• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TATA KELOLA PEREKRUTAN KADER PARTAI POLITIK PPP DAN PAS

PROFIL PAS (PARTAI ISLAM SE-MALAYSIA) DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

2.2. Sejarah Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lahir dalam suatu masa ketika kebebasan berserikat dan berkumpul terdistorsi secara sistemik oleh kekuasaan Orde Baru. Ketika PPP lahir, jangkar otoritarianisme dan korporatisme negara begitu kuat mencengkeram setiap organisasi politik dan organisasi massa. Partai Persatuan Pembangunan adalah cermin persatuan melalui penggabungan atau fusi dari empat partai politik Islam peserta Pemilu 1971, yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).40

Dalam naskah deklarasi pembentukan PPP yang ditandatangani oleh K.H.

Idham Khalid (NU), H.M.S. Mintaredja (Parmusi), H. Anwar Tjokroaminoto (PSII), Rusli Halil (Perti), dan K.H. Masykur (NU), dikatakan bahwa kelahiran PPP merupakan wadah penyelamat aspirasi umat Islam dan cermin kesadaran serta tanggung jawab tokoh-tokoh umat dan pemimpin partai untuk bersatu, bahumembahu, serta membina masyarakat agar dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, melalui perjuangan partai politik.

Sebelum mendaftar pada lembaga pemilihan umum sebagai pesertapemilu 1999, PPP dalam perjalannya telah melakukan muktamar sebanyak 4 kali dan pernah melakukan perubahan lambang partai dari gambar Ka’bah (pemilu 1977-1982) menjadi gambar Bintang (1987-1997) karena mengacu pada UU No. 3/1987, yang mensyaratkan bagi peserta pemilu harus berasaskan Pancasila. Setelah melasanakan muktamar IV di Jakarta pada 29 November–Desember 1998, Muktamar mengamanatkan PPP kembali ke asas Islam, maka lambang partai pun menggunakan gambar Ka’bah. Hasil muktamar lainnya, adalah terbentuknya kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat yang terdiri : Dr. Hamzah Haz (ketua) dan H. Alimarwan Hanan, S.H. sebagai Sekretaris Jendral.41

39 Mohd Fadli Ghani (2003), Dewan Pemuda PAS : Suatu Kajian Terhadap Tahap-tahap Perkembangan Era Bertindak, 1975-2003, Tesis Sarjana Sastera, Pusat Pengajian Sejarah, Politik dan Strategi UKM, hal. 27

40 http://asal-usul-motivasi-.blogspot.com/2014/02/asal-usul-sejarah-partai-persatuan.html?m=1 diakses pada 22 may 2019 pukul 12.45 WIB

41 Tim Litbang Kompas, Partai Partai Politik Indonesia, ( Jakarta: Pt. Kompas Media Nusantara, 1999), H.

162

Karena berasaskan Islam, maka kelompok masyarakat pendukung utama partai adalah warga Republik Indonesia yang beragama Islam. Serta terbuka untuk semua profesi dan status sosial ekonomi. Basis pendukung PPP meliputi wilayah : Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Untuk memenangkan pemilu .PPP memiliki strategi mengedepankan isu, bahwasannya PPP telah kembali kef fitrahnya dan berjuang untuk mengisi kehidupan bangsa dengan nilai-nilai akhlakul karimah, serta memperjuangkan kehidupan bangsa yang demokratis.42

PPP menegaskan dirinya sebagai partai Islam yang berorientasi keindonesiaan dan keumatan. Artinya, PPP berbeda dengan partai-partai sekuler yang tidak berasas Islam dan cenderung memisahkan secara diametral antara Islam dan negara, serta menjauhkan peran-peran Islam dalam kehidupan kenegaraan. Sebagai partai Islam, PPP juga menegaskan perbedaan dirinya dengan partai-partai Islam lain yang berpaham fundamentalis-radikal, yang lebih menonjolkan simbol dan agenda universal Islam di atas kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Identitas Islam PPP mencerminkan corak “Islamnya orang Indonesia” atau “Islam keindonesiaan”, yang berpegang pada prinsip harmoni bermoral.

Dalam perjuangannya, PPP berpegang pada pemahaman Islam yang inklusif, moderat, santun, serta anti kekerasan dan anti redikalisme, sebagai penjabaran dari Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Dalam hal ini, hubungan Islam dan negara bersifat simbiotik, sinergis, serta saling membutuhkan dan memelihara. Ini sesuai dengan tujuan politik PPP yang diorientasikan bagi terwujudnya negara Indonesia yang damai, makmur, sejahtera serta religius.PPP berkhidmat untuk memperjuangkan berbagai upaya dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridlai oleh Allah SWT, baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Dengan demikian PPP mencegah berbagai bentuk kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi, kesenjangan budaya, pola kehidupan yang konsumeristis, materialistis, permisif, dan hedonistis di tengah-tengah kehidupan

42 Tim Litbang Kompas, Partai Partai Politik Indonesia, ( Jakarta: Pt. Kompas Media Nusantara, 1999), H.

162

rakyat banyak yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.43

PPP berasaskan Islam dan berlambangkan Ka'bah. Akan tetapi dalam perjalanannya, akibat tekanan politik kekuasaan Orde Baru, PPP pernah menanggalkan asas Islam dan menggunakan asas Negara Pancasila sesuai dengan sistem politik dan peraturan perundangan yang berlaku sejak tahun 1984. Pada periode ini terjadi perubahan yang mendasar yang menyangkut basis ideologi politik PPP. Untuk kali kedua rezim Orde Baru melakukan restrukturisasi politik, yakni melalui UU No. 5 Tahun 1985. UU ini mengharuskan semua organisasi kemasyarakatan (ormas) dan partai politik, termasuk PPP, untuk menerima Pancasila sebagai asas tunggal. Melalui kebijakan tersebut, PPP ’dipaksa’ untuk melepaskan asas dan lambangnya.

Mulai saat itu, PPP mengalami disorientasi ideologis, pasalnya artikulasi politik Islam yang melambangkan identitas politiknya semakin kabur. Pada Muktamar I PPP tahun 1984 PPP secara resmi menggunakan asas Pancasila dan lambang partai berupa bintang dalam segi lima.44 Pemberlakuan asas tunggal pancasila adalah puncak strategi Orde Baru untuk menyeragamkan seluruh makna dan potensi politik yang ada dalam masyarakat. Kecenderungan watak politik Orde Baru inilah yang kemudian melahirkan kekuasaan otoritarian. Heterogenitas masyarakat, terutama yang berbasis agama, dipandang semata-mata sebagai potensi konflik berbahaya, sehingga harus diamankan melalui penyeragaman ideologi, yakni Pancasila.

Runtuhnya kekuasaan politik era Orde Baru, membawa tantangan baru bagi PPP. Partai yang telah cukup lama malang-melintang dalam kancah politik nasional selama Orde Baru ini dihadapkan pada kenyataan tentang memori kolektif rakyat yang menempatkan PPP sebagai pendukung politik Orde Baru.

Akibat keterlibatan dalam perpolitikan Orde Baru, PPP kurang memperoleh apresiasi sebagai elemen dan kekuatan pendukung reformasi.45Pada era reformasi ini memberi wacana baru sekaligus membuka babak baru dalam sejarah politik

43 https://media.neliti.com/media/publications/205681-konflik-partai-persatuan-pembangunan-ppp.pdf diakses pada 22 May 2019 Pukul 01.10. WIB

44 Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, PPP Dan Politik Identitas (Pergulatan Islam& Politik Di Indonesia), Jakarta, Tahun 2011, Hal.123

45 http://digilib.unila.ac.id/13370/17/BAB%20IV.pdf diakses pada 22 May 2019 Pukul 01.16 Wib

PPP. Setelah tumbangnya Orde Baru yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998 dan dia digantikan oleh Wakil Presiden B.J.Habibie, PPP kembali menggunakan asas Islam dan lambang Ka'bah. Secara resmi hal itu dilakukan melalui Muktamar IV akhir tahun 1998. Tuntutan PPP agar segera mengubah diri dilancarkan oleh sekelompok kadernya yang tergabung dalam Komite Reformasi Partai Persatuan Pembangunan (KR-PPP). Komite ini mendesak agar partai segera mengadakan muktamar dengan menuntut agar Buya Ismail turun dari jabatannya sebagai ketua umum karena dinilai telah memanipulasi hasil rapim PPP dengan mendukung pencalonan Soeharto. Dalam muktamar tersebut, banyak pendapat di dalam tubuh PPP menghendaki kembalinya Islam bukan 48 sekedar sebagai identitas partai, namun sekaligus sebagai asas partai.46

Karenanya, setelah berhasil memperjuangkan dicabutnya Pancasila sebagai satusatunya asas partai Islam dalam Sidang Istimewa (SI) MPR 1998.

Pergantian lambang dan asas partai menjadi lembaran sejarah baru bagi PPP.

Kembalinya PPP ke asas Islam merupakan kembalinya PPP ke khitah1973.

Pergantian asas PPP ini juga menandai fase baru dalam pergeseran dan dinamika internal yang bersifat ideologis PPP, yang semula di hancurkan oleh rezim Orde Baru melalui ’deideologisasi politik’. Dari kembalinya PPP ke asas Islam di harapkan untuk bisa memperbaiki citra politik PPP yang kritis terhadap pemerintah. Sementara itu sebelum keputusan tentang pergantian asas dan simbol diambil, secara kelembagaan PPP telah mencermati perjalanan dan kondisi bangsa Indonesia selama tiga dasawarsa terakhir yang dipandangnya sungguh sangat memprihatinkan. Hal ini ditunjukkan oleh merebaknya tindak kekerasan, ketidakjujuran, konflik antar suku, golongan, kelompok, dan agama. Akibatnya adalah melemahnya kehidupan perekonomian, sosial, dan politik, serta merapuhnya semangat persatuan bangsa yang mengancam integritas bangsa dan karakter bangsa.47

46 Ketetapan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan, Hal.80

47 Chozin Chumaidy, Merebut Kembali Kepercayaan Umat, Jakarta. DPP PPP, Cet.1 Tahun 2013, Hal. 24

BAB III

Perbandingan Pola Tata Kelola Recuitmen kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS)

Salah satu fungsi dari partai politik adalah sebagai sarana kaderisasi/rekrutmen politik. Fungsi ini sangat erat kaitannya dengan penyeleksian seorang calon pemimpin, baik pemimpin internal maupun yang lebih luas dari itu. Untuk kepentingan internalnya, partai politik membutuhkan kader-kader yang berkualitas untuk mengembangkan dirinya dan untuk kepentingan yang lebih luas partai politik membutuhkan kandidat yang berkualitas untuk ditempatkan pada jabatan nasional maupun lokal agar dapat meneruskan kekuasaannya.48

Kaderisasi adalah penyeleksian rakyat untuk kegiatan politik dan jabatan pemerintahan melalui penampilan dalam media komunikasi, menjadi anggota organisasi, mencalonkan diri untuk jabatan tertentu dan sebagainya.49 Sedangkan Jack C. Plano mengartikan kaderisasi/rekrutmen politik sebagai pemilihan orangorang untuk mengisi posisi formal dan legal seperti pengisian jabatan presiden dan anggota parlemen, serta posisi tidak formal seperti aktivis dan propaganda.50

Dalam penelitian ini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Islam Se- Malaysia sama sama merupakan Partai Politik Islam yang memiliki Persamaan dan Perbedaan dalam pola rekrutmen kader mereka.

Dokumen terkait