• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

A. PT. Asuransi Takaful Keluarga

1. Sejarah Singkat Asuransi Takaful Keluarga

Asuransi syariah pertama di Indonesia yaitu PT Asuransi Takaful Indonesia didirikan untuk melengkapi diresmikannya Bank Muamalat Indonesia pada 1992. Beroperasinya bank syariah tersebut dirasakan membutuhkan akan kehadiran jasa asuransi yang berbasis syariah untuk menjaminkan risiko usaha yang dilakukan oleh bank syariah.1 Berawal dari sebuah kepedulian yang tulus, beberapa pihak bersepakat untuk membangun perekonomian syariah di Indonesia. Atas prakarsa Ikatan Cendekia Muslim se-Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa, bersama bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Departemen Keuangan RI dan beberapa pengusaha muslim Indonesia, serta bantuan teknis dari Syarikat Takaful Malaysia, Bhd, (STMB), Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI) mendirikan PT Syarikat Takaful Indonesia (Takaful Indonesia) pada 24 Februari 1994, sebagai perusahaan perintis pengembangan asuransi syariah di Indonesia.

Selanjutnya, pada 05 Mei 1994 Takaful Indonesia mendirikan PT Asuransi Takaful Keluarga sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah

54

pertama di Indonesia. Asuransi Takaful Keluarga diresmikan oleh menteri keuangan saat itu yaitu Mar’ie Muhammad dan mulai beroperasi sejak 25 Agustus 1994. Guna melengkapi layanan pada sektor asuransi kerugian, PT Asuransi Takaful Umum didirikan sebagai anak perusahaan Asuransi Takaful Keluarga yang diresmikan oleh Prof. Dr. B.J. Habibie, selaku ketua sekaligus pendiri ICMI dan mulai beroperasi pada 2 Juni 1995.

Kepemilikan saham pada perusahaan Asuransi Takaful Keluarga saat ini mayoritas telah dimiliki oleh PT Syarikat Takaful Indonesia, dan selebihnya dimiliki oleh PT Syarikat Takaful Malaysia, Bhd dan Koperasi Karyawan Takaful. Rincian kepemilikian saham tersebut dapat dilihat dalam grafik yang disajikan PT Asuransi Takaful Keluarga pada laporan keuangan (Annual Report) tahun 2015, sebagai berikut :

Gambar 3.1

Kepemilikan Saham PT Asuransi Takaful Keluarga

Sumber : Laporan Keuangan Annual Report PT Asuransi Takaful Keluarga, Desember 2015 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% PT ASURANSI TAKAFUL INDONESIA PT SYARIKAT TAKAFUL MALAYSIA KOPERASI KARYAWAN TAKAFUL; PT Asuransi Takaful Indonesia; 57,24% PT Syarikat Takaful Malaysia; 42,73% Koperasi Karyawan Takaful;; 0,03%

KEPEMILIKAN

Kini, seiring pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia, Asuransi Takaful Keluarga terus bekerja keras menjalankan amanah segenap stakeholders dengan menghadirkan kinerja dan pelayanan prima sekaligus melanjutkan cita-cita founders untuk berperan serta dalam mensukseskan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.

2. Struktur Organisasi Asuransi Takaful Keluarga a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akan menjadi tempat bagi dewan komisaris dan direksi untuk melaporkan hasil kinerja perusahaan kepada para pemegang saham. PT Asuransi Takaful Keluarga mengadakan RUPS dalam dua agenda RUPS, yaitu RUPS wajib tahunan dan RUPS Luar Biasa (sirkuler), RUPS tahunan paling lambat enam bulan setelah tahun fiskal berakhir dan dapat menyelenggarakan RUPS Luar Biasa kapan saja.

b. Dewan Komisaris

Hingga 31 Desember 2015, dewan komisaris terdiri dari komisaris utama, dua komisaris dan satu komisaris independen dengan struktur sebagai berikut :

56

Tabel 3.1

Struktur Dewan Komisaris PT Asuransi Takaful Keluarga

Nama Jabatan Tanggal Pengangkatan Oleh

RUPS

Dato’ M. Hassan Md. Kamil Komisaris

Utama

25 Mei 2015

Drs. M. Harris Komisaris 25 Mei 2015

Mahadzir Bin Azizan Komisaris 1 Februari 2013

Tri Djoko Santoso Komisaris

Independen

02 Agustus 2015

Sumber : Laporan Keuangan Annual Report PT Asuransi Takaful Keluarga, Desember 2015

Dewan komisaris merupakan organ perusahaan yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan sesuai dengan anggaran dasar PT Asuransi Takaful Keluarga, memberikan nasihat kepada direksi, serta memastikan bahwa perusahaan telah melaksanakan tata kelola yang baik pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

c. Direksi

Direksi berfungsi sebagai organ yang bertindak sepenuhnya dalam mengelola perusahaan, setiap anggota direksi bertanggung jawab untuk tugas masing-masing dan peran dengan koordinasi manajemen dan kepemimpinan di bawah direktur utama, direktur utama dan direktur lain secara kolektif berhak bertindak untuk dan atas nama direksi serta mewakili perusahaan.

Direksi perusahaan PT Asuransi Keluarga terdiri dari seorang direktur utama, direktur operasional dan direktur keuangan. Komposisi direksi perusahaan per-31 Desember 2015 adalah sebagai berikut :

Tabel 3.2

Struktur Direksi PT Asuransi Takaful Keluarga

Nama Jabatan Tanggal Pengangkatan

Oleh RUPS

Ronny Ahmad Iskandar Direktur Utama 1 September 2013

Rina Elvi Roza Direktur

Operasiona;

1 September 2013

Johanes Direktur

Keuangan

1 Oktober 2014

Sumber : Laporan Keuangan Annual Report PT Asuransi Takaful Keluarga, Desember 2015

d. Dewan Pengawas Syariah

Hingga 31 Desember 2015, Dewan Pengawas Syariah (DPS) terdiri dari dua orang dengan susunan sebagai berikut :

Tabel 3.3

Struktur DPS PT Asuransi Takaful Keluarga

Nama Jabatan Tanggal Pengangkatan

Oleh RUPS

Slamet Efendi Yusuf Ketua 1 Mei 2012

KH Muhyidin Junaidi Anggota 1 Mei 2012

Sumber : Laporan Keuangan Annual Report PT Asuransi Takaful Keluarga, Desember 2015

58

Secara garis besar Dewan Pengawas Syariah (DPS) melaksanakan tugas yakni memberikan nasihat dan saran kepada direksi terkait dengan pelaksanaan kegiatan perusahaan agar sesuai dengan prinsip syariah. DPS diangkat dan disahkan melalui RUPS sesuai dengan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN).

e. Komite Audit

Hingga 31 Desember 2015, komite audit memiliki susunan sebagai berikut :

Tabel 3.4

Struktur Komite Audit PT Asuransi Takaful Keluarga

Nama Jabatan Jabatan Keahlian

Tri Djoko Santoso Komisaris

Independen

Ketua Keuangan/Aktuaria

Ronny Ahmad Iskandar Direktur

Utama

Anggota Asuransi/Keuangan

Ernawan Prianto Kepala Divisi

Internal Audit

Anggota Audit

Sumber : Laporan Keuangan Annual Report PT Asuransi Takaful Keluarga, Desember 2015

Komite audit adalah komite independen yang dibentuk oleh dewan komisaris dan bertanggung jawab kepada dewan dewan komisaris. Fungsi utamanya adalah untuk membantu dewan komisaris dalam memenuhi tanggung jawab pengawasan untuk proses pelaporan keuangan, sistem pengendalian internal, proses audit dan proses untuk memantau kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan kode etik.

3. Visi, Misi dan Tujuan Asuransi Takaful Keluarga a. Visi

Menjadi perusahaan asuransi jiwa syariah yang terdepan dalam pelayanan, operasional dan pertumbuhan bisnis syariah di Indonesia dengan profesional, amanah dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

b. Misi

1. Menyelenggarakan bisnis asuransi syariah secara profesional dengan memiliki keunggulan dalam standar operasional dan layanan.

2. Menciptakan sumber daya manusia yang handal melalui program pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

3. Mendayagunakan teknologi yang terintegrasi dengan berorientasi pada pelayanan dan kecepatan, kemudahan serta informatif. c. Tujuan

Memberikan pelayanan yang terbaik, amanah dan profesional kepada umat Islam dan bangsa Indonesia.