BOGOR
2006
ZULFRIADY NOOR. Produktivitas dan Mutu Paprika ( Capsicum annuum L.) dalam Sistem Hidroponik di Dataran Rendah Pulau Batam pada Berbagai Tingkat Naungan dan Pemupukan. Dibimbing oleh H.M.H Bintoro Djoefrie, Yonny Koesmaryono, Herry Suhardiyanto, dan Slamet Susanto.
Penelitian dilaksanakan dengan sistem hidroponik dalam tiga tahap. Percobaan tahap I untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan, produktivitas dan mutu hasil panen beberapa varietas paprika yaitu Bangkok, Goldflame, New Zealand, Spartacus, dan Tropica dengan tiga taraf naungan yaitu tanpa naungan, naungan 27.5% dan naungan 55%. Percobaan tahap II untu k mengetahui pengaruh pemupukan P (P1=24 ppm, P2= 46 ppm, P3=68 ppm, dan P4=90 ppm) dan K (K1=152 ppm, K2=183 ppm, K3=214 ppm, dan K4=245 ppm) terhadap produktivit as dan mutu hasil panen. Percobaan tahap III untuk mengetahui pengaruh frekuensi fertigasi (F1 = 3 kali, F2 = 4 kali, F3 = 5 kali dan F4 = 6 kali per hari masing-masing 250 ml) terhadap produktivitas dan mutu panen.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan naungan 27.5% menurunkan intensitas radiasi matahari (IRM) hingga 155 W/m2 (49%) sehingga memberikan kondisi lingkungan yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan, produktivitas, dan mutu hasil paprika berdasarkan peubah tinggi tanaman, NAR, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot per buah, ketebalan daging buah, dan volume buah. Spartacus dan Goldflame merupakan varietas yang mampu beradaptasi dengan lingkungan mikroklimat dataran rendah.
Hasil percobaan tahap II menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pemupukan P dan K tidak berpengaruh nyata terhadap peubah utama yaitu RGR, NAR, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan volume buah. Oleh karena itu kombinasi P 24 ppm dan K 152 ppm merupakan kombinasi pemupukan yang efisien untuk Spartacus dan Goldflame.
Hasil percobaan tahap III menunjukkan bahwa perlakuan frekuensi fertigasi 4 kali per hari pada Spartacus dan 5 kali per hari pada Goldflame memberikan pengaruh beda nyat a dan hasil terbaik terhadap tanaman uji pada peubah bobot per buah dan ketebalan daging buah, namun tidak memberikan pengaruh beda nyata pada peubah utama yaitu jumlah buah per tanaman dan bobot per buah. Sehingga frekuensi fertigasi 3 kali per hari merupakan frekuensi yang efisien.
Dari hasil percobaan tahap I, II, dan III dapat disimpulkan bahwa pemberian naungan 27.5% (IRM 155 W/m2), konsentrasi pupuk P 24 ppm, dan K 152 ppm serta frekuensi fertigasi 3 kali merupakan kondisi yang sesuai dan konsentrasi yang efisien untuk budidaya hidroponik paprika di dataran rendah Pulau Batam.
ABSTRACT
ZULFRIADY NOOR. The Productivity and Quality of Sweet Pepper (Capsicum annum L.) in Hydroponic System in Lowland Area of Batam Island on Various Shade and Fertilization Level. Supervised by H.M.H. Bintoro Djoefrie, Yonny Koesmaryono, Herry Suhardiyanto, Slamet Susanto.
The research was conducted in hydroponics system with 3 experimental steps. The purpose of the first step is to find out the effect of shading treatment on the productivity and quality of Bangkok, Goldflame, New Zealand, Spartacus, and Tropica variety of sweet pepper under 3 shading level (N1 = without shading, N2 = 27.5% shading level and N3= 55% shading level). The purpose of the second step is to find out the effect of phosphor (P1=24 ppm, P2 = 46 ppm, P3 = 68 ppm, and P4= 90 ppm) and potassium (K1=152 ppm, K2= 183 ppm, K3 = 214 ppm, K4 = 245 ppm) fertilizer treatment on productivity and quality of sweet pepper. The purpose of the third step is to find out the effect of fertigation frequency (F1 = 3 times , F2 = 4 times, F3 = 5 times, and F4 = 6 times ).
The result of the first experiment showed that 27.5% of shading treatment decreased sun irradiance intensity (IRM) until 155 W/m2. It gave the suitable environment condition for growth, productivity and quality of sweet pepper based on plant high, NAR, sum of fruits per plant, weight of fruits per plant, weight per fruits, fruits flesh thichness, and fruits volume parameters. Spart acus dan Goldflamme are the adaptive variety of sweet pepper that can adapt microclimate environment in lowland area.
The result of the second experiment showed that the combination of phosphos and potassium fertilization treatment gave no significant difference for main parameters such as RGR, NAR, sum of fruits per plant, weight of fruits per plant, and fruits volume. Therefore, the combination of phosphor 24 ppm and potassium 152 ppm is the most efficient fertilization combination for Spartacus and Goldflame.
The result of the third step experiment showed that 4 times per day of fertigation frequency treatment for Spartacus and 5 times for Goldflame gave significant difference and best result for sweet pepper on weight per fruits and fruits flesh thickness parameters, but showed no significant difference on sum of fruits per plant and weight per fruit as main parameters. That would mean 3 times per day of fertigation frequency treatment is efficient.
Base on the result of the first, second, and third experiment, it can be concluded that the suitable condition for hydroponics system of sweet pepper in lowland area of Batam Island can be achieved by 27.5% shading treatment (IRM 155 W/m2) with the concentration of phosphor 24 ppm and potassium 152 ppm and 3 times per day of fertigation frequency treatment .
Keyword : Hydroponics, sweet pepper, shading, phosphor, potassium , fertigation
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah Nya penulisan dan penyusunan disertasi ini dapat diselesaikan. Disertasi ini berjudul “Produktivitas dan Mutu Paprika (Capsicum annuum L.) dalam Sistem Hidroponik di Dataran Rendah Pulau Batam pada Berbagai Tingkat Naungan dan Pemupukan”.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. Ir. H. M. H. Bintoro Djoefrie M. Agr. sebagai Ketua Komisi
Pembimbing atas bimbingan, dorongan dan perhatiannya sejak perencanaan, pelaksanaan penelitian di lapangan, penulisan hingga penyempurnaan disertasi.
2. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono M.S, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto M.Sc. dan Dr. Ir. Slamet Susanto M.Agr. masing-masing sebagai anggota Komisi Pembimbing atas segala masukan, saran dan bimbingannya. 3. Prof. Dr. Ir. Sugeng Sudiatso M.S (Alm) yang pernah menjadi Ketua
Komisi Pembimbing atas bimbingan, saran dan masukan nya dalam perencanaan penelitian .
4. Ketua dan para Deputi Badan Otorita Batam, yang telah memberikan bantuan dan dorongan moril, serta kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan studi.
5. Pimpinan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan jajarannya yang telah memberikan dorongan moril.
6. Dr. Ir. Suwarto M.Si Ir. Endang Pujiastuti M.Si, Nurfinayati SP, dan staf Balai Pengelolaan Agribisnis Badan Otorita Batam yang memberikan dorongan semangat dan bantuan dalam menyelesaikan penelitian dan disertasi.
7. Istriku Rohayati Rahman, dan anak-anakku ( Mitha, Yoga dan Agam ) tercinta yang telah memberikan pengertian, perhatian dan kesabaran . 8. Ibunda tercinta Hj. Nismar yang turut mendoakan serta para keluarga
9. Pihak-pihak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah turut memberikan bantuan dan dorongan semangat sehingga penelitian dan penulisan disertasi ini dapat diselesaikan dengan baik.
Semoga penelitian yang telah dilaksanakan dan tulisan dalam disertasi ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amin.
Bogor, 14 Maret 2006