Bab IV Sembahyang Kepada Tuhan
B. Sembahyang Jing Tian Gong
1. Makna Sembahyang Jing Tian Gong
Iman itu harus disempurnakan sendiri dan Jalan Suci harus dijalani sendiri pula. Iman itulah pangkal dan ujung segenap wujud. Tanpa iman suatu pun iada, maka seorang susilawan (Junzi) memuliakan iman. Iman itu bukan dimaksudkan selesai dengan menyempurnakan diri sendiri, melainkan menyempurnakan segenap wujud, cinta kasih itulah penyempurnaan segenap wujud. Inilah Kebajikan Watak Sejai dan inilah keesaan luar dalam dari jalan suci, seiap saat janganlah dilalaikan (Zhongyong. XXVI: 1-3).
Sembahyang Jing Tian Gong dilaksanakan di rumah atau tempat-tempat ibadah, misalnya Litang atau Mio, dengan menghadap ke langit lepas. Sembahyang Jing Tian Gong dapat dilaksanakan perorangan atau kelompok. Pimpinan upacara di dalam keluarga adalah kepala keluarga, sedangkan di tempat ibadah dapat dipimpin oleh rohaniwan teringgi.
2. Perlengkapan dan Sesajian
• Xiang Lu (tempat menancapkan dupa).
• San Bao, yang terdiri atas teh, bunga dan air jernih.
• Cha Liao terdiri atas teh dan iga macam manisan (yang dimakan dengan cara diseduh).
• Xuan Lu, yaitu tempat dupa ratus, diletakkan di atas lantai dan di bawah meja sembahyang.
• Mian Xian, diseduh dengan air panas dan diletakkan pada mangkuk dan diberi gula merah di atasnya.
• Wu Guo, yaitu lima macam buah-buahan, jenisnya idak ada ketentuan yang mengikat karena disesuaikan dengan daerah masing-masing, (umumnya buah yang idak berduri).
• Sepasang tebu utuh dengan daun dan akarnya, dipasang tegak di kanan dan kiri meja sembahyang (di sisi luar).
• Wen Lu, yaitu tempat menyempurnakan (membakar) surat doa.
Diunduh
dari
• Sepasang lilin besar.
• Zhuo Wei (sebanyak dua) yang dipasang di muka (sisi luar) dan di belakang (di sisi dalam) meja sembahyang.
Peralatan untuk altar Jing Tian Gong harus disediakan secara khusus, maksudnya idak diperbolehkan dipergunakan untuk upacara yang lain, begitu juga penyimpanan peralatan ini hendaknya disimpan secara khusus. Meja sembahyang hendaknya cukup besar dan diletakkan di atas kursi-kursi yang berfungsi sebagai alas atau tumpuan sehingga letaknya menjadi inggi.
Peserta upacara sembahyang Jing Tian Gong hendaknya membersihkan diri secara bainiah dan rohaniah, yaitu Zhai, berpantang yang dimaksud biasanya berpantang makan-makanan dari bahan hewani. Zhai dimulai dari tanggal 2 Zheng Yue sampai dengan 8 Zheng Yue dan pada tanggal 8 Zheng Yue dilanjutkan dengan bersuci diri, mandi keramas, dan berpuasa mulai pukul 05.00 sampai 21.00 atau sampai selesai melaksanakan sembahyang Jing Tian Gong.
3. Skema Altar dan Perlengkapan Sembahyang
Keterangan Gambar:
a.
Xiang Lu (di bagian yang menghadap ke luar).b.
San Bao (teh, bunga, air jernih).c.
Cha Liao (teh dan manisan iga macam, bila manisan diletakkan pada Qian-he, diletakkan di (c 1); dipakai salah satu saja).d.
Xuan Lu (tempat dupa ratus; bila memakai perapian (anglo), diletakkan di atas meja.e.
Mi-xiauw, (diseduh dengan air panas), diletakkan pada mangkok dan di atasnya ditaruh gula merah.Diunduh
dari
f.
Wu Guo (lima macam buah-buahan), idak ada ketentuan yang mengharuskan. Biasanya dipakai pisang di sebelah kiri altar (bermakna harapan); jeruk di sebelah kanan altar (bermakna kebahagiaan). Buah-buahan lain disesuaikan musim dan kebiasaan setempat.g.
Sepasang tebu (di kiri kanan altar. Posisi tebu ditegakkan utuh bersama daunnya). Tebu yang beruas-ruas melambangkan sifat selalu meningkat).h.
Wen Lu (tempat menyempurnakan surat doa).i.
Zhuo Wei (kain atau tabir penutup meja sembahyang).Penjelasan:
1. Alat-alat perlengkapan sembahyang untuk altar Jing Tian Gong ini harus khusus (idak memakai alat-alat upacara yang pernah dipakai untuk keperluan upacara lain). Alat-alat tersebut hendaknya disimpan secara khusus.
2. Meja sembahyang hendaknya cukup besar dan inggi. Meja sembahyang diberi dua helai kain Zhuo Wei untuk bagian yang menghadap ke dalam dan bagian yang menghadap ke luar. Kain Zhuo Wei juga harus khusus untuk upacara sembahyang kepada Tuhan.
3. Tentang buah-buahan lain, dapat buah delima atau mengganinya dengan buah jambu, yang melambangkan harapan agar beroleh berkah berlimpah. Ada juga yang memakai buah Lai (pear), buah manggis, buah apel dan lainnya (yang idak berduri). Pada hakikatnya buah-buahan ini idak ada keharusan yang mengikat melainkan disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat, hanya perlu diperhaikan jumlah dan jenisnya terdiri atas lima macam.
4. Surat Doa Sembahyang Jing Tian Gong
Setelah dupa (Xiang) dinaikkan iga kali dan ditancapkan di Xiang Lu dan piala diisi dengan air sembahyang atau teh, kemudian peserta bersikap Bao Xin Ba De dan pimpinan upacara memanjatkan doa. Setelah selesai pemanjatan doa, semuanya melaksanakan persujudan dengan San Gui Qiu Kau.
Surat doa ditulis pada kertas merah sesuai dengan ketentuan. Pada saat pembacaan surat doa pimpinan upacara bersikap Gui Ping Shen, sedangkan kedua pendamping bersikap Fu Fu, umat mengikui dengan Gui Peng Shen. Selesai pembacaan surat doa (setelah surat doa diperapikan) dilanjutkan dengan melakukan San Gui Qiu Kau.
“Saat ini kami berhimpun menyampaikan pernyataan syukur dan terima kasih, diperkenankan bersembah sujud kehadirat Tian; demikian pula atas segala karunia Tian selama ini yang telah berkenan kepada kami; beroleh selamat dan sentosa.
Juga atas kemurahan Tian yang telah meneguhkan iman dan tekad mulia, serta telah mengaruniakan agama Khonghucu sebagai pelita hidup dan Genta Rohani kami, berkenanlah Tian menerima sembah sujud kami.”
Isi Surat Doa
Pada malam suci ini, dengan penuh iman kami bersujud menyampaikan tekad bahwa di dalam tahun dan masa yang baru dan mendatang ini kami akan memperbaiki
Diunduh
dari
kesalahan-kesalahan kami; meningkatkan perbuatan-perbuatan baik dan luhur, mengembangkan kebajikan yang telah Tian Firmankan, di dalam Jalan Suci yang nabi bimbingkan sehingga Firman Tian senaniasa boleh beserta kami, serta kesentosaan, kebahagiaan melipui penghidupan.
Kami yakin iman itu harus kami sempurnakan sendiri. Oleh iman yang teguh, kehidupan ini bermakna dan cita yang mulia boleh terselenggara. Shanzai.