• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.4.2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari Puskesmas Buhit dan Puskesmas Harian yang terdapat di Kabupaten Samosir serta data yang berasal dari referensi- referensi yang mendukung penelitian.

3.5. Defenisi Operasional

1. Balita BGM adalah balita yang ditimbang berat badannya berada pada garis merah atau di bawah garis merah pada Kartu Menuju Sehat (KMS) mulai dari bulan Desember 2009 hingga bulan Maret 2010.

2. Gizi kurang adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan gizi dalam tingkat ringan ataupun sedang.

3. Gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan gizi dalam tingkat kronis.

4. Status sosial ekonomi keluarga adalah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang pendapatan keluarga, tingkat pendidikan ibu, dan status pekerjaan ibu.

5. Pendapatan keluarga adalah jumlah seluruh penghasilan (suami, istri, dan anggota keluarga lainnya) yang meliputi penghasilan pokok dan penghasilan tambahan selama satu bulan dalam satuan rupiah.

6. Tingkat pendidikan ibu adalah jenjang pendidikan formal tertinggi yang pernah ditempuh selama ibu balita menduduki bangku sekolah atau kuliah dan mendapat Surat Tanda Tamat Belajar (STTB).

7. Status pekerjaan orangtua adalah keadaan yang dapat memberikan gambaran bekerja atau tidak bekerjanya orangtua balita. Dikatakan bekerja bila kegiatan yang dilakukan sehari-hari dapat menambah pendapatan keluarga.

8. Pola asuh adalah tindakan ibu dan keluarga dalam hal :

a. Perhatian/dukungan untuk wanita adalah gambaran mengenai pemeriksaan kehamilan, waktu istirahat ibu, dukungan suami terhadap ibu dalam mengurus anak, dll.

b. Praktek pemberian makanan adalah gambaran mengenai pemberian ASI dan makanan pendamping pada anak meliputi jenis, frekuensi dan waktu pemberian makan serta persiapan dan penyimpanan makanan anak, dll.

c. Rangsangan psikososial adalah perlakuan ibu terhadap anak dalam hal penjagaan dan pengawasan anak, waktu ibu memandikan, memberikan makan dan menggendong anak, penyediaan mainan untuk anak, dll.

d. Praktek kebersihan/hygiene dan sanitasi lingkungan anak adalah gambaran mengenai apa yang dilakukan oleh ibu untuk menjaga kebersihan anak dan lingkungan anak meliputi keadaan rumah, air bersih, pembuangan sampah, dll.

e. Perawatan keluarga dalam keadaan sakit meliputi praktek kesehatan di rumah dam pola pencarian pelayanan kesehatan (membawa anak berobat jika sakit, mempunyai persediaan obat di rumah, mendampingi anak selama sakit, anak ditimbang setiap bulan, immunisasi lengkap, sarana pelayanan kesehatan yang sering dikunjungi, dll).

3.6. Aspek Pengukuran 1. Status Gizi

Status gizi balita diperoleh melalui pengukuran Antropometri Berat Badan per Umur (BB/U), Tinggi Badan per Umur (TB/U), Berat Badan per Tinggi Badan (BB/TB) dengan menggunakan baku World Health Organization (WHO) tahun 2005. Kategorinya sesuai dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB yaitu:

a. Berat Badan menurut Umur

- Gizi Normal : jika skor simpangan baku -2,0 ≤ Z < 2,0 - Gizi Kurang : jika skor simpangan baku -3,0 ≤ Z < -2,0 - Gizi Sangat Kurang : jika nilai Z-Skor < -3,0

- Tinggi : jika skor simpangan baku > 3,0 SD - Normal : jika skor simpangan baku -2,0 ≤ Z ≤ 3,0 - Pendek : jika skor simpangan baku -3,0 ≤ Z < -2,0 - Sangat Pendek : jika nilai Z-Skor < -3,0 SD

c. Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)

- Sangat Gemuk : jika skor simpangan baku > 3,0 SD - Gemuk : jika skor simpangan baku 2,0 < Z ≤ 3,0 - Risiko Gemuk : jika skor simpangan baku 1,0 ≤ Z < 2,0 - Normal : jika skor simpangan baku -2,0 ≤ Z < 1,0 - Kurus : jika skor simpangan baku -3,0 ≤ Z < -2,0 - Sangat Kurus : jika nilai Z-Skor < -3,0 SD

Cara menghitung nilai skor adalah :

Nilai Individu Subyek – Nilai Median Baku Rujukan Z- Skor

=

Nilai Simpang Baku Rujukan 2. Status kesehatan

Status kesehatan anak dibagi menjadi dua kategori, yaitu :

- Sehat, bila anak tidak memiliki masalah kesehatan atau bebas dari penyakit. - Sakit, bila anak memiliki masalah kesehatan atau memiliki penyakit.

3. Tingkat Pendidikan Ibu

Pengukuran variabel tingkat pendidikan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu : − Tingkat Dasar, bila jenjang pendidikan ibu yang terakhir SD.

− Tingkat Menengah, bila jenjang pendidikan ibu yang terakhir adalah SMU. − Tingkat tinggi, bila jenjang pendidikan ibu yang terakhir perguruan tinggi.

4. Status pekerjaan ibu (Sarah, 2008)

− Bekerja : apabila kegiatan ibu baik di dalam rumah maupun di luar rumah dapat menambah pendapatan keluarga.

− Tidak bekerja : apabila kegiatan ibu baik di dalam rumah maupun di luar rumah tidak menambah pendapatan keluarga.

5. Tingkat pendapatan keluarga (Anonim, 2009)

Pengukuran variabel tingkat pendapatan keluarga berdasarkan jumlah pendapatan perkapita perbulan sesuai dengan Upah Minimum Regional Sumatera Utara dibagi dalam dua kategori, yaitu :

− Di bawah UMR, bila ≤ Rp. 965.000,- perkapita/bulan − Di atas UMR, bila ≥ Rp. 965.000,- perkapita/bulan. 6. Pola asuh ibu (Perangin-angin, 2006)

a. Perhatian/dukungan untuk wanita

Diukur berdasarkan jawaban dari kuesioner yang terdiri dari 8 pertanyaan. Skor untuk pilihan a = 2, b = 1 sehingga skor menjadi 16.

Dikategorikan menjadi :

− Baik : apabila nilai yang diperoleh 12-16 − Tidak baik : apabila nilai yang diperoleh < 12 b. Praktek pemberian makanan

Diukur berdasarkan jawaban dari kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan. Skor untuk pilihan a = 2, b = 1 sehingga skor menjadi 40. Dikategorikan menjadi :

− Baik : apabila nilai yang diperoleh 29-40 − Tidak baik : apabila nilai yang diperoleh < 29

c. Rangsangan psikososial

Diukur berdasarkan jawaban dari kuesioner yang terdiri dari 8 pertanyaan. Skor untuk pilihan a = 2, b = 1 sehingga skor menjadi 16. Dikategorikan menjadi :

− Baik : apabila nilai yang diperoleh 12-16 − Tidak baik : apabila nilai yang diperoleh < 12 d. Praktek kebersihan/hygiene dan sanitasi lingkungan

Diukur berdasarkan jawaban dari kuesioner yang terdiri dari 13 pertanyaan. Skor untuk pilihan a = 2, b = 1 sehingga skor menjadi 26. Dikategorikan menjadi :

− Baik : apabila nilai yang diperoleh 19-26 − Tidak baik : apabila nilai yang diperoleh < 19 e. Perawatan kesehatan

Diukur berdasarkan jawaban dari kuesioner yang terdiri dari 6 pertanyaan. Skor untuk pilihan a = 2, b = 1 sehingga skor menjadi 12. Dikategorikan menjadi :

− Baik : apabila nilai yang diperoleh 9-12 − Tidak baik : apabila nilai yang diperoleh < 9 3.7. Pengolahan dan Analisa Data

3.7.1. Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Editing

Data yang dikumpulkan kemudian diperiksa, bila terdapat kesalahan dalam pengumpulan data segera diperbaiki (editing) dengan cara memeriksa jawaban yang kurang.

b. Coding

Merupakan kegiatan mengubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka menjadi data atau bilangan. Gunanya untuk mempermudah pada saat menganalisis data dan juga entry data

c. Tabulating

Untuk mempermudah pengolahan dan analisa data serta pengambilan kesimpulan maka data ditabulasikan dalam bentuk distribusi frekuensi.

3.7.2. Analisa Data

Data yang dikumpulkan diperoleh secara manual dengan menggunakan kuesioner kemudian data tersebut dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Sedangkan untuk melihat ada atau tidak terdapatnya hubungan menggunakan uji Crosstabs pada taraf kemaknaan 95% (p = 0,05) dengan menggunakan SPSS. Apabila nilai p < 0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan. Namun, apabila nilai p > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan.

Dokumen terkait