1. Selulose serat alam yang diregenerasi
a. Rayon viskosa
Rayon viskosa adalah serat selulose alam yang disusun kembali molekulnya sehingga susunannya sama dengan serat selulose yang lain, perbedaannya terletak pada tingkat pemanjangan rantai molekul serat. Panjang rantai molekulnya lebih rendah dari bahan alam pembentuknya karena terjadinya pemutusan rantai bahan pembentuknya selama pembuatan serat.
Sebagai bahan dasar adalah kayu sebangsa cemara. Bahan ini akan mengalami proses pembuatan serat melalui perlakuan secara fisika maupun dengan bantuan zat kimia hingga diperoleh serat.
Penampang serat
Bentuk memanjang serat rayon viskosa seperti silinder bergaris dan penampang lintangnya bergerigi.
b. Rayon kupramonium
Serat rayon kupramonium adalah serat yang dibuat dari selulose kapas yang disusun kembali dengan cara mencampur ke dalam larutan amonia yang mengandung kuprooksida. Sebagai bahan baku dipergunakan kapas linter atau kadang-kadang pulp kayu yang telah dimurnikan sehingga mempunyai kadar selulose yang tinggi.
Penampang serat
Bentuk memanjang serat seperti silinder, sedangkan penampang melintangnya berbentuk bulat.
Gambar : Penampang Melintang
Gambar : Penampang Membujur
c. Rayon Acetat
Rayon acetat adalah serat yang dibuat dari linter atau selulose kayu, anhidrida dan aceton. Selulose kayu dilarutkan dalam natrium karbonat dan natrium hidroksida kemudian dicuci, diputihkan, dan dikeringkan. Larutan ini kemudian dilarutkan lagi dalam asam sulfat dan asam acetat sehingga terjadi acetil selulose. Acetil selulos dilarutkan dalam aceton, disemprotkan melalui alat pemintal ke arah suhu panas, aceton kemudian mengalami penguapan dan terbentuk filament acetil selulose.
Karena penyusunannya banyak zat kimia buatan, dimasukkan kelompok thermoplastics.
Penampang serat
Bentuk memanjang serat seperti silinder dengan garis-garis sedikit, sedang penampang melintangnya berlekuk-lekuk seperti daun semanggi.
Gambar : Penampang Membujur
Gambar : Penampang Melintang
SENARAI
Selulose : bio polisakarida yang dihasilkan oleh sito plasma sel tanaman yang membentuk dinding sel pada serat
Pektat :
Epidermis : bagian kulit terluar
Pectin : zat yang dapat memetahkan atau memotong- motong serat(penghancur serat) Serisin : zat perekat yang terdapat pada serat sutera
Fibroin :
LATIHAN SOAL – SOAL
Pilihlah Jawaban Yang Paling Tepat
1. Pengukuran panjang serat dapat dilakukan dengan alat … a. baer sorter
b. millimeter block c. micrometer d. manometer e. roll meter
2. Serat yang pendek disebut dengan … a. rami
b. kapas c. staple d. filament e. jute
3. Multifilamen yang terdiri dari puluhan sampai ribuan filamen dengan bentuk berkas dengan sedikit antihan disebut …
a. staple b. filament c. tow d. rami e. kapas
4. Selain jenis gossypium pada serat kapas adalah … a. gossypium arboretum
b. gossypium herbarium c. gossypium barbadense d. gossypium hirsutum. e. selulosa
5. Lapisan terluar yang mengandung lilin, pektin dan protein adalah … a. dinding primer
b. kutikula
c. dinding sekunder d. lapisan antara e. dinding lumen
6. Serat yang diperoleh dari batang tanaman cannabis sativa adalah … a. linen b. henep c. kapas d. rami e. jute 24
7. Serat yang dibuat dari selulose kapas yang disusun kembali dengan cara mencampur ke dalam larutan amonia yang mengandung kuprooksida disebut …
a. serat alam b. rayon viskosa c. rayon kupramonium d. rayon acetat
e. selulosa
8. Ujung penampang berbentuk silinder dengan ujung sel yang tumpul dan kadang-kadang bercabang. Lumen di bagian ujung serat menyempit adalah penampang membujur dari … a. serat henep b. serat sutera c. serat kapas d. wool e. serat rami
9. Penampang melintang berbentuk segi banyak dengan dinding sel yang tebal dan lumen yang kecil adalah …
a. flax b. jute c. rami d. kapas e. sutera
10. Sutera adalah serat yang diperoleh dari sejenis serangga yang disebut … a. lumen
b. serisin
c. bombyx mori d. lepidoptera e. fibroin
Jawablah Dengan Singkat dan jelas
1. Sebutkan bagian dari serat kapas dan jelaskan masing – masing ! 2. Jelaskan bagian penampang melintang dari serat kapas !
3. Bagaimana pengolahan dari serat sutera ? 4. Sebutkan golongan dari asbes !
5. Sebutkan bahan dari serat rayon acetat !
Metode Pengujian Serat Tekstil
A . Metode Pengujian Serat Dengan Menggunakan Mikroskop
1. Tujuan Dari Uji Mikroskop
Tujuan dari uji serat dengan menggunakan mikroskop adalah untuk mengetahui dan meneliti morfologi serat dalam pandangan penampang melintang dan membujur, serta untuk meneliti dimensi serat , struktur bagian dalam serat dan permukaan serat.
Indetifikasi serat – serat tekstil dengan cara mikroskop dimaksudkan untuk mengetahui jenis serat dari pandangan melintang dan pandangan membujur, dengan demikian dapat diketahui ciri – ciri suatu serat contohnya wool dimana seratnya bersisik dilihat dari penampang membujur atau serat sutera mempunyai penampang melintang yang berbentuk menyerupai segitiga.
Uji identifikasi dengan mikroskop merupakan cara yang baik, karena kita dapat mengetahui dengan jelas terutama untuk jenis serat campuran, dalam pengujian dengan mikroskop ini dilakukan dengan 2 cara melintang dan membujur, dengan percobaan mikroskop ini denagan jelas mengetahui perbedaan serat yang satu dengan serat yang lain.
Bahan tekstil yang akan diidentifikasi pada umumnya harus dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapan contoh uji akan mengalami pengerjaan secara mekanik dan secara kimia.
Pengerjaan Secara Mekanik
Beberapa kemungkinan cara pencampuran serat-serat yang terdapat pada kain,yaitu :
Serat dari benang lusi berbeda dengan serat dari benang pakan.
Benang lusi atau pakan merupakan benang gintir, yang masing-masing benang tunggalnya terdiri dari campuran serat yang berbeda jenisnya.
Kombinasi atau campuran dari keadaan di atas.
Dilihat dari kemungkinan-kemungkinan di atas, maka pengambatan harus dimulai dari serat-serat benang tunggal, kemudian dilanjutkan ke seluruh benang baik lusi maupun pakan. Benang diuraikan menjadi helai-helai serat. Jumlah komponen serat yang berbeda dalam benang ditentukan dengan mikroskop.
Pengerjaan Secara Kimia
Pada pengerjaan ini pertama-tama ialah penghilangan zat warna dari bahan tekstil yang telah dicelup. Bahan yang sudah dicelup akan menyulitkan pengamatan kita. Dalam hal ini tertentu zat warna tersebut harus dihilangkan, seluruhnya atau sebagian dengan menggunakan zat-zat kimia.
Beberapa zat warna dapat dihilangkan dengan larutan amonia 1% yang panas, larutan natrium karbonat panas atau hangat, larutan alkali atau hydrogen peroksida.
Apalagi dengan pelarutan tersebut zat warna tidak dapat larut, maka dapat dipakai salah satu bahan pelarut di bawah ini, yaitu :
a. Larutan natrium hidrosulfit 5% dengan natrium hidroksida 1%.
Larutan ini merupakan perlarut zat warna yang baik, cocok untuk berbagai macam zat warna dan serat. Kerjanya akan lebih baik bila suhu dinaikkan menjadi 60 – 80 derajat celcius atau mendidih. Untuk menghilangkan zat warna bejana penambahan piridin 10% akan memperbaiki daya kerja larutan. Larutan ini bersifat basa, karenanya tidak baik untuk serat protein.
b. Larutan natrium hidrosulfit yang asam
Larutan ini dipakai untuk serat protein atau campuran serat protein dan selulosa. Mula-mula serat dikerjakan dengan larutan asam asetat lemah pada suhu 600C. Kemudian ke dalam larutan ditambahkan larutan natrium hidrosulfit. Campuran ini didihkan selama 15 – 20 menit.
Setelah selesai pengerjaan tersebut, serat dicuci dengan air panas dan air dingin untuk menghilangkan sisa natrium hidrosulfit.
c. Larutan natrium hipokhlorit
Larutan alkali dingin yang mengandung paling sedikit 2 gram khlor aktif dapat digunakan untuk serat selulosa. Jika larutan tersebut adalah asam
(0,04% asam asetat atau asam sulfat) maka bekerjanya akan lebih efektif tetapi merusak selulosa. Sesudah pengerjaan dengan larutan tersebut, bahan dikerjakan dalam larutan anti khlor (larutan tiosulfit 50 gram/l).
d. Larutan piridin 20 – 60%
Larutan ini akan menghilangkan hampir seluruh zat warna direk. e. Larutan asam asetat 5% mendidih
Larutan ini akan menghilangkan zat warna basa dari sutera atau larutan amonia 1% mendidih juga akan menghilangkan zat warna asam dari sutera atau wol.
f. Larutan natrium khlorit 5% dalam asam asetat encer
Larutan ini digunakan untuk menghilangkan zat warna hitam anilin dan zat warna belerang.
g. Alkohol 95% ditambah aseton 10%
Larutan ini digunakan untuk melarutkan zat warna pada serat selulosa asetat. Pengerjaan secara kimia yang lain juga dikerjakan misalnya penghilangan kanji atau zat penyempurnaan yang lain. Penghilangan kanji dapat dilakukan dengan larutan encer diastase 3% pada suhu 65 derajat Celcius selama 1 jam. Zat penyempurnaan dapat dihilangkan dengan memasak bahan dalam air mendidih yang mengandung deterjen, lalu dicuci, dikeringkan lalu dididihkan dalam karbon tetra khlorida selama 20 menit, dicuci karbon tetra khlorida dan dikeringkan. Setelah bahan bebas dari zat-zat yang lain barulah kita mempersiapkan contoh uji yang akan diperiksa dengan mikroskop. Dengan mikroskop ini dapat diketahui bentuk-bentuk penampang lintang, pandangan membujur, ukuran permukaan serat dan struktur bagian dalam serat.
Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang baik, diperlukan mikroskop yang mempunyai perbesaran 100 – 150 kali. Perlengkapan mikroskop yang diperlukan ialah kaca obyek (slide glass) jarum pemisah, kaca penutup (cover glass), alat untuk membuat penampang lintang serat perekat dan pisau silet yang tajam.
Sebelum dilakukan pengamatan maka harus dilakukan persiapan lebih dahulu :
28
1) Kaca obyek dan kaca penutup harus betul-betul bersih, karena kotoran akan membuat bayangan yang kurang jelas di dalam mikroskop sehingga dapat membingungkan.
2) Kaca obyek dan kaca penutup ini harus bebas lemak, sehingga cairan dapat merata dan tidak membentuk tetesan-tetesan. Kaca obyek dan kaca penutup yang baru harus dibersihkan dengan amonia 5% atau alkohol 50%, kemudian dikeringkan dengan kain kaca penyerap atau kertas lensa.
3) Untuk membersihkan kaca obyek yang sudah dipakai, dapat digunakan campuran bikhromat yang terdiri dari kalium bikhromat 200 gr, air 800 ml dan asam sulfat pekat 1,2 L. Kaca obyek yang sudah dipakai direndam dalam larutan tersebut selama 2 hari.
2. Alat Dan Bahan Uji
a. Peralatan Uji Mikroskop
Peralatan yang dipergunakan pada uji mikroskop antara lain: 1) Mikroskop dengan beberapa ukuran lensa obyektif. 2) Slide glass ( kaca obyek ).
3) Cover glass ( kaca penutup ). 4) Gabus.
5) Silet.
b. Bahan Uji
Bahan yang dipakai dalam pengujian antara lain : 1) Lak 2) Air ( medium ) 3) Wool 4) Poliamida 5) Kapas 6) Rami 7) Sutera 8) Poliester 9) Rayon viskosa 10) Rayon asetat 11) Poliakrilat 12) Poliester rayon 13) Poliester wool 14) Poliester kapas
3. Langkah Kerja
a. Proses pengamatan penampang membujur serat
1) Mengambil serat dan di urai dari gintirannya dipisahkan satu dengan yang lain. 2) Serat yang telah terurai diletakkan pada kaca obyek.
3) Basahi kaca obyek dengan setetes air. 4) Tutup serat dengan cover glass. 5) Amati serat.
b. Proses pengamatan penampang melintang serat
1) Siapkan gabus.
2) Jarum mesin jahit yang panjang berisi benang nylon halus ditusukkan melalui tengah-tengah gabus
Gambar : Mikroskop
3) Suatu kawat kecil dimasukkan pada lengkungan benang yang menonjol, kemudian jarum ditarik kembali dengan meninggalkan lengkungan benang pada gabus.
4) Sekelompok serat yang telah disejajarkan dan diberi lak diletakkan dalam lengkungan benang dan dengan hati-hati ditarik masuk ke dalam gabus dengan cara menarik ujung-ujung benang. Jumlah serat yang ditarik harus cukup tertekan sehingga serat akan terpegang oleh gabus dengan baik, tanpa terjadi perubahan bentuk serat.
5) Permukaan gabus yang mempunyai ujung serat yang menonjol dipotong rata dengan pisau silet tajam.
6) Setelah laknya kering, gabus diiris tipis menggunakan pisau silet tajam.
7) Irisan gabus yang mengandung potongan serat ditempelkan pada kaca penutup dengan setetes gliserin.
8) Kaca penutup dengan potongan gabus dibawahnya diletakkan pada kaca obyek, sehingga seluruh irisan dapat terletak dalam satu fokus.
Gambar : Pembuatan Irisan Penampang Melintang Serat