C. Indikator Minat
2.1.5 Sertifikasi Profesi Asuransi
Kata profesi pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yaitu professues yang artinya adalah suatu aktivitas atau pekerjaan yang dihubungkan dengan sumpah atau janji yang bersifat religius, sehingga dapat membuat ikatan batin
bagi seseorang yang memiliki profesi tersebut untuk tidak melanggar dan memelihara kesucian profesinya.
Selanjutnya ciri profesi yang disebut oleh Regar (2003) dalam Benny dan Yuskar (2006) adalah keahlian yang dimiliki seseorang yang diperoleh melalui proses pendidikan yang teratur dan dibuktikan dengan serifikat yang diperoleh dari lembaga yang diakui yang memberikan kewenangan untuk melayani masyarakat dalam bidang keahlian tersebut. Dari beberapa pendapat yang telah diutarakan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua jenis pekerjaan dapat dikatakan sebagai sebuah profesi. Suatu pekerjaan dapat dikatakan sebagai sebuah profesi jika telah memenuhi ciri-ciri profesi yag telah diutarakan di atas, dan kemudian kepercayaan. Kepercayaan merupakan pengakuan masyarakat terhadap kualitas yang telah diberikan oleh profesi tersebut.
Sertifikasi Profesi Asuransi adalah sebuah gelar yang diberikan kepada tenaga ahli Asuransi yang telah memenuhi syarat dan menjalankan ujian dengan hasil sesuai yang ditetapkan. Di Indonesia pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan telah menetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai lembaga yang memiliki otoritas tersebut. BNSP dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004 atas amanat UU No.23/2003.
Dalam melaksanakan sertifikasi, maka BNSP dapat mendelegasikan tugasnya kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Profisiensi (LSPP) dengan sistem lisensi. Hal inilah yang mendasari terbentuknya Lembaga Sertifikasi
Profesi Profisiensi Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (LSPP-AAMAI).
LSPP AAMAI bersama-sama dengan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di bidang perasuransian berkomitmen untuk mewujudkan SDM yang berkualitas, handal dan memiliki daya saing sehingga mampu bersaing di era ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN Free Labor Are (AFLA).Sertifikasi LSPP AAMAI menjadi jawaban bagi SDM di Indonesia khususnya bidang perasuransian dalam menghadapi tantangan dan persaingan di era AFTA dan AFLA, sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing SDM lokal terhadap dengan SDM Asing dari seluruh penjuru dunia.
A. Sejarah
Pada tanggal 29 September 1997 melalui Surat Keputusan Pengurus Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Nomor 1267/DAI/1987 dibentuk Dewan Pembina Profesi Asuransi Indonesia (DPPAI). Lima tahun kemudian, tepatnya bulan Agustus 1992 seluruh penyandang gelar Ajun Ahli dan Ahli, dan penyandang gelar lain yang disetarakan baik Sektor Jiwa maupun Kerugian sepakat untuk membentuk suatu asosiasi profesional, yang dinamakan Asosiasi Profesional Asuransi Indonesia (APAI). Pada tanggal 7 Desember 1993 DPPAI dileburkan dengan APAI, dan menjadi suatu lembaga dengan nama baru yaitu : ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA disingkat AAMAI. Peleburan ini disetujui oleh Dewan Asuransi Indonesia melalui surat nomor
993/DAI/93 tanggal 29 Oktober 1993. Terbentuknya AAMAI sebagai lembaga yang independen dan tidak terkait dengan asosiasi manapun sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 1992 beserta peraturan pelaksanaannya khususnya paket deregulasi di sektor asuransi tahun 2003. Sejalan dengan hal tersebut eksistensi dan pengembangan AAMAI akan semakin bertambah dengan diperolehnya pengakuan dan kewenangan dari Pemerintah, sebagai lembaga yang berhak menguji dan memberi gelar AJUN AHLI dan AHLI ASURANSI INDONESIA, baik Sektor Jiwa maupun Kerugian.
Mulai tahun 2014, Gelar profesi ujian Asuransi untuk gelar AAAIK dan AAIK sudah tidak diselenggarakan lagi oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), namun akan diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Profisiensi AAMAI (LSPP AAMAI). Perubahan ini dapat dilihat di www.aamai.or.id atau www.lspp.aamai.or.id. Penyelenggaranya tetap sama, yaitu AAMAI, hanya mengambil bentuk yang berbeda.
Hal ini sepertinya terjadi setelah disahkannya Standar Kompetensi Dasar untuk sertifikasi profesi di bidang asuransi oleh pemerintah yang digagas oleh Bpk Dr. Anton Lie dan kawan-kawan. Jelas bahwa gelar AAMAI yang sejak awal hingga tahun ini diraih bukanlah gelar sertifikasi namun hanya gelar keahlian. Dengan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Profisiens, AAMAI menjawab kebutuhkan dunia asuransi untuk memiliki tenaga-tenaga yang tersertifikasi dan diakui dunia internasional.
Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) mulai tahun 2014 hanya menyelenggarakan ujian CGI (Certificate General Insurance) dan Sertifikat Lini Bisinis.
Ujian CGI berfungsi sebagai standar dasar/basic peserta untuk mengambil ujian LSPP AAMAI. Jadi hanya peserta yang telah/sudah lulus CGI yang diperbolehkan mengambil ujian LSPP AAMAI. Peserta yang wajib mengikuti ujian CGI adalah Peserta Baru dan Peserta Lama (peserta lama yang belum lulus 101 & 102 atau salah satu dari kedua subjek tersebut). Jadi, singkat kata, mata ujian LSPP AAMAI adalah materi yang sama yang diujikan di AAMAI 101 dan 102.
LSPP AAMAI merupakan lembaga pelaksana sertifikasi profisiensi yang mendapat lisensi dari BNSP berdasarkan Pedoman BNSP 201 dan 202-2014, yang diadaptasi dari ISO/IEC 17024:2003– General Requirements to the Bodies Operating Certification of Persons. Adaptasi standar internasional ini dimaksudkan agar mempermudah saling pengakuan dengan badan akreditasi di dalam maupun di luar negeri serta meningkatkan keberterimaan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSP.
BNSP melalui surat keputusan BNSP Nomor: KEP 402/BNSP/X/2013 tanggal 8 Oktober 2013 telah memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Profisiensi Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (LSPP – AAMAI). Unit kompetensi yang diujikan oleh LSPP AAMAI mengacu kepada Standar Khusus
AAMAI yang telah mendapatkan registrasi dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia melalui SK No. KEP.203/LATTAS/XI/2012, tanggal 27 November 2012.
Pembentukan LSPP AAMAI ini didukung sepenuhnya oleh industri perasuransian di Indonesia baik pelaku maupun regulator, diantaranya adalah Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia.
B. Mekanisme
Dengan diterbitkannya lisensi atas Lembaga Sertifikasi Profesi Profisiensi Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (LSPP AAMAI) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan ditetapkannya Certificate in General Insurance (CGI) sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian profesi profisiensi di LSPP AAMAI, Dewan Pengurus AAMAI telah menetapkan dan mengatur kembali syarat-syarat untuk mendapatkan CGI yaitu : Certificate in General Insurance diberikan kepada peserta ujian AAMAI yang telah lulus mata ujian:
- Pengantar Prinsip Asuransi (101) - Pengantar Hukum Asuransi (102)
Dengan memiliki Certificate In General Insurance maka peserta ujian yang telah lulus ke dua mata ujian tersebut akan memperoleh
Certificate in General Insurance yang dapat digunakan sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Profesi Profisiensi di LSPP AAMAI.
Untuk memperoleh gelar Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAAIK) dari LSPP AAMAI seorang kandidat harus menyelesaikan tiga mata ujian modul wajib dan 3 mata ujian modul pilihan, seperti :
- 101 : Praktek Asuransi (Wajib) - 102 : Hukum Asuransi (Wajib)
- 103 : Praktek Bisnis Asuransi dan Keuangan (Wajib)
- 104 : Asuransi Kendaraan Bermotor dan Tanggung Gugat (Pilihan)
- 105 : Asuransi Harta Benda dan Kepentingan Keuangan (Pilihan)
- 106 : Asuransi Pengangkutan (Pilihan) - 107 : Praktek Underwriting (Pilihan) - 108 : Praktek Klaim (Pilihan)
Sedangkan untuk menyelesaikan program Gelar Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAIK) seorang kandidat harus terlebih dahulu harus memperoleh gelar AAAIK dan harus menyelesaikan tiga mata ujian wajib dan dua mata ujian pilihan, seperti :
- 401 : Manajemen Perusahaan Asuransi (Wajib) - 402 : Manajemen Underwriting (Wajib)
- 403 : Reasuransi (Wajib)
- 405 : Asuransi Rangka Kapal dan Penerbangan (Pilihan) - 406 : Manajemen Klaim (Pilihan)
- 407 : Ekonomi dan Bisnis (Pilihan)
- 408 : Pemasaran Produk dan Jasa Asuransi (Pilihan)