BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
B. Sejarah VCD Album lagu dangdut Diera 1990
Awal tahun 1988-1995 awal kemunculan penyanyi dangdut Mega Mustika dengan album pertamanya berjudul “Bukan Yang Pertama”
mengantarkan nama Mega Mustika sampai kepelosok tanah air waktu itu VCD nya dijual disetiap toko yang ada disetiap daerahdan pada era tersebut hadir musik dangdut campur sari lahirlah musik keroncong dangdut dengar artis topnya Didit Kempot sekaligus pencipta lagu Congdut namun karyanya
tidak termasuk dalam kategori musik “Nasional” di Indonesia karena masih bernuansa daerah dangdut jawa semua album hasil karyanya ymasih dalam bentuk media audio. Media video yang saat itu terutama kaset Betamax dan VHS masih didominasi filem cerita serta harganya masih mahal.
C. Era Cakram 1 VCD Dangdut Goyang Atau Koplo Tahun 2000
Pada era tahun 2000 muncul lagi varian baru yang mewarnai sejarah musik dangdutIndonesia yaitu (Dangdut Koplo).Baru setalah tahun 2002 varian ini mulai menggoyang kancah dunia perdangdutan dengan kesusksesannya yang diprakarsai oleh VCD bajakan dangdut koplo ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah jika dibandingkan dengan mahalnya harga VCD album lagu dangdut original milik artis-artis nasional. Walau dari honor rekaman sangat dirugikan oleh mereknya VCD bajakan namun berkat dari VCD bajakkan tersebut para artis koplo mendulang kesuksesan dengan banyak tawaran manggung dari panggung kepanggung bahkan disetiap acara contoh nya penyanyi dangdut Inul Daratista,Dewi Persik dan Zaskia Gotik mengakui sehari bisa tampil di lima sampai sepuluh panggung yang berbeda.
D. Era Cakram 2 Video DVD Dangdut Pentas House
Diera tahun 20005-2012 musik dangdut makin diterima oleh kalangan masyarakat serta akhirnya bisa masuk ke acara televisi, terlibih suksess besar adanya ajang audisi KDI konser dangdut Indonesia di MNCTV yang dulu masih berstatus TPI maka dangdut masuk pentas elite, agar bisa mengimbangi selera kaum elite, maka terciptalah komposisi lagu dangdut
bernuansa house. Dan dengan kemunculan artis Ayu Ting Ting yang namanya langsung terangkat pada era tersebut dilanjutkan lagi dengan Cita Citata,dan Via Vallen ditahun 2017-2018
E. Jenis-Jenis Musik Dangdut 1. Melayu
2. Dangdut Klasik
3. Campusari atau keroncong 4. Dangdut Koplo
5. House dangdut 6. Rock Dut
Gambar IV.1
Gambar VCD lagu dangdut
Gambar IV.2 Gambar Dan Foto Artis
57 BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Penjelasan Penelitian
Data yang diperoleh dari hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner, akan dianalisis sesuai dengan tujuan dari penelitian. Pada bab ini penulis akan menguraikan analisis dari masalah yang terjadi atau yang ada.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan satu jenis kuesioner yaitu, kuesioner Offline yang ditujukan kepada Masyarakat Desa Mekar Pelita disebarkan sebanyak 97 kuesinoner dan setelah selesai disebarkan semuanya kembali seperti awal yaitu 97 kuesioner.Adapun kesulitan dalam penyebaran kuesioner dan penelitian adalah susahnya mencari responden yang mau mengisi kuesioner yang ingin disebarkan,serta banyaknya responden yang enggan meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner.pada hasil data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner akan digunakan untuk analisis.
B. Pengujian Instrumen 1. Validitas
Uji validitas bertujuan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner dalam penelitian. Suatu kuesioner dikatakan valid jika butir pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas menggunakan teknik korelasi pearson product moment. Ujivaliditas dilakukan menggunakan 97 kuisioner yang telah diisi olehresponden .
Tabel V.1
Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019
Berdasarkan tabel V.I dapat diketahui seluruh butir pernyataan variabel harga, kualitas, promosi, dan keputusan pembelian.r hitung > r tabel, yang artinya semua item pernyataan tersebut dinyatakan valid dan bisa dijadikan sebagai alat pengumpul data data penelitian yang dilakukan
2. Uji Reliabilitas
Dilakukan dengan menggunakan teknis analisis Cronbanch’s Alpha.Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 97 kuisioner yang telah dibagikan kepada para responden. Diketahui N = 97, Cronbanch’s Alpha> 0,60. Setiap butir pernyataan dapat dikatakan relibel bila nilai Cronbanch’s Alpha > 0,60. Berikut adalah hasil uji reliabilitas.
Tabel V.2
Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbanch’s Alpha Nilai Kritis Keterangan
1 Harga 0,676 0,60 Reliabel
Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019
Berdasarkan tabel diketahui bahwa nilai Cronbanch’s Alpha pada variabel harga dengan jumlah 5 item pernyataan sebesar 0.676>0,60 maka dikatakan reliabel , pada variabel kualitas dengan jumlah 13 item pernyataan sebesar 0,730> 0,60 maka dikatakan reliabel, pada variabel promosi dengan jumlah 5 item pernyataan sebesar 0,747>0,60 maka dapat dikatakan reliabel dan pada variabel keputusan pembelian dengan jumlah 6 item pernyataan sebesar 0,757>0,60 maka dapat dikatakan
reliabel. Jadi semua variabel ini memenuhi syarat kritis Alpha yaitu 0,60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuisioner dinyatakan reliable karena Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,60 artinya suatu data menunjukkan konsisten dan dapat dipercaya.
C. Analisis Data
1. Analisis Deskriptif
Pada bagian ini dilakukan analisis yang berkaitan karakteristik responden variabel penelitian.
a. Deskripsi Responden
Analisis data yang berkaitan dengan identitas responden yang meliputi, pekerjaan, nama, jenis kelamin, dan usia dilakukan dengan pendekatan presentase. Penyebaran kuisioner dilakukan secara offlinedan telah dijawab sebanyak 97 responden.
Tabel V.3
Karakteristik Responden
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Laki-Laki 62 63,92%
2 Perempuan 35 36,08%
Total 97 100%
Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019
Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan Jenis kelamin pembelian VCD album lagu dangdut adalah pria 62 responden (63,92%) dan wanita 35 responden (36,08%). Jadi sebagian besar responden pembelian VCD album lagu dangdut adalah pria yaitu sebnayak 62 responden (62%).
Tabel V.4
Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019
Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan Usia pembelian VCD album dangdut, usia <.18 tahun memperoleh 22 responden, usia 19-24 tahun memperoleh 25 responden, usia 25-34 tahun memperoleh 20 responden, usia 35-44 tahun memperoleh 22 responden, dan usia >.45 tahun memperoleh 8 responden. Sebagian besar responden yang yang melakukan pembalian VCD album lagu dangdut berusia 19-24 tahun.
Tabel V.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah Persentase
1 Mahasiswa 20 20,62%
Berdasarkan tabel 5.5 dapat disimpulkan bahwa responden tertinggi berasal dari karyawan Swasta dengan jumlah responden 31 (31,96%). Kemudian dari pelajar dengan jumlah responden 22 (22,68%), dan kemudian Mahasiswa dengan jumlah responden 20 (20,62%), disusul posisi ke tiga karakteristik pekerjaan Lainnya dengan jumlah responden 14 (14,44%) dan yang terakhir pegawai Negeri dengan jumlah responden sebanyak 10 (10,30%)
Tabel V.6
Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan per Bulan
No Penghasilan Jumlah Pesentase
1 <Rp.1000.000-Rp.1.500.00
23 23,71%
2 Rp.1.500.0001- Rp.3000.000
26 26,80%
3
Rp.3000.001-Rp.3.500.000
25 25,77%
4 >.3.500.000 23 23,71%
Total 97 100%
Sumber : Hasil pengolaan data primer,2019
Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan penghasilan<Rp.1000.000-Rp.1.500.00 memperoleh 23 responden, penhasilan per bulan dari Rp.1.500.0001-Rp.3000.000 memperoleh 26 responden,penghasilan dari Rp.3000.001-Rp.3.500.000 memperoleh 25 responden dan terkahir data pengasilan>.3.500.000memperoleh 23 responden.
b. Deskripsi variabel menunjukan persepsi konsumen terhadap harga sangat baik.
No Pernyataan Skor Keterangan
Berdasarkan hasil data tabel diatas, skor rata-rata tentang harga sebesar 4,39.
Artinya adalah pendapat konsumen tentang harga yang ditawarkan perusahaan terhadap VCD album lagu dangdut sangat sesuai.dan terjangkau oleh semua kalangan, lalu harga yang ditetapkan perusahaan sudah sesuai dengan manfaat VCD tersebut.
b. Variabel kualitas
Kuesioner pada variabel kualitas menggunakan skala 1-5 angka 1 menunjukan bahwa harga diterima sangat tidak baik sedangkan angka 5 menunjukan persepsi konsumen terhadap harga sangat baik dengan kualitas produk yang ditetapkan perusahaan. Frekuensi data yang didapatkan penulis setelah melakukan pengumpulan data dengan kuesioner sebagai berikut :
Tabel V.8
6
12
Rata-rata 4,30 Sangat baik
Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019 ( Tabel lanjutan Variabel kualitas)
Berdasarkan hasil data tabel diatas, skor rata-rata tentang harga sebesar 4,39. Artinya adalah pendapat konsumen tentang kualitas yang ditetapkan perusahaan terhadap VCD album lagu dangdut termasuk kategori sangat baik, hal ini berarti produk VCD albumlagu dangdut memiliki desain yang menarik, memiliki berbagai macam desain cover, sesuai harapan dan ketahan produk.
c. Kuesioner pada variabel promosi
menggunakan skala 1-5 angka 1 menunjukan bahwa harga diterima sangat tidak baik sedangkan angka 5 menunjukan persepsi konsumen terhadap harga sangat baik dengan kualitas produk yang ditetapkan perusahaan.
Frekuensi data yang didapatkan penulis setelah melakukan pengumpulan data dengan kuesioner sebagai berikut :
Tabel V.9
Rata-rata 4,36 Sangat baik
Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019
Berdasarkan hasil data tabel diatas, skor rata-rata tentang promosi sebesar 4,6. Artinya adalah pendapat konsumen tentang strategi promosi yang ditetapkan oleh perusahaan terhadap VCD album lagu dangdut sangat baik, berarti promosi yang dikakukan oleh perusahaan jelas, mampu menarik konsumen,sesuai kenyataan lalu promosi yang ditetapkan perusahaan dilakukan disetiap daerah,dan mampu membujuk..
d. Keputusan pembelian
Kuesioner pada variabel promosi menggunakan skala 1-5 angka 1 menunjukan bahwa harga diterima sangat tidak baik sedangkan angka 5 menunjukan persepsi konsumen terhadap harga sangat baik dengan kualitas produk yang ditetapkan perusahaan. Frekuensi data yang didapatkan penulis setelah melakukan pengumpulan data dengan kuesioner sebagai berikut :
Tabel V.10
2 Saya memiliki minat yang tinggi untuk membeli VCD album
lagu dangdut
4,15 Tinggi
3 Saya memiliki
ketertarikan untuk 4,37 Sangat tinggi
membeli VCD album
Berdasarkan hasil data tabel diatas, skor rata-rata tentang promosi sebesar 4,41 Artinya adalah pendapat konsumen tentang strategi promosi yang ditetapkan oleh perusahaan terhadap VCD album lagu dangdut sangat tinggi, berarti konsuemn ingin membeli suatu produk ketika harga produknya terjangkau,sesuai dengan keinginan, setelah mendengar lagu dangdut, mencari informasi tentang VCD album lagu dangdut tersebut asli atau bajakan.
3. Skala Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel kali ini menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomenal sosial (Sugiono,2012:136) dalam
Putri (2018). Skala likert menggunakan rentang skala 1 sampai 5 sehingga interval dapat dihitung sebagai berikut :
Interval = Interval =5−15 = 0,80
Dengan interval sebasar 0,8 maka garis skala VCD album lagu dangdut dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Apabila skor variabel 1,00 s/d 1,79 menunjukkan keputusan pembelian konsumen terhadap VCD album lagu dangdut negatif.
b. Apabila skor variabel 1,80 s/d 2,59 menunjukan sikap keputusan pembelian konsumen terhadap VCD album lagu dangdut mendekati negatif.
c. Apabila skor variabel 2,60 s/d 3,39 menunjukkan bahwa keputusan pembelian konsumen terhadap VCD album lagu dangdut cukup positif.
d. Apabila skor variabel 3,40 s/d 4,19 menunjukkan keputusan pembelian konsumen terhadap VCD album lagu dangdut positif.
e. Apabila skor variabel 4,20 s/d 5,00 menunjukkan keputusan keputusan pembelian konsumen terhadap VCD album lagu dangdut sangat positif.
ak 10 (10%).
Tabel V.11
Hasil Rata-Rata Responden Kelas Interval Kategori VCD Kategori
Harga dangdut kualitas Sangat sesuai Sangat Baik Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019
Dari data diatas menunjukan bahwa pengukuran rata-rata sesuai atau tidak sesuai hasil responden terhadap variabel penelitian bisa diukur dengan
menggunakan skala Interval.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis linier berganda bertujuan untuk mengetahui arah hubungan dari variable dependen dan variabel independen.Analisis regresi linier berganda juga digunakan untuk memprediksi nilai dari variable dependen apabila variable independen mengalami kenaikan atau penurunan. Adapun hasil analisis regresi linier berganda adalah sebagai berikut
Tabel V.12
Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa konstanta sebesar 4,395, koefisien harga -,021, koefisien kualitas 0,174, dan koefisien promosi 0,587 maka perumusan regresi adalah sebagai berikut :
Y = 4,395+ -,021XI + 0,174 X2 + 0,587X3 D. Uji Asumsi klasik
1. Uji Normalitas
Uji ini adalah untuk menguji apakah pengamatan berdistribusi secara normal atau tidak, uji ini menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov (K-S). Data dapat dikatakan terdistribusi normal, jika:
a) Nilai Asymp. Sig. (2 – tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal.
b) Nilai Asymp. Sig. (2 – tailed) ≤ 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
Hasil uji Normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel V.13
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std.
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
Sumber:Hasil pengolahan data primer,2019
Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa nilai sig. pada bagian Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,200. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel harga, kualita, promosi, dan keputusan pembelian pada distribusi data yang diperoleh peneliti diatas normal karena nilai signifikansi pada tabel kolmogrov smirnov lebih besar dari 0,05.
2. Multikolinieritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas.Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinieritas maka dapat dilihat dari nilai Varians Inflation Factor (VIF) dan tolerance (ɑ).
Tabel V.14
Tabel hasil multikolinieritas Model
Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics
B Std. Error Tolerance VIF
1 (Constant) 4,395 2,431
Harga -,021 ,134 ,563 1,775
Kualitas ,174 ,050 ,525 1,903
Promosi ,587 ,119 ,432 2,315
Sumber : Hasil pengolahan data primer,2019
Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai tolerance value harga 0,563> 0,10 atau nilai VIF 1,775 < 10 , kualitas 0,525 > 0,10 atau nilai VIF 1,903< 10 , dan nilai tolerance value promosi 0,432 > 0,10 atau nilai VIF 2,315< 10 . Maka dapat disimpulkan bahwa pada variabel harga, kualitas, dan promosi tidak terjadi multikolinieritas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik memiliki syarat tidak ada masalah heteroskedastisitas. Kriteria uji heteroskedastistas pada penelitian ini jika pada scatterplot titik-titiknya mempunyai pola yang teratur tidak menyempit, melebar,maupun bergelombang.
Berdasarkan gambar dapat diketahui bahwa titik terlihat menyebar diatas dan di bawah nol, dan menyebar disumbu X dan Y sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedassitas.
E. Uji Hipotesis 1. Uji F (simultan)
Uji F dilakukan untuk menguji ada tidaknya pengaruh harga
,kualitasdanpromositerhadap keputusan pembelian secara simultan.
Tabel V.15 Tabel Hasil Uji F ANOVAa
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 335,581 3 111,860 41,522 ,000b
Residual 250,543 93 2,694
Total 586,124 96
Sumber:Hasil pengolahan data primer,2019
Untuk membuktikan ada atau tidak pengaruh maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Menentukan rumusan hipotesis
Ho : Harga, kualitas, dan promosi secara simultan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian VCD album lagu dangdut
Ha : Harga, kualitas, dan promosi secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian VCD album lagu dangdut.
b. Menentukan Level Of Significance (α)
Dalam penelitian ini tingkat signifikansinya sebesar 5% atau 0,05,dengan derajat bebas (df )=n-2 dan n merupakan jumlah sampel pada penelitian.
c. Menentukan penerimaan atau penolakkan hipotesis nol (H0)
Hipotesis Nol (H0) ditolak jika nilai probabilitas <α dan Hipotesis nol (H0) diterima jika nilai probabilitas>α.
d. Mengambil Keputusan
jika nilai probabilitas <α(0,000)maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh signifikan antara variabel harga,kualitas,promosi berpengaruh secara simultan terhadap variabel keputusan pembelian.
2. Uji t
Uji t dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel bebas (Harga,Kualitas,dan Promosi) terhadap variabel terikat (keputusan Pembelian) secara parsial.
Sumber: Hasil pengolahan data primer 2019
Untuk membuktikan ada atau tidak pengaruh maka akan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
Ho1 : Tidak terdapat pengaruh positif variabel harga terhadap variabel keputusan pembelian.
Ha1 : Terdapat pengaruh positif variabel harga terhadap keputusan pembelian.
Ha2 : tidak terdapat pengaruh positif variabel kualitas terhadap variabel keputusan pembelian
Ha2:Terdapat pengaruh positif variabel kualitas terhadap keputusan pembelian
Ho3: tidak terdapat pengaruh positif variabel kualitas terhadap variabel
keputusan pembelian
Ha3 :Terdapat pengaruh positif variabel harga dan kualitas terhadap keputusan pembelian. b. Menentukan Level Of Significance (α)
Dalam penelitian ini tingkat signifikansinya sebesar 5%
atau0,05,dengan derajat bebas (df )=n-2 dan n merupakan jumlah sampel pada penelitian.
a. Menentukan penerimaan atau penolakkan hipotesis nol (H0) Hipotesis Nol (H0) ditolak jika nilai probabilitas <α dan Hipotesi nol (H0) diterima jika nilai probabilitas>α.
b. Mengambil Keputusan
Jika nilai probabilitas >α maka H0 diterima,artinya tidak terdapat pengaruh signifikanantara variabel harga,kualitas,promosi terhadap variabel keputusan pembelian.
jika nilai probabilitas <α maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh segifikan antara variabel harga,kualitas,promosi terhadap variabel keputusan pembelian.
c. Kesimpulan
Dilihat dari output SPSS nilai t hitung harga (X1) sebesar -0,157<1,98 t tabel dan nilai signifikansi 0,876> 0,05 H0 diterima berarti bahwa harga tidak berpengaruh positif pada keputusan pembelian,artinya bahwa terjangkau atau tidak terjangkaunya harga VCD album lagu dangdut tidak mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli VCD album lagu dangdut dan ada variabel lain
yangmenjaditolak ukur konsumen.Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan rekaman juga perlu mempertimbangkan setiap harga dari penjualan produk VCD album lagu dangdut baik dari VCD bajakan maupun original, jika perusahaan tidak mempertimbangkan harga dari penjualan VCD album lagu dangdut maka akan berdampak pada produksi dan mengalami kerugian terhadap produser. Sementara kualitas(X2) dengan nilai t hitung sebesar 3,481>1,98 t tabel dan nilai signifikansi 0,01<0,05 berarti bahwa kualitas berpengaruh positif pada keputusan pembelian. Terakhir promosi (X3) dengan nilai t hitung sebesar 4.920>1,98 t tabel dan nilai signifikansi 0,00<0,05 berarti bahwa promosi berpengaruh positif pada keputusan pembelian. Dari ketiga perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa , kualitas danpromosi secara parsial berpengaruh pada keputusan pembelian.
3. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variable dependen.Untuk mengetahui persentase tersebut peneliti menggunakan R square model summary. Berikut adalah tabel model summary :
Tabel V.17
berdasarkan analisis regresi linier berganda koefisien determinasi (r2 ) yang pada kolom adjusted r square sebesar 0,559 atau 55,9% artinya bahwa harga, kualitas, dan promosi secara bersama-sama berpengaruh pada keputusan pembelian sebesar 55,9%. Untuk sisa 44,1 % bisa dipengaruhi oleh variabel lain misalnya store atmosphere,citra merek,kepuasan.
F. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis karakteristik responden diketahui bahwa jumlah responden laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah responden yaitu dengan persentase laki-laki 63,92% dan untuk perempuan dengan persentase 36,08%. Maka, dapat disimpulkan bahwa yang lebih banyak melakukan pembelian VCD album lagu dangdut adalah responden laki-laki daripada responden perempuan. Berdasarkan usia, responden yang diperoleh peneliti tertinggi berusia 19-24tahun dengan jumlah responden 25 denganpersentase 25,77%, sedangkan untuk yang terendah berada pada usia
>.45.tahun.
Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pembelian VCD album lagu dangdut di Desa Mekar Pelita menurut data karakteristik usia yaitu19-24 tahun. Berdasarkan jenis kelamin Pria merupakan responden tertinggi dalam penelitian ini yaitu 62 responden dengan persentase 63,93%, berikutnya responden yang diperoleh peneliti terendah berdasarkan jenis kelamin berasal dari dengan jumlah responden perempuan dengan jumlah responden sebanyak 35 dengan persentase 36,08%.kemudian disusul jumlah
responden dengan karakteristik penghasilan dengan persentase tertinggi yaitu 26,80%, dan yang terendah dengan jumlah responden 23 dengan persentase 23,71%. Maka dapat disimpulkan responden yang melakukan pembelian VCD album lagu dangdut lebih banyak di responden laki-laki.
Sedangkan dilihat berdasarkan pekerjaan responden yaitu sebanyak 31 responden dengan persentase 31,96% dan yang terendah yaitu sebanyak 10 responden dengan persentase 10,30%. Maka dapat disimpulkan yang lebih banyak melakukan pembelian adalah responden karyawan swasta.
Berdasarkan hasil uji t yang sudah dilakukan oleh penulis dengan menggunakan SPSS 25 diketahui bahwa,harga kualitas,dan promosi berpengaruh parsial.Dilihat dari output SPSS nilai t hitung harga (X1) sebesar -0,157<1,98 t tabel dan nilai signifikansi 0,876 > 0,05 berarti bahwa harga tidak berpengaruh positif pada keputusan pembelian, ini menunjukan bahwa harga VCD album lagu dangdut terjangkau atau tidak oleh semua kalangan tidak mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli VCD album lagu dangdutdan ada variabel lain yang menjadi tolok ukur konsumen misalnya;store atmosphere,citra merek,kepuasan konsumen. . Hal ini mengindikasikan bahwa responden dalam penelitian ini tidak terlalu memperhatikan faktor harga VCD.
Berdasarkan hasil survey ditemukan bahwa sebagian besar responden membeli VCD bajakan, atau bukan VCD asli.
Sementara kualitas (X2) dengan nilai t hitung sebesar 3,481>1,98 t tabel dan nilai signifikansi 0,01<0,05 berarti bahwa kualitas berpengaruh
positif pada keputusan pembelian.artinya ini menjunjukan bahwa semakin baik kualitas VCD album lagu dangdut maka semakin tinggi keputusan pembeliannya,Kualitas produk bisa dilihat dari desain cover, kemasan,kesuaian dengan harapan pembeli, tidak ada kerusakan,dan menarik. Terakhir promosi (X3) dengan nilai t hitung sebesar 4.920>1,98 t tabel dan nilai signifikansi 0,00<0,05 berarti bahwa promosi berpengaruh positif pada keputusan pembelian. ini menunjukan bawa semakin baik promosinya maka semakin tinggi keputusan pembeliannya. Promosi yang baik bisa dilihat dari informasi yang jelas, sesuai kenyataan,menggunakan berbagai macam media promosi. Dari ketiga perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas dan promosi secara parsial berpengaruh pada keputusan pembelian.
Berdasarkan hasil uji F yang dilakukan oleh penulis dengan menggunakan SPSS 25 diketahui bahwa harga, kualitas dan promosi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian VCD album lagu dangdut dengan nilai F hitung 41,522, sig 0,000<0,05
Dari hasil penelitian sebelumnya oleh Jakson R,S Weenes 2013 bahwa kualitas produk, harga,promosi, dan kualitas pelayanan berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian, Puger Harjuno 2018 menjelaskan bahwa variabel kualitas produk, persepsi harga, dan citra merek terhadap keputusan pembelian berpengaruh simultan, sedangkan menurut hasil penelitain Puji Isyanto 2012 bahwa variabel kualitas produk berpengaruh simultan terhadap keputusan pembelian.
BAB VI
KESIMPULAN, SARAN,KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui apakah harga, kualitas dan promosi memiliki pengaruh pada keputusan pembelian. Berdasarkan penelitian, penulis berhasil menyelesaikan seluruh pengujian dan mendapatkan hasil sebagai berikut:
1. Profil responden yang penulis peroleh yaitu 97 Masyarakat yang sesuai dengan kriteria kuisioner penelitian. Jumlah responden terbanyak ialah Laki-laki dengan persentase 63,92% dengan mayoritas responden berusia mulai dari <.18, 19-24, 25-34, 35-44 tahun sampai >45 tahun dan mayoritas responden berasal dari masyarakat Desa Mekar Pelita.
2. Harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
2. Harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.