C. Tinjauan Khusus Asuransi Kesehatan
2. Sejarah dan Perkembangan Asuransi Kesehatan
Perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia berjalan sangat lambat dibandingkan dengan perkembangan asuransi kesehatan di beberapa Negara tetangga di Asean. Secara teoritis beberapa faktor penting dapat dikemukakan sebagai penyebab lambatnya pertumbuhan asuransi kesehatan di Indonesia, diantaranya pendapatan penduduk yang rendah dan buruknya kualitas fasilitas pelayanan kesehatan serta tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.
Dengan perkembangan keadaan sekarang ini, maka peserta asuransi kesehatan mulai berubah. Meskipun masih terbatas tetapi masyarakat umum telah
34 mulai ikut serta. Perubahan juga ditemui dalam tata cara pengelolaan. Pada tahun 1250 diperkenalkan sistem premium di Italia. Pada tahun 1347 diperkenalkan sistem kontrak di Genoa dan kemudian pada tahun 1435 tersusunlah peraturan asuransi kesehatan pertama di Barcelonia. Jika semua kegiatan ini dilaksanakan oleh swasta namun dengan perkembangan keadaan,keikutsertaan pemerintah mulai dirasakan. Dirintis oleh Inggris pada tahun 1793 yang kemudian diikuti oleh berbagai Negara lain misalnya Jerman dibawah Otto Von Bismarch pada tahun 1883.
Di Amerika Serikat perkembangan asuransi kesehatan menempuh sejarah yang cukup panjang. Dimulai pada tahun 1798 ketika Kongres US Marine Hospital Service dimana para pelaut yang mendapatkan pelayanan kedokteran dipotong gajinya. Pada tahun 1847 berdiri asuransi kesehatan yang pertama di Massachusetts Boston dan sejak saat itu puluhan organisasi lainnya banyak didirikan di berbagai tempat di Negara ini. Pada tahun 1937 rumah sakit mulai ikut dalam kegiatan asuransi kesehatan dengan didirikan Blue Cross Association pada Tahun 1946. Sama halnya di Negara lain,maka campur tangan pemerintah dalam kegiatan asuransi kesehatan di Amerika Serikat sangat terbatas, hanya berkisar pada bantuan kecelakaan para karyawan, bantuan untuk orang jompo serta orang miskin yang mulai pada tahun 1965. Karena timbulnya kemelut pembiyaan kesehatan di Amerika Serikat maka pada tahun 1973 dikeluarkan peraturan yang memperkenalkan sistem Health Maintenace Organization yaitu suatu sistem asuransi kesehatan pelayanan kesehatan. Dengan perkembangan seperti itu maka sekitar 80% penduduk Amerika Serikat adalah peserta dari salah satu asuransi kesehatan.
Di Indonesia program asuransi kesehatan bagi pegawai negeri dan penerima pensiun sudah mulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1934 berdasarkan
35 Staatregeling Nomor 1 yang ditetapkan tanggal 19 Desember 1934 dan saat itu baru diberlakukan pada pegawai negeri dan penerima pensiun yang statusnya disamakan di Eropa. Baru pada tahun 1938 program ini didasarkan pada Staatregeling Nomor 110 yang ditetapkan pada tanggal 19 Februari 1938, program ini diberlakukan bagi seluruh pegawai negeri dan penerima pensiun. 35
Asuransi kesehatan adalah asuransi yang memberikan penggantian biaya kesehatan yang termasuk biaya kesehatan sebetulnya ada tiga yaitu 36:
a. Pemeliharaan kesehatan seperti check up kesehatan, pembelian makanan kesehatan maupun vitamin.
b. Perawatan yaitu apabila mengalami sakit sehingga harus mengeluarkan uang untuk ke dokter atau rawat inap di Rumah sakit serta Operasi (rawat inap, rawat jalan dan operasi).
c. Pengobatan yaitu apabila mengalami sakit dan harus membeli obat.
Pemerintah mencoba memperkenalkan konsep asuransi kesehatan melalui Undang-Undang Pokok kesehatan tahun 1960 yang meminta pemerintah
mengembangkan “ dana sakit” dengan tujuan untuk menyediakan akses pelayanan
kesehatan untuk seluruh rakyat. Tahun 1967, Menteri Tenaga Kerja mengeluarkan Surat Keputusan untuk mewujudkan amanat UU tersebut. Konsep yang digunakan mirip HMO (Health Maintenace Organization) atau JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat) dimana Menteri menetapkan iuran 6% upah yang terdiri dari tanggungan majikan sebesar 5% dan 1% ditanggung oleh karyawan. Tahun 1968 sampai Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri dan Penerima Pensiun (PNS dan ABRI)
35 PT.(Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia. 1997. Program Jaminan Kesehatan Bagi Peserta Wajib. Jakarta.
36 Tuti Rastuti. 2011. Aspek Hukum Perjanjian Asuransi. Pustaka Yustisia:Yogyakarta. hlm. 104.
36 beserta anggota keluarganya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 230 Tahun 1968.
Pada tahun 1971, upaya asuransi sosial dalam bidang kecelakaan kerja juga dimulai dengan didirikannya Perusahaan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Astek). Pada mulanya Astek hanya menangani asuransi kecelakaan kerja saja, namun kemudian dilakukan perluasan dengan membentuk program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja di 5 propinsi yang mencakup 70.000 tenaga kerja di tahun 1985. Program ini dimaksudkan untuk menilai kelayakan perluasan asuransi kesehatan sosial ke sektor swasta yang memiliki ciri berbeda dengan sektor publik. Akhirnya setelah 5 tahun masa uji coba, program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja dinilai layak untuk masuk dalam program jaminan sosial.
Pada Tahun 1992 tentang perubahan status Perum yang diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dengan pertimbangan fleksibilitas pengelolaan keuangan, kontribusi kepada pemerintah dapat dinegosiasikan untuk kepentingan pelayanan kepada peserta dan manajemen lebih mandiri. Dengan bentuk PT (Persero) ini yang kemudian disebut dengan PT (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia diharapkan akan lebih memungkinkan untuk menjaring kepesertaan lebih banyak lagi terutama peserta sukarela dan geraknya pun semakin flexibel.
Di penghujung masa Orde Baru banyak dikeluarkan peraturan mengenai Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Dalam periode ini terjadi pertentangan antar berbagai pelaku khususnya pelaku asuransi kesehatan dengan pengelola JPKM. Pertentangan tersebut terjadi akibat berbagai faktor antara lain37 :
37 Salim. http:// siksulse.blogspot.com. Sejarah panjang Perjalanan Askes. Diakses tanggal 28 September 2011. Pukul 20.10.
37 a. Kurang pahamnya pelaku terhadap persamaan dan perbedaan arti asuransi
kesehatan dan jaminan kesehatan.
b. Battle of turf , untuk lahan kegiatan dalam sistem pembiayaan kesehatan antara Ditjen Binkesmas dengan pelaku asuransi kesehatan. Akibatnya pada periode kebijakan JPKM ada pengkaburan arti jaminan dan asuransi.
Departemen Kesehatan (melalui direktorat PSM di Binkesmas) saat itu menjadi regulator lembaga JPKM. Akibatnya terjadi kegagalan sistem governance dalam sejarah perkembangan asuransi kesehatan dan jaminan sosial. Pihak regulator tidak mempunyai kemampuan melakukan fungsinya sehingga ada masalah yang terjadi dan secara hukum kurang kuat.
Pada tahun 1984, Untuk lebih meningkatkan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi peserta dan agar dapat dikelola secara profesional, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1984 tentang Pemeliharaan Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil,Penerima Pensiun (PNS, ABRI dan Pejabat Negara) beserta anggota keluarganya. Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1984, status badan penyelenggara diubah menjadi Perusahaan Umum Husada Bhakti.
PT. Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. Sejarah singkat penyelenggaraan program Asuransi Kesehatan sebagai berikut :38
a. Pada Tahun 1968,
Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri dan Penerima Pensiun (PNS dan
38 http://Ptaskes.com. Sejarah Asuransi Kesehatan. Diakses tanggal 15 Desember 2011. Pukul 20.00.
38 ABRI) beserta anggota keluarganya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 230 Tahun 1968. Menteri Kesehatan membentuk Badan Khusus di lingkungan Departemen Kesehatan RI yaitu Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), dimana oleh Menteri Kesehatan RI pada waktu itu (Prof. Dr. G.A. Siwabessy) dinyatakan sebagai embrio Asuransi Kesehatan Nasional.
b. Pada Tahun 1984
Untuk lebih meningkatkan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi peserta dan agar dapat dikelola secara profesional, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1984 tentang Pemeliharaan Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun (PNS, ABRI dan Pejabat Negara) beserta anggota keluarganya. Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1984, status badan penyelenggara diubah menjadi Perusahaan Umum Husada Bhakti.
c. Pada tahun 1991,
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1991, kepesertaan program jaminan pemeliharaan kesehatan yang dikelola Perum Husada Bhakti ditambah dengan Veteran dan Perintis Kemerdekaan beserta anggota keluarganya. Disamping itu, perusahaan diijinkan memperluas jangkauan kepesertaannya ke badan usaha dan badan lainnya sebagai peserta sukarela. d. Pada tahun 1992
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1992 status Perum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (PT Persero) dengan pertimbangan fleksibilitas pengelolaan keuangan, kontribusi kepada Pemerintah dapat dinegosiasi untuk kepentingan pelayanan kepada peserta dan manajemen lebih mandiri.
e. Pada tahun 2005
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1241/Menkes/XI/2004 PT Askes (Persero) ditunjuk sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (PJKMM). PT Askes (Persero) mendapat penugasan untuk mengelola kepesertaan serta pelayanan kesehatan dasar dan rujukan
f. Pada tahun 2008
Pemerintah mengubah nama Program Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (PJKMM) menjadi Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). PT Askes (Persero) berdasarkan Surat Menteri Kesehatan RI Nomor 112/Menkes/II/2008 mendapat penugasan untuk melaksanakan Manajemen Kepesertaan Program Jamkesmas yang meliputi tatalaksana kepesertaan, tatalakasana pelayanan dan tatalaksana organisasi dan manajemen. Sebagai tindak lanjut atas diberlakukannya Undang-undang Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Negara (SJSN) PT. Askes (Persero) pada 6 Oktober 2008 PT Askes (Persero) mendirikan anak perusahan yang akan mengelola Kepesertaan Askes Komersial. Berdasarkan Akta Notaris Nomor 2 Tahun 2008 berdiri anak perusahaan PT Askes (Persero) dengan nama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia yang dikenal juga dengan sebutan PT AJII.