GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat PT. EMKL Surya Kasih
PT. EMKL Surya Kasih berdiri pada tanggal 20 Januari tahun 2012 dan beralamat di Jln. Muhammad Tahir, No. 41 Makassar.Karena merupakan perusahaan jasa PT. EMKL Surya Kasih terdaftar dalam departemen perhubungan. PT. EMKL Surya Kasih adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman muatan kapal laut atau biasa disingkat EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) yang kegiatannya meliputi: menerima dan membongkar muatan dari kapal (berupa container atau satuan unit seperti kulkas, barang pecah belah dll) lalu mengirimkan ketujuan sesuai order, Mengirimkan barang/muatan dari dalam pulau ke luar pulau melalui kapal.
Pertama kali beroperasi perusahaan hanya dijalankan oleh 5 orang yang hanya menghasilkan 5-10 container/muatan yang dikirim per-bulannya. Dan PT. EMKL Surya Kasih telah melewati masa krisis sebanyak 2 (dua) kali, dimana PT. EMKL Surya Kasih mendapat order kerja hanya dengan jumlah yang sedikit bahkan hampir tidak mendapat order. Masa krisis tersebut terjadi pada tahun 2013. Pada saat ini, PT EMKL Surya Kasih mempekerjakan sebanyak 40 orang yang menghasilkan kurang lebih 4000 container per-tahunnya.
Produk yang dihasilkan PT. EMKL Surya Kasih adalah jasa pengiriman muatan pelayaran atau kapal laut.
Urutan/proses work flow perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Proses menerima
a. Menerima packing list dari EMKL pengirim (EMKL di kota pengirim)
b. Menerima BAR (Berita Acara) Untuk mengirimkan barang c. Menerima BL (Bill Of Landing)
d. Setelah kapal tiba, mengambil DO (Delivery Order) dipelayaran sebagai bukti utuk mengambil muatan dari kapal.
e. Setelah DO diterima, muatan container diturunkan f. Bongkar muatan
g. Menghubungi pihak penerima, apakah ia siap atau tidak untuk smenerima barang.
h. Bila penerima sudah siap untuk menerima barang, maka barang dikirimkan ke tujuan (penerima)
i. Setelah barang dikirimkan, penerima menandatangani BAR penyerahan barang dan stempel.
j. Melanjutkan BAR ke EMKL pengirim sebagai bukti barang telah dikirimkan, disertakan kwitansi penagihan.
2. Proses mengirim
a. Mengambil barang dipengirim
b. Memuat barang ke dalam container atau di packing
c. Membawa muatan yang sudah di packing/container ke pelayaran
d. Mengambil RO (Receiving Order) dari pelayaran, syarat untuk menaikkan muatan ke kapal.
e. Setelah RO diterima, menaikkan muatan ke kapal.
f. Setelah satu hari keberangkatan kapal, mengambil BL (Bill Of Landing) di pelayaran
g. Mengirimkan BL, BAR dan lampiran (jika disertakan) ke EMKL tujuan
h. Setelah EMKL ditujuan selesai mengirimkan barang, menerima BAR telah selesai dikerjakan (barang telah diserahkan ke penerima)
i. Meneruskan BAR ke pengirim sebagai bukti barang telah dikirimkan, beserta kwitansi penagihan.
Apabila terjadi kesalahan dalam proses pengiriman yang diakibatkan oleh perusahaan, maka perusahaan akan bertanggung jawab menanggung kesalahan tersebut. Kesalahan tersebut dapat berupa barang yang dikirim rusak, jumlah barang yang dikirim berbeda dengan tercatat. Modal dasar keuangan PT.
EMKL Surya Kasih adalah bersumber dari modal sendiri, kondisi
perusahaan dalam keadaan sehat, termasuk kondisi keuangan dan permodalan. Penjualan saat ini dan peluang meraih pasar maupun prospek kedepannya diharapkan akan terus berkembang secara signifikan seiring pertumbuhan dari industri terkait, yakni industri jasa transportasi muatan kapal laut atau EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut).
Jasa yang ditawarkan PT. EMKL Surya Kasih adalah jasa transportasi atau pengiriman muatan kapal laut. PT. EMKL Surya Kasih menawarkan beberapa jenis jasa pengiriman yang dapat digolongkan menjadi 3 bagian yaitu : Full Door, Stripping, dan LCL (Less than container load) untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut:
1. Full door adalah jenis pengiriman muatan yangn dilakukan secara langsung dari pelabuhan ke tujuan. Sesampainya ditujuan, dilakukan pembongkaran muatan (ditelly atau dihitung) dengan tujuan untuk :
a. Mengetahui apakah jumlah barang yang dikirim sesuai dengan BAR atau tidak
b. Mengetahui ada tidaknya barang yang cacat atau rusak. Jenis pengiriman ini paling banyak digunakan atau yang lebih dipilih konsumen karena lebih mudah dalam mengurusnya, walaupun harganya atau biayanya lebih mahal, karena yang
diangkut bukan hanya muatannya melainkan containernya yang masih bersegel.
2. Stripping adalah pengiriman dari pelabuhan ke tujuan dimana muatan/container dibongkar dan ditelly terlebih dahulu dipelayaran atau dipelabuhan, lalu barang-barang dari container tersebut dimuatkan ke atas tronton untuk dikirim ke tujuan.
Sesampainya di tujuan akan dilakukan telly kembali untuk penyesuaian jumlah barang dan memeriksa ada tidaknya barang yang cacat.
Untuk proses ini terdapat kelebihan dan kekurangannya yaitu : a. Kelebihan
1) Harga lebih murah
2) Penerima tidak perlu menyiapkan halaman yang besar untuk tronton beserta containernya (bila memakai jasa full door).
b. Kekurangan
1) Resiko kehilangan dan resiko barang cacat dapat terjadi dimana saja, bias terjadi di pelabuhan atau sewaktu pengiriman atau ditempat tujuan.
2) Lebih memakan waktu karena 2 kali melakukan telly, dan belum tentu hanya memakai 1 truk.
3. LCL (Lest Than Container Load) adalah pengiriman seperti stripping, hanya saja barang yang dikirim tidak dalam jumlah yang besar melainkan berjumlah yang kecil atau persatuan dan tidak menggunakan container, barang hanya di packing dan dimuat ke kapal.
Ada 3 jenis kesalahan yang biasa di claim yaitu barang cacat, barang kurang dan barang hilang. Tidak semua kesalahan yang terjadi tersebut akan dilimpahkan ke perusahaan. Bila ditemukan barang yang cacat atau rusak karena faktor container bocor, maka pihak yang disalahkan dan harus bertanggung jawab adalah pihak pelayaran. Tetapi apabila barang menjadi cacat karena terjadi kecelakaan sewaktu pengiriman, maka perusahaan yang harus bertanggung jawab kepada klien.
Untuk kasus barang kurang atau tidak sesuai, maka harus diselidiki seksama, bila ternyata jumlah barang sewaktu di telly (untuk pengiriman jasa full door) tidak sesuai kurang atau lebih, maka yang harus bertanggung jawab adalah pihak pengirim.
Karena salahnya informasi atau perhitungan pihak pengirim sewaktu packing muatan.
Untuk proses stripping dan LCL, bila jumlah barang sewaktu telly awal dipelabuhan dan telly akhir di tujuan/penerima sesuai, maka kesalahan bukan dari pelayaran atau ekspedisi melainkan dari pihak pengirim.