SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Diagnosa Keperawatan :Kurang pengetahuan keluarga dan pasien mengenai nutrisi pada pasien typhoid (pengertian nutrisi pada pasien typhoid dan tujuannya, syarat-syarat diet sisa rendah, makanan yang di perbolehkan ,makanan yang tidak di perbolehkan, jadwal diit)
Pokok Bahasan : Nutrisi pada pasien typhoid
Sub Pokok Bahasan : Mengenal masalah nutrisi pada pasien typhoid
Sasaran : Keluarga Nn. C
Waktu : Jam 08.00 – 08.25 WIB (1 x 25 menit)
Pertemuan ke- : 1
Hari/Tanggal : Jumat 10 Juni 2016
Tempat : Ruang Inayah RSM PKU Gombong
Pelaksana : Jehan Pristya
A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 25 menit diharapkan Nn.C dan Ny.R dapat mengenal tentang nutrisi pada pasien typhoid.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 25 menit diharapkan Nn.C mampu : 1. Menyebutkan kembali tentang pengertian nutrisi pada pasien typhoid dan tujuannya 2. Menyebutkan kembali tentang syarat-syarat diet sisa rendah
3. Menyebutkan kembali tentang makanan yang di perbolehkan 4. Menyebutkan kembali tentang makanan yang tidak di perbolehkan 5. Menyebutkan kembali tentang jadwal diit
C. Pokok Materi
2. Syarat-syarat diet sisa rendah 3. Makanan yang di perbolehkan 4. Makanan yang tidak di perbolehkan 5. Jadwal diit
D. Kegiatan
1. Metode : diskusi dan tanya jawab 2. Media : lembar balik
3. Strategi pelaksanaan :
Waktu Tahap Respon
5 menit Orientasi :
a. Mengucapkan salam b. Memperkenalkan diri c. Mengingatkan kontrak
d. Menjelaskan maksud dan tujuan e. Menanyakan kesediaan
f. Apersepsi
a. Menjawab salam b. Mendengarkan
c. Pasien ingat dengan kontrak d. Pasien mengerti maksud dan
tujuan
e. Pasien bersedia 15 menit Kerja :
a. Memulai penkes dengan membaca tasmiyah
b. Menjelaskan pengertian nutrisi pada pasien typhoid dan tujuannya c. Menjelaskan tentang syarat-syarat
diet sisa rendah
d. Menjelaskan tentang makanan yang di perbolehkan
e. Menjelaskan tentang makanan yang tidak di perbolehkan f. Menjelaskan tentang jadwal diit g. Memberi kesempatan bertanya h. Menjawab pertanyaan a. Memperhatikan b. Mendengarkan 5 menit Terminasi : a. Melakukan evaluasi b. Memberikan kesimpulan
c. Menutup penkes dengan membaca tahmid
d. Memberi salam penutup
a. Mendengarkan b. Menjawab salam
E. Evaluasi
a. Materi sudah siap dan dipelajari 1 hari sebelum penkes b. Media sudah siap 1 hari sebelum penkes
c. Kontrak waktu dan tempat dengan pasien sudah disampaikan 1 hari sebelum penkes d. SAP sudah siap 1 hari sebelum penkes
3. Evaluasi Proses
a. Pasien siap diberi penkes
b. Pasien memperhatikan saat diberi penkes c. Media dapat digunakan secara aktif 2. Evaluasi Hasil
a. Pasien mampu menyebutkan kembali tentang pengertian nutrisi pada pasien typhoid dan tujuannya
b. Pasien mampu menyebutkan kembali tentang syarat-syarat diet sisa rendah c. Pasien mampu menyebutkan kembali tentang makanan yang di perbolehkan d. Pasien mampu menyebutkan kembali tentang makanan yang tidak di perbolehkan e. Pasien mampu menyebutkan kembali tentang jadwal diit
F. Materi Terlampir G. Lembar Balik
Leaflet Terlampir
Materi
Nutrisi pada pasien typhoid
1. Pengertian nutrisi pada pasien typhoid dan tujuannya
Nutrisi pada pasien typhoid adalah diet yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan makan penderita typhoid dalam bentuk makanan lunak rendah serat. Tujuan utama diet demam thypoid adalah memenuhi kebutuhan nutrisi penderita typhoid dan mencegah kekambuhan.
Penderita penyakit dtyphoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain:
a. Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin & protein. b. Tidak mengandung banyak serat.
c. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas. d. Makanan lunak diberikan selama istirahat.
2. Syarat-syarat diet sisa rendah
Makanan dengan rendah serat dan rendah sisa bertujuan untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna. Pemberian bubur saring, juga ditujukan untuk menghindari terjadinya komplikasi perdarahan saluran cerna atau perforasi usus. Syarat-syarat diet sisa rendah adalah:
1. Energi cukup sesuai dengan umur, jenis kelamin dan aktivitas
2. Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
3. Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa kebutuhan energi total
5. Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 gr/hari. Pembatasan ini disesuaikan dengan toleransi perorangan
6. Menghindari susu, produk susu, daging berserat kasar (liat) sesuai dengan toleransi perorangan.
7. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam dan berbumbu tajam.
8. Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan dingin
9. Makanan sering diberikan dalam porsi kecil
10.Bila diberikan untuk jangka waktu lama atau dalam keadaan khusus, diet perlu disertai suplemen vitamin dan mineral, makanan formula, atau makanan parenteral.
3. Makanan yang di perbolehkan
a. Sumber karbohidrat : beras dibubur/tim, roti bakar, kentang rebus, krakers, tepung tepungan dibubur atau dibuat puding
b. Sumber protein hewani: daging empuk, hati, ayam, ikan direbus, ditumis, dikukus,diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman; susu maksimal 2 gelas per hari
c. Sumber protein nabati : tahu, tempe ditim, direbus, ditumis; pindakas; susu kedelai d. Sayuran : sayuran berserat rendah dan sedang seperti kacang panjang, buncis muda,
bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis
e. Buah-buahan : semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti pepaya , pisang, jeruk, alpukat
f. Lemak nabati : margarin, mentega, dan minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup
g. Minuman : teh encer, sirup
h. Bumbu : garam, vetsin, gula, cuka, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas 4. Makanan yang tidak di perbolehkan
a. Sumber karbohidrat : beras ketan, beras tumbuk/merah, roti whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol dan kue-kue lain yang manis dan gurih
b. Sumber protein hewani : daging berserat kasar (liat), serta daging, ayam, ikan diawetkan, telur mata sapi, didadar
c. Sumber protein nabati : Kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo
d. Sayuran : sayuran yang berserat tinggi seperti : daun singkong, daun katuk, daun pepaya, daun dan buah melinjo, oyong,timun serta semua sayuran yang dimakan mentah
e. Buah-buahan : buah-buahan yang dimakan dengan kulit seperti apel, jambu biji, jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti durian dan nangka f. Lemak : minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan
g. Minuman : kopi dan teh kental; minuman yang mengandung soda dan alcohol h. Bumbu : cabe dan merica
5. Jadwal diit a. Makan Pagi :
- Bubur ayam tanpa bumbu kuning saring - Telur Rebus Matang
- Susu b. Makan Siang :
- Tim saring - Abon ayam tabur
- Sup/Sayur bening labu siam - Semangka potong
c. Makan Malam :
-Tim saring (Blender,dengan campuran dada ayam,udang
kupas,wortel,brokoli,sedikit bawang putih) - Sup tahu rebus
- Pudding buah susu - Jus melon
Catatan:
- Pastikan banyak minum air putih. - Tirah baring (istirahat total).
- Minum obat yang dianjurkan dokter secara teratur. - Multivitamin.
- Selalu jaga kebersihan.
- Jauhkan pasien dari hewan peliharaan.
Pencegahan :
- Makanlah makanan dan minuman yang sudah pasti matang.
- Lindungi makanan dari lalat, kecoa dan tikus ataupun hewan peliharaan
- Cucilah tangan dengan sabun setelah beraktivitas
Daftar Pustaka
Moore.M, courtnry. (2008). Buku Pedoman Terapi Diet Dan Nutrisi. Edisi.2 Jakatra : Hipokrates Bagian Gizi RS Dr Cipto Mangunkusumo. (2006). Penuntun Diet. Edisi.2 Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama.