• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Perkembangan Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia adalah salah satu bursa saham yang dapat memberikan peluang investasi dan sumber pembiayaan dalam upaya mendukung pembangunan ekonomi nasional. Bursa Efek Indonesia berperan juga dalam upaya mengembangkan pemodal lokal yang besar dan solid untuk menciptakan pasar modal indonesia yang stabil.

Sejarah Bursa Efek Indonesia berawal dari berdirinya bursa efek di Indonesia pada abad 19. Pada tahun 1912, dengan bantuan pemerintah kolonial Belanda, bursa Efek Indonesia didirikan di Batavia, pusat pemerintah Belanda dan dikenal sebagai Jakarta saat ini.

Bursa Batavia pernah ditutup selama periode perang dunia pertama dan kemudian dibuka lagi pada 1925. Pemerintah kolonial juga mengoperasikan Bursa Paralel di Surabaya dan Semarang, namun kegiatan bursa ini dihentikan lagi ketika terjadi pendudukan oleh tentara Jepang di Batavia. Pada tahun 1952, tujuh tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Bursa saham dibuka kembali di Jakarta dengan memperdagangkan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan Belanda sebelum terjadinya perang dunia. Kegiatan bursa saham kemudian berhenti kembali ketika pemerintah meluncurkan program nasionalisasi pada tahun 1956.

Bursa saham kembali dibuka dan ditangani oleh Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM) sebelum akhir tahun 1977, institusi baru dibawah Departemen Keuangan, kegiatan perdagangan dan kapitalisasi pasar sahampun mulai meningkat dan mencapai puncaknya tahun 1990 seiring dengan perkembangan pasar finansial dan sektor swasta.

Bursa saham di swastanisasi menjadi PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 13 Juli 1992. Swastanisasi Bursa Saham menjadi PT. BEJ ini mengakibatkan beralihnya fungsi Bapepam menjadi Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).

Bursa Efek Jakarta memasuki babak baru pada tahun 1995 dan pada 22 Mei 1995, Bursa Efek Jakarta meluncurkan Jakarta Automated Trading System (JATS), sebuah sistem perdagangan manual. Sistem baru ini dapat memfasilitasi perdagangan saham dengan frekwensi yang lebih besar dan lebih menjamin kegiatan pasar yang fair dan transparan dibanding sistem perdagangan manual dan pada tahun 2007 bursa Efek Surabaya melakukan merger dengan Bursa Efek Jakarta dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

B. Akasha Wira Internasional (ADES)

PT Akasha Wira International Tbk didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia di tahun 1985. Nama Perusahaan telah mengalami perubahan beberapa kali, yang terakhir pada tahun 2009, ketika nama Perseroan diubah menjadi PT Akasha Wira International Tbk. Sesuai dengan pasal 2 Anggaran Dasarnya, Perseroan dapat bergerak di beberapa bidang usaha.

Selama tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010, Perusahaan bergerak dalam pembotolan air minum dan bisnis distribusi. Produksi komersial dimulai tahun 1986. Perusahaan ini berkedudukan di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat berlokasi di Perkantoran Hijau Arkadia, Jln. TB. Simatupang Kav. 88, Jakarta.

Pabrik berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Water Partners Bottling SA, pemegang saham utama Perusahaan, adalah perusahaan patungan antara The Coca Cola Company dan Nestle Perusahaan SA melakukan transaksi dalam kegiatan usaha normal dengan afiliasi dari The Coca Cola Company dan anak perusahaan / afiliasi dari Nestle SA Baik The Coca Cola Company dan Nestle SA memiliki anak perusahaan dan afiliasi diseluruh dunia sampai pada Mei 2008. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi pada PT. Akasha Wira Internasional adalah :

Presiden Direktur : Agoes Soewandi Wangsapoetra Direktur Umum : TH.M. Wisnu Adjie

Presiden Komisaris : Hanjaya Limanto

Komisaris Umum : Miscellia Dotulong, Danny Yuwono Pemegang saham : Water Partners Bottling

C. Tiga Pilar Sejahtra Food Tbk (AISA)

PT. Tiga Pilar Sejahtra Food Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis makanan berupa mie instant (instant noodles).

Perusahaan ini berdiri pada tahun 1953 dengan status PMA (Penanaman Modal Asing) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Juni 1997 dengan kode saham AISA dan harga saham perdana yang ditawarkan Rp.950,-.

Perusahaan ini berkantor pusat di Alun Graha Lt. I Jl Prof. Dr. Doepomo No. 233 Jakarta dan pabriknya di Jl. Raya Bogor Km 33. Perusahaan ini mempekerjakan sebanyak 1172 karyawan. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Tiga Pilar Sejahtra Food Tbk sebagai berikut:

Komisaris Umum: Priyo Hadi Sutanto

Wakil Komisaris Umum: Kang Hongkie Widjaja Komisaris: Budhi Istanto Suwito dan Hans Miniaga

Komisaris Independen: Woerjatmoko dan Prof. Dr. Ir. Haryadi Mapp. Sc

Direktur Umum: Stefanus Joko Mogoginto Wakil Direktur Umum: Herry Beng Koestanto Direktur: Marsono

Pemegang saham perusahaan : PT. Tiga Pilar Sekuritas 28,91% Underwriter: PT. Trimegah Securindo

D. Aqua Golden Missisipi Tbk (AQUA)

PT. Aqua Golden Missisipi Tbk adalah perusahaan pioneer air mineral di Indonesia yang memulai usahanya pada tahun 1974 dengan satus PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada

tanggal 1 Maret 1990 dengan kode saham AQUA dan harga saham perdana yang ditawarkan Rp.7.500,-.

Perusahaan ini telah mengekspor produk-produknya ke Vietnam, Kamboja, Hongkong, New Zealand, Australia, Taiwan dan Kanada. Pada Maret 2001, keluarga Utomo pemilik PT. Aqua Golden Missisipi, Tbk telah mengambil saham Danone Group industri air mineral dari 40% menjadi 70%.

Perusahaan ini berkantor pusat di Jl. Pulo Lontut No. 3 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Perusahaan ini mempekerjakan sebanyak 8448 karyawan. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Aqua Golden Missisipi Tbk sebagai berikut:

Komisaris Utama: Lisa Tirta Utomo Komisaris Independen: R. Soekardi Komisaris: Janto Utomo

Direktur Utama: Willy Shidarta

Direktur: John Abdi dan Parmanangsih

Pemegang saham perusahaan : PT. Tirta Investama 90,99% Underwriter : PT. Ficorinvest

E. Cahaya Kalbar Tbk (CEKA)

PT. Cahaya kalbar Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produk minyak kelapa sawit (palm oil). Perusahaan ini berdiri pada tahun 1968 dengan status PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Juli 1996 dengan kode saham CEKA dan harga

saham perdana Rp.1.100,-. Perusahaan ini berkantor pusat di JL. Raya Pluit Selatan Blok S-6 Jakarta-14440. Perusahaan ini mempekerjakan sebanyak 117 karyawan. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Cahaya Kalbar Tbk sebagai berikut:

Komisaris Utama: Hardy Sunarlia Komisaris: Martua Sitorus

Komisaris Independen: Soedjiman Direktur Utama: Hendri Saksti

Direktur: Thomas Tonny Muksim, Erik Tjin dan Pencaka Ramajaya Pemegang saham perusahaan : PT. Cahaya Kalbar Perkasa 50,08% R/N S’Pore A/C IL/J-015110-6 17,87%

Underwriter : PT. Aspac Uppindo Sekuritas

F. Davo Mas Abadi Tbk (DAVO)

PT. Davo Mas Abadi Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri biji coklat (cocoa). Perusahaan ini berdiri pada tahun 1968 dengan status PMDM (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 22 Desember 1994 dengan kode saham DAVO. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakrata dan pabriknya berlokasi di Tangerang, Jawa Barat.

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Davo Mas Abadi Tbk sebagai berikut:

Presiden Komisaris: Berliana Sukarmadidjaja Komisaris Independen: Achmad Setiawan

Komisaris: Husin Ramelan

Direktur Utama: Anthonius Azer Unawekta Direktur : Suhanih dan Ariyanto Wibowo

G. Delta Djakarta Tbk (DLTA)

PT. Delta Djakarta Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi minuman bir pertama yaitu Anker Bir dan sekarang juga memproduksi Anker Stout di bawah brand lisensi San Miguel dan Carlsberg. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1932 dengan status PMA (Penanaman Modal Asing) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juli 1985 dengan kode saham DLTA dan harga saham perdana Rp.2.950,-. Hasil produksi dipasarkan di dalam dan luar negeri dan perusahaan ini mempekerjakan 558 karyawan. Perusahaan dan pabriknya berlokasi di Jl. Inspaksi Barat, Desa Setiadharma, Kec. Tambun Bekasi Timur Bekasi-17510. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Cahaya Kalbar Tbk sebagai berikut:

Komisaris Utama: Ir. Tubagus Muhammad Rais

Komisaris: Faustino F. Galang, Minera laudes Borga Bibonia, Mario M. Bagus dan Jaedar Sagala

Direktur Utama: Roberto D. Dc. Leon

Direktur: Eddie Priyono, Willy A. Adipradhana dan Monica C. Segala Pemegang saham perusahaan : San Miguel Malaysia (L) Pte. Ltd. Malaysia 58,33%

H. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk didirikan tahun 1974 dengan status PMA (Penanaman Modal Asing) dan terbentuk dari merger 19 industri mie instant. Perusahaan ini memproduksi mie insatant, tepung terigu, minyak goring, makanan bayi, biskuit, makanan ringan, dan bumbu makanan,sehingga

perusahaan ini menjadi perusahaan pengolahan makanan terbesar di Indonesia yang menguasai 90% pasar mie instant yang didukung oleh adanya jaringan pemasaran produk terbesar di Indonesia.

Perusahaan Indofood terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juli 1994 dengan harga saham perdana yang ditawarkan Rp.6.200,- dengan kode saham INDF. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Gedung Ariobimo Sentral, Lt. 12 di Jl. H. R Rasuna Said X-2, Kav. 5 Jakarta, sedangkan pabriknya berlokasi di berbagai tempat di Pulai Jawa, Suamatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai berikut:

Komisaris Umum: Manuel V. Pangilian

Komisaris: Benny Setiawan Santoso, Edward A. Tortorici, Ibrahim Risjad, Albert Del Rosario, Robert Charles Nicholson

dan Graham L. Pickles

Komisaris Independen: Utomo Josodiajo, Torstein Stephansen dan Wahjudi Prakarsa

Wakil Direktur Umum: Fransiscus Welirang, Cesar Marikan Dele Gruz dan Dermawan Sarsito

Direktur : Aswan Tukiaty, Tjhie The Eie, Taufik Wiratmadja, Philip Suwardi Purnama, Mulyawan Tjandra dan Honggo Widjojo Kangmasto

Pemegang saham perusahaan : Lab Hodings Itd 46,53% Underwriter : PT. Merincorp Sewriting Indo

I. Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1931 dengan status PMA (Penanaman Modal Asing) di bawah nama NV Nederlandsch Indische Bierbbrouwerijen dan merupakan industri minuman bir terbesar di Indonesia. Perusahaan ini mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Desember 1981 dengan Kode MLBI dan harga saham perdana Rp.1.570,-

Kantor pusat perusahaan berlokasi di Ratu Plaza Building Lt. 24 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 9 jakarta-10270 dan pabriknya berlokasi di Jl. Daan Mogot Km. 19 Tangerang-15122. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Multi Bintang Indonesia Tbk sebagai berikut:

Presiden Komisaris: Cosmas Batubara Komisaris Independen: Subarto Zaini

Komisaris: Sri Hartina, Urip Simeon,Theodore Permadi Rachmad, Bobby Hendry Noyo dan Sijbe Hiemstra

Direktur : Jasper Christiaan Hamaker, Bambang Britomo, Herman Josep Maria dan Antonius Gerardus Vande Bergri

Pemegang saham perusahaan : Heineken International B.V 75,94% Underwriter : PT. Danareksa (Persero)

J. Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT. Mayora Indah Tbk didirikan pada tahun 1977 dengan status PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan perusahaan ini dikenal sebagai salah satu industri domestik manufaktur terbesar dan pengolahan bahan makanan di Indonesia. Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 4 Juli 1990 dengan kode saham MYOR dan harga saham perdana Rp.9.300,- . Perusahaan ini menjalankan usahanya dibidang usaha industri makanan, kembang gula, dan biskuit.

Kantor pusat perusahaan terletak di Gedung Mayora Jl. Tomang Raya No. 21-23 Jakarta, sedangkan pabriknya terletak di Tangerang dan Bekasi. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Mayora Indah Tbk sebagai berikut:

Komisaris Umum: Jogi Hendra Admadja Komisaris: Hendrawan Admadja

Komisaris Independen: Agustian Widjonarko Direktur Utama: Gunawan Admadja

Direktur: Hemawan Lesmana, Andre Sulendra Admadja dan Ongkie Tedjasurya

Pemegang saham perusahaan : PT. Unita Bramindo 32,93% Underwriter : PT. Ficorinvest

K. Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN)

PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk didirikan di bawah perusahaan CV. Pagoda Palembang pada tahun 1956 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan sumber daya alam dan perusahaan manajemen industri, dimana produksinya terdiri dari kopi, karet, coklat dan vanila. Perusahaan ini berstatus PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Oktober 1994 dengan harga saham IPO Rp.3.00,- dan kode saham PSDN.

Perusahaan Prasidha Aneka Niaga berdomisili di Jl. Ki Kemas Rindho Kertapati, Palembang dan memiliki karyawan sebanyak 1219 orang. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk sebagai berikut:

Presiden Direktur : Jeffry Sanusi Soedargo Wakil Predisen Direktur : Didik Tandiano

Direksi :H. Syamsul Bachri Uding, Budi Pringgasusanto, Lie Sukicenronon, Budinarta dan Moenardji Soedargo

Pemegang saham perusahaan : Innovest Offshone Ventures Ltd 57% Underwriter : PT. Penta Sena Arthasentusa

L. Sekar Laut Tbk (SKLT)

PT. Sekar Laut, Tbk. dimulai dari perdagangan produk kelautan di kota Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 1966. Bisnis perdagangan tersebut kemudian dikembangkan untuk produksi kerupuk udang tradisional. Dengan kerja keras dan ketekunan, bisnis perdagangan produk kelautan tumbuh pesat. PT. Sekar Laut, Tbk. didirikan pada 19 Juli 1976 dalam bentuk Perseroan Terbatas dan kemudian secara hukum terdaftar sebagai badan hukum di departemen kehakiman pada tanggal 1 Maret 1978. Perusahaan Sekar Laut terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 September 1993 dengan kode saham SKLT. Perusahaan Sekar Laut berdomisili di Jl. Jenderal Sudirman Wisma Nugra Santana Lantai 7 kav 7-8 Jakarta. Susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris pada PT. Sekar Laut Tbk adalah sebagai berikut :

Presiden Direktur : Harry Sunogo

Direktur : Tjahjono Haryono, John Canfi Gojal Presiden Komisaris : Loddy Gunadi

Komisaris : Carharine Ong, Drs.EC. Renatus Asnadi Pemegang saham : Omnistar Investment Holdings Limited

M. Siantar Top Tbk (STTP)

PT. Siantar Top Tbk didirikan pada tahun 1987 dengan status PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis makan berupa makanan ringan seperti mie (snack noodle), biskuit kering, kerupuk (cracker) dan permen (candy).

Perusahaan Siantar Top pertama kali terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 Desember 1996 dengan kode saham STTP dan harga saham perdana Rp.2.200. Kantor pusat perusahaan terletak di Jl. Tambak Sawah No. 21-23 Sidoarjo, Surabaya. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Siantar Top Tbk sebagai berikut:

Komisaris Umum : Agus Susanto Komisaris Independen : Hariono Adi Direktur Utama : Shindo Sumidomo Direktur:Pitoyo dan Armin

Pemegang saham perusahaan : PT. Kim Eng Securities 50,72% Underwriter : PT. Jade Securities

N. Ultra Jaya Milk Tbk (ULTJ)

PT. Ultra Jaya Milk Tbk didirkan pada tanggal 2 Nopember 1971 dengan status perusahaan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri). Perusahaan bergerak dalam bidang makanan dan minuman khususnya minuman aseptik yang dikemas dalam kemasan karton yang diolah dengan teknologi UHT (Ultra High Temperatur) seperti minuman susu, minuman sari buah, minuman tradisional dan minuman kesehatan. Perusahaan juga memproduksi berupa mentega, teh celup, konsentrat buah-buahan tropis, susu bubuk dan susu kental manis. Saat ini perusahaan merupakan pimpinan pasar (market lader) untuk pasar susu cair.

Perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2 Juli 1990 dengan kode saham ULTJ dan harga saham perdana Rp 7.500,-.

Perusahaan berkantor pusat dan pabrik di Jl. Raya Cimarene 131 Padulangan, Bandung-40552, dengan jumlah karyawan sebanyak 1100 orang. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Ultra Jaya Milk Tbk sebagai berikut:

Komisaris Umum : Supiandi Prawirawidjaja

Komisaris : H. Soeharsono Sagir dan Endang Suhaja Direktur Utama: Sabana Prawirawidjaja

Direktur: Samudera Prawerawidjaja dan Yulianto Iskandar Pemegang saham perusahaan : PT. Prawirawidjaja Prakarsa 21,4% Underwriter : PT. Multicor

O. Darya Varia Laboratories (DVLA)

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk didirikan dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri Undang-undang Nomor 6 tahun 1968 berdasarkan Akta No 5 Februari tanggal 5, 1976 dari Notaris Umum Abdul Latief, S.H. PT Darya-Varia Laboratoria adalah sebuah perusahaan farmasi yang berkedudukan di Indonesia.

Perusahaan Darya Varia bergerak dalam bidang manufaktur, perdagangan, dan distribusi bahan kimia farmasi dan terkait dan produk perawatan kesehatan. Konsumen bisnis kesehatan Perseroan mencakup over-the-counter (OTC) produk, seperti Enervon-C, Decolgen dan Neozep. Segmen manufaktur meliputi produksi 78 merek eksklusif dan 109 produk pada kontrak, termasuk merek dari 11 perusahaan multinasional.

Perusahaan menghasilkan 21 produk untuk diekspor ke Singapura, Malaysia, Hong Kong, Filipina, Myanmar, Kamboja, Laos dan Yaman. Fasilitas produksi Perusahaan terletak di Bogor, Indonesia.

Darya-Varia Group mengambil keuntungan dari periode kekacauan ekonomi untuk merestrukturisasi dan mengembangkan kegiatan operasinya. Darya-Varia Group muncul untuk memerangi krisis dan merupakan suatu bentuk perusahaan yang akan menjadi pesaing agresif dalam perekonomian Indonesia baru dekade berikutnya. Perusahaan Darya-Varia dikelola secara profesional oleh tim eksekutif dengan banyak pengalaman di industri farmasi multi-nasional maupun perusahaan nasional lainnya. Perusahaan sebagai anggota dari Grup Unilab, melakukan bisnis dengan cara yang etis dan profesional. Mayoritas bisnis berasal dari hubungan dengan Principal multi-nasional. Darya-Varia Group adalah investasi dalam skala besar dalam meningkatkan fasilitas manufaktur bentuk modern (Good Manufacturing Practice) standar GMP, teknologi informasi state-of-the-art dan dalam meningkatkan sumber daya manusia sehingga 1.200 karyawan dapat mencapai potensi penuh .

Kantor perusahaan beralamat di Jl. Letjen T.B Simatupang Talavera Office Park lantai 8-10, no 22-26 Jakarta 12430. Susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris dari PT. Darya Varia Laboratories adalah :

Presiden Direktur : Eric A. Gotuaco

Wakil Presiden Direktur : Charles Robert B.Dawis

Direktur : Romeo L. Bato, Joseph Raymond A. Hilay, Benyamin W.Yap Presiden Komisaris : Jocelyn Campos Hess

Wakil Presiden Komisaris : Sunarto Prawirosujanto Komisaris : Sonny Kalona, Clinton Andrew Hess

Pemegang Saham : Blue Sphere Singapore Pte Ltd Hongkong and Shanghai Bank

P. Indofarma (INAF)

PT Indofarma (Persero) Tbk adalah sebuah perusahaan farmasi yang berkedudukan di Indonesia. Perusahaan bergerak dalam produksi barang jadi seperti obat esensial, generik, bermerek dan tradisional, kosmetik, alat kesehatan, diagnostik, kontrasepsi, serta produk makanan umum, termasuk makanan hewan dan produk kesehatan perbaikan. Selain itu, juga memproduksi bahan kemasan, mesin, peralatan dan prasarana yang berkaitan dengan industri farmasi dan lainnya. Pada tahun yang berakhir 31 Desember 2009, Perusahaan memproduksi 218 item obat. Anak perusahaan adalah PT Indofarma Global Medika, yang bergerak dalam kegiatan distribusi dan perdagangan untuk farmasi dan alat kesehatan.

Kantor perusahaan beralamat di Jl. Indofarma No.1 Cikarang Barat Bekasi 17530. Susunan Dewan Direksi dan Dewan Direktur pada PT. Indofarma adalah sebagai berikut :

Direktur : Elfiano Rizaldi

Komisaris : dr. Nizar Yamanie Sp S(k), dr. H.Chalik Masulili Bsc Pemegang Saham : Negara RI

Kimia Farma merupakan pioner dalam industri farmasi Indonesia. Cikal bakal perusahaan dapat dirunut balik ke tahun 1917, ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur, didirikan. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas, menjadi PT Kimia Farma (Persero). Sejak tanggal 4 Juli 2001 Kimia Farma tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik dengan mutu, hari ini Kimia Farma telah berkembang menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat.

Q. Kimia Farma (KAEF)

Kantor perusahaan beralamat di Jl. Veteran No.9 Jakarta 10110. Susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris pada PT. Kimia Farma adalah sebagai berikut :

Direktur Utama : M. Sjamsul Arifin

Direktur : Agus Anwar, Rusdi Rosman, Jisman Siagian Komisaris Utama : Agus Muhammad

Komisaris : Darmansyah, Dandossi Matram, Syafri Ahmad Pemegang Saham : Negara RI

R. Kalbe Farma (KLBF)

PT. Kalbe Farma Tbk (“Perseroan” atau “Kalbe”) didirikan pada tahun 1966, oleh 6 bersaudara, yaitu Khouw Lip Tjoen, Theresia Setiady, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto (dipimpin oleh Boenjamin Setiawan). Didirikan pada tahun 1966, PT Kalbe Farma Tbk. (“Perseroan” atau “Kalbe”) telah jauh berkembang dari awal mulanya sebagai usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya di wilayah Jakarta Utara. Selama lebih dari 40 tahun sejarah Perseroan, pengembangan usaha telah gencar dilakukan melalui akuisisi strategis terhadap perusahaan-perusahaan farmasi lainnya, membangun merek-merek produk yang unggul dan menjangkau pasar internasional dalam rangka transformasi Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan serta nutrisi yang terintegrasi dengan daya inovasi, strategi pemasaran, pengembangan merek, distribusi, kekuatan keuangan, keahlian riset dan pengembangan serta produksi yang sulit ditandingi dalam mewujudkan misinya untuk meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Grup Kalbe telah menangani portofolio merek yang handal dan beragam untuk produk obat resep, obat bebas, minuman energi dan nutrisi, yang dilengkapi dengan kekuatan bisnis usaha kemasan dan distribusi yang menjangkau lebih dari 1 juta outlet.

Perseroan telah berhasil memposisikan merek-mereknya sebagai pemimpin di dalam masing-masing kategori terapi dan segmen industri tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai pasar internasional, dengan produk-produk kesehatan dan obat-obatan yang telah senantiasa menjadi andalan keluarga seperti Promag, Mixagrip, Woods, Komix, Prenagen dan Extra Joss. Lebih jauh,

pembinaan dan pengembangan aliansi dengan mitra kerja internasional telah mendorong pengembangan usaha Kalbe di pasar internasional dan partisipasi dalam proyek-proyek riset dan pengembangan yang canggih serta memberi kontribusi dalam penemuan terbaru di dalam bidang kesehatan dan farmasi termasuk riset sel punca dan kanker.

Pelaksanaan konsolidasi Grup pada tahun 2005 telah memperkuat kemampuan produksi, pemasaran dan keuangan Perseroan sehingga meningkatkan kapabilitas dalam rangka memperluas usaha Kalbe baik di tingkat lokal maupun internasional. Saat ini, Kalbe adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara yang sahamnya telah dicatat di bursa efek dengan nilai kapitalisasi pasar di atas US$ 1 miliar dan penjualan melebihi Rp 7 triliun. Posisi kas yang sangat baik saat ini juga memberikan fleksibilitas yang luas dalam

Dokumen terkait