• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II FILM SEBAGAI MEDIA DAKWAH

B. Semiotika Film

2. Semiotika Charles Sanders Peirce

Charles Sanders Peirce merupakan salah satu tokoh yang cukup berkontribusi dalam kajian semiotika. Tokoh ini cukup terkenal dengan teori tandanya. Menurut Aart van Zoest, Charles Sanders Peirce adalah salah seorang filsuf amerika yang paling orisinal dan multidimensional.18

17

Artikel, di akses pada hari selasa 4 juni 2013 pada pukul 01.15 WIB dari http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/tinjauan%20Teoritik%20tentang%20Semiotik.pdf.

18

Menurut Peirce, sebuah analisis tentang esensi tanda mengarah pada pembuktian bahwa setiap tanda ditentukan oleh objeknya. Pertama, dengan mengikuti sifat objeknya, ketika kita menyebut tanda sebuah Ikon. Kedua, menjadi kenyataan dan keberadaannya berkaitan dengan objek individual, ketika kita menyebut tanda sebuah Indeks. Ketiga, perkiraan yang pasti bahwa hal itu diinterpretasikan sebagai objek denotative sebab akibat dari suatu kebiasaan ketika kita menyebut tanda sebuahSimbol.

Peirce mengatakan bahwa tanda itu sendiri merupakan contoh dari Kepertamaan, objeknya adalah keduaan, dan penafsiran-unsur pengantar adalah contoh dari ketigaan. Ketigaan yang ada dalam konteks pembentukan tanda juga membangkitkan semiotika yang tak terbatas, selama suatu penafsiran (gagasan) yang membaca tanda sebagai tanda bagi yang lain dan bisa ditangkap oleh penafsir lainnya. Penafsiran ini adalah unsur yang harus ada untuk mengaitkan tanda dengan objeknya (induksi, dedukasi dan penangkapan membentuk penafsiran yang penting). Agar bisa ada sebagai suatu tanda, maka tanda tersebut harus ditafsirkan dan harus memiliki unsur penafsiran.

Menurut Peirce tanda “is something which stands to somebody for

something in some respect or capacity.” Sesuatu yang digunakan agar tanda berfungsi, oleh Peirce disebut Ground. Tanda selalu terdapat dalam hubungan triadic, yakni ground, object,dan interoretant.19 Tanda yang dikaitkan dengan grounddibaginya menjadiqualisign, sinsign,danlegisign.

19

Qualisignadalah kualitas yang ada pada tanda, misalnya kata-kata kasar, keras, lemah, lembut, merdu. Signsign adalah eksistensi aktuan benda atau peristiwa yang ada pada tanda, misalnya kata kabur atau keruh yang ada pada urutan kata air sungai keruh yang menandakan bahwa ada hujan di hulu sungai. Legisignadalah norma yang dikandung oleh tanda, misalnya rambu-rambu lalu lintas yang menandakan hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan pengendara.

Berdasarkan objeknya, Peirce membagi tanda atas ikon, indeks, dan simbol. Ikon adalah tanda yang hubungan antara penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk ilmiah. Dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan, misalnya potret dan peta. Indeks adalah tanda yang menunjukan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kasual atau hubungan sebab akibat, atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan, misalnya asap sebagai tanda adanya api. Sedangkan simbol adalah tanda yang menunjukan alamiah antara penanda dengan petandanya.20

Tanda berdasarkan Interpretant dibagi atas rheme, dicent sign atau dicisign dan argument. Rheme adalah tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan, misalnya orang yang merah matanya dapat saja menandakan bahwa orang itu baru menangis, atau menderita penyakit mata. Dicisign adalah tanda yang sesuai kenyataan, misalnya dimana sering terjadi kecelakaan dijalan, maka disitu akan dipasang rambu-rambu yang

20

mengingatkan bahwa dilokasi sering terjadi kecelakaan. Sedangkan argument adalah tanda yang langsung memberikan alasan tentang sesuatu.

Gambar 2.2 Model Semiotika Peirce21

R

O I

Keterangan:

R : Representamen (tanda) O : Objek (sesuatu yang dirujuk)

I : Interpretan (hasil antara representamen dan objek)

Proses pemaknaan tanda pada Peirce mengikuti hubungan antara tiga arah anak panah, yaitu representamen (R), objek (O) dan interpretan (I). (R) adalah bagian tanda yang dapat dipersepsi secara fisik atau mental, yang merujuk pada sesuatu yang diwakili oleh (O), kemudian (I) adalah bagian dari proses yang menafsirkan hubungan antara (R) dan (O).

Menurut Peirce dalam buku Marcel Danesi dan Paul Perron, prinsip dasar dalam tanda triadik bersifat representatif. Berlandaskan prinsip ini, tanda menjadi wakil yang menjelaskan sesuatu:Peirce called the perceivable

part of the sign a representamen (literally “something that does the

21

Merujuk dari skripsi Nurlailatul Fajriah dengan judulAnalisis semitoka film cinta karya samirra simanjuntak. Buku yang digunakan Kris Budiman,semiotik visual(Yogyakarta: Penerbit Buku Baik, 2004), h. 26

representing”) and the concept that it encodes the object (literally”something

cast outside for observation”). He termed the meaning that someone gets from the sign the interpretant. Dapat diartikan secara harfiah adalah Sesuatu yang menjelaskan atau menggambarkan sesuatu. Peirce merumuskan bahwa arti dari seseorang yang mendapatkan tanda adalah interpretant. Rumusan ini mengimplikasikan bahwa makna sebuah tanda dapat berlaku secara pribadi, sosial atau bergantung pada konteks khusus tertentu. Representamen berfungsi sebagai tanda (Saussure menamakannya signifier). Perlu dicatat bahwa secara teoritis, Peirce menggunakan istilah representamen dengan merujuk pada triadik secara keseluruhan.

Gambar 2.322 Representamen

Qualisign Sinsigns Legisigns

Mengacu kepada Mengindikasikan mengacu pada objek Kualitas dari objek ruang-waktu hasil dari kesepakatan (warna, bantuk, ukuran) (kata disini-disana) (abstrak dan simbol).

Peirce membagi representan menjadi, qualisign, sinsign, dan legisign. Qualisign adalah representamen yang menggambarkan, memisahkan suatu kualitas dari tanda itu sendiri (warna, bentuk, ukuran). Sinsign adalah tanda

22

Marcel Danesi, dan Paul Perron,Analyzing Culture An Introduction and Handbook. (Bloomington dan Indianapolis: Indiana University Press, 1999), h. 73.

yang menggambarkan perhatian, atau memisahkan objek dalam penggunaan waktu. Contohnya: kata-kata disini atau disana. Sedangkan legisign adalah tanda yang di disain berdasarkan kesepakatan, contohnya: kata-kata yang mengacu pada konsep abstrak, simbol-simbol dll.23

Berdasarkan objek Peirce mengidentifikasi tiga, yakni: Ikon, Indeks dan simbol. Tidak berbeda dalam buku alex sobur, dalam buku marcel danesi penjelasan ikon, indek dan simbol mengacu kepada tujuan yang sama.

Proses Trikotomi/Triadik berdasarkan ikon, indeks dan simbol oleh C.S. Peirce:

Tabel 2.1 Objek24

Tanda Ikon Indeks Simbol

Proses Penandaan Kemiripan Hubungan Sebeb-akibat Konvensi/ kesepakatan Contoh Gambar orang sedang melaksanakan solat dengan posisi berbaring Asap- Api Gejala- Penyakit Kalimat/kata Gestur/Bahasa tubuh

Proses Dapat dilihat Dapat

menyimpulkan

Interpretasi

23

Marcel Danesi, dan Paul Perron,Analyzing Culture An Introduction and Handbook. (Bloomington dan Indianapolis: Indiana University Press, 1999), h. 73.

24

Marcel Danesi, dan Paul Perron,Analyzing Culture An Introduction and Handbook. (Bloomington dan Indianapolis: Indiana University Press, 1999), h. 74.

Gambar 2.425 Objek

Ikon Indeks Simbol

Kemiripan Hubungan Sebeb-akibat Konvensi/kesepakatan

Ikon adalah tanda yang penanda dan petandanya menunjukan ada yang bersifat alamiah, yaitu penanda sama dengan petandanya. Indeks adalah tanda yang penanda dan petandanya menunjukan adanya hubungan alamiah yang bersifat kausalitas (sebab-akibat). Simbol adalah penanda dan petanda yang tidak menunjukan adanya hubungan alamiah atau bersifat arbitrer (semau-maunya). Arti tanda itu ditentukan oleh konvensi (berdasarkan kesepakatan). Misalnya kata Ibu adalah simbol, artinya ditentukan oleh konvensi masyarakat bahasa (Indonesia), menandai orang yang melahirkan kita, dalam bahasa Inggris Mother, dalam bahasa Perancis La mere.

25

Marcel Danesi, dan Paul Perron,Analyzing Culture An Introduction and Handbook. (Bloomington dan Indianapolis: Indiana University Press, 1999), h. 74.

Sedangkan dalam Interpretan peirce membaginya menjadi tiga bagian, yakni: Rheme, DicisigndanArgument.

Gambar 2.526 Interpretant

Rheme Dicisign Argument

Interpretant Interpretant Interpretant

Qualisign Sinsigns Legisigns

Dokumen terkait