• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3.4. Ruang Lingkup Penelitian

3.4.1. Sejarah SDN 01 Sambirejo

Gedung SDN 01 Sambirejo dibangun diatas tanah Pemkot Semarang pada tahun 1976. Gedung yang letaknya di jalan medoho raya no. 9 itu, berturut-turut mengalami banyak perkembangan sampai pada akhirnya memiliki 6 unit gedung sekolah, 1 unit ruang kepala sekolah, 1 unit ruang guru, dan 10 unit ruang kelas.

Penambahan dan rehab gedung terus berlanjut, yang terakhir pada tahun 2012, beberapa ruang kelas mengalami kerusakan berat sehingga harus diperbaiki. Perbaikan tersebut selesai awal tahun 2013.

3.4.2 Struktur Organisasi di SDN 01 Sambirejo

Gambar 3.1 : Bagan Struktur Organisasi 3.4.3 Job Description

1. Kepala Sekolah

Kepala Sekolah bersama komite pada satu waktu melakukan koordinasi dalam mengambil keputusan untuk kepentingan sekolah dan bertugas untuk mengawasi kerja seluruh guru dan karyawan.

2. Komite

Komite merupakan suatu kelompok orang yang diambil dari masyarakan sekitar atau bisa juga orang tua murid yang bertugas untuk mengawasi jalannya kegiatan di sekolah. Komite pun bersama Kepala Sekolah dapat mengajukan keputusan tertentu untuk kepentingan bersama.

3. Tata Usaha

19

Tata Usaha merupakan bagian yang mengurusi segala administrasi sekolah, dimana mereka membantu kepala sekolah dan seluruh unsur di sekolah termasuk guru-guru. Dalam tugasnya mereka mengurusi arsip yang berhubungan dengan proses belajar mengajar atau berupa laporan termasuk keuangan sekolah.

4. Guru Kelas

Di Sekolah Dasar guru kelas dari kelas 1 sampai kelas 6 bertugas untuk memberikan pengajaran kepada murid-muridnya sesuai dengan kelas yang diembannya berdasarkan kurikulum yang berlaku. Guru kelas pun bertanggungjawab kepada administrasi kelas misalnya mengurusi nilai-nilai murid.

5. Guru Bidang

Yang termasuk guru bidang, yaitu guru penjas dan guru agama. Tugasnya hampir sama dengan guru kelas yaitu mengajar murid-muridnya sesuai dengan mata pelajaran yang diembannya.

Perbedaannya guru bidang tidak bertanggung jawab kepada administrasi kelas, hanya bertanggung jawab sesuai dengan mata pelajaran yang di pegangnya.

6. Penjaga

Bertugas menjaga sarana dan prasarana yang ada di sekolah, dan memastikan kelancaran pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

3.4.4 Profil Sekolah

1. Nama Sekolah : SDN 01 Sambirejo

Alamat(Jalan/Kec/ Kota) : Jl. Medoho Raya No.9/

Gayamsari/Semarang

No. Telp : 024-6703862

2. Nama Kepala Sekolah: Purwanto S,Pd

No. Telp / HP : 085740xxxxxx

3. Kategori Sekolah : SBI / SSN / Rintisan SSN *)

4. Th. Didirikan/Beroperasi : 1976/1976

5. Kepemilikan Tanah : Milik Pemerintah / Yayasan / Pribadi / Menyewa / Menumpang *)

6. Luas Tanah/Status : 1600m2/ SHM / HGB / Hak Pakai / Akte Jual-Beli *)

7. Luas Bangunan : 837.75 m2.

3.4.5 Visi dan Misi SDN 01 Sambirejo a. Visi

Unggul, Berprestasi, Santun, Mandiri dan Beriman Taqwa.

b. Misi

1. Melaksanakan PBM aktif kreatif untuk tercapainya kelulusan yang unggul dan mampu bersaing.

2. Melaksanakan model belajar mandiri untuk meningkatkan minat baca siswa.

3. Mengembangkan nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa dalam pembelajaran.

4. Berupaya meningkatkan keprofesionalan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

5. Meningkatkan pelayanan pendidik dengan melalui proses komunikatif : perencanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.

6. Menghadirkan sarana dan alat pendidik dalam pembelajaran.

7. Melaksanakan pengelolaan operasional sekolah secara efisien, efektif, dan akuntabel.

8. Berusaha meningkatkan Standar Kelulusan Minimal (SKM) hingga mencapai batas optimal.

3.4.6 Tujuan SDN 01 Sambirejo

1. Meningkatkan prestasi kelulusan.

2. Melaksanakan pembelajaran siswa aktif, mandiri, dan menyenangkan.

3. Meningkatkan sikap pengetahuan dan ketrampilan siswa.

21

4. Terjadi peningkatan keprofesionalan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

5. Meningkatkan keadministrasian pembelajaran.

6. Menampilkan pembelajaran yang lebih bermakna (kongkrit).

7. Menyelenggarakan pengelolaan sekolah : efisien, efektif, dan akuntabel.

8. Meningkatkan nilai KKM lebih tinggi dari sebelumnya.

3.4.7 Sasaran SDN 01 Sambirejo

1. Pada tahun 2013 prestasi UN meningkat dengan siswa masuk SLTP negeri.

2. Pada tahun 2013 siswa memiliki sikap sopan di sekolah/rumah ditandai dengan perilku : berbicara lemah lembut, tertib, peduli pada teman, dan lingkungan.

3. Pada tahun 2013 siswa ada yang menjuarai lomba tingkat kota semarang.

4. Pada tahun 2013 siswa memiliki kecakapan hidup (life skill) dalam bidang Matematika, IPA, serta Bahasa Indonesia.

5. Pada tahun 2013 setiap siswa sudah memperoleh buku ajar (BSE).

6. Guru mengajar dengan alat pelajaran.

7. Pada tahun 2013 dapat melaksanakan pengelolaan sekolah secara efisien, efektif, dan akuntabel.

8. Pada tahun 2013 Standar Kelulusan Minimal (SKM) mata pelajaran minimal 70.

3.4.8 Indikator Kinerja SDN 01 Sambirejo

1. Tahun 2013 siswa suka membaca : pada jam istirahat siswa membaca.

2. Tahun 2013 prestasi kelulusan meningkat, tertampung di SLTP negeri favorit.

3. Tahun 2013 perilaku siswa tampak sopan, disiplin, peduli pada teman dan lingkungan.

4. Tahun 2013 siswa mampu menjadi juara dalam lomba mata pelajaran tingkat kota.

5. Tahun 2013 nilai-nilai tes semester, kenaikan kelas, dan kelulusan meningkat dari sebelumnya.

6. Tahun 2013 guru mengajar dengan admnistrasi yang mendukung.

7. Tahun 2013 setiap guru dengan alat pembelajaran.

8. Tahun 2013 pengelolaan sekolah sudah efisien, efektif, dan akuntabel.

9. Tahun 2013 SKM tiap maple 70 “Memuaskan”.

23

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Konteks

4.1.1 Identifikasi Tujuan

Pengolahan nilai merupakan salah satu kegiatan dalam sistem akademik yang nantinya akan menghasilkan rekapitulasi nilai dalam bentuk buku laporan atau rapor. Rapor ini sebagai hasil belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah dan diperuntukan bagi siswa per semesternya. Berikut alur pengolahan nilai yang berjalan di objek penelitian :

1. Di awal tahun ajaran, bagian tata usaha melakukan pendataan siswa-siswi dan membagi kedalam kelas-kelas yang sesuai.

2. Bagian tata usaha membuat tiga form atau blanko nilai siswa yaitu, blanko tugas, blanko ulangan harian dan blanko ujian.

3. Ketiga blanko tersebut diberikan kepada guru berdasarkan kelas masing”.

4. Guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan materi, kemudian melakukan evaluasi berdasarkan kriteria yang sesuai dalam blanko nilai.

5. Siswa menerima materi dari guru baik berupa lisan, catatan, maupun buku.

6. Siswa mengerjakan tugas, ulangan dan ujian dari guru terkait kemudian dikumpulkan kembali ke guru untuk diproses selanjutnya.

7. Guru melakukan pencatatan nilai selama satu tahun ajaran ke dalam blanko nilai setelah dilakukan evaluasi.

8. Guru melakukan perhitungan nilai keseluruhan sampai didapatkan nilai akhir, kemudian memasukkan nilai kedalam rapor.

9. Guru memberikan nilai akhir berupa rapor kepada orang tua murid dan laporan nilai kepada kepala sekolah di akhir tahun ajaran.

10. Kepala sekolah menerima laporan nilai dari guru untuk dilakukan evaluasi.

4.1.2 Lingkungan Operasional

Tabel 4.2 : Tabel Operasional

Jabatan Tugas

Tata Usaha

 Melakukan pendataan siswa/siswi lama dan baru.

Membuat blanko nilai siswa untuk diserahkan pada guru.

Guru

 Melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Melakukan evaluasi pelajaran dengan tugas, ulangan, dan ujian.

 Mengisikan nilai pada blanko penilaian dan melakukan perhitungan nilai akhir.

 Mengisikan nilai akhir di rapor.

Membuat laporan nilai akhir untuk diserahkan ke kepala sekolah

Siswa/i

 Siswa yang terdaftar mengikuti kegiatan belajar mengajar. Menerima materi dari guru terkait sebagai bahan pembelajaran

Menerima hasil belajar mengajar dalam bentuk rapor.

Kepala Sekolah

 Memantau kelangsungan proses belajar mengajar selama satu semester.

 Menerima laporan akademik dari guru dan tata usaha.

Mengevaluasi kinerja pegawai.

25

4.1.3 Identifikasi Pemangku Kepentingan

Gambar 4.1 : Flow of Document

C

Blanko penilaian ujian Blanko penilaian ujian

F

Pembuatan soal

Mengerjakan

ujian ujian

Pencocokan F

Pencatatan nilai

Blanko hasil penilaian

I

G H I

Pengolahan nilai

Pengisian Raport

Raport Raport

mengembalikan Raport Membuat

laporan akhir

Laporan Nilai

Laporan Nilai J

J

Raport

27

4.2 Produk Model

4.2.1 Arsitektur Sistem

Gambar 4.2 : Arsitektur Sistem

Arsitektur sistem merupakan gambaran interaksi sistem secara keseluruhan dari berbagai server seperti server web, server aplikasi dan server database.

Dalam server database terdapat database yang menyimpan data informasi untuk nantinya diproses dalam server aplikasi. Dalam server aplikasi terdapat 2 proses, pertama proses yang berhubungan dengan server web terdapat rangkaian algoritma dan html generator, kedua proses yang berhubungan dengan database yaitu query generator. Terakhir adalah server web, dimana server tersebut merupakan tahapan yang berhubungan langsung dengan client, sehingga berisi http request yang merupakan halaman untuk menampilkan informasi berupa konten-konten.

4.2.2 Arsitektur Aplikasi

Gambar 4.3 : Arsitektur Aplikasi

Arsitektur aplikasi merupakan peta situs untuk berbagai informasi dan modul fungsional. Modul fungsional dapat memberikan informasi yang sama kepada semua pengguna atau memberikan informasi yang disesuaikan untuk tiap user.

4.2.3 Arsitektur Perangkat Lunak

Gambar 4.4 : Arsitektur Perangkat Lunak

29

4.3 Proses Model

Tabel 4.3 : Pemenuhan persyaratan web sistem

Kebutuhan Sarana pemenuhan

Tampilan dan nuansa yang seragam di semua halaman Web yang dapat dengan mudah dimodifikasi

Penciptaan halaman Web menggunakan template

Konsistensi informasi yang mungkin muncul di tempat yang berbeda

Menyimpan informasi dalam satu tempat (dalam database atau sebagai file XML/HTML) tanpa duplikasi informasi di tempat yang berbeda atau database dan mengambil informasi yang diperlukan untuk presentasi di mana dan kapan diperlukan

Kemudahan update informasi dan pemeliharaan

Penyediaan sistem back-end untuk mengedit informasi dalam repositori data, bisa memiliki

antarmuka web untuk

memudahkan akses dari mana saja Desentralisasi sistem admin Penyediaan sistem login multiuser

untuk mengakses sistem back-end dan penggunaan "sistem administrasi pengguna" yang dapat menetapkan fungsi yang spesifik dan data set untuk manajer konten dan pengembang lainnya / administrator

Mekanisme untuk pengendalian kualitas dan menilai relevansi dari informasi

Pencantuman metadata untuk halaman Web, mengumpulkan informasi penting, memproses

informasi yang dikumpulkan, dan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kualitas atau relevansi dari informasi yang disajikan

Tabel diatas merupakan tahapan analisis rinci yang perlu dilakukan untuk pengembangan dan penerapan kedalam sebuah sistem.

4.4 Rencana Proyek

KEGIATAN

Waktu Pelaksanaan (September 2012 – Januari 2013) September Oktober November Desember Januari

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Analisis

Konteks Produk Model

Proses Model Rencana

Proyek Pengembangan

Situs Web Pemeliharaan

Situs Web

Gambar 4. 5 : Gambar rencana proyek

4.5 Pengembangan Situs Web

Pada tahapan ini penulis menggunakan metode pengembangan perangkat lunak yaitu Web Engineering (WebE). Kegiatan Web Engineering terdiri dari Communication, Planning, Modeling, Construction dan Deployment.

Penjelasan mengenai masing-masing tahapan tersebut akan dijelaskan pada sub-sub bab dibawah ini.

31

4.5.1 Communication 4.5.1.1 Formulation

Formulation adalah suatu tindakan WebE yang diawali identifikasi kebutuhan bisnis untuk suatu deskripsi tujuan WebApp, menentukan fitur utama WebApp. Formulasi juga mengidentifikasi ruang lingkup pengembangan dan menyediakan sarana untuk menentukan hasil yang sukses.

Dalam sistem akademik di SDN 01 Sambirejo ada beberapa pihak yang terlibat secara langsung yaitu siswa, guru, tata usaha dan kepala sekolah. Siswa adalah peserta didik yang terdaftar secara resmi di sekolah dan mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Guru bertugas menyampaikan materi kepada para siswa dan melakukan evaluasi setelah materi disampaikan dalam rentan waktu tertentu. Bagian tata usaha merupakan sub bidang di bawah kepala sekolah yang terdiri dari beberapa pegawai, dipilih untuk membantu kepala sekolah dalam mengurus kegiatan akademik.

Pada proses penilaian, siswa akan mendapatkan nilai setelah siswa mengikuti evaluasi baik itu tugas, ulangan harian, maupun ujian semester. Sebelumnya guru akan mendapatkan form atau blanko nilai untuk tugas, ulangan dan ujian, setelah mendapatkan blanko nilai guru dapat langsung mengajar sesuai jadwal masing-masing dan melakukan evaluasi begitu materi selesai disampaikan, evaluasi tersebut dapat berupa tugas, ulangan harian atau ujian.

Hasil dari evaluasi tersebut tercatat didalam blanko nilai satu-persatu sampai seluruh kategori nilai selesai di-input-kan. Apabila nilai yang harus dicatat tidak banyak dan dalam rentan waktu yang tidak lama maka itu tidak akan jadi masalah. Akan tetapi

dengan banyaknya jumlah kategori nilai yang harus dicatat, lamanya rentan waktu perhitungan nilai selama 2 semester (1 tahun) dengan jumlah siswa yang tiap tahun meningkat, kemudian guru hanya mempunyai salinan rangkap satu pada masing-masing blanko, memunculkan beberapa masalah diantaranya kesalahan perhitungan, kemungkinan hilangnya blanko nilai sehingga harus meminta lagi pada pihak tata usaha dan mengulangi pencatatan kembali dan tidak adanya file yang dapat disimpan sebagai cadangan data apabila arsip nilai rusak/hilang.

4.5.1.1.1 Identifikasi Sumber Masalah

Masalah yang ada pada proses pengolahan nilai akademik di SDN 01 Sambirejo adalah :

a. Bertambahnya kategori nilai sehingga menambah persentase perhitungan nilai akhir pada siswa.

b. Guru hanya mempunyai salinan rangkap satu pada masing-masing blanko nilai.

4.5.1.1.2 Identifikasi Pengguna

Identifikasi pengguna dibuat agar memperjelas siapa saja yang akan menggunakan Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai.

Adapun penggunanya, antara lain : a. Tata Usaha (Admin)

b. Guru c. Siswa 4.5.1.2 Elitication

Elitication adalah kegiatan mengumpulkan persyaratan dengan mengidentifikasi objek konten dari WebApp yang akan digunakan dan penambahan fungsi yang akan diterapkan.

Menggunakan sebuah pertemuan formal, persyaratan pengumpulan tugas meliputi definisi kategori pengguna,

33

perbaikan isi dan fungsi, identifikasi kendala dan isu-isu kinerja, serta pengembangan skenario penggunaan.

4.5.1.2.1 Identifikasi Kebutuhan Hardware, Software, dan Hosting

Untuk mendukung Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai perlu adanya dukungan sistem komputer baik hardware, software, dan hosting yang memadai. Dalam memilih perlu memperhatikan beberapa hal berikut :

a. Kegiatan komputer di lingkungan pada SDN 01 Sambirejo tersebut terutama penggunaan Web Akademik.

b. Pemilihan hardware dan software memperhatikan kebutuhan sekarang dan yang akan datang.

c. Adanya pertimbangan biaya maksimal untuk hosting tetapi mencapai hasil yang relatif optimal.

Berikut ini merupakan spesifikasi hardware, software dan hosting minimal :

1. Kebutuhan Hardware

Tabel 4.4 : Identifikasi Kebutuhan Hardware

NO Kebutuhan Hardware

1 Processor mulai dari dualcore 2 Memory card 1 Gb

3 Harddisk 80 gb 4 Vga card 512 gb

5 Mouse

6 Keyyboard

7 Monitor LCD 14 inch

8 UPS

9 Printer epson/canon + infus

2. Kebutuhan Software

Tabel 4.5 : Identifikasi Kebutuhan Software

NO Kebutuhan Software

1 Microsoft Windows XP Service Pack 2 sebagai sistem operasinya

2 Mozilla Firefox atau Google Chrome sebagai browser

3. Kebutuhan Hosting

Adapun kebutuhan hosting untuk menjalankan Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai dibutuhkan hosting yang memiliki spesifikasi :

Tabel 4.6 : Identifikasi Kebutuhan Hosting

NO Kebutuhan Hosting

1 Space 50 Mb

2 Bandwidth / bulan 2Gb

3 Database MYSQL 4 PHPMyAdmin 4 Programming PHP 4/ CGI

4.5.1.2.2 Kategori Pengguna

Berikut ini merupakan kategori dan deskripsi tujuan pengguna ketika menggunakan Web Akademik Pengolahan Nilai :

a. Guru

Bertujuan untuk mempermudah perhitungan nilai akhir secara keseluruhan, dengan begitu guru tidak perlu mencatat satu per satu nilai dan melakukan perhitungan secara manual.

b. Admin

Bertujuan untuk melakukan input, edit dan hapus data yang mendukung proses pengolahan nilai seperti data pegawai, siswa, jadwal, dan kelas.

c. Siswa

Bertujuan melihat data nilai.

35

4.5.1.2.3 Konten Objek dan Fungsi

Berikut merupakan deskripsi konten objek dari Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai yang akan diinputkan, antara lain : a. Data Pegawai.

b. Data Siswa.

c. Data Mapel.

d. Data Kelas.

e. Data Jadwal.

f. Data Nilai.

Berikut merupakan daftar fungsi dari Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai yang akan diinputkan, antara lain :

1. Menyimpan data pegawai dan pembuatan akun untuk keamanan menggunakan login.

2. Menyimpan data siswa dan pembuatan akun untuk keamanan menggunakan login.

3. Menambah data mata pelajaran.

4. Menambah data kelas.

5. Menginputkan jadwal kelas.

6. Menyimpan nilai per kategori dan nilai akhir.

4.5.1.2.4 Use Case Skenario

Berikut merupakan deskripsi bagaimana skenario penggunaan Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai pada Guru :

Tabel 4.7 : Skenario Use Case Pengolahan Nilai bagian Guru Nama Use Case Pengolahan Nilai Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis:

Analisis Sistem:

V Aktor Utama Guru

Pelaku Partisipan Lain

Tata Usaha Siswa

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan event dari seorang Guru yang meng - entry nilai baru untuk siswa yang ada di SDN 01 Sambirejo. Guru memilih salah satu dari 3 menu nilai yaitu nilai tugas, nilai ulangan dan nilai ujian. Guru memilih pelajaran. Guru memasukkan nilai yang didapat dari hasil evaluasi.

Prakondisi Guru harus Log In ke sebuah sistem untuk memasukkan nilai siswa.

Pemicu Guru mendapatkan nilai dari hasil evaluasi belajar mengajar.

Bidang Khas suatu event

Kegiatan Pelaku Respons Sistem

2. Guru mengisi user, password, dan status.

4. Guru memilih menu input nilai tugas/ulangan/ujian.

6. Guru memilih mata pelajaran

9. Guru memasukkan nilai

tugas/ulangan/ujian, setelah itu tekan tombol “Simpan”.

1. Sistem menampilkan halaman login.

3. Sistem menampilkan menu utama.

5. Sistem menampilkan daftar mata pelajaran nilai tugas/ulangan/ujian yang sudah disesuaikan dengan guru terkait.

7. Sistem mengambil data tbl_nilai berdasarkan mata pelajaran dan kelas.

8. Sistem menampilkan form input tugas berdasarkan pegawai, kelas, dan mata pelajaran terkait.

37

Bidang Khas suatu event

Kegiatan Pelaku Respons Sistem

13. Guru memilih menu nilai raport

15. Setelah proses input nilai selesai, guru dapat memilih tombol Log Out.

10. Sistem mengirimkan data nilai yang tersimpan di session ke tabel nilai yang kemudian diverifikasi dan disimpan.

11. Sistem memproses nilai

berdasarkan persentase yang telah ditentukan sampai ke hasil akhir.

12. Setelah keseluruhan nilai diproses, sistem menyimpan nilai ke

tbl_nilai field nilai_akhir.

14. Sistem menampilkan halaman raport, yang berisi nilai akhir, rata-rata kelas dan total nilai.

16. Terakhir sistem kembali menampilkan halaman Log In.

Kesimpulan Use case ini menyimpulkan kapan dan bagaimana memasukkan nilai sampai tampil hasil akhir.

4.5.1.3 Negotiation

Upaya negosiasi untuk menyatukan perbedaan pendapat antara para stakeholder. Tujuannya untuk menetapkan persyaratan yang memenuhi kebutuhan semua stakeholder, sementara pada saat yang sama mencerminkan kendala nyata (misalnya waktu dan anggaran).

1. Pertimbangan dari segi waktu

Untuk membangun keseluruhan Aplikasi Web Akademik dibutuhkan waktu yang relatif cukup lama, sehingga

diputuskan untuk membangun sebagian Aplikasi Web dan yang berhubungan langsung dengan pengolahan nilai.

2. Pertimbangan dari segi anggaran.

Untuk membangun keseluruhan Aplikasi Web Pengolahan Nilai dibutuhkan sebuah komputer yang berfungsi sebagai server. Mengingat spesifikasi komputer untuk server mahal serta kurangnya tenaga maka diputuskan untuk saat ini menggunakan hosting berbayar.

4.5.2 Planning 4.5.2.1 Risk Analysis

Manajemen risiko mencakup serangkaian tugas yang membantu tim WebE untuk memahami dan mengelola masalah yang mungkin dapat mengganggu proyek WebApp. Risiko merupakan masalah potensial – yang mungkin terjadi, yang mungkin tidak terjadi. Tapi, apapun hasilnya, itu ide yang sangat bagus untuk mengidentifikasi itu, menilai probabilitas munculnya, memperkirakan dampaknya, dan menetapkan rencana cadangan.

Dalam Penulisan Tugas Akhir ini Penulis tidak membahas bagian kegiatan analisa resiko WebApp karena WebApp yang akan dibangun memiliki skala yang kecil. Sedangkan analisa resiko dilakukan untuk kegiatan pembangunan WebApp yang memiliki skala yang besar. Ketika dalam pengerjannya terjadi masalah, solusi yang diambil adalah dengan mencari referansi–

referensi baru yang berkaitan dengan masalah tersebut.

4.5.2.2 Scheduling

Penjadwalan proyek WebApp adalah kegiatan yang diperkirakan mengalokasikan upaya untuk tugas WebE spesifik di garis waktu yang direncanakan (durasi) untuk membangun sebuah peningkatan. Penting untuk dicatat bahwa tanggal deployment adalah preliminary dan dapat berubah sebagai perjadwalan lebih

39

rinci dari increment yang terjadi. Berikut ini merupakan tabel penjadwalan Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai.

Tabel 4.8 : Penjadwalan proyek Aplikasi Web Akademik

Increment

Waktu Pelaksanaan (Oktober 2012 – Desember 2012)

Oktober November Desember

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Analisa perusahaan Analisakebutuhan Analisa detail produk

Desain Data Base Desain Interface Membuat Data Base

Construction

Deployment

4.5.2.3 Monitoring

Manajemen kualitas dapat dianggap memiliki tiga komponen utama: pengendalian kualitas, jaminan kualitas dan perbaikan kualitas. Manajemen kualitas berfokus tidak hanya pada kualitas produk, namun juga cara untuk mencapainya. Manajemen kualitas menggunakan jaminan kualitas dan pengendalian terhadap proses dan produk untuk mencapai kualitas secara lebih konsisten.

Dalam hal manajemen kualitas Aplikasi Web Mobile Pemesanan Obat yang akan dibangun, berpedoman pada kriteria – kriteria berikut:

a. Unpredictable load. Jumlah pengguna WebApp mungkin berbeda dari hari ke hari. Tetapi WebApp harus mampu menangani sejumlah kejadian yang tidak bersamaan.

b. Performance. Jika pengguna WebApp harus menunggu terlalu lama (untuk akses, untuk pemrosesan di sisi server dan di sisi klien untuk memformat dan menampilkan), pengguna mungkin akan menbatalkan kegiatan akses. Jika terlalu lambat merespon WebApp untuk sebuah event, litigasi dapat terjadi. Sehingga, diupayakan agar WebApp mampu memberi respon yang cepat untuk sebuh event.

c. Availability. Walaupun harapan ketersediaan 100 persen tidah masuk akal, pengguna WebApps populer sering menuntut

"24/7/365" dasar. Ketersediaan 100 persen adalah tujuan dan – yang diberikan sistem itu adalah tentang keamanan rumah – WebApp harus didesain untuk mencapai cita – cita ini (atau sesuatu yang sangat dekat dengan itu).

d. Aesthetics. Tidak terbantahkan bagian dari daya tarik sebuah WebApp adalah tampilan dan nuansa. Estetika adalah elemen kunci untuk sistem penerimaan.

4.5.3 Modeling

4.5.3.1 Analisis Pemodelan untuk Aplikasi Web Akademik

Proses WebE menggabungkan aktivitas communication yang mengidentifikasi informasi yang menjadi inputan untuk pemodelan analisis. Inputan ini mencakup stakeholder dan kategori pengguna, konteks bisnis, tujuan informasi dan aplikatif, kebutuhan WebApp umum, dan skenario penggunaan.

41

Berikut ini merupakan inputan untuk model analisis Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai :

a. Username, password dan status untuk login Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai.

b. Data nilai tugas berdasarkan mata pelajaran dan kelas.

c. Data nilai ulangan berdasarkan mata pelajaran dan kelas.

d. Data nilai ujian berdasarkan mata pelajaran dan kelas.

Sedangkan output dari analisis Aplikasi Web Akademik Pengolahan Nilai adalah :

a. Menampilkan nilai tugas yang sudah diinputkan berdasarkan mata pelajaran dan kelas.

b. Menampilkan nilai ulangan yang sudah diinputkan berdasarkan mata pelajaran dan kelas.

c. Menampilkan nilai ujian yang sudah diinputkan berdasarkan

c. Menampilkan nilai ujian yang sudah diinputkan berdasarkan

Dokumen terkait