larut dalam asam lambung, tetapi larut dalam usus halus

Gambar 8 : Contoh Obat Tablet Salut Enterik

 Tablet Effervescent

Adalah sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia dalam larutan. Gas yang dihasilkan umumnya adalah karbondioksida (CO2). Tablet effervescent terdiri dari campuran antara natrium bikarbonat dengan asam sitrat atau asam tartrat yang apabila dicelupkan ke dalam air maka akan berbuih atau membentuk gas CO2.

Gambar 9 : Contoh Obat Tablet Effervescent

 Tablet Sublingual

Adalah tablet yang digunakan dengan cara diletakkan di bawah lidah sehingga zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut.

Gambar 10 : Contoh Obat Sublingual

 Tablet Bukal

Tablet bukal adalah tablet yang digunakan dengan cara meletakkan tablet diantara pipi dan gusi sehingga zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut.

Gambar 11 : Contoh Obat Tablet Bukal

 Tablet Lepas Lambat

Adalah sediaan tablet yang dirancang untuk memberikan aktivitas terapetik diperlama dengan cara pelepasan obat secara terus-menerus selama periode tertentu dalam sekali pemberian.

Gambar 12 : Contoh Obat Tablet Lepas Lambat

Tablet Lozenges

Adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih zat aktif, umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang dapat membuat tablet melarut atau hancur perlahan-lahan dalam mulut.

Gambar 13 : Contoh Obat Tablet Lozenges

 Tablet Kunyah

Adalah tablet yang dimaksudkan untuk dikunyah, memberi residu dengan rasa enak dalam rongga mulut, mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.

Gambar 14 : Contoh Tablet Kunyah

c. Kapsul

Adalah sediaan padat yg terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yg dapat larut. Cangkang kapsul terbuat dari gelatin, pati, atau bahan lain yang cocok.

d. Suppositoria

Adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yg diberikan melalui rektal, vagina, atau uretra. Sediaan ini dapat meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh.

Gambar 16 : Contoh Obat sediaan Suppositoria

e. Pil

adalah suatu sediaan berupa massa bulat, mengandung satu atau lebih bahan obat. berdasarkan beratnya, dibagi menjadi :

 Pil (bobot 60-300mg, bobot ideal 100- 150mg , rata-rata 120 mg).  Boli (pil yang beratnya >300mg).

 Granula (1/3 – 1 grain; 1grain = 64,8mg).  parvul (< 1/3grain).

Gambar 17 : Contoh Obat Sediaan Pil

f. Implant/Pellet/Susuk

adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil, berisi obat dengan kemurnian tinggi (dengan atau tanpa eksipien), dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan.

Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam di dalam tubuh (biasanya secara subkutan) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama.

2. Sediaan Setengah Padat a. Salep

Adalah sediaan setengah padat berupa massa lunak yang mudah dioleskan dan digunakan untuk pemakaian luar sukar larut dalam air.

Gambar 19 : Contoh Sediaan Salep

b. Krim

adalah sediaan setengah padat berupa emulsi yang mengandung air (>60%), mudah diserap kulit, suatu tipe yang dapat dicuci dengan air.

Jenis krim :

 Tipe O/W, contoh: vanishing cream  Tipe W/O, contoh: cold cream

Gambar 20 : contoh Sediaan Krim

c. Pasta

Pasta merupakan salep padat, kaku, keras, dan tidak meleleh pada suhu badan maka digunakan sebagai penutup atau pelindung.

Biasanya dibuat dengan mencampurkan bahan obat yang berbentuk serbuk (>50%) dengan vaselin atau paraffin cair atau dengan bahan dasar tidak berlemak (gliserol, mucilago, atau sabun).

Gambar 21 : Contoh Sediaan Pasta

d. Gel

Merupakansediaan semipadat yang jernih, tembus cahaya dan mengandung zat aktif, merupakan dispersi koloid mempunyai kekuatan yang disebabkan oleh jaringan yang saling berikatan pada fase terdispersi.

3. Sediaan Cair a. Sirup

Adalah sediaan berupa larutan yg mengandung sukrosa (64-65%) Jenis sirup :

 Sirup simpleks  Sirup obat  Sirup pewangi

Gambar 23 : Contoh Sediaan Sirup

b. Sediaan Elixir

Adalah sediaan cair yg jernih, manis, merupakan larutan hidroalkoholik, terutama untuk pemakaian oral, biasanya beraroma. Jenis eliksir:

 Non-medicated elixir: bisa sebagai vehikulum  Medicated elixir: sebagai obat.

Gambar 24 : Contoh Sediaan Elixir

c. Guttea (Obat Tetes)

Merupakan sediaan cair berupa larutan, emulsi, atau suspensi, digunakan baik untuk obat luar maupun obat dalam.

Penggunaan obat dalam dilengkapi dg alat penetes berskala.

d. Injeksi

Merupakan sediaan steril dan bebas pirogen yg berupa larutan, emulsi, suspensi, maupun serbuk yg dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Gambar 26 : Contoh Obat Sediaan Injeksi

e. Enema

Adalah suatu larutan yg penggunaannya melalui rektum (anus), digunakan untuk memudahkan buang air besar, mencegah kejang, atau mengurangi nyeri lokal.

f. Gargarisma / Gargle

adalah sediaan obat berupa larutan yang umumnya pekat dan harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Secara umum, memiliki 2 efek :\

 efek kosmetik : membersihkan, menghilangkan atau mencegah bau mulut  Sebagai terapetik : mencegah karies gigi, pengobatan infeksi

Gambar 28 : Contoh Obat sediaan Gargle g. Douche

Adalah larutan yg digunakan secara langsung pada lubang tubuh, bermanfaat sebagai pembersih atau antiseptik. Contoh : vaginal douche, eye douche, pharingael douche, dan nasal douche.

h. Suspensi

Adalah sediaan cair yg mengandung bahan obat yg tidak larut dan terdispersi dalam cairan pembawa. Dalam kemasan terdapat etiket bertuliskan “Kocok Dahulu sebelum digunakan”.

Gambar 30 : Contoh Obat Sediaan Suspensi i. Emulsi

Merupakan sediaan yg mengandung bahan obat cair yg tidak saling campur, distabilkan dengan emulgator yg sesuai. Juga terdapat penjelasan “kocok dahulu sebelum digunakan” pada kemasannya

j. Infusa

Adalah sediaan cair yg dibuat dari simplisia nabati menggunakan air panas (T:90°C) selama 15 menit.

Gambar 32 : Contoh Simplisia Nabati

Dalam dokumen PERTEMUAN I ASPEK HUKUM DAN PERAN PERAWA (Halaman 27-42)

Dokumen terkait