• Tidak ada hasil yang ditemukan

USHULUDDIN DAN HUMANIORA

SEJARAH SINGKAT

Cikal bakal Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari adalah Fakultas Ushuluddin di Amuntai yang berdiri pada bulan September tahun 1961. Kemudian berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 89 Tahun 1964, fakultas ini dinegerikan bersama dengan Fakultas Tarbiyah di Barabai, Fakultas Syariah di Kandangan, dan Fakultas Syariah di Banjarmasin. Pada saat itu, Fakultas Ushuluddin masih berada di Amuntai. Berdasarkan evaluasi dengan mempelajari berbagai aspek dan meninjau prospek IAIN Antasari di masa depan, berpedoman SK Menteri Agama Nomor 40/1978 Tanggal 20 Mei 1978, Fakultas Ushuluddin di Amuntai bersama-sama fakultas lain yang ada di daerah dipindahkan ke fakultas induk di Banjarmasin secara bertahap mulai tahun akademik 1978.

Tujuan pendidikan dan pengajaran yang ingin dicapai oleh Fakultas Ushuluddin dan Humaniora tidak terpisahkan dari tujuan IAIN. Tujuan institusional IAIN adalah membentuk sarjana muslim yang ahli dalam ilmu agama Islam dan ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan, yang bertakwa dan berakhlak mulia, berilmu, cakap dan terampil

serta mempunyai kesadaran bertanggungjawab atas kesejahteraan umat dan masa depan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Sebagai salah satu fakultas di lingkungan IAIN yang mempunyai garapan tertentu, pendidikan dan pengajaran pada Fakultas Ushuluddin bertujuan “membentuk sarjana muslim ahli ilmu agama Islam dalam Ushuluddin”.

Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari memiliki empat jurusan, yakni jurusan Perbandingan Agama (PA), Tafsir Hadis (TH), Akidah Filsafat (AF), dan Psikologi Islam, yang masing-masing memperdalam ilmu tertentu sesuai dengan bidangnya. Tujuan masing-masing jurusan tersebut adalah:

1. Jurusan Perbandingan Agama bertujuan “membentuk Sarjana Ushuluddin dan Humaniora yang ahli dalam ilmu Perbandingan Agama”.

2. Jurusan Tafsir Hadis bertujuan “membentuk Sarjana Ushuluddin yang ahli dalam tafsir hadis”.

3. Jurusan Akidah Filsafat bertujuan “membentuk Sarjana Ushuluddin yang ahli dalam akidah filasafat”

4. Jurusan Psikologi Islam bertujuan “membentuk Sarjana Ushuluddin yang ahli dalam psikologi Islam”.

Kemudian sasaran atau objek studi masing-masing jurusan tersebut adalah:

1. Sasaran jurusan Perbandingan Agama adalah “segala bentuk keyakinan/pandangan keagamaan manusia yang implisit atau tidak dalam berbagai aspek kehidupan”. 2. Sasaran jurusan tafsir hadis adalah “segala bentuk

pemikiran, pemahaman dan penafsiran Alquran dan hadis dalam hubungannya dengan masalah akidah Islam, baik hubungan antara manusia dengan tuhan, maupun

hubungan sesama manusia atau dengan alam linkungannya”.

3. Sasaran jurusan akidah dan filsafat adalah “segala bentuk isme dan alam pikiran manusia serta perkembangannya dengan keyakinan keagamaan (Islam)”.

4. Sasaran jurusan psikologi Islam adalah “segala bentuk fenomena psikologis perseorangan dan sosial yang diinterpretasikan melalui pendekatan integratif antara psikologi dengan Islam”.

Berdirinya Fakultas Ushuluddin adalah atas hasrat dan kerja keran tokoh-tokkoh ulama dan masyarakat Amuntai pada tahun 1961. Dengan mendapat dukungan dari pemerintah daerah akhirnya didirikanlah fakultas ushuluddlin tersebut. Kemudian atas usaha mereka pula dan mendapat restu dari pemerintah pusat, tahun 1964 fakultas ushuluddin dinegerikan.

Walaupun banyak masalah dan kesulitan yang ditemui dalam pengelolaannya, namun berkat kerja sama berbagai lapisan masyarakat, akhirnya Fakultas Ushuluddin dapat berjalan dengan baik di kota tersebut dan menghasilkan ratusan sarjana muda sebagai alumninya.

Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, dengan pertimbangan untuk meningkatkan mutu ilmiah dan efesiensi kerja IAIN Antasari, maka SK Menteri Agama nomor 40 tahun 1978, tertanggal 20 Mei 1978, Fakultas Ushuluddin diintegrasikan ke Banjarmasin. Dengan terbitnya SK Menteri Agama itu, maka di Amuntai tidak dibenarkan lagi menerima mahasiswa baru. Penerimaan mahasiswa baru dilakukan di Banjarmasin bergabung dengan fakultas-fakultas lainnya. Ini berarti mulai tahun F978 Fakultas Ushuluddin Amuntai tidak lagi menyelenggarakan kuliah tingkat I. Demikian pula tahun

1979, di Banjarmasin sudah memiliki tingkat II, dan tahun 1980 memiliki tingkat III, dan di Amuntai pada tahun itu telah selesai kegiatan perkuliahan. Dengan demikian proses integrasi berlangsung selama tiga tahun dari tahun 1978 hingga 1980. Sejak tahun 1980 selesailah riwayat Fakultas Ushuluddin di Amuntai. Karyawan dan tenaga pengajarnya juga ikut dipindah ke Banjarmasin.

Semenjak didirikan pada tahun 1961, Fakultas Ushuluddin hanya melaksanakan program Sarjana Muda. Program ini dilaksanakan antara tiga sampai lima tahun. Semula dengan sistem tingkat yaitu tingkat propaedeus (I), tingkat kandidat (II), tingkat bakaloreat (III). Kemudian pada tahun 1976 sistem ini berubah menjadi sistem semester. Seorang mahasiswa yang telah lulus semua mata kuliah diharuskan membuat karya tulis ilmiah yang disebut Risalah. Untuk bisa menempuh ujian risalah, seorang mahasiswa terlebih dahulu harus lulus dalam ujian komprehensif. Apabila ujian komprehensif itu lulus barulah menempuh ujian risalah. Dengan lulusnya seseorang mahasiswa menempuh ujian risalah maka terpenuhilah seluruh persyaratan dan tugas-tugas seorang mahasiswa dalam studinya di Fakultas Ushuluddin program Sarjana Muda, dan dia berhak memakai gelar Bachelor of Art (BA). Di samping melaksanakan program Sarjana Muda, Fakultas Ushuluddin juga menyelenggarakan program Sarjana Lengkap.

Setelah Fakultas Ushuluddin mulai melahirkan Sarjana Muda yang bergelar BA tahun 1965, dan mengingat Ushuluddin adalah sebuah fakultas bukan akademi, maka selayaknya tidak hanya melaksanakan program sarjana muda, tetapi harus juga melaksanakan program sarjana lengkap, atau tingkat doktoral. Untuk itulah sejak tahun 1968 mulai dijajagi kemungkinan pembukaannya. Pada

tanggal 14 Maret 1968 diresmikan pembukaan tingkat doktoral oleh Bapak Zafry Zamzam Rektor IAIN Antasari Banjarmasin. Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum Doktoral Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Dakwah.

Setelah berjalan satu semester, maka sesuai dengan Keputusan Rapat Senat Fakkultas Ushuluddin, jurusan Dakwah diubah menjadi jurusan Perbandingan Agama.

Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan sistem yaitu diberlakukannya program Strata Satu, maka otomatis program sarjana muda dan sarjana lengkap tidak berlaku lagi. Ini terjadi pada tahun 1983/1984. Program Strata Satu ini dilaksanakan maksimal 7 tahun atau 14 semester.

Memasuki tahun 2013, Fakultas Ushuluddin bertambah nama menjadi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Perubahan nama ini merupakan bagian dari upaya persiapan menghadapi arus globalisasi yang sangat pesat.

PROGRAM STUDI (PRODI)

Dokumen terkait