• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Bank Niaga

Dalam dokumen KREDIT KONSUMTIF PADA PT.BANK NIAGA Tbk. (Halaman 31-62)

BAB III. METODE PENELITIAN

B. Sejarah Bank Niaga

Setengah abad sudah CIMB Niaga hadir di negeri tercinta, Indonesia.

Lima puluh tahun bukan saja menandai usia kami tapi juga merupakan pembuktian bahwa nilai-nilai Integritas dan Kualitas yang kami bangun sejak hari pertama kami beroperasi – serta berbagai terobosan solusi dan inovasi produk &

jasa – adalah faktor keberhasilan CIMB Niaga menjadi bank terkemuka dalam Kualitas Pelayanan. Saat ini CIMB Niaga semakin mantap dan siap menjawab berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di masa depan. Berikut ini kami sajikan kilas balik lima dasawarsa sejarah CIMB Niaga. 6

Dasawarsa 1 (1955 – 1965)

Dasawarsa pertama CIMB Niaga diisi dengan dedikasi dan kerja keras agar menjadi sebuah bank swasta nasional yang baik, sehat dan dipercaya. Sejak awal kami meyakini pentingnya nilai-nilai Integritas dan Kualitas.

Membangun Kepercayaan Kepada Bank Niaga

Para pendiri Bank Niaga (sekarang CIMB Niaga) menyadari bahwa kepercayaan nasabah maupun masyarakat adalah satu nilai yang harus senantiasa didapatkan serta dijaga. “Usaha jang utama ialah mendapatkan kepertjajaan.

Teknologi Demi Pelayanan Yang Cepat Dan Memuaskan

Kami melihat pentingnya pemanfaatan teknologi bagi pelayanan–jauh sebelum kata “teknologi informasi” digunakan dalam dunia perbankan. Ukuran pelayanan yang baik diantaranya adalah cepat dan memuaskan. “Dari semula telah diusahakan supaja seluruh administrasi bank dapat didjalankan setjara mechanic

Diusahakan supaja tugas 2 dapat senantiasa dilakukan setjara memuaskan.

Bagi pemegang Giro umpamanja telah diberikan perhitungan harian sehingga tiap 24

perobahan selambat-lambatnja telah dapat diketahui oleh langganan pada hari kerdja berikutnja.

Kepatuhan Kepada Peraturan

Jauh sebelum konsep Good Corporate Governance dikenal luas, kami telah membangun salah satu intinya yaitu kepatuhan (compliance). “Oleh pimpinan senantiasa diusahakan supaja bank bekerdja sesuai dengan peraturan2 jang se-waktu2 dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Karyawan Sebagai Aset Utama

Kami telah menetapkan bahwa karyawan yang berdedikasi serta memiliki integritas adalah kekayaan utama kami. “Dalam kebijaksanaan kepegawaian, terus menerus diusahakan untuk menjesuaikan gadji dengan ongkos hidup jang terus meningkat…penghargaan kami atas 7 djasa 2 seluruh pegawai dalam mempertahankan daja service bank terhadap para langganan.

Dasawarsa 2 (1966 – 1975)

Untuk berkembang secara pesat dan memperkuat kepercayaan masyarakat, pada dasawarsa kedua, kami mengembangkan sistem, organisasi, manajemen dan sumber daya manusia yang bervisi masa depan.

Salah Satu Bank Swasta Nasional Yang Dipercaya

Pada tahun 1969 di tengah krisis perbankan swasta, CIMB Niaga termasuk sedikit dari bank-bank swasta yang tergolong sehat. “…. bank kita djuga diikut sertakan diantara 3 bank swasta lainnja untuk menyelenggarakan tabungan berhadiah jang didjamin oleh Bank Indonesia dengan penjertaan ini kita telah

digolongkan pada kelompok bank2 nasional jang tjukup baik untuk didjamin oleh Bank Indonesia.

Prinsip Prudential Banking

Kami senantiasa mengutamakan prinsip prudential banking. “… banjak debitur2 jang menginginkan pindjaman setjara “overdraft” tanpa perdjandjian, hal mana tak dapat kami kabulkan. FULL SERVICE BANK Untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah yang semakin berkembang, kami menjadi full service bank pada November 1974.

Investasi Pimpinan Untuk Masa Depan

Terutama dibidang pemupukan tenaga pimpinan kami telah berhasil menyelesaikan pendidikan beberapa management trainees dengan baik. Dimasa yang akan datang usaha human investment ini akan lebih nyata manfaatnya bagi perkembangan bank dengan tersedianya karyawan-karyawan pimpinan terlatih yang mampu memberikan jasa bank yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dasawarsa 3 (1976 – 1985)

Dasawarsa Membangun Bank yang Modern dan Didukung Teknologi Informasi CIMB Niaga, kami percaya pada pentingnya pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan (sustainable development). Pada dasawarsa ketiga, kami secara cepat melakukan berbagai perubahan mendasar dalam skala besar di segala bidang. Salah satu hasilnya adalah citra CIMB Niaga yang semakin dikenal sebagai bank yang memiliki integritas.

Salah Satu Yang Pertama Menerapkan On-Line Banking

Pada tahun 1981-1982, CIMB Niaga menerapkan jaringan banking on-line antar cabang dan menjadi salah satu bank yang pertama di Indonesia. “Dibidang operasi, yang menonjol adalah ditingkatkannya sistim komputer di seluruh cabang-cabang CIMB Niaga di Jakarta dan Surabaya. Dalam peningkatan sistim ini diharapkan, setiap nasabah yang menjadi nasabah dari salah satu cabang CIMB Niaga di Jakarta, dapat menyetor dan mengambil uang tunai maupun kliring di semua kantor cabang CIMB Niaga di Jakarta Raya.

Memperkuat Budaya Kerja

Budaya kerja di CIMB Niaga semakin diperkuat di mana para pendiri, shareholders dan manajemen senantiasa bekerja dengan prinsip kepentingan stakeholders harus didahulukan. Itulah inti dasar Good Corporate Governance.

Inovasi Produk & Jasa

Kami menciptakan berbagai produk & jasa baru untuk menjawab kebutuhan nasabah. “… telah dibuka Cabang Pembantu Kebayoran. Cabang baru ini dengan cepat berhasil menghimpun dana dan melaksanakan Proffesional Loan Program (P.L.P), yaitu program pemberian kredit kepada golongan profesi seperti Dokter, Insinyur, dan lain-lain. penambahan jaringan authorized money changer, di cabang Jakarta-Kota, cabang Hasanuddin, cabang Cirebon, cabang Ujung Pandang, membuka unit-unit Kas Mobil diberbagai kampus, dan dihasilkannya berbagai produk-produk perbankan baru.

Tetap Berhati-Hati Di Tengah Persaingan

Dengan penghapusan pagu kredit dan pengurangan kredit likuiditas Bank Indonesia (Paket Kebijakan 1 Juni 1983 – Pakjun 1983), CIMB Niaga menyadari

kecenderungan iklim perbankan yang berkembang ke arah persaingan merebut pasar. Karena itu walaupun indikator-indikator keuangannya memungkinkan untuk ekspansi, CIMB Niaga memilih kebijakan operasional yang lebih konservatif dan hati-hati dengan titik berat pada peningkatan pelayanan, pendidikan dan konsolidasi organisasi. Kebijakan operasional CIMB Niaga tadi tampaknya sejalan dengan perkembangan ekonomi yang mengalami kelesuan selama pertengahan dasawarsa 1980-an, sebagai dampak berkepanjangan dari kemerosotan laju pertumbuhan ekonomi negara-negara industri maju yang berawal tahun 1980.

Dasawarsa 4 (1986 – 1995)

Pada dasawarsa keempat, kami kembali melakukan berbagai terobosan untuk semakin mengenali dan dekat dengan nasabah kami. Tahun 1987 dicanangkan sebagai Tahun Kualitas dan tahun 1994-1998 sebagai Tahun Nasabah.

Transformasi Corporate Image Melalui Logo Baru

Kami menyadari pentingnya program corporate image building yang dilaksanakan secara konsisten dan disesuaikan dengan perkembangan CIMB Niaga. “Salah satu di antaranya ialah perubahan logo CIMB Niaga. Pemikiran untuk mengganti logo CIMB Niaga sendiri sebenarnya telah muncul di awal 1980-an. Akhirnya, melalui sebuah biro jasa periklanan asing, dipilih logo CIMB Niaga berupa huruf N diapit oleh empat kaki, dengan dua warna yaitu merah dan abu-abu. Logo baru tersebut dipilih manajemen CIMB Niaga karena dinilai sederhana namun cukup artistic.

Lebih Berorientasi Kepada Kepuasan Nasabah

Kami tetap menjaga upaya-upaya yang berorientasi kepada kepuasan nasabah dan pelayanan yang berkualitas. “Tahun ini merupakan komitmen kami untuk menjadikan pelayanan kami melampaui harapan nasabah. Dalam hal ini, kami terus melanjutkan Program Kualitas Pelayanan yang dimulai tahun lalu.

Survei nasabah secara internal dan eksternal dilakukan dan visi pelayanan CIMB Niaga telah diperoleh secara konsensus, yaitu: KEPUASAN NASABAH ADALAH SEGALA-GALANYA.

Bank Yang Pertama Memperkenalkan ATM

Di jajaran perbankan nasional, pada tahun 1987 kami kembali menjadi pionir yaitu dalam jasa ATM. “Perkembangan ATM (Automated Teller Machine), yang kami beri nama “Niaga Cash”, sangat menggembirakan. Dengan kemampuan sistem komputer on line, nasabah dapat menarik dananya pada setiap ATM CIMB Niaga selama 24 jam.

Menjadi Perusahaan Publik

Dibulan Juni 1989, kami melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Jakarta. “Setelah selesai masa penawaran, hasil perhitungan menunjukkan bahwa pemesanan saham CIMB Niaga mencapai 20,9 juta saham atau sekitar empat kali lipat dari saham yang ditawarkan (yakni sebanyak 5 juta saham)…

berarti saham CIMB Niaga banyak diminati investor dan masyarakat. Citra CIMB Niaga yang positif di hadapan masyarakat, penanganan manajemen yang berhati-hati serta indikator kinerja keuangan yang meyakinkan sangat mendukung sukses go public ini.

Tanggung Jawab Warga Negara Korporasi Yang Baik

CIMB Niaga will always be conscious of its social commitments as a corporate citizen of Indonesia, a responsibility held as an extension and part of our business responsibility to our shareholders and our clients.

Dasawarsa 5 (1996 – 2005)

Dasawarsa kelima merupakan masa penuh tantangan berat bagi CIMB Niaga. CIMB Niaga berhasil mengatasi dampak dari krisis ekonomi dan perbankan nasional yang terjadi mulai tahun 1997 di Indonesia. Sementara itu, CIMB Niaga tetap mempertahankan posisinya dalam 10 bank terbaik dalam Kualitas Pelayanan. Dengan dukungan pemegang saham mayoritas yaitu Commerce Asset – Holding Berhad, lembaga keuangan Malaysia terkemuka, CIMB Niaga siap untuk mewujudkan visinya menjadi satu dari lima bank terbesar di Indonesia. 11

Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi Indonesia

Di tahun 1999, CIMB Niaga ditempatkan sebagai Bank Take Over di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Berbeda dengan bank-bank lain yang diambil alih, CIMB Niaga tidak memiliki masalah penyelewengan dana BLBI ataupun pelanggaran batas maksimum pemberian kredit (BMPK) kepada kelompok terafiliasi. Apa yang terjadi pada bulan April 1999 saat mana CIMB Niaga diambil alih oleh BPPN, semata-mata disebabkan

karena ketidakmampuan pemegang saham Bank Niaga menyediakan 20%

kebutuhan dana rekapitalisasi.

Membangun Perbankan Konsumer

Setelah mencermati perkembangan pasar, mulai tahun 1998 CIMB Niaga memperluas pasar perbankan konsumer dan memperbesar basis nasabah yang solid dan loyal dari kelompok menengah-atas yang dikembangkan ke kelompok menengah. Kami menciptakan berbagai produk unggulan yang merupakan solusi tepat-guna demi meningkatkan kepuasan nasabah.

Sebuah Lompatan Teknologi Informasi

Mulai tahun 2001, CIMB Niaga mengubah sistem teknologi informasinya dengan sistem yang lebih canggih dan sempurna. Investasi pada bidang teknologi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang mudah diakses nasabah di manapun dan kapanpun, cepat, aman, serta merupakan solusi bagi nasabah.

Good Corporate Governance

Beberapa prinsip dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik bukanlah hal yang baru di CIMB Niaga. Sejak pertengahan dasawarsa 1980-an kepada setiap karyawan telah diberlakukan Standar Etika dan Perilaku Karyawan termasuk pengaturan hal-hal yang terkait dengan Pertentangan Kepentingan.

CIMB Niaga juga mempunyai tradisi memisahkan dengan tegas peran dan latar belakang hubungan personil antara Komisaris dengan Direksi…selalu ditegaskan pentingnya prinsip-prinsip kemandirian, transparansi, keadilan, tanggung jawab,

akuntabilitas dan kepatuhan dipegang teguh dalam setiap tindakan dan perilaku usaha sehari-hari.

Commerce Asset – Holding Berhad

Dengan masuknya Commerce Asset – Holding Berhad sebagai pemegang saham mayoritas CIMB Niaga pada bulan November 2002, CIMB Niaga memiliki peluang untuk memperluas pasarnya ke kawasan regional.

Dasawarsa 6 (2006 – 2015) Bank Niaga Berganti Nama

Pada 28 Mei 2008 (setelah mendapat persetujuan RUPSLB), PT Bank Niaga Tbk berganti nama menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk Pada 13 Juni 2008, Menkumham memberikan persetujuan pergantian nama dari PT Bank Niaga Tbk menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk. Pada 22 Juli 2008, Bank Indonesia memberikan persetujuan pergantian nama dari PT Bank Niaga Tbk menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk. Merger Pada 18 Juli 2008, RUPSLB menyetujui CIMB Niaga untuk merger dengan PT Bank Lippo Tbk untuk memenuhi ketentuan BI Single Presence Policy. Realisasi merger masih menunggu persetujuan regulator.

Pada 1 November 2008, merger CIMB Niaga - Lippo Bank mendapat persetujuan dari Bank Indonesia.

C. Visi Misi dan Nilai-nilai Dasar Niaga Visi

Menjadi Perusahaan ASEAN yang Terkemuka

Misi

Menyediakan layanan perbankan universal di Indonesia secara terpadu sebagai perusahaan dengan kinerja unggul di kawasan ASEAN dan kawasan utama lainnya, serta mendukung percepatan integrasi ASEAN dan hubungannya dengan kawasan lain.

Nilai - nilai Dasar (C-H-E-S-I)

Menyediakan layanan perbankan universal di Indonesia secara terpadu sebagai perusahaan dengan kinerja unggul di kawasan ASEAN dan kawasan utama lainnya, serta mendukung percepatan integrasi ASEAN dan hubungannya dengan kawasan lain.

C = Customer-centric

Hadir untuk melayani nasabah serta menjual produk dan layanan yang diinginkan nasabah

H = High Performance

Bekerja keras dan tepat sasaran untuk nasabah, sesama karyawan dan pemangku kepentingan lainnya

E = Enabling People

Mendorong seluruh pihak di CIMB Niaga untuk berpikiran luas dan memastikan seluruh karyawan memiliki kemampuan untuk memberikan nilai tambah

S = Strength in Diversity

Menghargai perbedaan budaya, perbedaan perspektif dan mengakui setiap perbedaan sebagai potensi kekuatan

I = Integrity

Jujur, terhormat dan professional dalam segala hal yang dilakukan karena integritas adalah nilai paling mendasar di CIMB Niaga

D. Struktur Organisasi dan logo Bank Niaga Tbk Cab Makassar

Setiap perusahaan diharuskan mempunyai struktur organisasi yang dapat menggambarkan hubungan antara personal didalam lingkup perusahaan lengkap dengan tanggung jawab dan wewenang masing-masing personil. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing sadar akan tanggung jawab san kedudukannya agar tidak tumpang tindih tugas dan tanggung jawab antar personil yang dapat menimbuilkan konflik dalam organisasi. Struktur organisasi yang baik dan serasi dapat menjamin terjadinya suatu kerja sama yang baik antar karyawan sehingga tujuan terus dapat tergapai dengan sempurna.

Sebagai salah satu perusahaan yang berbadan hukum PT. Bank Niaga Tbk Cab. Makassar, membutuhkan adanya koordinasi pendayagunaan personalia. Hal ini dapat tergapai dengan baik jika ditunjuk dengan adanya pendelegasian wewenang terhadap fungsionaris yang dituangkan dalam struktur organisasi Bank Niaga yang tidak bersifat permanen, tetapi aka ditinjau kembali pada saat pergantian masa jabatan Direksi perusahaan. Struktur organisasi harus luwes

dalam meminjang pelaksanaan kebijakan dan strategi usaha yang ditetapkan oleh pimpinan perusahaan.

Struktur organisasi dan logo PT. Bank Niaga Tbk Cab. Makassar dapat dilihat pada skema sebagai berikut :

Gambar. 2. Struktur Organisasi Bank CIMB Niaga Tbk Cabang Makassar Struktur Organisasi Bank Niaga Tbk Cabang Makassar

Kepala Pimpinan

Area Manager Comersial Area Manager Consumer

Reviewer Distrik Manager

Account Officer

Asistent Account Officer

Distrik Manager

Sales Officer

Asistent Sales Officer

Funding

Operation Head

Sales Officer

Teller Customer Service

Leading

Gambar 3. Logo Bank CIMB Niaga Tbk

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Perkembangan Kredit Konsumtif PT. Bank Niaga Tbk Cab. Makassar Pertumbuhan asset yang cukup pesat sejak pertengahan tahun 2006 memungkinkan PT. Bank Niaga Tbk. Melakukan ekspansi dalam bidang perkreditan. Hal ini dapat dilihat pada pertumbuhan portofolio. Kontribusi dari sektor kredit konsumer cukup mengesankan. Gambaran kontribusi pertumbuhan tersebut dapat dilihat dalam ilustrasi berikut :

Tabel 1

Pertumbuhan Portofolio Kredit Konsumer (Dalam Miliar Rupiah)

Portofolio 2011 2012 2013 2014

Kredit

konsumer 2,7 1.562,6 2.784,6 3.532,6

Tota Kredit 498,8 3.511,7 5.318,1 5.847,7

Persentase 0,5% 44,5% 52,4% 60,4%

Sumber : PT. Bank Niaga Tbk Cab. Makassar (2015)

Saat ini PT. Bank Niaga Tbk, telah memiliki beberapa produk Kredit Konsumer yang meliputi :

- Kredit Pemilikan Rumah – KPR Niaga - Kredit Pemilikan Mobil – KPM Niaga - Kredit multi Guna - Niaga Multiguna

- Kredit Pembangunan dan Pengembangan Rumah Niaga Renovasi

Perlu disadari bahwa produk kredit konsumer adalah produk-produk standar yang bersifat massal. Dengan sifatnya yang demikian maka terdapat beberapa faktor yang sangat menentukan yaitu produk, custumer, teknologi, pelayanan dan saluran distribusi. Karena itulah dalam usaha pengembangannya, Kredit Konsumer PT. Bank Niaga Tbk, selalu menekankan pada peningkatan efisiensi dan cost-effectiveness dalam hal menyiapkan produk yang lebih menarik, memberkan pelayanan yang berkualitas dan memelihara hubungan yang lebih baik dengan nasabah/mitra kerjasama dalam rangka mempertahankan loyalitas.

Dalam rangka menciptakan tingkat pertumbuhan yang tinggi, strategi pengembangan pemasaran Kredit Konsumer PT. Bank Niaga Tbk, dilakukan melalui dua program ungguan yaitu :

37

1) Program Joint Financing

KPM Niaga adalah fasilitas Pembiayaan Bersama antara PT. Bank Niaga Tbk, dengan Perusahaan Mitra yang diberikan kepada debitur (End User) untuk pembelian kendaraan bermotor baik baru maupun bekas untuk tujuan sendiri ataupun untuk tujuan usaha. MOJF dalam pelaksanaannya mengacu pada proses kredit sindikasi dimana ada Agent dan Participant yang memiliki hal dan kewajiban yang dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama. Produk ini meruapakan pembaharuan/penyempurnaan dari produk sejenis yang dimaksud untuk meningkatkan aspek kontrol baik di sisi Multi Finance melalui standarisasi proses dan rekonsilisasi. Dalam hal ini perusahaan Mitra yang diajak bekerjasama berupa perusahaan Multi Finance terkemuka yang menjadi mitra kerja. PT. Bank Niaga Tbk, mengerahkan 16 cabangnya yang berada di beberapa kota besar di Jawa, bali Sumatra, kalimantan, dan Sulawesi untuk secara intens terlibat dalam mengani program ini. Pada tahun 2010 outstanding portofolio Kredit konsumer yang disalurkan melalui Program KPM Niaga telah mencapai Rp. 3.3 Triliun atau sekitar 55,97% dari total kredit PT. Bank Niaga Tbk.

2) Program Implant Banking

Adalah fasilitas kredit konsumtif yang diberikan kepada karyawan suatu perusahaan secara kolektif, bekerjasama dengan perusahaan atau koperasi karyawan (Kopkar) khusus dalam hal-hal pembayaran angsuran pinjaman.

Dengan target market perusahaan atau koperasi karyawan dari perusahaan yang cukup bonafit, program ini dimaksudkan sebagai suatu program pembiayaan kolektif yang diberikan kepada perusahaan (financial outsourcing) untuk

meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Hingga saat ini telah tercatat 98 perusahaan koperasi karyawan yang telah memanfaatkan fasilitas ini dengan todal alokasi dana mencapai Rp. 235 Miliar.

B. Tingkat Suku Bunga Kredit PT. Bank Niaga Tbk, Cab. Makassar

Pembebanan besarnya suku bunga kredit dibedakan kepada jenis kreditnya. Pembebanan disini maksudnya metode perhitungan yang akan digunakan, sehingga mempengaruhi jumlah bunga yang akan dibayar. Jumlah bunga yang dibayar akan mempengaruhi jumlah angsuran perbulannya. Dimana jumlah angsuran terdiri dari hutang/pokok pinjaman dan bunga.

Tingkat suku bunga kredit pada PT. Bank Niaga Tbk, terlihat pada tahun 2010 sebesar 19,3%, tahun 2011 21,7%. Tahun 2012, sebesar 19,9%. Tahun 2013 sebesar 13% dan pada tahun 2014 sebesar 12% ini dilakukan oleh karena PT.

Bank Niaga, Tbk melihat kondisi bahwa :Total biaya dana, Biaya Operasi, Cadangan resiko kredit macet, Laba yang diinginkan, Pajak.

Meskipun hal ini dilakukan namun terlihat dari akhir tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2014, jumlah kredit yang diberikan menunjukkan peningkatan.

Sistem pembebanan bunga pada PT. Bank Niaga, Tbk Cabang Makassar adalah Flat Rate dimana pembebanan bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjamannya, demikian pula pokok pinjaman setiap bulan juga dibayar sama sehingga cicilan setiap bulan sama sampai kredit tersebut lunas.

Sesuai dengan pembebanan bunga dengan metode flat rate, maka setiap bulan bunga yang dibayar adalah tetap sampai kredit tersebut lunas. Hal ini juga berarti jumlah angsurannya pun sama setiap bulannya contoh : nasabah A memperoleh kredit sebesar Rp. 60.000.000 untuk jangka waktu satu tahun, tingkat bunga ditetapkan PT. Bank Niaga Tbk sebesar 24% pertahun.

a. Menghitung pokok pinaman (PJ) perbulan sebagai berikut : Pokok pinjaman yang harus dibayar setiap bulan adalah :

PJ =

PJ =

= Rp. 5.000.000

b. Selanjutnya menghitung bunga (BG) perbulan adalah : BG=

x 1

BG=

x 1

= Rp. 1.200.000

c. Jadi jumlah angsuran setiap bulan adalah : Pokok pinjaman Rp. 5.000.000

Bunga Rp. 1.200.000

Jumlah Angsuran Rp. 6.200.000

Jumlah angsuran ini setiap bulan sama sampai 12 bulan sesuai tabel sebagai berikut :

Tabel 2

Tabel Perhitungan Kredit Konsumtif (Dalam Ribuan Rupiah)

Bulan Sisa pinjaman

Pokok Pinjaman

Bunga Angsuran

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

55.000,- 50.000,- 45.000,- 40.000,- 35.000,- 30.000,- 25.000,- 15.000,- 15.000,- 10.000,- 5.000,-

0

5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,- 5.000,-

1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,- 1.200,-

6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 6.200,- 60.000,- 14.400,- 74.400,-

Sumber data : PT.Bank Niaga Cab Makassar (2015)

C. Penyaluran Kredit Konsumtif PT. Bank Niaga Tbk Cabang Makassar Ada beberapa jenis kredit yang terdapat pada Bank Niaga Tbk Cab.

Makassar salah satu diantaranya adalah kredit konsumtif. Dimana kredit ini mengandung pengertian bahwa kredit ini hanya digunakan untuk dkonsumsi secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha.

Di tengah kondisi perekonomian nasional yang masih belum kondusif, dunia perbankan ikut merasakan dampaknya. Walaupun demikian, Bank Niaga berhasil meningkatkan volume penyaluran kredit sebesar Rp. 3,7 triliun dari tahun 2013 yang jumlahnya Rp. 7,6 triliun.

Tabel 3

Jangka Waktu Kredit Berdasarkan Perjanjian Kredit (Dalam jutaan Rupiah)

Waktu 2010 2011 2012 2013 2014

0 -1 Tahun 1 – 2 Tahun 2 – 5 Tahun Lebih 5 tahun

1.731.479 1.035.605 2.139.293 411.880

1.630.294 1.077.974 2.603.930 503.311

1.543.785 920.131 3.137.333 542.544

1.084.762 1.063.322 4.405.134 456.541

1.366.458 1.117.280 7.237.182 745.051 Jumlah 5.318.257 5.815.509 6.143.793 7.009.759 10.465.971 Sumber data : PT : Bank Niaga Tbk Cab. Makassar (2015)

Tabel 4

Perkembangan kredit berdasarkan Jatuh Tempo (Dalam jutaan rupiah)

2010 2011 2012 2013 2014

0 - 1 Tahun 1 – 2 Tahun 2 – 5 Tahun Lebih 5 tahun

2.073.178 1.206.485 1.788.520 250.074

2.138.772 1.521.511 1.894.526 260.700

2.212.661 1.527.423 2.036.011 367.698

1.901.174 1.827.641 2.965.828 315.116

2.219.892 2.304.076 5.497.715 444.288 5.318.257 5.815.509 6.143.793 7.009.759 10.465.971 Sumber data : PT : Bank Niaga Tbk Cab. Makassar (2015)

Dengan kanaikan tersebut, pada akhir tahun 2013 portofolio kredit menjadi sebesar Rp. 11,3 triliun atau mengalami pertumbuhan 49% dibanding tahun 2012. Pertumbuhan tersebut merupakan growth tertinggi sepanjang perjalanan bisnis Bank Niaga. Peningkatan portofolio kredit terjadi karena keberhasilan dalam meningkatkan penyaluran kredit baik dalam bentuk Rupiah maupun Valuta Asing. Dalam bentuk Rupiah, portofolio kredit pada akhir 2013 meningkat Rp. 3,5 triliun atau mengalami pertumbuhan 50% dibanding tahun

2012 yang sebesar Rp. 7,0 triliun, sehingga portofolio kredit Rupiah menjadi sebesar Rp. 10,5 triliun.

Keberhasilan juga terjadi pada penyaluran kredit dalam bentuk Valuta Asing (VALAS). Pada tahun 2012 portofolio kredit Valas masih sebesar Rp.

571,5 Milyar. Pada tahun 2013, portofolio kredit valas telah berhasil mencapai pertumbuhan sebesar 39% menjadi Rp. 797,2 Milyar.

Tabel 5

Perkembangan Kredit Dalam Valas (Dalam Miliaran Rupiah)

Segment Dec 2013 Dec 2014

Growth

Nominal %

Retail 5.830 9.033 3.203 55

- Commercial 814 1.066 252 31

- Consumer 5.016 7.967 2.951 59

Corporate 1.751 2.230 479 27

Total 7.581 11.263 3.682 49

Sumber data : PT. Bank Niaga Tbk Cab. Makassar (2015)

Dengan kenaikan tersebut pada akhir tahun 2014 portofolio kredit menjadi sebesar Rp. 11,3 triliun atau mengalami pertumbhan 49% dibanding tahun 2013.

pertumbuhan tersebut merupakan growth tertinggi sepanjang perjalanan bisnis Bank Niaga.

Kredit Retail

Sesuai dengan misi Bank Niaga untuk lebih fokus pada retail banking, penyaluran kredit retail yang terdiri dari kredit komersial dan kredit konsumer berhasil mendominasi portofolio kredit dan menyubangkan komposisi sebesar 80% dari total portofolio kredit. Hingga akhir 2014, portofolio kredit retail mengalami peningkatan Rp. 3,2 triliun menjadi Rp. 9,0 triliun atau tumbuh 55%

dibanding tahun 2013 yang sebesar Rp. 5,8 triliun.

Kredit konsumsi merupakan penyumbang terbesar dan total portofolio kredit retail. Selama tahun 2014, Bank Niaga berhasil meningkatkan kredit konsumer sebesar Rp. 3,0 triliun atau tumbuh 59% dari tahun 2013 yang sebesar Rp. 5,0 triliun menjadi Rp. 8,0 triliun.

KPM Niaga merupakan program andalan/unggulan yang memberikan kontribusi paling besar dalam perkreditan Bank Niaga. KPM Niaga merupakan program kemitraan antara Bank Niaga dengan multifinance yang di sebut sebagai mitra untuk pembiayaan kendaraan bermotor yang disalurkan kepada end user/debitur. Hingga akhir 2014, terdapat 21 perusahaan multifinance terkemuka di Indonesia yang menjadi mitra program KPM Niaga dan berhasil menambah jumlah account menajdi 940.000 dan meningkatkan portofolio kredit sebesar Rp.

2,8 triliun menjadi Rp. 7,5 triliun atau tumbuh 60% dibanding tahun sebelunya.

Untuk mempermudah administrasi dan memonitor perkembangan kualitas kredit, telah dibentuk 22 cabang yang terlibat dalam program ini dan tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,Bali dan Mataram.

Program lain yang juga mendukung pencapaian kredit Bank Niaga adalah Niaga Inventory Financing. Program ini merupakan fasilitas kredit yang diberikan

Dalam dokumen KREDIT KONSUMTIF PADA PT.BANK NIAGA Tbk. (Halaman 31-62)

Dokumen terkait