Bab VI : Merupakan bab penutup pembahasan dan penelitian dalam penulisan skripsi ini yang berfungsi untuk menyimpulkan hasil
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Analisa Data
3. Setrategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja Kenakalan Remaja Kenakalan Remaja
Strategi yang dilakukan oleh guru pendidikan agama islam dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMK Negeri 01 Batu bersifat mencegah dan juga bersifat menyembuhkan.
a. Setrategi Preventif (pencegahan)
Strategi preventif yaitu usaha sadar untuk menghindari kenakalan siswa jauh sebelum rencana kenakalan itu terjadi dan terlaksana sehingga dapat mencegah timbulnya kenakalan siswa
7
yang baru dengan demikian setidaknya bisa memperkecil dan mengurangi jumlah kenakalan siswa.
Berdasarkan hasil wawancara dengna Bapak Nanang Triaji, S.Psi selaku guru BP beliau menjelaskan bahwa setrategi preventif atau pencegahan ini dilakukan pada saat siswa masuk sekolah ketika mengikuti MOS (masa orientasi siswa), siswa-siswi ini dijelaskan tentang tata tertib yang berlaku di sekolah sehingga siswa dapat mengetahui tentang peraturan dan tidak melakukan pelanggaran.
Sedangkan wawancara peneliti dengan guru Pendidikan Agama Islam Bapak Dedy Dwi Harnawan,S.Pdi beliau mengemukakan bahwa setrategi preventif ini dilakukan sebagai berikut:
1) Mengaktifkan kegiatan keagamaan di sekolah
Kegiatan keagamaan yang dilakukan di SMK Negeri 01 Batu selain menambah penguasaan Agama juga berfungsi sebagai preventif/penegahan terjadinya kenakalan remaja. Kegiatan keagaaan yang biasa dilaksanakan yaitu: mengadakan pondok romadhon, bimbingan dakwah Islam setiap hari jum’at, sholat berjamaah, serta mengaji setiap awal pelajaran Agama. Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan disekolah, sehingga dapat mengkonsentrasikan lingkungan dan pergaulan
2) Menjalin Kerjasama Antara Sekolah, Pihak Tertentu Yang Terkait Dengan Menanggulangi Kenakalan Remaja dan Orang Tua Siswa
Hubungan guru, orang tua/wali siswa dan juga masyarakat adalah salah satu sarana administrasi pendidikan. Hubungan masyarakat adalah proses komunikasi antara sekolah dan partisipasi masyarakat dengan pelaksanaan pendidikan di sekolah. Meningkatkan hubungan sekolah dengan masyarakat sangat penting, karena hubungan ini dapat meningkatkan peran dan partisipasinya dalam memberikan kontrol perkembangan perilaku remaja atau siswa diluar sekolah.
Untuk menanggulangi kenakalan remaja yang ada di SMK Negeri 01 Batu ini, pihak sekolah berusaha menjalin hubungan yang baik dengan orang tua siswa sehingga terjalin komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan wali murid. Hal tersebut dilakukan dengan mengundang orang tua/wali siswa kesekolah pada waktu pembagian raport sekaligus membicarakan masalah perkembangan siswa dan masalah pendidikan.
9
Selain itu masyarakat juga turut serta membantu memantau siswa SMK untuk menanggulangi kenakalan remaja, serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam pencegahan kenakalan, misalnya: polisi dan mahasiswa dibidang keagamaan.
Berdasarkan hasil interview, dapat dipahami bahwa untuk menanggulangi terjadinya kenakalan remaja diperlukan adanya kerjasama dengan orang tua siswa, masyarakat dan pihak terkait sehingga terjalin komunikasi yang baik.
b. Setrategi Kuratif (penyembuhan)
Setrategi guru Penidikan Agama Islam yang ada di SMK Negeri 01 Batu dalam menanggulangi kenakalan remaja antara lain:
1) Mengadakan Pendekatan Langsung Dengan Siswa Yang Bermasalah
Strategi guru dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMK Negeri 01 Batu dengan cara memberi nasehat yaitu dengan memberi pengarahan tentang cara berakhlak yang baik, dengan cara ini diharapkan siswa bisa menyadari kesalahan dan berusaha memperbaiki atas apa yang telah dilakukan. Apabila dengan cara yang baik tidak bisa maka jalan satu-satunya adalah dengan memberikan hukuman sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan atau dengan memanggil orang tua
tuanya dan dikeluarkan dari sekolah.
Penanganan selanjutnya yang dilakukan oleh Bapak Dedy Dwi Harnawan, S.Pdi selaku guru Agama adalah:
a) Memberikan teguran dan nasehat kepada siswa yang bermasalah dengan menggunakan pendekatan keagamaan. b) Memperketat presensi kehadiran
c) Memberikan perhatian khusus pada siswa yang bermasalah yang dilakukan secara wajar.
d) Menghubungi orang tua siswa yang bermasalah agar mereka mengetahui perkembangan putra-putrinya.
Dalam melakukan tindakan kuratif atau penyembuhan ini, guru atau pendidik sebisa mungkin untuk melakukan suatu penanganan dengan tujuan membuat siswa lebih baik dan menyadari kesalahannya.
2) Menekankan Pembinaan Moral
Pembinaan moral kepada remaja atau siswa sangat penting, karena apabila moral sudah tertanam dengan baik maka akan mudah menghadapi dorongan/pengaruh dari luar. Dengan adanya pembinaan moral, siswa akan tertanam akhlak yang baik dan mampu menghadapi pengaruh-pengaruh dari luar yang bersifat negatif.
11
Dari uraian diatas maka dapat dipahami, dalam menanggulangi kenakalan remaja yang bersifat preventif dapat dilakukan dengan cara mengaktifkan kegiatan keagaman seperti mengadakan kegiatan pondok romadon, dakwah, mengaji dan menjalin kerjasama antara guru, wali murid, serta pihak masyarakat. Sedangkan strategi preventif dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada siswa, dan melakukan pembinaan moral. Dengan berbagai usaha tersebut diharapkan agar siswa sadar atas segala bentuk kesalahan yang dilakukan serta diharapkan dapat membentuk akhlak yang baik bagi siswa dan dapat berkembang secara optimal sesuai dengan ajaran ajaran Islam.
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Bentuk-bentuk kenakalan remaja di SMK Negeri 01 Batu yaitu:
Pertama kenakalan ringan atau kenakalan yang tidak sampai pada
pelanggaran hukum yang ada di SMK Negeri 01 Batu diantaranya adalah membolos atau tidak masuk sekolah tanpa keterangan, terlambat datang di sekolah/masuk sekolah, merokok, tidak mengerjakan tugas/pekerjaan rumah, mengaktifkan HP pada saat KBM berlangsung, tidak memakai atribut lengkap, tidak patu pada guru. Kedua kenakalan berat yang sudah termasuk pada pelanggaran hukum dan dianggap berat oleh SMK Negeri 01 Batu diantaranya adalah berkelahi dengan temannya sendiri, menikah.
2. Faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan remaja di SMK Negeri 01 Batu ada 3 sebab yaitu: pertama lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap tingakah laku remaja diantaranya disharmonisasi keluarga dan broken home (perpecahan keluarga), kurang rasa kasih sayang dan perhatian dari orang tua, masalah ekonomi keluarga yang pas-pasan sehingga kebutuhan anak tidak bisa terpenuhi. Kedua lingkungan sekolah yaitu kondisi siswa disekolah yang kurang mendukung, misalnya dari teman bergaulnya, dimana seorang siswa
jika tidak melakukan apa yang diperintah temennya maka dianggap remeh dan bahkan dimusuhi oleh teman sepermainannya. Ketiga lingkungan masyarakat adalah lingkungan yang terluas bagi remaja dan adanya kemajuan teknologi yang disalahgunakan.
3. Setrategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja di SMK Negeri 01Batu yaitu: Pertama, Setrategi Preventif (pencegahan) seperti mengadakan kegiatan keagamaan, menjalin kerjasama antara sekolah dengan orang tua siswa, hubungan guru dengan murid. Kedua setrategi kuratif (penyembuhan) seperti mengadakan pendekatan langsung kepada siswa yang bermasalah (bimbingan pribadi), menekankan pembinaan moral.
B. SARAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat memberikan bantuan pemikiran dengan mengemukakan beberapa saran kepada SMKN 01 Batu sebagai pertimbangan dalam menghadapi masalah kenakalan remaja. Adapun saran penulis sebagai berikut :
1. Guru Pendidikan Agama Islam di harapkan lebih serius untukmenanggulangi kenakalan agar kenakalan remaja atau siswa di SMKNasional Malang tidak meluas / semakin banyak.
2. Lembaga sekolah seharusnya bisa lebih memerankan guru PendidikanAgama Islam berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat mengatasikenakalan remaja atau siswa. Dan juga lembaga sekolah memberikanfasilitas yang memadai demi kemajuan SMK Nasional