Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Pengaruh Jenis Bahasa Narasi dan Bentuk Pesan Visual Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Chikungunya Di Kalangan Siswa SMAN 1 Ciampea adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.
Bogor, Januari 2008
Muhammad Alif P 054050091
MUHAMMAD ALIF. The Influences of the Type of Naration Language and Video Visual Message Toward The Improvement of Knowledge on Chikungunya Among Students of SMAN 1 Ciampea. Under direction of SYAHRUN HAMDANI NASUTION and FARIDA ROHADJI.
This research was conducted to determine the influences of the type of naration language and video visual message toward the improvement of knowledge on Chikungunya, among students of SMAN 1 Ciampea, Bogor. This experiment had been conducted to 80 students which were selected purposively and divided into four treatment group. Data was analyzed using paired sample t- test, analysis of varians, and Duncan’s multiple range test.
The result shows that, there is an improvement of knowledge, among students after watching the video on Chikungunya. However, there is no significant difference of knowledge on Chikungunya, on the influence of the use of Sundanese and Bahasa Indonesia. Similarly, there is no significant difference about the video treatment between realistic visualization (motion) and graphic visualization (still). All four treatment combinations do not show any significant difference in the student’s knowledge improvement on Chikungunya.
MUHAMMAD ALIF. Pengaruh Jenis Bahasa Narasi Dan Bentuk Pesan Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Chikungunya Di kalangan Siswa SMAN 1 Ciampea. Dibimbing oleh SYAHRUN HAMDANI NASUTION dan FARIDA ROHADJI.
.
Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh jenis bahasa narasi dan bentuk pesan visual video terhadap peningkatan pengetahuan tentang Chikungunya dikalangan siswa SMAN 1 Ciampea. Penelitian eksperimen ini dilakukan pada 80 siswa yang dipilih secara purposive dan dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. Data dianalisa dengan menggunakan uji t-test, analisa sidik ragam dan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan setelah melihat video, terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang penyakit Chikungunya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan di antara para siswa, namun perbedaan tersebut tidak signifikan terjadi pada jenis bahasa narasi, yaitu antara bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, demikian juga dengan bentuk pesan visual, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara visual realistik dan visual diam sehingga seluruh perlakuan yaitu 4 (empat) kombinasi perlakuan dalam penelitian ini, tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada peningkatan pengetahuan siswa tentang Chikungunya. Meskipun tidak terdapat perbedaan nyata pada semua kombinasi perlakuan, namun 4 (empat) kombinasi perlakuan tersebut efektif digunakan pada penyampaian informasi tentang penyakit Chikungunya.
© Hak cipta milik IPB tahun 2008 Hak cipta dilindungi
1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber
a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah
b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB 2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian
PENGETAHUAN TENTANG CHIKUNGUNYA
DI KALANGAN SISWA SMAN 1 CIAMPEA
MUHAMMAD ALIF
Tesis
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada
Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Nama : Muhammad Alif
NRP : P 054050091
Program Studi : Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Disetujui
Komisi Pembimbing
Dr. drh. Syahrun Hamdani Nasution Ketua
Dra. Farida Rohadji, MS Anggota
Diketahui
Ketua Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Prof. Dr. Ir. H. Sumardjo, MS
Dekan Sekolah Pascasarjana
Prof. Dr. Ir. H. Khairil Anwar Notodiputro, MS
PRAKATA
Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan tesis dengan judul “Pengaruh Jenis Bahasa Narasi Dan Bentuk Pesan Visual Video terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Chikungunya di kalangan Siswa SMAN 1 Ciampea” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (KMP), SPs IPB.
Terima kasih mendalam penulis sampaikan kepada yang tercinta ayahanda Drs. H. Faridal Arkam. M.Pd dan ibunda Hj. Chairiah S.Sos yang selalu mendoakan keberhasilan penulis, serta adik-adik penulis Hanifah Ayu SP dan Syarifah Aini yang telah memberi dukungan
Penulis menyadari bahwa tesis ini tidak akan tersusun tanpa bantuan berbagai pihak. Sehubungan dengan itu, dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Dr. drh. Syahrun Hamdani Nasution selaku ketua komisi pembimbing dan Ibu Dra. Farida Rohadji, MS selaku anggota komisi pembimbing yang telah memacu dan membantu penulis dalam penyelesaian penulisan tesis, serta dengan sabar dan tulus telah memberikan bimbingan dan ilmunya kepada penulis.
Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Ketua Program Studi KMP sekaligus Penguji Luar Komisi pada Ujian Tesis Bapak Prof. Dr. Ir. H. Sumardjo, MS dan seluruh dosen pengasuh mata kuliah yang telah memberikan ilmunya kepada penulis, serta staf sekretariat KMP dan staf sekretariat SPs IPB yang banyak membantu penulis dalam administrasi.
Ich bedanke mich bei Nurmelati Septiana, die mir beim Schreiben meiner wissenschaftlichen Arbeit schon viel geholfen hat. Vielen Dank für alles. Hoffentlich gehen unsere Wünsche in Erfüllung.
Terimakasih penulis sampaikan kepada rekan-rekan mahasiswa KMP : Afia Tahoba, Badri, Haris, Selly, Ponti, Firmanto, Ikhsan, Sukri, Anna, Farida, Fahir, Deni, Albert, Yasinta, Etik, Fuad, yang selama ini bekerjasama dalam studi, interaksi dan membantu dalam penyelesaian tesis ini.
Terima kasih penulis sampaikan kepada M. Aqil, Hendri Petrusi, Mamak Yazid, Rauf Agri FM serta Komunitas Underground yang selama ini menjadi penyemangat dan inspirasi dalam hidup.
Penulis menyadari dalam penulisan tesis ini terdapat kekurangan, oleh karena itu dengan segala keterbukaan diharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan tulisan ini. Semoga tesis ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Bogor, Januari 2008
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 21 April 1982 sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dari Drs. H. Faridal Arkam. M.Pd dan Hj. Chairiah S.Sos.
Pendidikan SDN 03, SLTPN 144 dan SMUN 83 lulus tahun 1999. Kemudian melanjutkan studi di Jurusan komunikasi, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan lulus tahun 2004. Tahun 2005 penulis diterima di Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Sekolah Pascasarjana IPB, kemudian menyelesaikannya tahun 2008.
DAFTAR ISI
Halaman DAFTAR TABEL ... vi DAFTAR GAMBAR ... vii DAFTAR LAMPIRAN... viii
PENDAHULUAN ... 1 Latar Belakang... 1 Perumusan Masalah ... 5 Tujuan Penelitian ... 7 Kegunaan Penelitian ... ... 8 TINJAUAN PUSTAKA ... 9 Komunikasi massa ... 9 Media audiovisual video... 10 Format medium video... 12 Narasi ... 12 Jenis Bahasa Narasi ... 14 Bahasa Indonesia ... 15 Bahasa Sunda ... 16 Bentuk Pesan Visual ... ... 17 Visualisasi Realistik ... 17 Visualisasi Grafis atau Gambar Diam ... 19 Tahap Pengembangan Pesan Video... 21 Peningkatan Pengetahuan ... 21 Efek Media Audiovisual ... 22 Chikungunya... 23
KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS ... 27 Kerangka Pemikiran ... 27 Bahasa Narasi Sunda versus Bahasa Narasi Indonesia ... 27
Visual Gambar Realistik versus Visual gambar Diam... 29 Hipotesis ... 33
METODOLOGI PENELITIAN... 34 Lokasi Penelitian ... 34 Populasi dan Sampel Penelitian... 34 Desain Penelitian ... 34 Tahapan Penelitian... 35 Metode Pengambilan Data... 36 Instrumen ... 36 Analisis Data... 37 Validitas dan Realibilitas... 37 Uji Coba dan Evaluasi Media ... 38 Definisi Operasional ... 39
HASIL DAN PEMBAHASAN... 41 Gambaran Umum SMAN 1 Ciampea... 41 Karakteristik Responden... 41 Pengetahuan Awal dan Akhir Responden ... 44 Peningkatan Pengetahuan ... 47 Pengaruh Bahasa Narasi ... 50 Pengaruh Pesan Visual. ... 54 Pengaruh Interaksi Bahasa Narasi dan Bentuk Pesan Visual ... 58
KESIMPULAN DAN SARAN... 61 Kesimpulan ... 61 Saran ... 62
DAFTAR PUSTAKA ... 63
DAFTAR TABEL
No. Halaman
1. Matriks Tabel Desain Faktorial 2 x 2... 35
2. Distribusi Hasil Uji Coba dan Evaluasi Video Pada Berbagai
Kelompok Perlakuan ... 39
3. Karakteristik Responden ... 42
4. Skor Pengetahuan Awal Responden ... 45
5. Hasil Analisa Sidik Ragam Terhadap Skor Pengetahuan
Awal Responden ...45
6. Skor Pengetahuan Akhir Responden... 46
7. Hasil Analisa Sidik Ragam ... 46
8. Skor Pre-Test, Post-Test dan Peningkatan Pengetahuan ... 47
9. Hasil Analisa t Test ... 48
10. Hasil Rataan Skor Peningkatan Pengetahuan ... 49
11. Hasil Analisa Sidik Ragam Dua Arah... 50
DAFTAR GAMBAR
No. Halaman
1. Kerangka Penelitian ... 32
2. Grafik Rata-Rata Peningkatan Pengetahuan ... 49
DAFTAR LAMPIRAN
No. Halaman
1. Desain Pesan Dalam Format Visual Realistik Dengan Bahasa Sunda 68
2. Desain Pesan Dalam Format Visual Realistik Dengan
Bahasa Indonesia... 77
3. Desain Pesan Dalam Format Visual Diam Dengan Bahasa Sunda.... 87
4. Desain Pesan Dalam Format Visual Diam Dengan
Bahasa Indonesia... 97
5. Kuesioner Karakteristik Responden... 107
6. Kuesioner Tanggapan Video... 110
7. Kuesioner Penelitian Untuk Mendapatkan Data Peningkatan
Pengetahuan Responden ... 113
8. Karakteristik Responden ... 117
9. Data Pre-Test, Post-Test dan Skor Peningkatan Pengetahuan... 120
10. Hasil Uji Wilayah Berganda Duncan... 122
11. Reliabilitas Instrumen Media ... 124
12. Reliabilitas Instrumen Peningkatan Pengetahuan ... 126
13. Hasil Analisa Sidik Ragam Pre Test ... 128
14. Hasil Analisa Sidik Ragam Post Test ... 129
15. Uji Paired Sample t-Test ... 130
16. Hasil Analisa Sidik Ragam dan Uji Wilayah Duncan ... 131
17. Hasil Analsia Interaksi Bahasa Narasi dan Bentuk Pesan VISUAL 132
18. Ijin Penelitian ... 133
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menghasilkan begitu banyak media komunikasi yang dapat digunakan untuk mendiseminasikan informasi kepada masyarakat. Semakin banyak media yang tersedia, maka pertimbangan para perencana dalam menetapkan dan menggunakan media komunikasi yang tepat untuk membantu mendiseminasikan informasi juga semakin rumit.
Salah satu media yang potensial bagi upaya mendiseminasikan informasi kepada khalayak adalah dengan medium video. Pesan melalui media video dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan, informasi dan hiburan (entertainment) kepada masyarakat karena mampu menarik perhatian orang dan dapat menjangkau khalayak dalam bentuk kelompok, serta membuat penonton menghayati pesan-pesan yang persuasif dan menggugah emosi penontonnya.
Medium video dapat membantu masyarakat belajar secara maksimal, menurut Tiffon dan Combes (dalam Schramm, 1974) medium ini dapat menyampaikan pesan dengan cara yang lebih konkrit dan jelas daripada pesan yang disampaikan melalui kata-kata yang terucap atau kata-kata yang tercetak. Memanfaatkan medium ini, diseminasi informasi berisi pesan-pesan instruksional akan menjadi lebih produktif, segera, lebih efektif dan efisien (Kemp, 1975). Hal ini dikarenakan informasi atau materi belajar dalam program video dapat dibuat secara lokal, sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi dilapangan (Miller, 1973).
Keefektifan penyajian pesan dalam medium audio visual seperti video, dipengaruhi oleh unsur gerak yang dinamik serta suara. Karenanya, jenis bahasa dan bentuk pesan visual yang digunakan untuk menjelaskan setiap tahapan pesan yang disampaikan harus diperhatikan dalam perencanaan pembuatan pesan melalui video. Bahasa pada dasarnya merupakan alat komunikasi (baik lisan maupun tulisan) bagi orang-orang untuk berinteraksi dengan orang lain dan juga sebagai alat untuk berpikir. Pesan visual seperti gambar hidup dan gambar diam akan mempengaruhi
daya tarik penontonnya, sehingga tingkat penerimaan pesan sangat ditunjang oleh jenis bahasa yang digunakan dan bentuk visual yang ditampilkan.
Di Indonesia penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi sangatlah bervariasi, hal ini dikarenakan masyarakat yang heterogen dengan budaya yang berbeda-beda. Sehingga, salah satu cara untuk menjembatani perbedaan tersebut adalah dengan menyepakati satu sistem simbol yang dapat dipergunakan untuk saling bertukar pesan, agar diperoleh suatu kesamaan makna bagi para pelaku komunikasinya. Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan komunikasi bagi masyarakat Indonesia yang memiliki perbedaan budaya antara daerah satu dengan daerah lainnya, sehingga bahasa ini juga merupakan bahasa resmi yang wajib dipergunakan sebagai bahasa pengantar bagi proses pendidikan, kantor-kantor pemerintahan maupun swasta dan media komunikasi yang ada di Indonesia.
Meskipun bahasa Indonesia digunakan oleh penduduk Indonesia sebagai alat komunikasinya, namun masih banyak penduduk yang menggunakan bahasa daerahnya untuk mempermudah proses pertukaran pesan pada masyarakat sedaerahnya. Bahasa daerah selain merupakan bahasa yang digunakan sejak lahir (bahasa ibu), juga merupakan salah satu simbol hubungan kekerabatan atau simbol asal daerah dari orang yang mempergunakannya.
Desain suatu pesan media haruslah berorientasi pada khalayak, sehingga mengharuskan perancang media komunikasi harus mempertimbangkan unsur-unsur penunjang dalam media yang ingin digunakan untuk menyebarkan pesan yang ingin disampaikan ke khalayak sasaran, agar informasi yang disampaikan menjadi efektif. Adanya banyak jenis bahasa yang dipergunakan masyarakat di Indonesia, menjadi salah satu aspek yang harus dipertimbangkan perencana media dalam menyebarluaskan informasi yang ingin disampaikan agar pesan dapat dengan mudah diterima dan memiliki daya tarik yang dapat mempengaruhi persepsi khalayaknya.
Penggunaan bahasa yang berorientasi pada khalayak menjadi penentu keefektifan pesan yang disampaikan. Ini berarti bahwa dalam pembuatan atau desain pesan suatu media pun haruslah mempertimbangkan jenis bahasa yang dipergunakan
agar pesan pada media tersebut dapat diterima dengan mudah oleh khalayak dan tercipta komunikasi yang efektif.
Selain aspek bahasa, unsur visual pun harus dipertimbangkan pada pembuatan desain pesan. Hal ini berkaitan erat dengan daya tarik yang ditawarkan pada media komunikasi yang digunakan. Visual pada media video dapat berupa visual gerak ataupun visual diam yang masing-masing memiliki daya tarik sendiri bagi khalayak sasarannya. Semakin menarik kemasan pesan visual yang ditampilkan suatu media, maka semakin besar keingintahuan dan ketertarikan khalayak pada isi pesan yang akan ditampilkan.
Perpaduan unsur audio dan visual pada medium video memungkinkan aspek bahasa dan bentuk pesan visual menjadi menarik untuk dikaji lebih mendalam, sehingga diharapkan nantinya akan diperoleh suatu desain pesan medium video yang efektif untuk menyampaikan suatu pesan yang berorientasi pada khalayak sasaran. Isu tentang wabah penyakit Chikungunya saat ini gencar diberitakan media- media cetak dan elektronik. Chikungunya adalah penyakit mirip flu dengan gejala demam, radang tenggorokan, disertai bintik-bintik merah di kulit, kemudian diikuti gejala yang khas, yakni radang persendian, kadang-kadang terjadi pendarahan ringan. Penyakit ini tidak fatal tapi mengakibatkan kelumpuhan sementara akibat rasa sakit pada persendiaan. Nama Chikungunya berasal dari bahasa Swahili (Afrika) yang berarti “Membengkok” seperti penderita cikungunya yang membungkuk dan menekuk anggota badannya karena sakit akibat radang persendian. Penyebab chikungunya adalah virus Chikungunya (CHIKV) yang termasuk kelompok alphavirus dari famili togaviridae.
Penyakit-penyakit yang disebabkan alphavirus dapat dikelompokan menjadi dua jenis : Pertama, virus-virus penyebab radang otak, yakni EEV (berasal dari Jepang dan terbawa ke Amerika melalui Aedes Albopicyus yang ikut diimpor dalam ban-ban mobil. WEE, VEE, dan EVE yang semuanya endemik di benua Amerika. Kedua, virus-virus penyebab radang persendian. Chikungunya (ditemukan di Afrika dan Asia, khususnya Asia Tenggara yang sering mengakibatkan ledakan wabah), o’nyong-nyong (berarti sendi melemah), hanya ditemukan di Afrika, ditularkan oleh
An. Gambiae dan An. Funestus, Ross River dan Barmah Forest (Australia), Ockelbo (Swedia dan Rusia), Sindbis (Afrika, Mesir, India, Malaysia, tidak tertutup kemungkinan di Indonesia, penularannya bisa oleh burung), Mayaro (Amerika Tengah dan Selatan) dan Semliki Forest (www. depkes.go.id).
Di Indonesia penyakit Chikungunya sudah dinyatakan kejadian luar biasa (KLB). Sudah banyak kota-kota di Indonesia yang warganya terkena penyakit ini, salah satunya adalah kota Bogor, sedikitnya lima puluh warga kampung Sleweran, Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, terserang penyakit Chikungunya. Wabah penyakit ini terus bertambah mengingat sebagian warga kini mulai mengidap gejala panas dan disertai nyeri tulang, dan dipastikan menderita gejala Chikungunya (www.bogoronline.com).
Melihat masih banyaknya anggota masyarakat yang terserang penyakit ini, maka perlu dilakukan program komunikasi untuk mendiseminasikan cara penularan, pencegahan dan penanggulangan penyakit Chikungunya.
Sejauh ini penggunaan medium video untuk mendiseminasikan informasi penyakit Chikungunya di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor ternyata belum ada. Selain itu, daerah Ciampea merupakan daerah yang bisa dikategorikan perbatasan antara kota (Bogor Kota) dengan pedesaan, dimana di dearah tersebut kini masyarakatnya sudah bisa mengakses segala macam media, mulai dari media cetak ataupun elektronik. Masyarakat Ciampea yang sekarang sudah terbiasa dengan berbagai terpaan media, menyebabkan meraka semakin familiar dengan simbol- simbol yang biasa digunakan dalam media. Ciampea merupakan daerah urban, dimana dearah tersebut juga terjadi proses perubahan sistem sosial budaya masyarakatnya. Perubahan daerah dari desa ke kota secara tidak langsung berimplikasi dalam proses penilaian seorang perancang media dalam membuat media yang tepat agar pesan yang disampaikan bisa diterima oleh khalayak.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses difusi inovasi informasi Chikungunya di Ciampea ialah dengan memanfaatkan saluran komunikasi yang tepat, yaitu melalui siswa SMA, dengan harapan bahwa mereka yang asal tempat tinggalnya juga banyak yang berada di luar Ciampea mampu
meneruskan informasi yang mereka dapatkan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya. Sikap siswa SMA yang berada pada masa remaja cenderung lebih ingin tahu dan ingin mencoba, selalu ingin jadi pusat perhatian dan kritis, dapat menjadikan mereka sebagai penyuluh dan motivator dalam mendiseminasikan informasi Chikungunya kepada para tetangga dan anggota sistem sosial dimana mereka berada.
Berkaitan uraian diatas, dengan khalayak yang sudah spesifik tersebut maka penelitian ini bermaksud ingin melihat lebih jauh pengaruh jenis bahasa narasi dan bentuk pesan visual video terhadap peningkatan pengetahuan tentang Chikungunya bagi kalangan siswa SMAN 1 Ciampea.
Perumusan Masalah
Indonesia masih menjadikan penyakit Chikungunya sebagai masalah kesehatan masyarakat, ini disebabkan faktor iklim tropis dan tingkat sosial ekonomi mayoritas penduduk yang masih rendah. Di Indonesia Chikungunya penyakit yang disebabkan virus Alphavirus itu sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Para penderita umumnya mengalami demam tinggi mencapai 30-40 derajat Celcius dan penderita merasakan nyeri di persendian tulang yang bisa membuatnya tidak mampu berjalan untuk sementara. Gejala lainnya, penderitanya akan merasakan pusing dan mual serta muntah-muntah.
Masih terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang gejala dan cara penanggulangan Chikungunya sedikit banyak mengakibatkan masalah kesehatan masyarakat tersebut belum dapat diatasi. Karenanya, usaha meningkatkan pengetahuan masyarakat perlu dilakukan. Salah satu usaha tersebut ialah dengan mendiseminasikan informasi cara penanggulangan Chikungunya. Melalui medium komunikasi dan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat bertambah pengetahuannya untuk menanggulangi penyakit Chikungunya. Selama ini usaha preventif yang dilakukan lebih dititikberatkan pada upaya penyemprotan insektisida untuk membasmi nyamuk penular, sedangkan upaya penanggulangan lainnya belum banyak disebarkan.
Usaha diseminasi informasi cara penanggulangan Chikungunya ini perlu ditingkatkan kepada masyarakat, termasuk siswa-siswa SMA. Salah satu media komunikasi yang potensial untuk mendiseminasikan informasi tersebut adalah video.
Untuk siswa-siswa SMA yang berada pada usia remaja, memiliki rasa keingintahuan dan ketertarikan yang besar serta mudah dipengaruhi melalui tampilan visual dan audio. Medium ini dirasakan cocok untuk menggugah daya imajinatif serta merubah perilaku mereka.
Namun, bentuk penyajian pesan melalui video ini perlu dipilihkan rancangan yang sesuai dengan khalayak. Karena itu dirasa perlu meneliti pengaruh jenis bahasa narasi dan bentuk pesan visual video dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya.
Berdasarkan pernyataan diatas, terdapat sejumlah pertanyaan yang ingin dijawab dari penelitian ini untuk dicari pemecahannya:
1. Apakah penggunaan video dapat meningkatkan pengetahuan siswa SMA terhadap Chikungunya?
2. Apakah ada perbedaan penggunaan narasi Bahasa Sunda atau Bahasa Indonesia pada video dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya?
3. Apakah ada perbedaan bentuk visual gambar realistik (bergerak) atau bentuk visual gambar diam (tidak bergerak) pada video dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya?
4. Apa kombinasi terbaik, narasi Bahasa Sunda atau Bahasa Indonesia, bentuk visual gambar realistik (bergerak) atau bentuk visual gambar diam (tidak bergerak) pada video yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, secara umum penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu rancangan media video yang sesuai dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dalam menyampaikan pesan tentang informasi Chikungunya kepada khalayak. Penelitian dilakukan untuk melihat kelayakan penggunaan media video sebagai media penyampaian Chikungunya.
Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui pengaruh peningkatan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya setelah melihat video.
2. Mengetahui pengaruh jenis bahasa narasi yang digunakan pada video terhadap peningkatan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya.
3. Mengetahui bentuk pesan visual paling efektif yang digunakan pada video terhadap peningkatan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya.
4. Mengetahui pengaruh gabungan jenis narasi bahasa dan bentuk pesan visual yang digunakan pada video terhadap peningkatan pengetahuan siswa SMA tentang Chikungunya.
Kegunaan Penelitian
Berdasarkan dari perumasan masalah diatas, kegunaan penelitian adalah mendapatkan gambaran objektif tentang pengaruh jenis bahasa narasi dan bentuk