HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Fungsi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta dalam melakukan fungsi perencanaan, pembinaan, dan pengawasan norma
1. Sekilas Pandang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Surakarta
Dalam penyelenggaraan pemerintahan dituntut adanya upaya terus menerus untuk melakukan perubahan ke arah perbaikan. Perubahan tersebut merupakan gambaran pada tujuan ideal yang ingin dicapai dimasa yang akan datang. Bahwa dalam mengantisipasi meningkatnya persaingan, tantangan dan tuntutan masyarakat dan berkembangnya masalah ketenagakerjaan yang kompleks dan multidimensi maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempersiapkan diri agar tetap eksis berkesinambungan dan senantiasa mengadakan upaya perubahan menuju arah perbaikan, untuk itu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta menetapkan visinya adalah :
“Terwujudnya tenaga kerja yang profesional berdaya saing tinggi dan hubungan industrial yang harmonis serta perlindungan tenaga kerja”. Dari visi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Terwujudnya Tenaga Kerja yang profesional berdaya saing tinggi. Artinya :
1) Menguasai kemampuan dibidangnya serta mempunyai mobilitas, sikap dan etos kerja yang tinggi.
2) Berdaya saing tinggi artinya selalu berusaha untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
b. Terwujudnya Hubungan Industrian yang harmonis
Artinya : Menumbuh kembangkan budaya kerja yang didasari pola kemitraan dengan memperhatikan hak dan kewajiban masing-masing.
c. Terwujudnya Perlindungan Tenaga Kerja
Artinya : Adanya jaminan kesejahteraan dan perlindungan dalam hubungan kerja, baik yang bersifat normatife maupun Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Misi merupakan suatu pernyataan atau pedoman dalam mencapai tujuan yang diinginkan sesuai Visi yang telah ditetapkan. Adanya pernyataan Misi diharapkan seluruh aparatur dijajaran Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta dan pihak lain yang berkepentingan mengetahui program-program dan proyeksi yang akan dihasilkan di masa mendatang. Sebagai perwujudan Visi tersebut di atas ditetapkanlah Misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta adalah sebagai berikut :
a. Perluasan kesempatan kerja dan penempatan tenaga kerja.
b. Menciptakan tenaga kerja yang terampil, mendiri serta professional. c. Menciptakan hubungan industrial yang harmonis guna mewujudkan
ketenagakerjaan dan usaha agar tercipta kesejahteraan pekerja dan keluarga.
d. Meningkatkan pengawasan norma kerja serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Tujuan merupakan penjabaran dari misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu tertentu 1(satu) sampai 5 (lima) tahun. Sedangkan sasaran adalah implementasi dari tujuan secara terukur. Sasaran merupakan bagian tak terpisahkan (integral) dalam proses penyusunan perencanaan strategis. Berdasarkan Visi dan Misi tersebut diatas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta menetapkan tujuan dan sasarannya sebagai berikut :
a. Misi 1 (Kesatu) :Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja.
1) Tujuan :Meningkatkan perluasan dan pengembangan kesempatan kerja / mengurangi pengangguran.
a) Tercapainya kuantitas dan kualitas pelayanan informasi ketenagakerjaan.
b) Terwujudnya perluasan dan pengembangan kesempatan kerja.
b. Misi 2 (Kedua) :Menciptakan Tenaga Kerja yang terampil, mandiri serta professional.
1) Tujuan :Melaksanakan peningkatan kualitas dan kuantitas pelatihan tenaga kerja untuk mewujudkan tenaga kerja yang terampil dan professional.
2) Sasaran :
a) Tercapainya pelatihan dan keterampilan SDM (Sumber Daya Manusia) bagi pencari kerja.
b) Terwujudnya legalitas dan sertifikasi LPKS (Lembaga Pelatihan Kerja Swasta) yang berorientasi pasar kerja. c. Misi 3 (Ketiga) :Menciptakan Hubungan Industrial yang harmonis
guna mewujudkan ketenangan kerja dan usaha agar tercipta kesejahteraan pekerja dan keluarga.
1) Tujuan :Menciptakan hubungan industrial yang harmonis untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
2) Sasaran :
a) Terwujudnya kesepakatan Tripartit (Apindo, Serikat Pekerja/ SP dan pemerintah dalam merumuskan UMK serta mengantisipasi masalah-masalah ketenagakerjaan).
b) Terselesaikannya penanganan kasus PHI (Perselisihan Hubungan Industrial).
d. Misi 4 (Keempat) :Meningkatkan Pengawasan Norma Kerja serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Perlindungan Pekerja
1) Tujuan :Terpenihunya hak-hak normative pekerja. 2) Sasaran :
b) Tercapainya penerapan K3 di perusahaan
c) Terselenggarakan pemeriksaan dan pengujian objek K3 Cara yang dilaksanakan dalam mencapai tujuan dan sasaran oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta adalah dengan menerapkan kebijakan dan melaksanakan program kegiatan :
Kebijakan :
a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan informasi ketenagakerjaan dalam rangka menciptakan lapangan kerja selaras dengan kebijakan ekonomi yang mengarah pada upaya pengurangan pengangguran.
b. Mengembangkan sistem pelatihan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja. c. Meningkatkan Hubungan Industrial yang harmonis serasi serta
dinamis.
d. Mengingkatkan perlindungan dan pengawasan lembaga ketenagakerjaan.
Program-Program :
a. Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja. 1) Penyusunan Data Base Tenaga Kerja Kerja Daerah. 2) Pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja.
3) Penyelenggaraan Program Pelatihan Kerja Berbasisi Masyarakat. 4) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
b. Peningkatan Kesempatan Kerja.
1) Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja c. Perluasan & Pengembangan Kesempatan Kerja
d. Perlindungan dan Pegembangan Lembaga Ketenagakerjaan. 1) Fasilitas penyelesaian Hubungan Industrial
2) Fasilitas penyelesaian pemberian perlindungan hukum dan Jamsostek
4) Peningkatan Pengawasan, perlindangan dan penegakan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja
5) Pemeriksaan dan pelaksanaan norma kerja
6) Pengawasan dan pembinaan pelaksanaan peraturan K3 7) Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
8) Sosialisasi hak dan kewajiban nakerwan
9) Pemeriksaan norma K3 dan pengujian obyek K3
e. Peningkatan pengawasan perlindungan dan penegakan hukum serta keselamatan kerja
f. Pelayanan administrasi perkantoran
1) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor g. Peningkatan disiplin aparatur
1) Pengadaan mesin / kartu absensi
Sebagai wujud untuk mempertahankan pelaksanaan dalam menjalankan misi Organisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta menuangkan keberhasilan dan kekurangannya dalam mencapai sasaran dan tujuan melalui media palaporan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
Lakip Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta menyajikan capaian kinerja kegiatan, indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja setiap kegiatan meliputi indikator masukan (input), keluar (output), hasil (outcome). Indikator tersebut diukur secara kuantitatif sedangkan pada indikator manfaat (benefit) dan dampak (impact) ditunjukkan melalui indikasi kualitas belum dilakukan penghitungan atau indikator kuantitas, hal ini dikarenakan belum dapat atau belum tersedianya alat untuk mengukurnya. Untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan palaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara membandingkan target indikator kinerja dengan realisasinya (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah,2009:12).
2. Pelaksanaan fungsi perencanaan, pembinaan, dan pengawasan norma