• Tidak ada hasil yang ditemukan

Senyawa KOH dan NaOH dimasukkan dalam kelompok senyawa basa karena saat hidrolisis menghasilkan ion OH. Jadi, ion OH sebagai penanda bahwa suatu senyawa termasuk senyawa basa. Selain mengeta-hui penanda senyawa basa, kalian pasti juga ingin mengetamengeta-hui aturan penamaan senyawa basa, bukan? Oleh karena itu, selesaikan soal-soal berikut.

Natrium hidroksida (NaOH) mempunyai nama lain soda api atau soda kaustik. NaOH berupa padatan berwarna putih, bersifat higroskopis, dan mudah larut dalam air. Biasanya digunakan dalam pembuat-an kertas, detergen/sabun, untuk membersihkan pence-maran minyak, serta untuk menghilangkan cat.

Mulyono, 2006, hlm.287

Kalium hidroksida (KOH) merupakan basa kuat. Senyawa KOH berupa zat padat berwarna putih, bersifat higroskopis, dan mudah larut dalam air. Senyawa KOH digunakan sebagai pereaksi kimia dan sebagai bahan dalam pembuatan sabun lunak (sabun mandi).

T u g a s

Berilah nama pada senyawa-senyawa berikut.

NaOH Na+ + OH– = natrium+ hiroksida; nama = natrium hidroksida.

KOH ... + … = .... + … ; nama = ... LiOH … + … = ... + ... ; nama = ... Mg(OH)2 … + … = ... + … ; nama = ...

Berdasarkan uraian di atas, tentunya kalian bisa mengambil kesimpul-an tentkesimpul-ang aturkesimpul-an pemberikesimpul-an nama pada senyawa basa, bukkesimpul-an? Jadi, dapat disimpulkan bahwa penamaan senyawa basa dilakukan dengan menulis-kan akhiran -hidroksida, setelah nama kationnya.

5. Tata Nama Trivial (Perdagangan) pada Senyawa Kimia

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah seperti asam cuka, urea, dan alkohol. Penamaan senyawa-senyawa tersebut tidak mengikuti kaidah/aturan dari IUPAC karena mengikuti tata nama dalam dunia perdagangan (trivial). Agar wawasan kalian semakin bertambah, per-hatikan tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.4 Tata Nama IUPAC dan Trivial pada Senyawa Kimia

No. Senyawa Nama IUPAC Nama Trivial

1. CH3COOH asam asetat asam cuka

2. CH3CH2OH etanol alkohol

3. CH3COCH3 propanon aseton

4. HCHO formaldehida formalin

Setelah memahami uraian di atas, diharapkan pengetahuan kalian tentang tata nama berbagai senyawa kimia semakin bertambah. Nah, un-tuk menguji sejauh mana pemahaman kalian terhadap materi yang telah dipelajari, kerjakan soal-soal berikut.

Uji Kompetensi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Mengapa penamaan senyawa kimia ada yang tidak mengikuti aturan IUPAC? Jelaskan dan berilah contohnya.

2. Jelaskan tata nama untuk senyawa biner. 3. Berilah nama pada senyawa poliatomik berikut.

a. NaOH c. NaClO2 b. Na2SO3 d. Na2S2O3

4. Sebutkan nama beberapa senyawa berikut. a. NaBr c. Cl2O

b. NH4OH d. Mg3N2

e. P2O5 h. FeCl3 f. K2PO4 i. CuSO4 g. H2SO4 j. H2CO3

5. Tuliskan rumus kimia untuk senyawa-senyawa berikut.

a. silikon tetrafluorida b. kobalt (III) nitrat c. karbon disulfida d. besi (II) fosfat e. asam sulfida f. magnesium hidroksida g. kalium nitrat Fessenden &F essenden, 1995, hlm. 2-4 Ilmuwan-ilmuwan Indonesia menemukan senyawa-senyawa baru yang diberi nama dengan istilah Indonesia. Senyawa-senyawa tersebut antara lain Diptoindonesianin A, Diptoindonesianin B, hingga Diptoindonesianin Z. Senyawa ini bersifat antibakteri dan terkandung dalam tanaman meranti (Vatica) di Kalimantan. Demikian pula senyawa Artoindonesianin A, Artoindonesianin B, hingga Artoindonesianin Z yang bersifat antikanker. Senyawa ini terkandung pada nangka-nangkaan (Artocarpus champeden) di Sumatera Barat.

B. Penulisan Persamaan Reaksi Kimia

Kalian pernah mempelajari proses fotosintesis pada tumbuhan, bukan? Masih ingatkah kalian dengan reaksi tersebut? Nah, untuk mem-perkuat memori kalian terhadap reaksi fotosintesis, perhatikan reaksi berikut.

6 CO2(g) + 6 H2O(l) Sinar matahari C6H12O6(aq) + 3 O2(g)

Pada reaksi di atas, zat-zat yang berada di sebelah kiri tanda panah dise-but zat pereaksi (reaktan), sedangkan zat-zat yang berada di sebelah kanan tanda panah disebut hasil reaksi (produk). Berdasarkan reaksi fotosintesis di atas, zat yang berperan sebagai reaktan adalah CO2 dan H2O, sedangkan zat yang berperan sebagai produk adalah C6H12O6 dan O2. Dengan demikian, reaksi fotosintesis membentuk suatu persamaan reaksi.

Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi (reaktan) dan zat-zat hasil reaksi (produk), yang dibatasi dengan tanda panah.

Setelah kalian memahami pengertian persamaan reaksi, perhatikan huruf-huruf kecil yang tertulis di belakang zat pereaksi dan hasil reaksi. Huruf-huruf itu menunjukkan wujud zat yang terlibat dalam reaksi. Wu-jud zat dalam persamaan reaksi, yaitu:

(s) = solid (padat) (aq) = aquouse (larut dalam air) (l) = liquid (cair) (g) = gas (gas)

Dengan memahami uraian di atas, berarti kalian telah memahami pengertian persamaan reaksi kimia. Tugas selanjutnya yaitu menyetara-kan persamaan reaksi. Tetapi, sebelum kalian menyetaramenyetara-kan reaksi, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat penyetaraan reaksi kimia adalah:

1. Pereaksi dan hasil reaksi dinyatakan dengan rumus kimia yang benar. 2. Reaksi harus memenuhi hukum kekekalan massa, yang ditunjukkan

oleh kesamaan jumlah atom-atom sebelum reaksi (di sebelah kiri tanda panah) dengan jumlah atom-atom sesudah reaksi (di sebelah kanan tanda panah).

3. Wujud zat-zat yang terlibat reaksi harus dinyatakan dalam tanda ku-rung setelah penulisan zat-zat tersebut.

Lantas bagaimana cara mengetahui bahwa suatu reaksi telah setara? Agar kalian mendapatkan jawabannya, perhatikan contoh persamaan reaksi berikut.

1) Ca(s) + HCl(aq) CaCl2(aq) + H2(g) (reaksi salah, karena

belum setara)

2) Ca(s) + HCl(aq) CaCl2(aq) + H2(g) (reaksi salah, karena

belum setara)

3) Ca(s) + H2Cl2(aq) CaCl2(aq) + H2(g) (menyalahi tata nama

senyawa kimia) 4) Ca2(s) + 2 HCl(aq) 2 CaCl(aq) + H2(g) (menyalahi tata nama

senyawa kimia) 5) Ca(s) + 2 HCl(aq) CaCl2(aq) + H2(g)(benar)

Dari kelima persamaan reaksi tersebut, hanya ada satu reaksi yang sesuai dengan persamaan kimia. Bagaimana kita bisa menentukan bahwa suatu reaksi telah setara dan sesuai dengan persamaan reaksi kimia? Simak-lah uraian berikut.

Dalam menyetarakan persamaan reaksi, kalian diperbolehkan meng-ubah jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi (koefisien reaksi), tetapi tidak diperbolehkan mengganti zat-zat tersebut dengan zat lain agar setara. Bagaimana langkah-langkah penyetaraan reaksi kimia? Pahami contoh soal berikut, dan kalian akan menemukan jawabannya.

Contoh

1) Setarakan persamaan reaksi berikut.

BaCO3(aq) + HCl(l) BaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

Jawab:

Langkah pertama, kita setarakan koefisien atom Ba. Karena sudah sama, hasil reaksinya masih tetap, yaitu:

BaCO3(aq) + HCl(l) BaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

Meskipun jumlah atom Ba sudah sama, tetapi atom Cl belum sama. Oleh karena itu, ditambahkan koefisien 2 di depan HCl. Selanjut-nya, kita setarakan jumlah atom yang lain. Sehingga persamaan reaksi yang terbentuk ialah:

BaCO3(aq) + 2 HCl(l) BaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

Setelah reaksinya setara, kita tuliskan wujud zat pereaksi dan hasil reaksi sebagai berikut.

BaCO3(aq) + 2 HCl(l) BaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

D i s k u s i

Kalian tentu ingin menguji sejauh mana kemampuan kalian dalam memahami contoh soal di atas, bukan? Nah, setarakan reaksi berikut. Agar lebih maksimal, diskusikan dengan teman-teman kalian.

...Al(s) + ...H2SO4(aq) ...Al2(SO4)3(aq) + ...H2(g)

...Ca(OH)2(aq) + ... H3PO4(aq) ...Ca3(PO4)2(aq) + 6 H2O(l) 2). Selesaikan persamaan reaksi berikut.

Fe(s) + H2SO4(aq) Fe2(SO4)3(aq) + H2(g)

Jawab:

Langkah 1 = menuliskan koefisien 1 pada molekul Fe2(SO4)3, ke-mudian menyetarakan atom Fe dengan menambahkan koefisien 2 pada atom Fe

2 Fe(s) + H2SO4(aq) Fe2(SO4)3(aq) + H2(g)

Langkah 2 = menyetarakan atom S dengan menambah koefisien 3 pada atom H2SO4

Langkah 3 = menyetarakan atom H dengan menambah koefisien 3 pada atom H2

2 Fe(s) + 3 H2SO4(aq) Fe2(SO4)3(aq) + 3 H2(g)

Nah teman-teman, dengan memahami dua contoh soal di atas, ten-tunya kalian semakin terampil dalam menyetarakan reaksi kimia, bukan? Kerjakan soal-soal berikut, untuk menguji kemampuan kalian.

Uji Kompetensi