BAB II TINJ AUAN PUSTAKA
2.2 Landasan Teori
2.2.2 Produk Domestik Regional Bruto
2.2.2.4 Sektor-sektor dalam Produk Domestik Regional Bruto
Dalam perhitungan nilai Produk Domestik Regional Bruto menurut pendekatan produksi, unit - unit produksi produksi dikelompokkan menjadi sembilan sektor atau lapangan usaha. Komponen - komponen yang terdapat dalam kesembilan sektor tersebut, terdiri atas :
1. Sektor Pertanian
Sektor pertanian ini terbagi menjadi lima bagian subsektor yaitu : a. Tanaman Bahan Makanan
Subsektor ini mencakup komoditi bahan makanan seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacang kedelai, sayur -
sayuran, buah - buahan, kentang, kacang hijau dan tanaman pangan lainnya
b. Tanaman Perkebunan Rakyat
Komoditi yang dicakup adalah hasil tanaman perkebunan yang diusahakan oleh rakyat seperti jambu mete, kelapa, kopi, kapok, kapas, tebu, tembakau, dan cengkeh.
c. Tanaman Perkebunan Besar
Kegiatan yang dicakup dalam subsektor ini adalah kegiatan yang memproduksi komoditi perkebunan yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan besar seperti karet, teh, kopi, coklat, minyak sawi, tebu dan tanaman lainnya.
d. Peternakan dan Hasil-hasilnya
Subsektor ini mencakup produksi ternak besar, ternak kecil, unggas maupun hasil-hasil ternak seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, serta hasil pemotongan ternak. Produksi ternak diperkirakan sama dengan jumlah ternak yang dipotong, ditambah perubahan stok populasi ternak da ekspot netto ternak.
e. Kehutanan
Subsektor kehutanan mencakup penebangan kayu, pengambilan hasil-hasil hutan lainnya dan perburuan. Kegiatan penebangan kayu menghasilkan kayu gelondongan, kayu bakar dan arang. Sedangkan hasil kegiatan pengambilan hutan lainnya berupa damar, rotan, kulit kayu, kopal, akar-akaran dan sebagainya. Hasil perburuan
binatang-binatang liar seperti babi, rusa, penyu, buaya, ular dan sebagainya. Termasuk hasil kegiatan subsektor ini.
f. Perikanan
Komoditi yang dicakup adalah semua hasil dari perikanan laut, perairan umum, tambak, kolam sawah serta pengolahan sederhana ( penggaraman dan pengeringan ikan )
2. Sektor Pertambangan dan Penggalian
Komoditi yang dicakup dala sektor ini adalah minyak mentah dan gas bumi yodium, biji besi, belerang serta segala jenis penggalian.
3. Sektor Industri Pengolahan
Sektor ini terdiri dari tiga subsektor yaitu subsektor industri berat/sedang, kerajinan rumah tangga dan industri pengilangan minyak.:
a. Industri Berat dan Sedang
Ruang lingkup dan metode perhitungan nilai tambah bruto industri besar dan sedang atas harga konstan berdasarkan survey tahunan.
b.Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga
Angka - angka output dan nilai tambah subsektor industri kecil dan kerajinan rumah tangga diperoleh dengan pendekatan produksi yaitu dengan mengalikan rata-rata output per tenaga yang bekerja di subsektor industri kecil dan rumah tangga
c. Industri Pengilangan Minyak
Data produksi pengilangan minyak seperti premium, minyak tanah, minyak diesel, avigas, avtur dan sebagainya.
4. Sektor Listrik, Gas dan Air Ber sih
Data produksi yang disajikan adalah data dari perusahaan listrik negara, produksi perubahan negara gas dan perusahaan daerah air minum.
a. Listrik
Subsektor ini mencakup semua kegiatan kelistrikan, baik yang diusahakan oleh perusahaan listrik negara maupun non perusahaan listrik negara.
b. Gas
Komoditi yang di cakup subsektor ini adalah Gas Produksi Perusahaan Negara Gas Surabaya
c. Air Bersih
Subsektor ini mencakup air minum yang diusahakan peruahaan air minum.
5. Sektor Kontruksi
Sektor kontruksi mencakup semua kegiatan pembangunan fisik kontruksi, baik berupa gedung, jalan, jembatan, terminal, pelabuhan dan irigasi maupun jaringan listrik, gas dan air minum, telepon dan sebagainya.
6. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restor an
Sektor ini mencakup tiga subsektor yang aka diuraikan sebagai berikut: a. Perdagangan besar dan eceran
Perhitungan nilai tambah subsektor perdagangan dilakukan dengan pendekatan arus barang yaitu dengan menghitung besarnya nilai komoditi pertanian, pertambangan, dan penggalian industri serta
komoditi import yang diperdagangkan. b. Hotel
Kegiatan subsektor ini mencakup semua hotel baik berbintang maupun tidak serta berbagai jenis penginapan lainnya .
c. Restoran
Karena belum tersedia data restoran secara lengkap, maka output dari subsektor ini diperoleh dari perkalian antara jumlah tenaga kerja yang bekerja direstoran dari hasil sensus penduduk tahun 1980 dan survey penduduk antar sensus 1985 ( SUPAS 1985) beserta pertumbuhannya dengan output per tenaga kerja dari hasil survey khusus pendapatan regional
7. Sektor Pengangkutan dan komunikasi
Sektor ini mengangkut kegiatan pengangkutan umum untuk barang dan penumpang, baik melalui darat, laut, sungai, dan udara. Sektor ini mencakup pula jasa penunjang angkutan dan komunikasi.
a. Angkutan Kereta Api
Nilai tambah bruto atas asar harga berlaku dihitung berdasarkan data yang diperoeh dari laporan tahunan perusahaan umum kereta api.
b. Angkuta Jalan Raya
Subsektor ini meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang yang dilakukan oleh perusahaan angkutan umum baik bermotor seperti bus, truk, becak, taxi, dokar dan sebagainya.
c. Angkutan Laut atau Air
Subsektor angkutan atau air meliputi kegiatan pengangkutan penumpang dan barang dengan menggunakan kapal yang diusahakan oleh perusahaan pelayaran milim nasional baik yang melakukan proyek dalam negeri maupun internasional.
d. Angkutan Udara
Sektor ini mencakup kegiatan pengangkutan penumpang, barang dan kegiatan lain yang berkaian dengan penerbangan yang dilakukan oleh penerbangan milik nasional.
e. Jasa Penunjang Angkutan
Meliputi kegiatan pemberian jasa dan penyediaan fasilitas yag sifatnya menunjang dan berkatan dengan kegiatan pengangkutan, seperti terminal dan parkir, ekspedisi dan bongkar muat, penyimpanan dan pergudangan serta jasa penunjang angkutan lainnya.
f. Komunikasi
Kegiatan yang dicakup adalah jasa pos, giro dan komunikasi 1. Pos dan Giro
Kegiatan ini meliputi pemberian jasa pos dan giro, seperti pengiriman surat, wesel, paket, jasa giro, jasa tabungan dan sebagainya.
2. Telekomunikasi
hubungan telepon dan telegrap. 3. Jasa Penunjang Komunikasi
Kegiatan subsektor ini mencakup pemberian jasa dan penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang kegiatan komunikasi, seperti wesel dan telepon seluler.
8. Sektor Keuangan, Persewaan dan J asa Per usahaan
Sektor ini meliputi kegiatan perbankan, lembaga keuangan bukan bank, jasa penunjang keuangan, sewa bangunan dan jasa perusahaan.
a. Bank
Angka nilai tambah bruto subsektor bank atas harga berlaku diperoleh dari Bank Indonesia.
b. Lembaga Keuangan Bukan Bank
Kegiatan lembaga keuangan bukan bank meliputi kegiatan asuransi, koperasi, yayasan dana pensiu dan pegadaian.
c. Jasa Penunjang Keuangan
Kegiatan jasa penunjang keuagan meliputi berbagai kegiatan ekonomi antara lain: Bursa Efek Surabaya, perdagangan valuta asing, perusahaan anjak piutang dan modal ventura.
d. Sewa Bangunan
Subsektor ini mencakup semua kegiatan jasa atas penggunaan rumah bangunan sebagai tempat tinggal, tanpa memperhatikan apakah bangunan itu milik sendiri atau disewa.
e. Jasa Perusahaan
Subsektor ini mencakup semua kegiatan jasa pengacara, jasa akuntan, biro arsitektur, jasa pengolahan data, jasa periklanan dan sebagainya.
9. Sektor J asa - J asa
Sektor jasa - jasa dibagi lagi menjadi beberapa subsektor yaitu : a. Jasa Pemerintahan Umum
Nilai tambah bruto subsektor ini terdiri dari upah dan gaji rutin pegawai pemerintah pusat dan daerah.
b. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan
Subsektor ini mencakup jasa pendidikan, jasa kesehatan, serta jasa kemasyarakatan lainnya seperti jasa penelitian, jasa palang merah, panti asuhan, yayasan pemeliharaan anak cacat dan rumah ibadah. ( Anonim, 2004:17 )