Setelah dirawat beberapa hari, kondisi saya tak juga membaik. Bahkan dokter
mengatakan pada adik saya, bahwa percuma saja saya dioperasi sebab menurut hasil pemeriksaan, kanker sudah menjalar ke tulang dan paru-paru, hanya bagian paru-paru kanan saja yang belum kena. Karena kondisinya demikian, maka perawatan yang diberikan hanya sekadar untuk memperbaiki gizi saya. Waktu itu dokter sudah
memperkirakan bahwa kondisi saya akan menurun, menurun, dan meninggal. Kepada adik saya dokter juga bilang, "Tinggal menunggu harinya saja karena itu senangkanlah hati kakak kamu."
Hari itu hari Sabtu. Seperti biasa, sambil menunggu jadwal visitasi dokter, saya terus mendengarkan lagu-lagu rohani dan membaca buku. Suatu kali, di buku yang saya baca, dikisahkan ada seorang Bapak yang sembuh dari sakit jantung selepas berdoa minta jantung yang baru kepada Tuhan. Pengalaman Bapak ini kemudian saya adopsi. Sebab, keadaan yang dialami si Bapak mirip benar dengan apa yang saya alami. Saya kemudian membaca Alkitab dan mulai berdoa, "Tuhan, saya tahu artinya kanker. Namun Tuhan, saya tahu juga bahwa Tuhan sanggup sembuhkan saya. Tuhan, gantilah semua organ tubuh saya yang rusak dengan organ yang baru. Demi nama Tuhan Yesus Kristus, saya sudah disembuhkan!" Begitu saya mengucapkan "amin", saya yakin benar bahwa Tuhan sudah sembuhkan saya 100 persen. Walau benjolan masih ada dan luka masih menganga, saya yakin Tuhan telah menjawab doa saya. Tiba-tiba saya merasa di bagian dada saya ada getaran hangat yang mengalir. Saya
66
gemetaran dan saya langsung menangis tersedu-sedu. Saya sudah tidak malu lagi menangis di hadapan orang lain. Seketika itu juga saya mengatakan, "Terima kasih Yesus. Terima kasih Tuhan sebab Engkau sudah jawab doa saya."
Pukul 09.00, dokter yang memeriksa saya tiba. Pukul 11.00, dengan memakai kursi roda, saya dites lagi di USG. Setelah beberapa hari kemudian, hasil pemeriksanaan keluar dan dinyatakan: tidak ditemukan lagi kanker di tubuh saya! Mungkin karena tidak percaya, saya diperiksa lagi secara lebih teliti. Saya menjalani USG termasuk di bagian perut saya dan hasilnya bagus. Lalu dilakukan "bone scanning" dari ujung kaki sampai kepala dan hasilnya di luar dugaan: tak ada kanker lagi di tubuh saya. Dokter tidak percaya, lalu dilakukan "scanning" ulang dengan alat yang lebih canggih dan hasilnya tetap sama. Berita ini kemudian saya sampaikan kepada teman saya, Silvia.
Silvia adalah salah satu dari banyak orang yang sangat setia membesuk saya,
membantu, dan juga menceritakan keadaan saya kepada orang lain. "Astra," demikian ujar Silvia dengan menyebut nama panggilan saya waktu kecil, "ini sungguh karya Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sungguh luar biasa!" Ketika saya memberitahukan hal ini kepada bos saya dan istrinya, mereka juga mengatakan hal yang senada, "Wah, ini benar-benar pekerjaan Tuhan. Sungguh hebat, luar biasa!" Teman-teman lain yang mendengar berita ini semuanya bersyukur dan terharu.
Setelah dokter yakin benar bahwa kanker itu sudah tidak ada lagi, saya tinggal
menjalani penyinaran sebanyak tiga puluh kali. Akhirnya saya diizinkan meninggalkan RS setelah dirawat selama kurang lebih sebulan. Yang tak kalah menakjubkannya, sekalipun saya dirawat di kamar ber-AC dengan biaya yang tentunya tak sedikit, ternyata Tuhan secara ajaib juga telah menyediakan biayanya. Keluar dari RS, dokter tetap menyarankan agar saya menjalani kemoterapi dan minum obat kanker seumur hidup. Anjuran dokter ini saya lakukan hingga kurang lebih 8 bulan lamanya. Suatu ketika, pada bulan Agustus 1988, saya diajak Silvia, untuk mengikuti KKR Kesembuhan Ilahi yang diadakan di Gedung Menara Era, Senen, Jakarta Pusat. Waktu itu pembicara KKR mengatakan, "Mengapa Tuhan tidak bekerja secara luar biasa? Jawabnya, karena pikiran kita selalu meragukan pekerjaan Tuhan. Karena itu, bila kita ingin mendapatkan kesembuhan ilahi, kita harus percaya, kita harus beriman 100 persen bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan."
Setelah khotbah usai, dalam sesi tantangan, akhirnya saya berdoa dan mengambil keputusan: "Sejak malam ini saya tidak akan lagi minum obat kanker dan saya tidak mau dikemoterapi. Tuhan, terima kasih, Engkau sudah menyembuhkan saya secara total. Amin." Malam itu bagi saya menjadi malam bersejarah kedua atas penyakit kanker saya. Saya mengimani bahwa Tuhan Yesus sudah melakukan mukjizat penyembuhan atas kanker saya secara sempurna. Dan benar, sejak saat itu, sekalipun saya tidak minum obat kanker dan tidak menjalani kemoterapi, tapi sakit saya tak pernah kambuh alias 100 persen sembuh total hingga sekarang.
67
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: 10 Mukjizat yang Terjadi pada Orang Biasa Penulis: Ginny Awuy
Penerbit: CBN Indonesia, Jakarta 2001 Halaman: 17 -- 25
“
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!"”
—(Yeremia 17:7)—< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yeremia+17:7 >
Pokok Doa
1. Bersyukur karena Tuhan tidak pernah dan tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya sendirian dalam penderitaan yang Ia izinkan terjadi. Dia juga memberikan jawaban yang tepat dan terbaik untuk mereka yang menaruh pengharapan hanya di dalam Dia.
2. Doakanlah supaya orang-orang yang saat ini mengalami berbagai penderitaan karena sakit-penyakit, agar dapat lebih berserah dan berpengharapan hanya kepada Juru Selamat kita.
3. Berdoalah supaya kita, di tengah-tengah kehidupan zaman yang serba canggih dan cenderung membawa kita dalam kesesakan ini, dapat lebih menyerahkan hidup serta segala sesuatu yang menjadi harapan kita kepada Kristus Yesus.
68