• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejumlah pemain mengaku memiliki pengalaman berharga

bermain di Jakarta International Stadium (JIS). Apa saja

pengalamannya?

“Jajaran pelatih dan tim senang berada di stadion ini, menjadi

pengalaman berharga bisa bermain dengan kualitas stadion sebagus JIS”

Iban Javier

Pelatih Barcelona U-18.

EDISI 04 TAHUN 2022

Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

22

EDISI 04 TAHUN 2022

Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

LAPORAN UTAMA

antusias melihat keberhasilan JIS yang dia nilai merupakan stadion yang berkelas dunia di Indonesia.

Michael Salgado mengaku baru pertama kali ke Indonesia. Ia merasa sangat senang dan menjadi saksi bagaimana stadion ini nantinya akan terus berjaya. “Terus terang saya sangat menikmati di sini (JIS) sangat indah, sangat bagus untuk dilihat dan dinikmati,” ujarnya.

Stadion yang dibangun di atas lahan 23 hektare merupakan stadion yang tidak saja  ramah lingkungan, tapi juga ramah disabilitas. Di pintu Barat Stadion dibangun ramp kemiringan 30 derajat. Tersedia juga tribun yang dikhususkan untuk difabel di tribun Tier 1. Terdapat lot kursi roda dan tempat duduk pendamping.

Hal itu dirasakan Andri, salah satu pemain Persatuan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI).

Dia menceritakan segala fasilitas yang ada di JIS sangat ramah disabilitas. Mulai dari akses jalan, hingga toilet khusus difabel yang nyaman dan bersih.

Hal yang paling membahagiakan adalah adanya fasilitas untuk difabel di tribun penonton.

“Menurut saya, fasilitas penyandang disabilitas di JIS ini bagus dan sangat istimewa,”ujarnya.

 Andri punya keinginan untuk menjajal lapangan megah tersebut. Terlebih saat ini Andri dan rekannya di PSAI tengah mempersiapkan  diri untuk bertanding  pada ajang Piala Dunia di Turki.

Menyaksikan langsung pertandingan sepak bola di Stadion JIS juga menjadi pengalaman tersendiri bagi warga. Salah satunya Riky Nanda (30), warga Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Ia mengaku bahagia bisa duduk di tribun JIS dan menyaksikan perhelatan hari pertama IYC 2021.

Ia sangat kagum setelah melihat begitu megah dan mewahnya stadion di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara itu.

Hal menakjubkan bagi Riky adalah cahaya lampu yang terang benderang makin menambah suasana megahnya stadion berkapasitas 82.000 orang itu. “Sangat menggugah sekali, kondisi cahaya lampunya sangat bagus, pokoknya keren,” katanya.

gro

22

FotoDharma W.

Menyaksikan langsung

pertandingan sepak bola di Stadion JIS menjadi pengala-man tersendiri bagi warga Jakarta.

EDISI 04 TAHUN 2022

Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

EDISI 04 TAHUN 2022

Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

S

ekitar enam bulan lalu, saya dan beberapa teman Komunikasi Publik Pemprov DKI Jakarta survei tempat syuting di Jakarta International Stadium (JIS). Lift darurat yang masih agak mengkhawatirkan menaikinya waktu itu, membawa kami ke areal bakal tempat duduk penonton. Sore menyisakan terik siang.

Sinar mentari tampak berpendar di kejauhan pantai utara Jakarta. Namun, angin sepoi-sepoi dari celah-celah dinding stadion --yang dari jalan tol dekat JIS bagai bunga padma-- mengimbangi hawa panas ibu kota.

Ingatan saya melayang ke masa kanak dan remaja. Dulu menonton langsung laga sepak bola di stadion merupakan hiburan keluarga yang sangat dinantikan. Mendiang ayah biasa mengajak anak-anaknya nonton bola, dari Stadion Menteng hingga Stadion Utama Senayan yang kini bernama Gelora Bung Karno.

Tapi, seingat saya, kami tak pernah nonton bola di Stadion Lebak Bulus yang sempat rusuh ketika band rock dunia, Metallica, manggung.

Saat meliput Borobudur Writers and Cultural Festival di Magelang, Jawa Tengah, pada November 2018, handphone saya tiba-tiba berbunyi malam hari. Manajer Pemberitaan di kantor lama WA kabar gembira. Feature televisi yang saya produksi bersama teman-teman MNC tentang Persija, menjadi salah satu pemenang M.

H. Thamrin Award, kompetisi jurnalistik tahunan yang diadakan Pemprov DKI Jakarta.

Sebuah reportase mendalam tentang kesebelasan kebanggaan masyarakat Jakarta.

Berlatih di lapangan milik TNI Angkatan Udara di kawasan Halim, Jakarta Timur, setelah Stadion Menteng berubah jadi taman dan Stadion Lebak Bulus menjelma depo MRT. Juga sosok dokter atau juru masak di balik kesuksesan Persija, bukan hanya pemain dan pelatih.

STADION

Kelindan infrastruktur serta manajemen olahraga ternyata menentukan keberhasilan sebuah tim sepak bola. Saya terbayang kesebelasan Persija bertanding di JIS nan megah disaksikan penggemar fanatiknya, seperti terekam dalam film dokumenter besutan Andibachtiar Yusuf, The Jak. Ada gairah di situ, oase dari kepengapan hidup sehari-hari. Bagaimanapun olahraga juga hiburan buat manusia yang makhluk bermain, bukan sekadar untuk kesehatan atau kebugaran tubuh.

Bahkan, bagi Socrates, bintang lapangan hijau Brazil, sepak bola adalah filosofi. Entah karena menyandang nama filsuf besar Yunani yang dihukum mati dengan racun karena dianggap merusak generasi muda dengan ajaran baru, ia pernah pindah ke sebuah klub bola Italia. “Saya ingin belajar Gramsci dalam bahasa aslinya,”

dalih Socrates. Antonio Gramsci adalah filsuf kiri Itali yang dipenjara rezim fasis Mussolini. Ia terkenal dengan intelektual organiknya, sebagai tugas cendekiawan yang tidak hanya tinggal di menara gading, tapi turun pula ke bawah menyadarkan dan membela masyarakat luas.

Jakarta punya pahlawan yang berjuang lewat sepak bola, Mohammad Husni Thamrin.

Karena penjajah Belanda mendiskriminasi pesepak bola pribumi, putra Betawi itu sampai merogoh koceknya sendiri 2.000 Gulden, untuk membangun Stadion Petojo pada 1928. Di situlah markas klub sepak bola Hindia Belanda, Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), yang pada 1950 menjadi Persija Jakarta. Bagi Thamrin, sepak bola pun medium perjuangan.

Perlawanan terhadap Belanda tak cuma di Volksraad, parlemen kolonial di mana ia menjadi salah satu anggotanya mewakili kaum pribumi, tapi juga di lapangan hijau.

Ramdan Malik

EDISI 04 TAHUN 2022

Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

24

EDISI 04 TAHUN 2022

Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

KABAR BAIK DARI JAKARTA

INTERNET GRATIS

Dokumen terkait