• Tidak ada hasil yang ditemukan

8 2.1 Kajian Pustaka

2.1.6 Senam Keseimbangan

Keseimbangan menurut John dan Mary Jean Traetta (2006:43) adalah kunci dan daya tarik utama pada balok titian, daya tarik (pesona) olahraga senam

ditampilkan di atas balok keseimbangan. Dalam teknik olahraga, keseimbangan (equilibrium) menjadi dasar yang sangat penting. Keseimbangan adalah suatu keadaan tenang (tidak bergarak) dari suatu benda (badan) Sulaiman, (2008:12). Menurut Amung Makmun dan Yudha M. Saputra (1999/2000: 32) keseimbangan atau stabilitas secara tradisional didefinisikan sebagai suatu keadaan seimbang antara tenaga yang berlawanan. Hal ini merupakan suatu “bagian integral dari hampir setiap tugas gerak” dan sering disebut dengan postural control (mengontrol sikap badan), yang merupakan “suatu kemampuan untuk memelihara keseimbangan dalam gravitasi dengan menjaga pusat berat badan”. Keseimbangan juga bisa diartikan sebagai kemampuan relatif untuk mengontrol pusat masa tubuh (center of mass) atau pusat gravitasi (center of gravity) masa tubuh dengan bidang tumpu akan membuat manusia mampu untuk beraktifitas secara efektif dan efisien. (http: // dhaenkpedro. wordpress. com/ keseimbangan-balance) (1– 3-2013)

Menurut Agus Mahendra (2000:4) keseimbangan adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang untuk memelihara equilibrium,baik yang bersifat statis seperti dalam posisi diam, bisa juga bersifat dinamis seperti pada saat melakukan gerakan lokomotor. Mengingat fungsinya yang demikian penting, mengapa keseimbangan penting? adalah hal yang paling jelas bahwa unsur keseimbangan merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam olahraga senam. Banyak keterampilan senam yang sangat tergantung pada kualitas keseimbangan dan hakikat peralatan senam membuat pelaksanaan gerakannya sangat ditentukan oleh kemampuan keseimbangan yang di atas rata-rata.

Secara umum kurangnya keseimbangan pada seseorang lebih ditentukan oleh kurang banyaknya orang itu terlibat dari kegiatan-kegiatan yang bertipe keseimbangan. Jika keterlibatannya dalam hal keseimbangan ditingkatkan, maka keterbatasannya dalam keseimbangan akan menurun. Dalam beberapa keterampilan, keseimbangan juga lebih banyak ditentukan oleh kekuatan. Tanpa adanya kekuatan otot kaki mustahil seorang anak mampu melakukan gerak berjalan di atas bambu.

2.1.6.1 Pembelajaran Senam Keseimbangan

Keterampilan mengajar adalah seperangkat keterampilan yang perlu dimiliki guru untuk memungkinkannya membantu anak dalam belajar. Oleh karena itu keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru penjasorkes berbeda sifatnya dengan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru yang lain. Dalam pelajaran penjasorkes keterampilan-keterampilan ini bervariasi dari mulai membuat perencanaan hingga mengevaluasi hasil belajar.

Umumnya banyak keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan keseimbangan, baik yang statis maupun yang dinamis, akan menghasilkan peningkatan dalam kemampuan tersebut. Secara lebih khusus guru dapat melatih siswanya dengan kegiatan-kegiatan keseimbangan yang bermacam-macam misalnya berjalan dengan mata tertutup, berjalan di atas garis lurus, berberjalan di atas titian, dan lain-lain. Faktor – faktor yang mempengaruhi Keseimbangan adalah :

(1) Pusat gravitasi (Center Of Gravity-COG)

Pusat gravitasi terdapat pada semua obyek, pada benda, pusat gravitasi terletak tepat di tengah benda tersebut. Pusat gravitasi adalah titik utama pada tubuh yang akan mendistribusikan massa tubuh secara merata. Bila tubuh selalu ditopang oleh titik ini ,maka tubuh dalam keadaan seimbang.Pada manusia pusat

gravitasi berpindah sesuai dengan arah atau perubahan berat. Pusat gravitasi manusia ketika berdiri tegak adalah tepat di atas pinggang di antara depan dan belakang vertebra sacrum kedua. Derajat stabilitas tubuh dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu:

(a) ketinggian dari titik pusat gravitasi dengan bidang tumpu. (b) ukuran bidang tumpu.

(c) lokasi garis gravitasi dengan bidang tumpu. (d) serta berat badan.

(2) Garis Gravitasi (Line Of Gravity-LOG)

Garis graviasi merupakan garis imajiner yang berada vertikal melalui pusat gravitasi dengan pusat bumi. Hubungan antara garis gravitasi, pusat gravitasi, dengan bidang tumpu adalah menentukan derajat stabilitas tubuh.

Gambar 2.1 Faktor – faktor yang mempengaruhi keseimbangan (http : // dhaenkpedro.wordpress.com/keseimbangan-balance) (1– 3-2013)

(3) Bidang Tumpu (Base Of Support-BOS )

Bidang tumpu merupakan bagian dari tubuh yang berhubungan dengan permukaan tumpuan. Ketika garis gravitasi berada di bidang tumpu, tubuh dalam keadaan seimbang. Stabilitas yang baik terbentuk dari luasnya area bidang tumpu. Semakin besar bidang tumpu, semakin tinggi stabilitas. Misalnya berdiri dengan kedua kaki akan lebih stabil dibanding berdiri dengan satu kaki. Semakin dekat bidang tumpu dengan pusat gravitasi, maka stabilitas tubuh semakin tinggi. 2.1.7 Pembelajaran PAIKEM

2.1.7.1 Pengertian PAIKEM

PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif dikelas. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga

memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.

PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inspiratif atau Interaktif atau inovatif, Kritis atau Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.

http://barmawi.com/85-rupa-rupa-ukg/92-pembelajaran-paikem,Selasa

19-3-2013 09.00

2.1.7.2 Penerapan PAIKEM

Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:

(1) Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

(2) Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.

(3) Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan „pojok baca‟.

(4) Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.

(5) Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Dokumen terkait